Jewel Changi Singapore

#KeluargaBangwin loves to go family trips.

Blogpost kali ini dibuat karena banyak yang minat dan bertanya mengenai Jewel Changi, Singapore Airport.

Just to share what we experienced. Hopefully share a few tips along the way.

Bersambung dari kunjungan kami ke Legoland Johor, Malaysia blogpost review. We decide right from the start, as we plan, to make the most out of it.

Jadi, Bangwin, saat bareng membuat rencana family trip kali ini, mensisipkan dalam itinerary pengalaman ke Jewel Changi. Kami sengaja mengambil pesawat yang malam, kepulangan 19.30 PM Singapore Time. So the plan was,

  • Check out early, 10.30 AM
  • Online Boarding.
  • Arrive at Changi around 11-ish.
  • Check in our luggage at the designated terminal.
  • Then after everything is set, we all go by shuttle to Jewel Changi.

Although there will never be enough time for everything but enough to have a good time experiencing Jewel Changi. Enough to say WOW so many times and all together. Just us three, #keluargaBangwin.

Pengalaman kami dapat jadi masukan bagi teman-teman keluarga yang ingin berkunjung bersama anak dan kakek neneknya

  1. How to get to Jewel Changi

Jewel Changi berada di dalam area bandara namun di luar terminal-terminal airport Changi. Saling terkoneksi. Dan bagi yang seperti kami, mampir dulu ke terminal kami untuk masukkan koper dan bawaan terlebih dahulu, dapat menggunakan shuttle bus yang tersedia every 10 minutes, if not mistaken. Lihat ke screen saat tiba di area tunggu, akan tersedia informasi berapa menit lagi bis tiba dan informasikan saat bis tiba di lobby.

Untuk arah tujuan, be sure to follow each instructions and pathway on your way to Jewel.

  1. Baby Stroller and Wheel Chair

You can always find on every lobby entrance ,baby stroller and wheel chair for your love ones. Jadi bagi yang akan memasukkan stroller ke dalam luggage pesawat, tidak perlu khawatir. Juga bagi nenek dan kakek yang bersemangat ikut tapi cepet capek, no worries, ada kok.

Kalo memang lagi habis pastikan bertanya ke petugas di bandara. They should have the curtesy to help out. Jewel Changi memang bertujuan sebagai main attraction tamu manca negara. So the goal is to allure you to Jewel !

Selanjutnya, ada apa disana ?

Pada dasarnya, Jewel itu adalah sebuah mall with a huge water fall in the center as their main attraction. It is incredible. It really is.

Kalo boleh saya sarankan, sebenarnya tidak perlu mengambil angle foto pada setiap level atau lantai. Untuk menghemat waktu, cukup 3 level saja. Kita mulai dari level paling bawah then guide your way to the top. OK !

  1. Level Food Court – P2

Di level ini merupakan akhir dari kucuran air rain fall. Kita akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dari water fall yang ada di Shiseido Forest Valley. Kamipun menikmati makan siang disini dengan beragam pilihan selayaknya food court. But watch out for the stores di sekitar ya. Hahahahahhah.

  1. Level 1 entrance of Shiseido Forest Valley

Di level ini kamu bisa duduk-duduk dan menimati pancuran air secara langsung dan dekat. Sangking dekatnya, pada waktu-waktu tertentu, kamu akan terkena cipratan air rain fall.  So watch out !

  1. Level 5 on the top to experience Canopy area

Kalo sudah sampai di Jewel Changi memang sayang kalo tidak mendapatkan pengalaman di level paling atas. Ada beberapa pilihan explore jewel dapat disimak lengkapnya melalui website mereka https://www.jewelchangiairport.com/

Level paling atas adalah level dengan pengalaman paling exclusive. There’s a price for these valuable experience.

Setelah kami review pilihan yang ada dengan kecocokan kami #KeluargaBangwin akhirnya kami pilih untuk masuk ke Canopy Park dan menemani evan untuk bermain di Manulife Sky Nets – Bouncing.

Standard Rate atau bagi kita tamu negara asing, dikenakan SDG 8 berlaku bagi Adult/Child/Senior.

Khusus pilihan Manulife Sky Nets – Bouncing ticket includes admission to Canopy Park (antara lain Discovery Slides#, Foggy Bowls, Petal Garden, Topiary Walk). Jadi harga SGD 22 for Adult and SGD 16 for Child/Senior sudah termasuk masuk dalam Canopy Park. Karena tempat masuknya didalam canopy park.

Bagi yang akhirnya memutuskan belakangan dapat membeli tiket didalam Canopy Park melalui card debit/credit. Khusus cash dapat dilakukan di luar Canopy Park berdekatan dengan pintu masuk Canopy Park tersebut.

Tambahan temuan kami lainnya adalah,

  • beberapa penerbangan asing yang memberikan layanan check-in luggage di lantai-lantai tertentu bagi yang memerlukan. Tidak semua tapi ya. Silahkan check ke masing-masing airlines ya.
  • di setiap lantai temukan banyak area istirahat dengan berbagai macam konsep seru termasuk area bermain untuk anak. Semoga banyak waktu untuk teman-teman nikmati bersama keluarga :))

That’s it folks. Thank you for reading !

Be sure to read other stories from our family trip here.

See you again soon Jewel Changi Airport ! We really loved the experience.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Legoland Johor Malaysia

#keluargabangwin loves family trip.

Liburan kali ini adalah kunjungan kami ke Legoland Johor di Malaysia.

Legoland Malaysia has been the longest .. the most anticipated … travel destination bagi anak kami. Tidak peduli mau diajak kemana pun atau pernah diajak kemanapun, yang dia tanyakan selalu Legoland Malaysia.

Jadi Legoland Malaysia ini perlu di coret dulu nih sebelum kita mengkhayal kemana-mana. Anak kami baru berumur 7 tahun jadi kami rasa, untuk mengerti dan menikmati Legoland Johor sudah pas waktu rasanya.

Blogpost saya kali ini, adalah untuk mengangkat beberapa temuan kami yang mungkin akan membantu bagi teman-teman orangtua yang sedang merencanakan trip ke Legoland Malaysia. Mempersiapkan diri sebelum visiting Legoland Malaysia. Mudah-mudahan bisa membantu ya.

Sebelumnya kami pernah berkunjung ke Legoland di Tokyo. Mungkin dapat dibaca sebagai perbandingan. Karena paling dekat ke Indonesia, Legoland Johor menjadi langganan ya tentunya.

Legoland Johor ini memiliki 2 tambahan hiburan. Water Park dan Sea Life.

Bagi yang belum mengikuti blog saya soal family trip, saya pernah menulis tentang bagaimana merencanakan liburan keluarga, dapat dibaca melalui link ini.   Atas pembelajaran itu kita mulai dari itinerary trip ini ya.

Legoland Malaysia 30 Sept – 3 Oct 2019

Day 1 – 30 Sept 2019

  • Depart CGK 06:55 am
  • Arrive Changi 09.50 am
  • Pick up by Legoland Malaysia Driver – Drive to Legoland Hotel
  • Check in at Legoland Hotel
  • Play at Legoland (theme park / water park / sea life)

Day 2 – 1 October 2019

  • Play at Legoland  (theme park / water park / sea life)
  • Check out Hotel Legoland
  • Drive to Singapore
  • Check in to Hotel at Singapore
  • Dinner with Pak Dilip

Day 3 – 2 October 2019

  • Breakfast
  • 9 AM depart to Universal Studio
  • Play at Universal Studio Singapore
  • Meet with Pamela

Day 4 – 3 October 2019

  • Breakfast
  • 10.30 Check out
  • Check in luggage at Terminal
  • Play at the Jewel Changi
  • Depart Sing 19:25
  • Arrive Jakarta 20:20

Itinerary quick family trip, no time to fool around, memang ambisius dan semua hanya bertujuan untuk memenuhi kenyamanan proses menuju Legoland Johor dan Universal Studio Singapore. Itu aja.

