Mindshift Podcast – Season 1

Hi teman-teman,

Selamat datang ke Mindshift Podcast bersama Tyas Handayani.

Season perdana Mindshift Podcast dibuat berdasarkan keresahan saya sebagai pribadi dan keinginan saya untuk menjadi profesional yang baik.

Bertujuan untuk membuka pandangan saya, mencoba belajar dari perspective yang berbeda, keinginan yang besar untuk belajar mengerti dan menambah sudut pandang dan mencari jawaban. Jawaban yang dapat memperbaiki diri saya dan naik kelas.

Untuk itu dalam season pertama saya mengajak banyak teman yang memiliki keahlian di bidang masing-masing dalam suatu wawancara tanya jawab.

Klik link episode untuk mendengar melalui anchor.fm

Episode 1 – Introductory Mindshift. Blogpost.

Episode 2 – Wawancara dengan Muhammad Fikri, community management pada e-commerce.  Blogpost.

Episode 3 – Wawancara dengan Ibu Nenny Soemawinata, pengalaman karir dan karya. Bagian 1. Blogpost.

Episode 4 – Wawancara dengan Ibu Nenny Soemawinata, pengalaman karir dan karya. Bagian 2. Blogpost.

Episode 5 – Wawancara dengan Margareta Astaman, milenium Indonesia bersaing secara global. Blogpost.

Episode 6 – Wawancara dengan Rizal Iwan, GenX setelah 20 tahun bekerja, self-employed. Bagian 1. Blogpost.

Episode 7 – Wawancara dengan Rizal Iwan, GenX setelah 20 tahun bekerja, self-employed. Bagian 2.Blogpost.

Episode 8 – Wawancara dengan mba Ita D. Azly, Pengertian Self Care. Blogpost.

Episode 9 – Wawancara dengan Pandji Pragiwaksono, Indonesia naik kelas. Bagian 1. Blogpost.

Episode 10 – Wawancara dengan Pandji Pragiwaksono, Indonesia naik kelas. Bagian 2. Blogpost.

Episode 11 – Wawancara dengan DR Sendy Widjaja, pengertian profesionalisme. Bagian 1. Blogpost.

Episode 12 – Wawancara dengan DR Sendy Widjaja, pengertian profesionalisme. Bagian 2. Blogpost.

Episode 13 – Wawancara dengan Andira Pramanta, Personal Branding bantu arahkan karirmu. Blogpost.

Bagi pendengar spotify silahkan search Mindshift with Tyas.

Setiap episode mindshift memiliki rangkuman blog post yang dapat dibaca dan jadikan referensi. Untuk membaca, silahkan klik blogpost di setiap episode diatas.

Semoga bermanfaat dan selamat mendengar !

Berikutnya season 2 silahkan klik disini.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Education Outcome

Kita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi. KIta memasuki era dimana lulusan tidak menjamin kesiapan berkarya. – Nadiem Makarim.

Saya setuju dengan pendapat tersebut.

Berawal dengan keinginan menulis tentang pengertian education outcome, sekarang menjadi sedikit lebih relevan dan menarik karena perubahan kondisi kita semua berkehidupan akibat dampak dari pandemi Corona atau Covid-19.

Kita mulai dari pengertian Education Outcome itu sendiri.

Pada intinya, pengertian education outcome adalah hasil suatu proses atau perjalanan pendidikan seseorang.

Seperti itu pengertiannya, tidak begitu mudah proses menjalankannya.

Melalui diskusi dan pembicaraan saya dengan beberapa pakar pendidikan, teman dan praktisi pendidikan di awal tahun 2020 ini menjadikan #temanbelajarbersama dan mendorong saya untuk membahas disini.

Tapi dengan banyaknya perubahan sejak akhir tahun lalu dan akibat dari global pandemi yang terjadi, apa arti proses sebuah education outcome dalam era new normal kini ?

Pendapat saya, proses education outcome dengan kesempatan yang lebih adil.

Tapi sebelumnya, mari kita lengkapi diri kita dan mengerti lebih jelas tentang Education Outcome.

Untuk mempermudah saya buatkan penjelasan atas 3 pertanyaan

  1. Apa pengertian education outcome ?
  2. Mengapa kita perlu memahami “education outcome”?
  3. Bagaimana proses education outcome yang sebenarnya ?

Mari kita belajar bersama.

Pertama. Apa pengertian Education atau Learning Outcome ?

Education/Learning Outcome adalah

  • hasil dari pencapaian dan progress seseorang
  • akibat dari perencanaan pendidikan dan pengalaman pembelajaran yang baik
  • terlihat dari suatu indikasi kesiapan karir dan peningkatan kinerja
  • dan kepuasan pelajar secara keseluruhan

atau, menurut Creating Learning Outcome Stanford yang dapat diambil dari link https://www.bu.edu/provost/files/2017/06/Creating-Learning-Outcomes-Stanford.pdf ,

definisi dari Education / Learning Outcomes adalah pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang harus dimiliki siswa secara individu dan dapat ditunjukkan setelah menyelesaikan pengalaman belajar atau urutan pengalaman belajar.

Lalu, pengertian outcome dalam gambaran pendidikan yang lebih jelas, seperti apa bentuknya ?

  • Anak-anak memiliki rasa identitas yang kuat (Children have a strong sense of identity).
  • Anak-anak terhubung dengan dan berkontribusi pada dunia mereka (Children are connected with and contribute to their world).
  • Anak-anak memiliki rasa sejahtera yang kuat. (Children have a strong sense of wellbeing).
  • Anak-anak percaya diri dan melibatkan pembelajar (Children are confident and involved learners).
  • Anak-anak adalah komunikator yang efektif (Children are effective communicators).

Sepertinya tampak bagaikan sebuah proses manusia menjadi orang yang seutuhnya ya ?

Setiap gambaran hasil apabila kita orangtua refleksikan pada proses belajaran diri kita sendiri perlu cukup waktu dan kematangan diri untuk mencapai setiap hal diatas.

Jadi education atau learning outcome membuka pengertian kita bahwa dalam hal pendidikan dan proses pembelajaran anak, kita perlu membuat rencana. Karena outcome adalah hasil akhir dari sebuah fase.

Artinya, rencana menghasilkan output, lalu output akan menghasilkan outcome.

Sumber. https://encoura.org/defining-educational-outcomes-measuring-impact/

Satu hal yang saya mengerti dan menurut saya penting untuk dipahami adalah, fokus education outcome bukan pada perjalanannya tapi pilihan program pendidikan atau pembelajarannya.

Sebagai orang yang telah dewasa, kita dapat memahami bahwa apa yang kita alami, menjadikan sebuah pelajaran yang berharga. Karena itu betapa pentingnya kita memilih tidak hanya berdasarkan program didalam tempat atau institusi atau sekolah tempat belajarnya tapi juga bagaimana kecocokan cara belajar mengajar dapat “make or break” anak kita dalam bercita-cita. Apakah guru yang mengajar mampu memberi inspirasi atau sebaliknya menggunakan cara intimidasi dalam metode belajarnya ? Bagaimana kesempatan belajar yang didapat sepanjang waktu program belajar atau pendidikannya ?

Banyak sekali timbul pertanyaan-pertanyaan lanjutan ya teman belajar bersama.

Berikutnya, mari kita bahas bersama mengapa kita perlu memahami education outcome ?

Kembali ke Teman Belajar Bersama halaman utama.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Masa belajar anak

Ini adalah sebuah pemahaman.

Pemahaman yang saya dapatkan seiring dengan pengalaman saya di dunia sosial dan pendidikan. Sebuah pemahaman yang akhirnya saya pegang dan saya coba dalam masa belajar anak dan keterlibatan saya sebagai orang tua.

Saya akan mencoba memberikan gambaran ilustrasi dengan harapan memudahkan bagi teman belajar bersama untuk dimengerti.

Berikut gambarannya.

Continue reading

Teman Belajar Bersama

Belum lama ini, sebelum masuk masa pandemi, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Education Outcome lebih dalam kaitannya pada dunia sosial. Kesempatan tersebut membangkitkan kembali semangat saya, menyegarkan kembali passion saya di dunia sosial dan pendidikan.

Dalam perjalanan saya untuk belajar lebih dalam saya mulai dengan bertemu dengan teman-teman lama yang memiliki pengalaman di dunia pendidikan. Sayapun mulai berkenalan dan juga bertemu kembali dengan teman-teman yang memiliki passion di dunia sosial dan pendidikan.

Melalui perjalanan yang saya lalui, saya menerima banyak pendapat dan masukan baik dari proses maupun hasil akhir education outcome yang kemudian membuka lebih lebar sudut pandang saya. Seperti disiram air segar saya terdorong untuk merangkum sebuah kesimpulan, tentunya dari sudut pandang saya.

Biasanya, education outcome dirasakan penting bagi kita dalam tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak atau seringkali kita dengar agar nantinya pemimpin masa depan Indonesia dapat memenuhi kapasitas yang diperlukan dalam tantangan global. Tetapi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan warganya, meningkatkan sumber daya manusianya, dan mencapai tujuan ekonomi dan pembangunannya, ada begitu banyak peluang bagian masyarakat yang memiliki potensi.

Untuk kebutuhan Indonesia kita perlu melihat atau mengambil contoh rata-rata nasib anak-anak Indonesia dalam menempuh pendidikan.

Education Outcome bukan tentang perjalanan tetapi memilih program dan kegiatan pendidikan yang tepat yang membantu jalur menuju hasil pendidikan Anda. Ketika akses dan kualitas pendidikan mulai ada perbaikan atau bahkan dapat ditingkatkan, jalur atau pemahaman yang tepat tentang program mana yang akan dipilih menjadi keputusan penting berikutnya, baik melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi (higher education) atau pembelajaran kejuruan (vocational learning) atau bahkan belajar sendiri secara independent, yang mana sejak jaman pandemi jelas terbuka peluangnya.