Ini tidak mungkin kita lakukan tentunya bilamana adalah trip pertama kali ke negara tersebut. Saya selalu menyarankan, bilamana family trip ke negara yang belum pernah kamu kunjungi, expektasi harus dibuka lebar-lebar alias no need to expect the ideal. Karena Singapore dan Malaysia sudah tidak asing lagi bagi kami maka, rencana family trip kali ini lebih mudah untuk dibayangkan jadinya. Itu yang penting kan, expektasi.

Point penting. Tentunya saat merencanakan setiap trip, yang perlu di manage adalah ekspektasi masing-masing anggota yang ikut dalam family trip ini. Ya orangtua, ya anaknya. Tentunya bukan hanya melulu soal budget. Tapi proses selama kita berlibur dan kunjungan ke Legoland Malaysia. Pilihan terbaik, bagaimana caranya, apa yang dapat dilakukan.

Berdasar atas pengalaman kami, kami angkat baik dan buruk yang kami rasakan selama di Legoland Malaysia. Apa yang perlu di ketahui sehingga dapat membantu persiapan selama kunjungan.

  1. Pilihan transportasi

Atas itinerary kami maka pilihan kami menuju Legoland Malaysia adalah melalui Singapore tentunya. Kamipun bertanya melalui teman-teman pada kebiasaannya mereka menyewa mobil dari Singapore PP dengan jadwal yang telah ditentukan. Harga kisaran mobil sebesar Hyundai atau Innova yang cukup angkut 6 penumpang dan koper besar-besar adalah sebesar 280 Singapore Dollar atau sekitar Rp. 2,8-an juta. Contact dapat dihubungi melalui Mr KY +60 10 577 5589.

Tapi kami akhirnya memilih untuk booking penjemputan langsung setiba kami di bandara Changi. Pas kebetulan rejeki, kami mendapatkan pesawat yang tiba di Singapore cukup pagi yaitu jam 9.50 AM Singapore Time. Dengan perhitungan sekitar 2 jam perjalanan ke Johor, pas waktunya kami dapat menunggu check in sembari makan siang. Perfect.

Soal perbedaan harga antara sewa private car diluar Legoland Johor dibanding sekalian melalui Legoland Johor sebenarnya tidak beda dalam harga. Sekali jalan saat penjemputan seharga Rp. 1.400.000,-. Comfy and hassle free. That is what you need when you’re in a family trip. Its the in between moments when you can just relax. We totally can relate !

Jemputan datang ontime. Dengan papan panggilan nama. Setelah mengikuti ke pintu lobby, kami diminta menunggu mobil di jemput.

Mobil cukup nyaman dan luas, dapat memenuhi tempat duduk 7 orang penuh belum termasuk tempat duduk supir. Mobil Hyundai Grand Storex, dapat mengisi luggage yang cukup besar. Maksudnya beberapa koper ukuran besar ya :))

Sampai di perbatasan, diharapkan untuk turun sebentar bagi petugas pabean untuk melakukan salah satu berikut ini, wawancara atau cap jempol atau keduanya. Sebentar kalo tidak mengantri. Hanya 5 menit tunggu.

Petugas cukup baik dan ramah. Kami sempat dibecandakan, saat supir kami ijin sebentar ke WC ada petugas pabean yang tiba-tiba masuk dan berkata “ so where should I drive you ? … just kidding !” Sekejap jantung kami loncat antara kaget dan bingung. Karena petugas tidak lama langsung burst into laughter, kamipun demikian. You’re funny mister. Really did not expect that.

Pilihan transportasi lainnya adalah bis.  Lebih murah tentunya dan tersedia setiap 30 menit berjalan PP Singapore – Johor – Singapore. Harga per seat hanya $Sing 6. Turun hotel lift silahkan menuju mall yang tersambung dibelakang Sea Life. Namanya Medini Mall, Causeway Bus tersedia pick up point di halter depan Medini Mall. Termasuk tempat pembelian ticket juga disitu.

Bagi yang bertempat tinggal di Singapore dan tidak menginap bisa menggunakan pilihan transportasi ini tapi bagi yang membawa koper akan sangat sulit meningkat pulang pergi akan selalu turun di pabean untuk interview dan cap jempol.

Tips. Jam macet weekdays dimulai jam 15.30 setiap harinya hingga malam hari. Jadi bagi yang mau kembali atau datang hindari jam tersebut ya. Manic traffic. Just is not worth it.

  1. Check in Check out.

Check-in 4:00pm, check-out 11:00am, late departures will be subject to a late fee.

Saat booking hotel mereka akan menawarkan untuk dapat membayar bilamana mau lebih early check in atau lebih telat check out.

Saya sarankan, tidak perlu. Pengalaman kami, pilihan menunggu di lobby beragam selain area theme park, sea life dan water park sangat berdekatan sehingga tidak memerlukan membayar untuk masuk kamar lebih cepat. Sesampai kita disana, silahkan check in ke receptionist, titipkan luggage pada tempatnya dan menikmati area disana.

Ada area bermain lego kecil tepat di lobby masuk. Ada area bermain lego besar soft lego dan ada game room. Restaurant dan café juga berdekatan area bermain sehingga orangtua dapat menghilangkan penat sementara anak-anak bermain seru. Parents can enjoy coffee while kids have a good time.

Kami mendapatkan kamar jam 15 sore, 1 jam lebih awal. Sebaliknya saat check out, kami diperbolehkan untuk check out maximal jam 13.30 siang. Lumayan. Ini kami dapatkan setelah breakfast sempatkan sejenak ke receptionist untuk bertanya-tanya santai.

This is the view from our room. Kingdom Theme, fit for a King indeed.

Jangan lupa treasure hunt, hadiahnya lumayan banget.

  1. Handuk untuk berenang.

Bagi yang mau berenang ke Water Park area, disana mereka tidak menyediakan handuk. Tapi, kita tidak perlu bawa handuk sendiri atau dari kamar. Tenang, solusinya ada. Silahkan ke lantai 5, area kolam renang hotel. Sebelum pintu keluar ke kolam renang disebelah kanan ada loket handuk. Tinggal daftar kamar, dan jumlah handuk yang akan dipinjam dan kembalikan langsung setelah berenang dari water park. Enak kan.

Bagi yang memerlukan penitipan ada loker berbayar yang sangat mudah penggunaannya. Pilihannya code locker hanya tanggal lahir dan warna kesukaan. Mudah untuk di ingat.

Kolam renang khusus baby dan toddler dengan sliding pillow yang empuk saat tiba di airnya. Pastikan menyenangkan dan aman bagi si kecil.

Pastikan dapat paket hemat kids meal dengan hadiah2 menarik buat si kecil.

  1. F&B murah.

Dibelakang Sea Life tersambung Medini Mall yang menyediakan KFC, starbucks dan mini supermarket bagi parents yang membutuhkan pilihan selain makanan dan minuman dari hotel. Enjoy. Tapi bagi yang selera Indonesia asli, jangan lupa bawa sambal atau kecap sendiri ya.. hihihihi. Nikmat.