Tapi bagaimana dan siapa yang bisa membantu saya? Adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh setiap anak dan orang tua. Inilah inti dari #temanbelajarbersama.

Tapi melalui pertemuan saya dengan teman-teman di dunia pendidikan membuat saya kembali merefleksikan apa yang penting dan apa yang realistis dalam kehidupan nyata.

Saya membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian pembahasan.

  1. Masa belajar anak
  2. Education Outcome pengertiannya
  3. Mengapa Education Outcome penting?
  4. Bagaimana proses education outcome?
  5. Impact / dampak dari education outcome
  6. Harga sebuah karya.
  7. Bersekolah
  8. Memilih Sekolah
  9. Coaching in the family

Topik-topik diatas dimaksudkan untuk menjelaskan pemahaman, mungkin solusi juga mencoba untuk menawarkan buah pemikiran dan pengalaman orang lain dalam bidang pendidikan khususnya topic education outcome.

Beberapa topik pembahasan yang siap untuk disimak. Tapi sejalan dengan perkembangan, sewaktu-waktu saya akan tambahkan topik baru atau pembahasan demi pembahasan yang menurut saya penting untuk dimengerti dan akan saya kumpulkan disini.

Saya mencoba menawarkan langkah prakarsa yang saya namakan Teman Belajar Bersama. Suatu aktifitas yang ingin saya jajaki untuk belajar dan mengajak belajar pendidikan bersama. Niat saya, menjadi teman yang menemani dalam perjalanan, menjadi teman untuk sama sama belajar pendidikan bersama. Menjadi seseorang yang dapat memberikan semangat, seperti selayaknya seseorang yang dulu saya butuhkan waktu kecil dan muda dulu. I want to be that someone who you needed when you were younger. An encourager.

#TemanBelajarBersama adalah suatu esensi yang ditangkap oleh Bung Simon dari Sinambung Indonesia yang berawal dari sebuah semangat. Sebuah semangat dari saya, Tyas Handayani, yang berarti, si pemberi daya dari dalam hati.

Semoga berkenan.

Salam pendidikan.

Silahkan lanjut bacaan disini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan bimbingan dari teman-teman:

  • Mba Hety dan Bapak Hamid Abidin dari Filantropi Indonesia
  • Mas Adit dan Bung Simon  dari Sinambung Indonesia
  • Mba Stien dari Pusat Studi Pelatihan dan Kebijakan Pendidikan Indonesia
  • Mas Bukik dari Kampus Guru Cikal
  • Bapak Tatang Suratno dari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Bapak Ben Suadi, Founder The Transformation Institute, Former Director PSF-School Development Outreach
  • Bapak Bambang Irianto F, Pakar dan Konsultan pendidikan Indonesia, Former Advisory Putera Sampoerna Foundation untuk Sampoerna Academy dan PSF-School Development Outreach.
  • Mas Yosea Kurnianto, Deputy Director SDG Academy Indonesia (an Initiative of Tanoto Foundation, UNDP & Bappenas)
  • Mas Timmy Widjaja, Sampoerna Academy Graduates, batch USA.
  • DR Sendy Widjaja, Founder Indo Advance, Former Head of Cultural Putera Sampoerna Foundation
  • Mas Ramya Prajna, coFounder&CEO ThinkWeb & coFounder Semua Murid Semua Guru

Izinkan saya terus menjadi teman belajar bersama kalian.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project inquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Perpanjangan STNK

Beberapa kali pengen share pengalaman perpanjangan STNK tapi ga jadi-jadi, pasti terlewat karena tulisan lain atau pekerjaan lain yang lebih memerlukan prioritas.

Alhasil, tiap tahun aku pasti nyari informasi kembali apa yang perlu di siapkan, pilihan apa saja proses dapat dilakukan dan apa yang perlu kita antisipasikan. Salah satu dan tujuan utama aku menulis adalah untuk kebutuhan diri sendiri awalnya. Minimal ada catatan sehingga bisa kembali lagi atau menambah informasi yang telah ditulis. 🙂

Berhubung tahun ini saya pas 5 tahun, walaupun dalam keadaan Social Distancing, tapi saya tetap ingin menyelesaikan kewajiban ini secepatnya. Apabila tertunda lagi, dalam keadaan yang tidak menentu seperti sekarang ini, apapun dapat terjadi. Sehingga saya merasa saya lebih baik kita segera tuntaskan.

Berikut pengalaman saya. Saya bagikan dalam beberapa pertanyaan.

Tulisan ini khusus bagi warga bintaro dan sekitarnya.

 

Apa pilihan pembayaran ?

Online dan Langsung

  • Pilihan Online.
  1. Pertama. Melalui online hanya bagi yang waktunya 3 bulan sebelum jatuh tempo. Jadi, misalnya jatuh tempo bulan April tanggal 30, artinya dapai dilakukan bilamana sebelum tanggal 30 Januari.
  2. Kedua. Silahkan periksa data melalui https://samsat-pkb2.jakarta.go.id/ lalu cantumkan nomor kendaraan dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  3. Ketiga. Lanjutkan dengan langkah-langkah mengisi data kendaraan, mengambil kota pengambilan nota pajak, lalu lanjut ke proses pembayaran.
  • Pilihan Langsung.

Di area bintaro pilihannya ada beberapa.

  1. SAMSAT keliling. Bagi penghuni bintaro disetiap minggu ke dua tiap bulan SAMSAT keliling berada di Kecamatan Pondok Aren, seberang Pasar Modern Bintaro.
  2. SAMSAT Ciputat. 30 menit dari Mc Donalds Emerald.
  3. SAMSAT Alam Sutera. 30 menit dari Mc Donalds Emerald.

Apa saja yang perlu disiapkan ?

Untuk dokumentasi :

  • Asli & Kopi KTP
  • Asli & Kopi STNK
  • Asli & Kopi BPKB
  • Dan bagi yang perpanjangan kendaraan 5 tahun-an, diperlukan Kopi NPWP

Catatan Penting :

  • Semua kopi harus di kertas A4 terlampir sendiri-sendiri setiap dokumen, jangan di potong.
  • Bagi yang belum fotokopi, disediakan jasa pada setiap SAMSAT.
  • Harus menggunakan baju rapih dan sepatu. Bagi yang menggunakan sendal dilarang masuk.

Bagaimana prosesnya ?

  • Semua sudah terproses dengan baik, lancar dan terstruktur.
  • Pada setiap akhir tahapan petugas selalui mengarahkan ke tahap berikutnya.
  • Sebenarnya bila kosong bisa makan sekitar 15 menit. Saat saya cukup ramai tapi tidak penuh jadi saya cukup lega menjalani prosesnya.
  • Bagi yang tidak perpanjangan 5 tahun, langsung ke lantai 1 dan mulai ke tahap ke 2 pengambilan formulir di lantai 1
  • Tahap 1. Cek Fisik Kendaraan. Serahkan kelengkapan dokumentasi lalu petugas akan memeriksa mesin mobil. Setelah itu ditempelkan sticker pada mesin. Petugas akan mengarahkan ke loket cek fisik untuk menunggu dipanggil dan diarahkan ke tahap selanjutnya. Setelah dipanggil diarahkan ke lantai 1 (lobby) untuk pengambilan formulir.

  • Tahap 2. Pengambilan Formulir. Berada di sebelah loket informasi. Serahkan dokumentasi dan diminta tunggu sebentar untuk petugas mengumpulkan formulir dan dokumentasi kendaraan. Setelah dipanggil akan diarahkan ke LOKET PENDAFTARAN & PENETAPAN.

  • Tahap 3. Tahap Periksa Ulang di loket LOKET PENDAFTARAN & PENETAPAN. Serahkan semua dokumentasi dan nomor panggil. Akan dilakukan pemeriksaan ulang keaslian dan kepemilikan untuk diserahkan dokumentasi ke bagian pembayaran.

cukup disiplin, dengan social distancing

  • Tahap 4. Pembayaran. Nomor yang digunakan adalah nomor antrian yang sama. Bagi saya, lebih baik siapkan uang cash. Sehingga selancar drop and go. Tanpa ada kemungkinan kerusakan system atau lainnya.

  • Tahap 5. Pengambilan STNK baru dan Plat baru. Setelah pembayaran selesai, panggilan dilakukan berdasarkan nama dan alamat. Selesai.

 Mudah, simple, cepat.

Mudah-mudahan pengalaman kamu sama baiknya ya. Good luck !

Sumber tambahan informasi dari cermati.

Update 5 April 2021. 

Kini pengurusan di Samsat Ciputat ditempatkan di area luar gedung. Pemeriksaan tahap awal tetap dilakukan didepan pintu masuk lalu diserahkan semua berkas kepada petugas lalu setelah dipanggil pembayaran dilakukan di mobil. STNK baru langsung diserahkan. Cukup 45 menit selesai. 

Think in structure

To put into context on the above quote from Henry Ford, to me, the step of getting from vision into executions will of course need process.

And when it is a process we will need to organise how we think, systematically in structure.

Those who do not agree with me might possibly do not agree how important to think in structure.

That is the technique.

I believe, structure thinking is by far the most important skill on any occasion weather the objective is to execute a business idea or startup or to begin an activity.

Especially nowadays when everything business disruptive caused by digitalisation.

It makes us able to request a buy from point A to point Z.

However point A is in a city in Kalimantan dan point Z is in Jakarta.

To get it done, as part of the execution, we will need to identify the journey systematically. Otherwise structured our thinking.

It’s crazy to not want to understand any planning with structure as guidance. Results and progress are based on those structures.

Am I crazy or I am just hallucinating ?