Bagi yang makan di restaurant hotel, pastikan informasi food allergies dapat membantu si kecil sesuai keperluannya.

  1. Pilih dengan bijak.

Promo dan paket hemat sering diberikan dalam theme park semacam Legoland seperti ini. Sehingga stay alert untuk pilihan-pilihan yang lumayan hemat. Saat kami booking, kami mendapatkan pilihan beli BUY A 1-DAY TICKET, GET THE 2ND DAY FOR FREE. Buy 1-Day Combo (Theme Park, Water Park & SEA LIFE) and get the 2nd day Free.

Artinya,

  • Buy a 2-Day Combo ticket with 1-Day Combo ticket price.
  • 2-Day access to Theme Park, Water Park & SEA LIFE.
  • Present your e-ticket to skip the ticket queue

Mayan kan. Artinya, kita mau bolak balik berapa banyak atau mau random masuk keluar dalam keperluan apapun itu apakah itu bermain, check atau beli barang di toko atau foto bersama tokoh pada jam-jam tertentu, flexible dan tanpa batas.

Tips.

  • Tidak semua barang-barang dan merchandise yang dijual pada setiap toko sama dan tersedia satu sama lain. Tapi, jangan lupa discount card yang didapat setelah sikecil treasure hunt. Lumayan berguna untuk membeli merch di toko hotel.
  • Waktu yang enak untuk berkunjung menurut kami adalah saat mid break libur sekolah. Kebetulan kami berkunjung pada bulan akhir sept dan awal oct. Alhasil, area all the area parks tidak penuh, cukup lenggang dan menyenangkan.

Bilamana ada informasi yang belum tersedia selain dari FAQ merek, saran saya selalu email ke concierge atau booking bilamana ada pertanyaan atau kurang jelas mengenai salah satu kebutuhan teman-teman yang mau kesana. Tanggapan dan reply mereka cukup cepat kok, less then 12 hours selalu dijawab emailnya. Tanyakan sejelas-jelasnya. Yang penting kita merasa aman, tenang dan ready to enjoy on D-day.

Sekedar masukan bagi Legoland Malaysia, agar lebih memperhatikan kebersihan dan waktu membersihkan hotel. Saat kami check in ke kamar, terus terang saya dan suami menemukan tooth pick di karpet dan 1 tea bag yang telah di buka dalam pilihan tea yang disediakan di kamar. Dalam hal waktu kebersihan, berhubung this is supposedly a magical area for children, not to reduce the magical feeling, waktu-waktu vacuum mungkin dapat dilakukan saat anak-anak istirahat yaitu malam hari.

Pengalaman kami saat berkunjung ke Disneyland Japan, petugas kebersihan sangat rapih dan bersih tidak ada kesan jorok sebagai tukang sampah. Sangat menyenangkan untuk dilihat. Bagi petugas make up room, huge plastic bags putih sangat mengganggu berserakan dimana-mana sepanjang corridor saat kami masuk kamar, mungkin dapat belajar dari other theme fantasy hotel. I think it is important to maintain that fantasy if your positioned to be just like that.

Price, promos comes and goes, service always stays. Don’t you think ?

Hope these information helps. Thank you for reading. Thank you also to Legoland Johor, Malaysia. We had a wonderful time. See you next time :))

Hey, we’ve also made a video from us #KeluargaBangwin. Enjoy !

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Disneyland Tokyo in August

What is the happiest place on earth ? Disneyland !

Salah satu tempat yang paling dinanti-nantikan oleh kami semua.

Dulu saya pernah berkunjung ke DisneySea saat ke Tokyo tapi belum sempet ke Disneyland.

Menurut banyak teman, apabila anakmu 5 tahun kebawah lebih baik ke Disneyland karena permainan yang tersedia di DisneySea pada kebanyakan lebih massive dan lebih cocok untuk anak-anak SD keatas. Kasian nanti dia kurang menikmati 🙂

Dalam sharing saya kali ini akan saya banyak memberikan input mengenai what to expect for family when visit Disneyland juga where to go yang mungkin akan berguna bagi keluarga muda dengan krucil krucil lucunya.

Baiklah. Off we go ! Kami selama di Tokyo sangat terbantu oleh google map.

Tinggal tulis daerah asal lalu tujuan, Google memberikan pilihan dan arahan lengkap dengan lama perjalanan dan biaya.

 

 

 

Google juga mengarahkan dan dapat mengirimkan melalui handset atau email hingga detail.

Very helpful dan akan menghindari salah jalan mestinya.

Tapi bagi yang masih kurang pede, bertanya juga tidak ada salahnya.

 

Kami tiba di Disneyland sekitar jam 11 kurang. Cuaca terlihat mendung dan sempet ada rintik hujan tapi untungnya tidak jadi hujan sama sekali selama kunjungan kami di sini.  Berhubung kami sudah membeli tiket duluan melalui HIS, maka tidak perlu lagi mengantri.

Kami ke Disneyland sengaja pilih hari kerja, tapi August memang masih libur sekolah bagi beberapa negara sama halnya dengan di Jepang jadi cukup ramai pengunjung.

Yeay, we’re here ! (evan kepanasan, duh) 

Saat kami sampai, waktu memang sangat tanggung. Orangtua evan kelaparan, hehehehe. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir dulu di salah restoran namanya Refreshment Center yang jual hotdogs, french fries dan teman-temannya. Evan saat ini kepanasan, sehingga agak sedikit rewel, ga mau makan, ga mau apa-apa.

Tips makan

Silahkan bawa makanan, snack atau minuman untuk keperluan si kecil. Bagi kami yang punya beberapa catatan tentang makanan kami berusaha selalu membawa buat yang sudah kami potong dalam plastic zipper bag. Papanya evan diabetes sehingga perlu menjaga asupan makanan untuknya.

 

Tidak lama setelah kami selesai makan, terdengar sayup-sayup suara nyanyian ternyata ada Mickey Mouse and friends Parade ! Wuiiihh senang bangeeet. Pas sekali waktunya.

Dalam hari kunjungan kami disana kami sempat mendapatkan 3 kali parade dengan tema yang berbeda. Siang bertema “Super Duper Jumpin’ Time”. Dalam Parade tema ini serunya adalah permainan air. Memang di hari cerah yang super duper panas akan sangat menikmati main air. Tapi bagi ga tidak suka, sebaiknya aware dan mengambil area nonton yang tidak terlalu dekat dengan parade tersebut.

Parade berikutnya ada di waktu sore sambil beristirahat kami mengambil tempat dekat Space Jet area di Tomorrowland untuk menikmati parade berikutnya berjudul “Happiness is here”.

Dan saat kami bersiap untuk pulang, sekitar jam 7 malam parade berikutnya Electrical Parade Dreamlights.

Bagi anak-anak seumur evan, seperti anak umur 5 tahun cukup menghibur and give him that magical “twinkle in his eyes”. Umur segitu memang lebih mudah untuk membuat mereka amaze.

So next, where should we go? Dari kejauhan yang pertama yang diinginkan untuk dikunjungi adalah Disney’s Castle. Berhubung setiap movie atau Disney junior pasti ada Disney Castle ya. Hihihihih.

 

Apa yang kami temukan didalamnya adalah sebuah perjalanan Cinderella, dinamakan Cinderella’s Fairy Tale Hall (no. 4) dan sisi kiri saat masuk adalah sebuah toko yang isinya segala macam bentuk barang dari gelas kaca. Cantik sekali The Glass Slipper (no. 14)

Ekspektasi Pertama. Antrian Panjang.

Pada kebanyakan setiap permainan akan terlihat antrian yang panjang. Minimal waktu antrian adalah 30 menit bagi rata-rata setiap permainan.

Bagi anak-anak 5 tahun kebawah cukup terhibur dengan suasana dan permainan yang ada. Artinya, tidak perlu lagi menambah atau membeli tiket tambahan. Apabila mau mendapatkan kemudahan antrian hanya perlu register tiket atau barcode dalam mesin-mesin yang tersedia di sebelahnya. Setiap permainan ada tulisan waktu antrian sehingga kita akan dapat memilih permainan apa yang mau kita ikuti duluan. Pada saat kami disana rata-rata permainan 40 menit antrian. Tapi tidak perlu khawatir karena flow antrian berjalan dengan baik dan sistematis sehingga kami tidak merasa capek menunggu lama. Jadi jangan khawatir.

Stroller dan Kursi Roda.

Bagi yang membawa stroller, dalam setiap permainan atau wahana akan ada himbauan untuk diparkirkan dekat dengan area atau bersebalahan dengan wahana atau permainan tersebut. Tidak perlu khawatir akan hilang, mereka sangat rapih, teratur dan penjagaannya rapih dan terurus. Salut.

Bagi yang tidak membawa tapi ingin pinjam tersedia dan selalu available bagi yang membutuhkan. Juga kursi roda bagi orangtua yang membutuhkan, bisa didapatkan di sisi kanan area disneyland atau silahkan tanya petugas di pintu masuk.

Route yang terbaik.

Dapat diharapkan bahwa setiba kita di Disneyland akan ramai, riuh, dan mungkin dapat  membingungkan. Kami merasa route bagi anak-anak yang terbaik karena effect Disney Junior atau Disney Channel adalah langsung menuju Fantasyland terlebih dahulu. That is right after and behind Cinderella’s Castle.

Setelah itu ajak anak-anak untuk memilih sesuai dengan sesukaannya, pada akhirnya, semua ada antriannya dan semua antriannya panjang. It doesn’t matter if you guys enjoy.

Bagi saya yang paling menghibur adalah senangnya melihat kekompakan pengunjung Disneyland dengan kostum atau gaya seragam masing-masing.
Rasanya pengen foto bareng dengan semuanya. Seru dan kompak !

Shopping !

Up to you guys mau shop til you drop or wisely spent tentunya. Bagi kami, yang kami beli adalah barang-barang yang jarang ada di Jakarta tentunya. Setiap area ada store khusus bertema masing-masing tapi di depan pintu masuk tersedia toko sesuai dengan keperluannya, ada store khusus fashion, toys, stationary, cakes dan lainnya. Lengkap ! Bagi mommies sayang kalo tidak di singgahi semuanya ya hehehehehe.

Terakhir, sebelum pulang, jangan lupa nonton One Man’s Dream show. Tontonan ini gratis sebenarnya, dan apabila datang 30 menit sebelumnya melalui antrian khusus akan mendapatkan kursi di area pinggir. Khusus untuk yang seat tengah adalah yang berbayar. Pilihan tentunya ada di masing-masing. Tapi this show sangat enjoyable to watch.

Make sure you get to watch in the end.

Next, Thomasland at FujiQ Highlands

Tokyo Family Trip series, read here.

Happy reading.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Central Shopping

Melbourne Family Trip 

Day 7 : Wednesday 10 Feb 2015 

For our last free day in Melbourne kami kepengen liat-liat shopping district di kota Melbourne. So where to go ?

Melbourne Central dahling ! *wink-wink 

Naik TRAM sekali dari depan hotel berhenti di Bourke St. between Swanston St. and Elizabeth St. dekat juga dengan Bourke St. mall.

Setelah melihat-lihat Melbourne Central and QV, near corner of Swanston and Lonsdale Streets kami janjian dengan teman di food court Emporium Melbourne.

Shopping malls di daerah ini saling berdekatan atau terkoneksi satu sama lain hingga dari Emporium Central dengan mudahnya masuk ke Myer’s.

Di Myer ada toko mainan yang lumayan lengkap, akhirnya hahahaha.

Kalau boleh komen, jujur mall di Indonesia jauh lebih mewah dan modern. Tidak kalah.

Perbandingan barang-barang di toko-toko pun Indonesia tidak jauh berbeda atau lumayan up to date. Believe me, I’ve checked.

Di H&M Melbourne at the corner of Bourke Street hingga lantai 3. Bisa dilihat di sini.

Mungkin yang berbeda saat ini adalah untuk H&M ada khusus home décor yang belum masuk ke Indonesia.
Juga untuk Cotton On sudah tersedia in Melbourne market products khusus fitness clothing.

But I am very sure sebentar lagi akan masuk. ☺

Tidak jauh dari situ ada juga cabang Target and Big W.
Big W sama seperti Target.

This is the place to do some retail therapy mommies ! Baju anak-anak seperti T-shirts bisa 2 dollar, celana dalam lucu-lucu bisa hanya 5 dollar dengan 5 pieces per set.

Disini juga saatnya kami beli chocolates and candies buat oleh-oleh keluarga di Jakarta.

Our last nite at Melbourne we had dinner at the best Thai Resto disamping hotel kami. Namanya FOMO Thai.

We cannot thank enough to both Rina & Panji enough yang udah sabar dan menemani selama di Melbourne. We love you guys !

Lanjut !

Day 8. Thursday 11 Feb 2016

  • Melbourne Central
  • Check out 11.30
  • Airport by Taxi 12.
  • Flyback to Jakarta 14.30 pm

Berhubung flight masih siang, kami masih punya waktu cukup untuk melalukan last minute things that we need to do.

Abang janjian ke Myer dengan Aryo untuk mengembalikan stroller nya. Thank you soooo much Om Aryo ! Juga ngobrol-ngobrol sebelum balik ke Jakarta.

Me and Evan ?
Ga mungkin kita melewati pengalaman mencoba berenang di hotel Citadines !

Evan was sooooo happy… Where is the fish mama ?

In the end, walau ada beberapa tempat yang tidak jadi dan sempat kami datangi tapi our family trip went so well and we were feelin’ so refreshed.

Note. Plan ada untuk membantu kita bukan untuk mematok keharusan. At the end of the day, liburan adalah waktu untuk bersantai bersama kesayangan. Membuat memory bersama yang tidak bisa tergantikan.
Enjoy your holiday, that’s all that matters.

Again, we want to share our thanks to @SwankyTraveler tante Vesta, Tante Rina and Om Panji, juga Om Aryo. We love you !

Bagi teman-teman yang terlewat dari awal, silahkan kembali kesini untuk melihat persiapan kami menjelang Melbourne Family Trip.

Atau bagi yang ingin mulai dari day 1 untuk mengikuti awal perjalanan Melbourne family Trip.

Untuk mengikuti coverage vlog dari awal silahkan nikmati disini. Thank you so much for channeling with us.

Mudah-mudah informasi yang saya bagikan cukup berguna atau minimal menghibur untuk dibaca ya 🙂
Bila tidak berkeberatan, silahkan berikan komen atau masukan .

Terima kasih banyak !