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Khitanan Anak

Khitanan atau dengan kata lainnya sunatan adalah suatu langkah besar dalam hidup seorang anak laki-laki. Tidak hanya menandakan bahwa telah ditinggalkan masa kanak-kanak dan masuk fase kehidupan selanjutnya tapi juga memberi dampak pada kesehatan fisik dan psikologis. Selain itu bagi umat muslim memberikan arti telah tertunaikan sebuah Sunnah.

Sebenarnya, waktu sunatan awalnya tidak direncanakan akan dilakukan saat ini. Tapi kebetulan sahabat anak kami mengajak bersama. Memasuki bulan Desember ini, anak kami berumur 7 tahun 8 bulan dan memang masuk liburan yang cukup panjang, hampir 1 bulan.

foto sebelum tindakan, masih gaya

Terus terang anak kami tergolong anak yang sangat takut. Prosesnya pun tidak mudah karena anak kami panik, ingin ikut lihat, sempat meronta dan perlu dipegangi. Dan diapun nangis kenceng sekali.

sudah mulai grogi

Dan kamipun cukup overwhelmed atas pembelajaran ini. Kami melalui banyak proses pembelajaran dan pencerahan sehingga kami merasa ingin berbagi informasi dan pengetahuan karena mungkin akan bermanfaat bagi teman-teman orangtua yang akan atau belum menjalankannya.

Tulisan ini terdiri dari tips apa yang perlu disiapkan dan bagaimana melaluinya. Saya membagikannya melalui pra, proses, pasca proses dan pasca dibuka.

Mudah-mudahan dapat menjadi manfaat ya.

Pra-Proses

Anak jaman now tidak seperti kita-kita jaman dulu. Tidak memiliki pilihan untuk tidak mengikuti apa yang disarankan dan diminta oleh orangtua kita. Anak jaman now sangat kritis, sangat aware terhadap diri dan apa yang menjadi miliknya seperti tubuh dan bagaimana menjalankan hidupnya.

Artinya, pembelajaran yang paling menarik perhatian dan mengena adalah pengalaman. Pengalaman itulah yang menurut saya, sangat penting dijaga karena akan menjadi sebagian dari bekal hidupnya di masa mendatang.

Mengawali proses maksud saya adalah proses harus di kawal. Every step of the way. Sangat penting bagi anak dan orangtua. Untuk belajar dan mengenali proses setiap langkah demi langkah semua untuk membuka pengertian bagi anak maupun orangtua. Tidak mengurangi apapun yang akan terjadi yang diluar ekspektasi tentunya. Tapi paling tidak dapat mengurangi hal-hal seperti keputusan mendadak akibat dari tidak tahu sebelumnya.

Saran dari saya,

  • Coba untuk banyak bertanya melalui pengalaman teman atas pilihan-pilihan metode khitanan yang ada. Coba bertanya juga melalui anaknya atau teman anak kita. Pelajari kelebihan dan kekurangannya. Coba dibayangkan pada anak kita. Tentunya tiap anak sangat berbeda kebutuhan dan maturity level. Pengalaman orang lain dapat dijadikan pelajaran bagi kita tapi just a reminder, not necessarily cocok bagi kita.
  • Ajak anak anda untuk mendatangi tempat sunatan untuk berkenalan dengan dokter, memberi kesempatan untuk melihat tempat juga agar dokter dapat memberi pencerahan kepada anak juga orangtua dalam proses nantinya. Katakan apa adanya, proses dan rasa sakitnya. Tujuan kesehatan untuk masa depan akan lebih baik untuk membuat mengerti anak karena memang melalui proses sakit yang cukup lama tapi semakin lama menunda semakin sulit prosesnya bagi si anak. There is no easy way, memang.
  • Kontrol sebelumnya sangat berguna untuk memeriksa keadaan penis anak dan memilih pilihan tindakan yang tepat bagi kebutuhan anak. Tidak semua anak dapat memilih tindakan dengan metode klem. Ada aspek umur, ukuran, dan kondisi anak dalam umur-umur tertentu yang mengakibatkan pilihan metode tindakan yang tepat bagi anak.

Proses Khitanan

Setelah beberapa hari sebelumnya kami memeriksa dan control keadaan anak kami, maka kami memilih khitanan metode klem. Kali ini yang saya berkesempatan untuk pelajari hanya ada 3 metode. Diluar itu seperti proses laser mungkin dapat pelajari sendiri ya.

Metode Jahit

Metode jahitan sering digunakan di Rumah Sakit. Saat ini benang jahitan sudah sangat tipis dan kecil sehingga proses penyembuhan sangat jauh terasa lebih baik daripada jaman dahulu.

Menurut teman orangtua yang anaknya menjalankan proses ini, jaman sekarang tidak perlu lagi menunggu umur anak menjadi dewasa. Berhubung benang jahitan sudah sangat tipis, ini menjadi pendorong lebih cepat anak perlu di khitan lebih awal.