Can’t wait to share our next trip, ada beberapa rencana coming up ! stay tune ☺

Japan Family Trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Eureka Sky Deck, NGV, Museum and Library

Melbourne Family Trip 

Day 6 : Tuesday 9 February 2016 

  • Eureka Sky Deck 
  • NGV 
  • Melbourne Museum 
  • Melbourne Library

Yuk jalan.. heheh yes seperti biasa tiap hari kami berjalan dari satu titik ke titik berikutnya.

Bila terlalu jauh kami naik TRAM karena apabila masih didalam kota, biaya transportasi gratis.

Hari ini temperature cukup dingin, windy tapi sunny. Bingung ya wardrobe nya. Duh.

Tips

  • Di Melbourne yang sangat penting adalah selalu membawa sun screen karena tidak terasa matahari menyengat langsung ke muka. Kadang pulang baru sadar, kok saya hitaman ya ? hahahaha
  • Kacamata, Topi dan jacket tipis khusus angina/hujan sangat membantu.

Akhirnya sampailah kami di Eureka Sky Deck. Satu gedung tertinggi di Melbourne. Kami naik ke lantai 88 untuk melihat pemandangan Melbourne dari atas.

Berikut ini beberapa gambaran di lantai 88,
Dan berikut pemanadangan kota Melbourne dari lantai 88,
Serunya lagi, karena masih dalam rangka Chinese New Year, kami mendapatkan fortune cookie. And guess what ? Saya mendapatkan gratis photo.
I don’t know why but I always I find myself living on the edge. Hhahahahah.

Next, National Gallery of Victoria

Dari Eureka Skydeck, kami jalan menuju NGV melalui Southgate Yarra River. Melintasi jembatan kecil kami berjalan kira-kira 5 blok . Lumayan ya hahahaha.. Tapi beneran tidak terasa kok.. udaranya cukup menyenangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebetulan lagi ada pameran Andy Warhol dan Ai Wei Wei. Lets take a look.

Saat masuk, kami tidak boleh membawa tas besar seperti back pack atau makanan dan minuman kedalam.

Banyak terlihat security menjaga setiap sudut atau bagian dimana ada art installation being presented Ada beberapa bagian dari gallery tersebut.

Bagian pameran yang mengelilingi gallery, bagian belakang ada taman unique

dan creative art store.
This is a place to chill and stay like …. Forever ☺

Setelah mempelajari keseluruhan atau hampir semua bagian gallery saat keluar sudah waktunya makan siang bagi evan.

Didepan gallery ada mobil van besar jualan dimsum.

Kebetulan seberang NGV ada suatu taman, yang dinamakan Queen Victoria Gardens.

Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di taman tersebut, sambil ngasih makan evan. Eat at the park. Tentunya membeli cukup banyak dimsum untuk kamipun makan 🙂

Sesuatu aktifitas yang langka namun selalu jadi dambaan saya yang jarang bisa dilakukan di Jakarta.

Tapi sekarang Pak Ahok mengerti betul betapa pentingnya taman sebagai paru-paru kota sehingga banyak taman dipugar dan siap untuk dinikmati penghuni kota Jakarta. Menyenangkan.

Yang terkenal dari Queen Victoria Gardens adalah jam besar yang terbuat dari bunga. Bila kamu sempat mengitari taman akan banyak menemukan kolam ikan, beberapa monument dan kebun bunga mengitari taman.

Bisa dilihat, bahwa taman sangat bersih dirawat sehingga pengguna taman enak dan nyaman.

Diantara Taman Queen Victoria Gardens dan NGV terdapat pemberhentian TRAM sehingga memudahkan kami untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

The Melbourne Museum.

Dinamakan juga Museum Victoria, daerahnya juga dikelilingi oleh beberapa gedung bersejarah seperti Royal Exhibition Building dan Carlton Gardens.

Enaknya jalan di Melbourne karena jarak dan alur bagi pedestrian sangat nyaman. Lanjut ke Museum Melbourne sangat besar dan lengkap dengan 6 macam gallery di 3 lantai Museum.

This is the entry area at the Museum,

Ada juga lantai dengan area buat anak-anak bermain.

  • Gallery khusus untuk anak-anak.
  • Childrens Gallery (ground level)
  • Mind and Body Gallery (upper level)
  • Science and Life Gallery (ground level)
  • Forest Gallery (ground level)
  • Melbourne Gallery (ground level)
  • IMAX (lower level)

Seru dan nyaman memperlajari Australia dari dekat.
Disini kami ditemui Rina untuk ikutan lanjut jalan-jalan bareng.

Next stop, Melbourne Library atau disebut dengan State Library of Victoria.

Sejarahnya, this is a Public Library sudah dibuka untuk umum selama 160 tahun !

What is amazing about this museum is that the architecture, esthetics dan fungsi masih dipertahankan dan dirawat dengan sangat baik.

Saat masuk pun hening dengan ambiance yang terang tidak gloomy seperti layaknya gedung tua. Impressive.

Bagi yang masih merasa penasaran silahkan lihat disini untuk semua lantai hingga lantai 6 untuk 360 overview.

Didepan museum menjadi tongkrongan anak muda dan bisa dilihat banyak street artist menghibur disekitarnya.

Setelah dari sini, kami berjalan pelan-pelan sambil berkunjung ke beberapa toko-toko sekitarnya.

Bagi yang menyukai camera dan perlatannnya disinilah kita bisa kunjungi semua pilihan toko camera seperti TEDs, digidirect, dan michaels . Silahkan cek dan bandingkan harganya sapa tau saya salah…

Karena lunch kami hanya dimsum, kami mencari makan enak khas Melbourne disekitar area ini. Dan kebetulan, MENYA RAMEN, Japanese fast food yang menjadi favorite kebanyakan orang Indonesia dekat di daerah ini, Elisabeth Street. Jadilah saya makan nasi !

Gyu Tan Don (lidah)

Nyam.. Nyam.. Nyam .. penutup hari produktif yang menyenangkan hehehehehe.

Untuk yang mau nyimak vlog coverage day 6 silahkan nikmati disini. Enjoy !

Vlog Day 1, part 1, Eureka Sky Deck

Vlog Day 6 part 2, National Gallery of Victoria (NGV)

Vlog Day 6 part 3, Melbourne Museum & State Library of Victoria

Mari kita lanjutkan perjalanan berikutnya, day 7, shopping !

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Sea Life Aquarium and South Wharf DFO

Melbourne family Trip

Day 5 : Monday, 8 February 2016 

Karena bantuan Rina & Panji we did visit yang memerlukan driving by car to beberapa tempat seperti Luna Park & Brighton Beach.

Sehingga hari ini kedepannya, adalah tempat2 yang dapat kami singgahi melalui TRAM dan jalan kaki.

Today’s agenda adalah :

  • Check in back to Citadines
  • Sea life Melbourne Aquarium
  • South Warf DFO  

Let’s hit it !

Rina & Panji berangkat pagi ke kantor jadi kami pun sekalian pesan taxi untuk mengantar kami dan barang-barang yang ada ke Citadines. Evan terbiasa bangun pagi untuk kesekolah jadi Alhamdulilah tidak masalah.

Evan pun cukup akomodatif mau sarapan sedikit ditaxi dan dilanjutkan di hotel.

It was very nice for Rina & Panji for having us over the weekend, dan terus menemani kami after office selama kami di Melbourne. Thank you guys. Semoga dalam suatu kesempatan kami dapat membalas kebaikan both you guys ya. Love.

Sesampai kami di hotel, tentunya kamar baru siap after lunch. Tapi tidak jadi masalah karena kami bisa tenang bepergian dengan menitipkan barang-barang kami di concierge.

Tips.

  • Biasanya hotel akan meminta pas photo bagi yang ingin menitipkan barang, sekedar security atau prosedur entah juga tapi siapkan saja karena akan berguna di negri orang.
  • Sering-sering check website tempat yang Anda akan kunjungi. Biasanya pembelian melalui online lebih murah bahkan banyak discount. Salah satunya saat kami membeli tiket masuk Sea Life Melbourne Aquarium.

Sea Life Melbourne Aquarium

Kembali melalui TRAM kali ini kami berhenti di Flinders Street. Dan jalan 2 blok hingga mencapai tempatnya. Saat kami masuk, ada beberapa line up pilihan.

Karena kami telah membeli tiket melalui online, make sure mengambil line up yang sesuai dengan pilihan pembayaran, setelah itu kami hanya perlu memperlihatkan email yang ada di Hp saya.

Selanjutnya tinggal masuk. Tentunya dengan beberapa penjelasan tentunya. Mari kita lihat … FISH !

Seperti aquarium lainnya di masing-masing Negara tentunya lebih banyak memperlihatkan ikan atau hewan laut yang khas di negaranya. Begitu juga disini.

Cukup besar aquarium ini karena hingga 5 lantai ! Bukan hanya hewan laut tapi juga yang terkenal di hewan dataran Australia seperti besar dan ganasnya crocodile Australia.
Diantara aquarium ada ruangan khusus untuk anak-anak belajar lebih banyak mengenai hewan laut.
Disini juga ada thematic movie yang disesuaikan dengan binatang yang ada disini. Kali ini Ice Age ! Seru ya ☺
Juga sempatkan melihat di area luar.

Di akhir kami tidak lupa berbelanja di merchandise shop dan mengambil photo-photo kami yang diambil saat masuk, sayang bila tidak diambil. Lihat deh 🙂

Fun 🙂

Now, DFO South Warf !

South Warf DFO Adalah Direct Factory Outlet bagi brand-brand terkenal. You name it !

Dari Allanah Hill hingga Bed Bath and Table, dari Coach factory hingga Cotton On juga ada khusus Cotton On Kids. Victoria Secret hingga Nike and many more termasuk brand khas Australia seperti Wichery dan lainnya bisa dilihat disini.

Lantai dasar adalah all about sports Sketchers hingga Addidas.
Lantai bawah adalah fashion and fashion and fashion! Arrggh !

KONTAN PUSING MENDADAK.

Bayangkan semuanya display dengan harga dibawah harga pasaran plus dengan tambahan discount tersedia !

Oh iya, sebelum masuk, kami sempat lunch di toko kecil khas makanan Thailand. Cukup murah dengan porsi yang cukup banyak. Recommended bagi Indonesians yang kepengen makanan nasi dengan lauk beragam.

Kenyang + Shopping = Bahagia.

Oh iya, disini kami juga ketemuan dengan seorang teman, Adit.
Dia yang ngajakin ngopi-ngopi sore-sore sambil ngobrol berhubung sudah lama tidak ketemu.

Ya dengan senang we said, lead the way Dit !
Southgate Yarra Riverside, kami di traktir oleh Adit ngopi sambil nyemil… hihihihi brownies rocky road.

Dinamakan Rocky Road sebenarnya adalah karena berisi marshmallows and sometimes with nuts. Kadang bukan hanya dalam bentuk brownies tapi juga chocolate ada yang Rocky Road.

Adit juga yang maksa kami photo-photo disini overlooking Melbourne’s city yang juga menjadi trademark tourist datang kesini. Harus katanya. Ya sudah, kami nurut saja 🙂

Setelah dari sini, kami berpisah sambil berjalan pelan kembali ke hotel sore-sore melihat lihat.

Abang sempet mampir ke beberapa toko camera, karena faktanya, barang elektronik di Melbourne kecenderung lebih murah harganya. Kadang hingga 30% miring. Tips again !

Nah, silahkan nonton vlog day 5 ya.

Mari kita lanjutkan perjalanan day 6 ! Yuk 🙂

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Yarra Valley Chocolatier

Melbourne family trip 
Day 3 : Saturday 6 Feb 2016 
  • Check out hotel at 9 am 
  • Pick up by Rina & Panji 
  • Yarra Valley Chocolatier 
  • Check in to Rina & Panji’s place

We are very grateful for Rina & Panji karena banyak sekali dibantu selama di Melbourne. Karena mereka ikut menemani jalan-jalan especially on the weekends hingga akhirnya keperluan sewa mobil pun tidak jadi. Dan dalam keperluannya untuk sewa child’s car seat pun dibantu disediakan oleh mereka, we were so grateful. Happy.

Note
Peraturan yang berlaku di Melbourne cukup strict sehingga dalam hal perlindungan anak diwajibkan untuk menggunakan child’s car seat pada setiap mobil pribadi.
Biaya sewa child’s car seat berkisar Rp.1-2jt.

So are you ready to know what happen next ? Here we go …

We made it on time for check out but Saturday was traffic so check out hotel by 10am.

Rina beli roti buat makan di jalan, tidak jauh dari hotel kami ada took roti BreadTop. Very nice, very warm and lembut rotinya. Pengkolan jalan kok, deket.

Pada kenyataannya, ternyata cukup tricky jalan menuju Yarra Valley walaupun melalui GPS dan Google Maps. It was Rina & Panji’s 1st time too.

Akhirnya kami tiba di daerah yarra dimana daerah tersebut sangat indah karena berbukit penuh dengan greeneries dan teryata penuh dengan berbagai perkebunan anggur. It was so different from where we came so it was indeed a refreshing sight.

We made a couple of wrong u-turns and end up arriving around after 1 pm so it was a minimum of 3 hours trip.

Sesampainya kami di Yarra Valley Chocolaterie dataran cukup tinggi walau matahari menyengat tapi udara yang cukup sejuk menyegarkan kami yang sudah cukup lama didalam mobil ☺

Yarra Valley Chocolaterie & Ice Creamary

Entry pertama masuk kedalam toko chocolate dengan segala macam jenis, rasa maupun bentuknya. Lumayan banyak dan cukup membingungkan karena semuanya seru dan enak kayaknya rasanya. You have to take some home. Wajib.

Perlu berkali-kali muter rasanya untuk memilih yang mana yang mau dibawa pulang dan oleh-oleh. Heheheheh.

Saat didalam toko, kita bisa melihat para chocolate makers bekerja dan membuat segala macam goodies from chocolate. Seru !

Tips
  • Pembelian credit card di Australia kebanyakan adalah self service. Be sure to remember your pin number when using.. walau banyak juga yang offer signature.
  • Kamar mandi cukup nyaman terutama bagi yang bawa anak kecil yang harus washy-washy setelah bermain diluar atau poop setelah makan 🙂

Setelah melihat-lihat karena kami cukup lapar akhirnya kami makan siang dulu bersama.

Disediakan crayons and drawing pictures untuk si kecil yang tidak mau diam.

Di hari ini lah saya mulai melakukan sesuatu yang sangat sinful. I start drinking chocolate milkshake ☺ It was soooooooo good ! oh my God ! hahahahaahh.

After lunch we played outside and the view was breathtaking. Evan seperti biasa, ga bisa melihat playground sedikit langsung lari dan lari dan lari.