Proses ini menggunakan bius suntik biasa.  Biasanya ada pilihan anastesi local atau total. Lalu setelah proses khitanan dilakukan melalui proses jahit seperti biasa. Perban di hari 1 hingga 3 tidak boleh di apa-apakan. Tidak perlu di cuci atau diberkan obat. Pada hari ke3 perban dicopot lalu anak berendam dengan air hangat. Benang akan hilang sendiri . Kini, benang tidak perlu dicabut karena melalui proses pengeringan akan menyatu dengan daging. Semakin sering berendam di air hangat atau berenang maka proses penyembuhan lebih cepat.

Sumber. Ibu Olti.

Metode Klem

nervous tapi masih bisa senyum

Di Rumah Sunatan dr Mahdi, metode ini adalah metode yang sangat disarankan dan sering jadi favorite. Saat ini metode ini tidak menggunakan suntikan dan tidak menggunakan jahitan. Untuk bius digantikan dengan alat semprot sama seperti bila kita menjalankan pembiusan awal di Dr Gigi. Pembiusan ini dilakukan beberapa kali dalam beberapa titik sekitar lingkar penis. Setelah terasa kebal, tindakan pengulitan (maksudnya dibuka kulit luar dan dibuang) dilakukan melalui proses normal alat pisau medis. Lalu untuk menggantikan jahitan, dipasangkan klem untuk menjaga bentuk juga dapat menjaga kebersihan dan proses penyembuhan setelah di khitan.

Sketsa berikut ini digunakan oleh papanya Evan, untuk anak kami, dalam menjelaskan keseluruhan proses sunat/khitan kepada Evan sehingga ia jadi lebih mengerti dan tenang.

  • Jika anak belum di sunat/khitan maka kepala penisnya akan tertutup oleh kulit (A) sehingga saat pipis sebagian cairan pipis itu ada yang terperangkap di bawah kulit tersebut dan lama-lama jadi membentuk kristal-kristal kotoran. Ini makin menjadi ketika lubang pada ujung kulit penis tersebut kecil (ada juga anak yang memiliki lubang ujung penis yang lebih lebar), ciri-cirinya jika sudah terlalu banyak kotoran di dalam kulit penis maka saat pipis, kulit penisnya jadi menggelembung (B).
  • Sunat/khitan itu prinsipnya adalah membuang kulit penutup kepala penis tersebut sehingga tidak ada lagi kotoran-kotoran yang mengkristal di bawah kulit penis yang terkumpul. Caranya adalah dengan memotong kulit penis (C) dan membuang kulit penis tersebut (D).
  • Setelah dibuang, maka kepala penis yang terbuka itu dipakaikan sebuah klem yang fungsinya mengikat kulit yang sudah terpotong ke batang penis (E). Klem ini dibiarkan selama seminggu dan pada hari ke 6 (tindakan dilakukan hari senin, pelepasan hari sabtu), dilepaskan oleh dokter dalam kondisi ujung kulitnya sudah menyatu dengan batang penis.

Bagi yang memilih metode ini, proses pengeringan dilakukan setelah dibukanya klem sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan seperti berenang, bersepeda. Ini dilakukan selama minimal 2 minggu untuk dapat kering lebih baik dan menghindari kecelakaan maupun dalam hal kebersihan.

Paket yang didapatkan bila memilih metode ini seperti dalam gambar ya.

Kami mengambil paket lengkap. Bilamana ingin menukar beberapa element dari paket katanya si bisa misalnya paket photo digantikan 2 celana dalam khitan. Silahkan dibicarakan ya parents.

Gun Stapler

Ini adalah pilihan kedua di Rumah Sunatan dr Mahdi. Sama seperti diatas , dalam hal bius digantikan dengan alat semprot sama seperti bila kita menjalankan pembiusan awal di Dr Gigi. Pembiusan ini dilakukan beberapa kali dalam beberapa titik sekitar lingkar penis. Setelah terasa kebal, penis dimasukkan ke gun stapler yang sebelumnya telah diatur sesuai ukuran penis anak. Setelah sekitar satu menit, diangkat sekaligus kulit yang mau dibuang. Proses ini cepat dan dipastikan rapih karena tercetak melalui gun stapler tersebut.

Setelah proses khitan dilakukan, penis di perban. Bagi anak yang mengalami perlengketan, diperlukan daily control untuk pergantian perban. Karena kami tidak melalui proses ini, mungkin dapat dipelajari lebih lengkap melalui link ini.

Sumber. Ibu Cherissa.

Pasca Proses Khitanan

Bagi yang memilih metode klem, setelah proses khitanan, ada beberapa obat perlu diberikan. Obat pain killer yang di berikan right after tindakan melalui dubur, dan setelah makan ada pain killer yang diminum 3 kali sehari. Karena anak kami panikan dan sangat tidak nyaman sehingga rasa sakit dan ngilu sangat terasa. Sehingga disarankan untuk minum setiap 4 jam sekali.

Anak kami tidak mudah dalam prosesnya berhubung ingin melihat proses, panik dan takut. Untung setelahnya ditemani embak teman rumah sunat saat kami melakukan proses pembayaran dan dijelaskan isi tas paket khitanan untuk pasca khitanan dan pasca pelepasan.