Disediakan bola dan alat olahraga outdoor bagi yang ingin bermain sejenak melepas penat.
Silahkan nikmati beberapa photo berikut ini. Because we did hahaahhaha

Karena hari cukup sore dan perjalanan cukup jauh kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat kerumah Rina & Panji. Love !

Silahkan simak vlog day 3 ya !

Now lets go to day 4 …

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Zoo

Day 2, Friday 5 Feb 2016 

  • Melbourne Zoo 
  • Chapel Street 

Lets go to the Zoo, Mama ! Evan berulang kali teriak dengan semangat. Just the thought of seeing the animals Evan always feel excited. Tiap kali tiap hari selalu cek temperature dan weather hari tersebut.

Berhubung saat tiba kemarin agak windy, kami memutuskan untuk sedia payung sebelum hujan heheheh.

We’re so ready ! Disini terlihat kami menunggu tram persis didepan hotel kami. Kalo lihat persis sebelah kiri photo adalah hotel kami. Dekat bukan ?

scarf by @pattforpattern, sunglasses by @uniqlo

Tram ini tidak langsung jadi kami dari Bourke Street, stop di William Street dan pindah TRAM yang langsung menuju Melbourne Zoo.

Setiba kami disana, saat mengantri di depan loket, suami ku tiba-tiba pucat teringat sesuatu. Ternyata camera yang dia gunakan untuk vlogging tertinggal di tram. OH SEDIHNYA !

Kami sempat melaporkan ke beberapa bagian pelaporan barang hilang, baik customer service TRAM maupun customer service city Melbourne.

Akhirnya dibantu oleh Rina teman kami yang saat ini bekerja dan tinggal di kota Melbourne, setelah mencerita history dan proses kehilangan mereka informasikan akan menghubungi kembali ke rina bilamana ada temuan atau update.

Well there’s nothing much that we can do now. Dan suami saya berucap, I wont let this ruined my holiday with my family… ooh!

Still.. its heart breaking to see kan ….

Ok, mari kita lanjutkan our visit to the Zoo. Secara harga, bisa dilihat disini, mereka tidak charge untuk anak-anak dibawah 4 tahun.

Ternyata Melbourne Zoo dibilang besar ya besar banget! Luas pada tepatnya.
Bagi anak umur 3,5 tahun cukup membuat kelelahan heheheheh termasuk orangtuanya.

Disinilah kami benar-benar menyadari bahwa stroller is a must bring essentials.
Karena outdoor there’s no way apabila tidak bawa topi atau teduhan selama bermain di sini. So, how did i rocked it ?
  
hat by @cottonink
Terus terang kami tidak mengunjungi semua animals yang ada disini.
Cukup yang hanya membuat evan kagum atau pilihan evan sendiri.

…. aneh melihat tortoise line up,
….atau yang khas Aussie 🙂
 
atau keunikan yang tidak ada di Indonesia seperti, area khusus kupu-kupu !
Pada dasarnya, mungkin hampir semua jenis kupu-kupu ada disini.
Suatu pengalaman yang sangat mengesankan inside that little butterfly garden. At least for me it really brings out that magical feeling inside the little girl in me 🙂 Magical.
Saat kita keluar ada area untuk anak-anak yang mau belajar mengenai butterfly, bisa juga buat istirahat sebentar.
 
 
And juga as we enter one of the area, kami temukan Indonesia !
 
Hahahahhah.
Rasanya pengen teriak, “Bang teh botol dingin pake es 2 ! Gak pake lama!” *ting
 
Untuk pilihan area untuk istirahat dan makan ada beberapa pilihan,
Pertama, yang berlokasi di tengah.
Cukup nyaman dan lengkap pilihan makanan ada resto dan maupun café kecil dan mini mart yang menyediakan mulai dari sandwhich, burgers, sushi dan lainnya.
Disini tempat istirahat bilamana mau sekaligus washy-washy bagi kesayangan yang sudah berkeringat dan kotor. Banyak sekali pigeons yang dapat menghibur evan sambil gantian makan siang.
Selain itu ada playground yang cukup seru dengan merry go rounds yang gratis dan tempat2 instagram-able moments dan photo serasa di pantai.
Evan immediately got hooked.
Setelah kembali melanjutkan akhirnya kami kelelahan dan yang menyenangkan di sini adalah duduk berteduh di rumput empuk, kering dengan udara yang cukup menyenangkan dimana di beberapa lokasi disediakan mini cafe yang menyediakan fnb secukupnya, termasuk ice cream !
 
 Temuan lain yang kami dapatkan adalah luasnya Melbourne zoo dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk mini concert.
 Yes, indeed we had so much fun. Thank you Melbourne Zoo !
Sekarang, Capek.
Sampai di hotel, mandi dan evan langsung ketiduran.
Tapi ga lama, bangun minta makan.
Hari ditutup dengan makan bersama Rina & Panji, teman dekat kami yang saat ini tinggal di Melbourne. Rencananya besok kami akan menginap 2 malam di rumahnya di daerah north Melbourne, Lalor.
Dinner malam ini skaligus catching up, temu kangen dan ngobrol untuk rencana ke-esokan harinya.
 
Dae Jang Geum Korean BBQ
 
Karena walking distance from the hotel, setelah dinner sambil lewat saya minta stop by at Target. 
Pengen tau aja kayak apa sik murahnya memangnya ? yeah rite ! hahahahhahahha
 
Dan tips untuk TARGET, banyak barang-barang in trend dengan harga murah misalnya sneakers 5 dolar baik dewasa maupun anak-anak.
 
Dan sempat melihat ada stroller hanya 20 dollar. Artinya Rp. 200rb !
Sayang habis saat itu di cabang yang kami kunjungi.
 
If it’s cheap then it is cheap. You won’t get 50ribu rupiah di Jakarta for flat sneakers rite? So enjoy your holiday guys 🙂
Silahkan tonton vlog day 2

Next, Day 3

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Bourke Street and Federation Square

Melbourne Family Trip

Day 1, Thursday 4 Feb 2016 
Arrival at Melbourne. 

Perjalanan dari Jakarta menuju Melbourne memerlukan waktu yang cukup lama hingga 6 jam.
Itu juga yang membuat kami memutuskan untuk mengambil flight malam (22.40 WIB) sehingga tiba di Melbourne pagi jam 9.

Kami menggunakan Garuda Indonesia karena one way berhubung bawa anak kecil dan travelling quite heavy sehingga repot kalo pake transit.

Sesampai di bandara Melbourne karena telah di brief sebelumnya, kami siap dengan masuk kamar kecil terlebih dahulu dan keperluan nyemil evan. Berhubung imigrasi Melbourne cukup ketat dan ramai.

Tips. 

  • Imigrasi Australia sangat ketat atas aturan tidak boleh membawa cairan atau daging dan lain sebagainya sehingga disarankan untuk claim terlebih dahulu pada baggage claim formulir yang di berikan saat di pesawat. Asalkan alasannya kuat, pihak imigrasi akan bisa mengerti.
  • Dalam hal liquid yang dibawa dalam tas cabin, siapkan semuanya dalam botol dengan maximal ukuran tidak lebih dari 50ml. Atau bila botolnya sudah kecil dan terpakai tidak jadi masalah.
  • Saat diwawancara setelah proses administrasi imigrasi (cap) secara prosedur mereka akan tanya ulang melihat claim form yang kita tulis.
  • Dalam hal cairan, saya katakan “betul membawa, 1st aid kit medicine for my child also vitamins. As for diary are my son’s milk.” Dengan alasan, “my son only wants to drink that”
  • Dalam hal food, saya kira 1 porsi nugget masih diperbolehkan, karena saya siapkan untuk sarapan setiba kami di Melbourne, nice try, niatnya buat anak, tapi tetap diambil karena rules are rules. And rules are there for a reason. 