Proses pembersihan atau setiap kali setelah pipis bilas dengan air, dilanjutkan dengan tetesan air NaCL dan tetesan obat antibiotics 3 kali sehari pada sekitar klem yang terkena kulit juga didalam klem. Mandipun harus menggunakan sabun antiseptic dan sudah tersedia dalam paket tersebut.

Sebuah alternative pengalih pikiran sebagai pilihan selama dirumah.

Pasca pembukaan klem.

Sebelum dibuka klem, disarankan untuk berendam di air hangat untuk proses soothing sebelum di buka. Sebelum datang ke rumah sunatan untuk dibuka klem diperlukan pemberikan obat pain killer dalam dubur.

Setelah proses dibukanya klem maka akan diperlukan kompres betadine 3-5 x sehari selama masing-masing 3-5 menit tiap kalinya. Mandi seperti biasa dengan menggunakan celana mandi yang telah diberikan dalam paket lengkap agar tidak langsung terkena sabun. Ini semua dilakukan selama 3 hari. Sehabis mandi lanjutkan dengan menggunakan celana dalam khitan. Setelah itu anak harus mulai membiasakan dengan menggunakan celana dalam biasa.

Telah diinformasikan melalui dokter control bahwa akan ada sisa kulit yang lepas dan proses pelepasan akan mulai terjadi hingga bersih dan tidak tersisa. Proses pewarnaan akan juga terlihat sejalan dengan pengeringan melalui obat betadine tersebut.

Obat yang digunakan pasca proses adalah obat anti bengkak yang termasuk dalam paket. Pain killer untuk jaga-jaga tapi anak kami hanya menggunakan sekali setelah dibuka klem saja, setelahnya tidak lagi.

Melalui nomor Emergency Call Service 24 jam Rumah Sunatan dr Mahdi 087878794433 / 081295262666 sangat membantu untuk bertanya apapun mulai dari pertanyaan mengenai rasa sakit, pilihan obat lainnya untuk meringankan sakit hingga sabun pengganti sabun antiseptic bilamana sudah habis.

  • Pertanyaan pilihan pain killer :

Kami menyebutkan umur dan berat anak kami dan bertanya bilamana obat pain killer yang disediakan paket telah habis bolehkah kami memberikan yang tersedia dirumah seperti paracetamol SANMOL atau TEMPRA.

Jawaban :

Boleh dengan takaran sesuai dengan umur anak yang tertera dalam keterangan di box obat tersebut.

  • Pertanyaan pilihan sabun pengganti sabun antiseptic :

Setelah klem dibuka apakah boleh melanjutkan mandi menggunakan sabun mandi dan shampoo bayi biasa misalnya rangkaian Johnson’s. Karena saat ini setelah tidak diperlukan mandi dengan antiseptic asal tidak membuat perih saja.

Jawaban :

Tidak apa-apa. Silahkan Ibu.

 

 

Johnsons Top to Toe adalah kandungan sabun dan shampoo yang paling lembut. Johnsons bukan antiseptic tapi formulanya memang lembut untuk membersihkan dan tidak ada residue.

 

 

Nah, kurang lebih mudah-mudahan teman-teman parents dapat jadikan pelajaran ya. Mohon selalu ingat, pengalaman saya dapat menjadi pembelajaran tapi pengalaman sendiri akan selalu berbeda.

Terima kasih sudah membaca. Tidak lupa juga terima kasih bagi ibu-ibu yang telah sharing pengalaman untuk dapat saya bagikan melalui blogpost ini.

ini foto sebelum tindakan, sudah mulai nervous

Bagi parents yang ingin juga sumbang saran atau inputs, please do share melalui comment dibawah ini.

Happy parenting !

foto sebelum tindakan, dalam keadaan semakin kalut karena takut

things to feel good for the future

Hello 2020.

I would like to open this year by sharing some happenings in 2019 that can make us hopeful and feel positive for the future.

Please have a look, and share your own take on these matter. You could also share your own version of things to be hopeful.

This is my findings.

  1. Control on social media

I think you would agree with me that some things happening on social media are getting out of hands. How we communicate on social media and also the impact of some actions communication on social media.

What I notice, sometimes, the impact becomes so negative. We cannot control the perception and how people would feel. How it drives their judgement. Their understanding. And therefore their decision making.

We can understand that people use social media for different needs or have different agenda. Some might be good. But some might not. Some are mature and can protect themselves. Some need protection.

That is why I feel it is important to highlight the positive and responsible action done by some biggest platform. Making quite the example, Twitter and Instagram.

Twitter bans political ad. Because influence is ‘earned, not bought’.

From the article Big Think,“We’ve made the decision to stop all political advertising on Twitter globally. We believe political message reach should be earned, not bought,” Twitter CEO Jack Dorsey tweeted.

“A political message earns reach when people decide to follow an account or retweet. Paying for reach removes that decision, forcing highly optimized and targeted political messages on people. We believe this decision should not be compromised by money.”

I just love this. I think it’s about time those who has the power, take responsibility in controlling what is good and right. As the owner of the platform it is necessary to do what is right and show leadership. Really push quality content and positive conversation. You gotta start from somewhere. Right ?

Instagram announces global expansion of hidden like counts test. 

Instagram chief Adam Mosseri has repeatedly noted that the test is designed to reduce the pressure on Instagram creators, and that the true measure of its success will relate to how it impacts people emotionally. Taken from article Social Media Today.

This way, content becomes the best value that we can qualified based on who you are today, tomorrow, yesterday, every day. In world full of judgment, I think we’re setting it straight through these examples. My point of view.

  1. Improvement on education system

I totally agree when reading this statement. “Learning is not a competition,” by Ong Ye Kung, Singapore’s Education Minister. The Ministry of Education (MOE) is planning a series of changes aimed at discouraging comparisons between student performance and encourage individuals to concentrate on their own learning development.

I remember a quote from Mark Twain. Don’t let schooling interfere with your education. Nowadays, so many education institutions are racing towards the best. Being the best. Well now, Singapore has made quite the change.

Children in Singapore will no longer be ranked by exam results. 

According to weforum article, shifting the focus away from exam perfection towards creating more rounded individuals represents a serious change of direction for Singapore. Alongside academic performance the new policies aim to foster social development among pupils to raise self-awareness and build decision-making skills.

The skills we need to perform at work are changing – and quickly.

The World Economic Forum’s Future of Jobs Report 2018 suggests that employees will see an average shift of 42% in workplace skills between now and 2022.

Indonesia is also progressing some changes as the new education and cultural minister, Nadiem Makarim has launch 4 program education policy, one of them to remove National Exam starting by 2021.

  1. Action on climate change

Most grateful to see actions being taken in protecting mother earth for the betterment of the future. And we have Greta Thunberg to be thankful for.

“I want you to panic. I want you to feel the fear I feel every day. And then I want you to act.” Greta Thunberg told the annual convention of CEOs and world leaders at the World Economic Forum in Davos, Switzerland, in January 2019.

According to Time Person of the Year article, Greta began a global movement by skipping school: starting in August 2018, she spent her days camped out in front of the Swedish Parliament, holding a sign painted in black letters on a white background that read Skolstrejk för klimatet: “School Strike for Climate.” In the 16 months since, she has addressed heads of state at the U.N., met with the Pope, sparred with the President of the United States and inspired 4 million people to join the global climate strike on September 20, 2019, in what was the largest climate demonstration in human history.

Since then, real changes have been made. From the article, among the actions there are,

  • Fortune500 companies, facing major pressure to reduce their emissions, are realizing that sustainability makes for good PR.
  • In June, the airline KLM launched a “Fly Responsibly” campaign, which encouraged customers to consider abstaining from non-essential air travel.
  • In July, the head of OPEC, the cartel that controls much of the world’s oil production, called climate strikers the “greatest threat” to his industry, according to the AFP.
  • In September, workers at Amazon, Facebook and other major companies walked out during the climate strikes.
  • And in November, the president of Emirates airline told the BBC that the climate strikers helped him realize “we are not doing enough.”
  • In December, Klaus Schwab, the founder and CEO of the World Economic Forum, published a manifesto calling on global business leaders to embrace a more responsible form of capitalism that, among other things, forces companies to act “as a steward of the environmental and material universe for future generations.”
  • In the past year, more than 60 countries said they would eliminate their carbon footprints by 2050.
  • Voters in Germany, Denmark, the Netherlands, Austria and Sweden—especially young people—now list climate change as their top priority.
  • In May, green parties gained seats in the European Parliament from Germany, Austria, the Netherlands and more.
  • There was an 8% drop in domestic flights between January and April according to Swedavia, which runs the nation’s airports, and Interrail ticket sales have tripled over the past two years.
  • More than 19,000 people have signed a pledge swearing off air travel in 2020, and the German railway operator Deutsche Bahn reported a record number of passengers using its long-distance rail in the first six months of 2019.
  • Swiss and Austrian railway operators also saw upticks on their night train services this year.

In short, I think the things happening today will take matter for the future and in becoming a much kinder world. A safer world.

Just what the world needs right now. To be kind. To make the world a peaceful place to live in.

Other things that has got my attention is the rise awareness of self-care. And how people in their own way are educating how to care about yourself, how to be kind to yourself as well to others.

The next question,  if things are changing, and people has come to be aware, how to protect it ? How to keep making things good ?

I feel somehow the technology of blockchain is still the most technology that has the biggest impact for the decades to come (Read Blockchain revolution by Don Tapscott or his TedTalk. ). Might be, currently, some people out there are developing block chain based applications and making better new businesses hence ensuring a better world.

Because of the system that is based on integrity of network, control on distribution of power, secured identity, privacy, rights preserved and inclusivity. All those aspect are not optional. It is all or nothing at all.

Imagine how it could end feudalism.

I’d like that. Don’t you ?

Happy new year everyone.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com