Sesampainya kami diluar, tersedia Information Center yang juga membantu menyediakan penjualan sim card. Vodafone adalah rekomendasi dari Vesta.

Suami saya seorang gadget freak jadi he was so prepared and bought this before we came to Melbourne. He bought this from Ace Hardwear di Jakarta.

Setelah itu, kami langsung mendapatkan taxi tepat didepan pintu gerbang keluar bandara. Off we go to Citadines.

Karena kami tiba pagi, tentunya kamar kami baru siap diatas jam 12, skitar jam 1 atau 2 siang. Tapi tidak perlu khawatir, mereka menyediakan fasilitas bagi yang mau freshen up, mandi dan ganti baju bilamana diperlukan di lantai 1 daerah dekat Gym dan Swimming Pool hotel.

Persis bersebelahan dengan hotel ada coffee shop kecil yang menjual makanan sehat, sambil ngasih makan evan, kami pun mencoba apa yang tersedia.

Akhirnya kamar kami siap dan evan langsung nyaman beristirahat sebentar.

This is our view,not bad huh ?

Hotel ini, pada semuanya dikerjakan sendiri, mulai dari laundry atau membawa luggage ke kamar. Jangan kaget ya.

Karena hari pertama, walaupun waktu kami cukup banyak, tapi tugas kami hari itu adalah belajar beradaptasi. Terutama bagi keluarga dengan anak kecil, pastinya akan sedikit tambah effort.

Setelah semua nyaman, sekitar jam 2an kami mencoba untuk jalan namun sebelumnya kami membeli myKi card untuk keperluan transportasi tram melalui seven eleven yang dekat dengan hotel kami.

Juga tidak lupa mendapatkan map kota Melbourne dari receptionist hotel. Kami beli yang weekly karena lebih murah tanpa perlu beli atau mencari tiket setiap kali mau naik.

Setelah mencapai Bourke Street, we stroll along the road dan berjalan menuju Federation Square. Evan tentunya kelelahan, sehingga sangat cranky untuk jalan maunya di gendong. Satu hal yang kami sesalkan adalah tidak membawa stroller.

Udara pada hari tersebut cukup sunny namun banyak angin and the temperatur 16 degrees sehingga agak dingin bagi kami yang terbiasa dengan udara Jakarta.

Saat mencapai St Paul’s Cathedral, Evan bobo sehingga kami berhenti dan duduk beristirahat di daerah situ.

So the plan for day 1: Thursday 4 Feb 2016 after arriving at Melbourne Airport, visit
  • Bourke Street 
  • Federation Square

These are some pics that we captured.

At the corner of Federation Square, Flinders Station.
Stasiun pusat Melbourne baik train maupun MRT dan juga transportaion menuju airport.
Federation Square,

St Paul Cathedral in front of Federation Square,

Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk kembali ke hotel agar evan bisa beristirahat dengan nyaman dan juga mempersiapkan untuk hari berikutnya yang cukup jauh dan panjang. Kami berjalan pelan-pelan dengan modal map dari hotel dan Google Map, kami menemukan jalanan unique at Hosier and Rutledge Lane, opposite Federation Square.
Selain grafiti, banyak sekali di beberapa titik jalanan ada street performance. Local artist dan juga outsider.

Yes, this is definitely artsy and youthful.
Gimana, sudah mirip fashion blogger belum ? 🙂

Light Camel Coat by @CottonInk – Shoes by @Zara – Backpack by @ouvalresearch

Pelajaran hari 1 ? Jet lagging.
Di Melbourne, malamnya telat. Jam 7 malam masih seperti sore, bagi anak-anak masih terasa belum waktunya tidur.
Lagian jam 7 malam di Melbourne sama dengan sore hari di Jakarta.
So, siap-siap ya 🙂

Next, Day 2.
Lets go to the Zoo , mama ! *kata Evan*

Simak vlog Melbourne Family Trip kami mulai dari berangkat hingga pulang oleh Bangwin di channel vlogissimo. Selamat menikmati 🙂

Day 1, Berangkat.

Day 1, Bourke Street.

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

How to plan a family trip to Australia

Melbourne Family Trip 

Yeaaaayyy !

Hanya berpikir untuk merencanakan sebuah liburan saja sudah membuat hati senang. Apalagi saat menikmatinya 🙂

Melbourne adalah pilihan pertama destinasi Negara Australia karena beberapa alasan pribadi.

Pertama, kami ingin mencoba sebuah destinasi yang sangat berbeda namun familier. Karena kami memiliki banyak teman dan saudara, yang pernah tinggal atau masih tinggal di kota ini karena sekolah atau kerja, mereka selalu menyebutkan Melbourne is a pleasant city.

Kedua, kami ingin banyak melihat hal baru dan kali ini bukan untuk tujuan shopping. Its youthful, artsy, not too big yet still a city.

Ketiga, karena anak kami , Evan tergolong balita kami ingin menikmati liburan yang santai, tidak terburu-buru dan mudah bagi Evan dalam hal kenyamanan, pilihan makanan dan hiburan. Tujuannya adalah liburan keluarga, that means everybody has to enjoy. That was the main goal.

Semua itu yang membuat kami memutuskan untuk menghabiskan sejumlah waktu yang cukup hanya untuk sebuah kota.

Lets just say in terms of visiting Australia, this trip is a trial trip for the next round of trips to Australia. A to da Men. Amen.

Nah sekarang bagaimana perencanaannya trip kali ini ? Karena kami tidak terbayang, tentunya orang yang paling cocok dalam memberikan nasihat adalah teman kami Amalla VESTA si @SwankyTraveler.

Vesta adalah seorang travel consultant bagi pribadi, keluarga ataupun korporasi yang membutuhkan jasa lebih dalam dari hanya booking tiket ataupun hotel.

Karena saya loved every bit of our trip, I want to share as many of my experience to you. Pengalaman saya akan dibagikan dalam rangkaian blog posts mulai dari posting ini.

Pertama-tama, mari kita bahas mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan, itinerary dan apa saja yang harus kita bawa.

Dalam hal ini, every step of the way kami dibimbing, dibantu dan diberikan saran dan diskusi bersama Vesta sebagai konsultan #familytrip kami. Lets Goh !

Planning a Family Trip to Melbourne, Australia.

1. Yang pertama kita perlukan adalah berapa banyak budget yang dapat dialokasikan. 

Besar dari budget akan banyak mempengaruhi dalam hal :

  • lamanya trip,
  • biaya-biaya yang diperlukan tidak hanya transportasi dan akomodasi, pilihan tempat untuk berkunjung hingga uang jajan tiap harinya yang akan digunakan untuk makan, tiket masuk suatu rekreasi atau oleh-oleh dan shopping 🙂

Dalam hal pemilihan hotel kami memiliki Citadines on Bourke Street karena beberapa alasan :

  • Berlokasi di tengah kota. Memudahkan kami untuk travel karena persis depan hotel kami ada Tram Stop.

Citadines adalah hotel / apartment. Ada plus minus. Tidak ada hotel breakfast tapi layaknya mini studio apartement disediakan dapur kecil lengkap dengan cook tops, microwave, termasuk peralatan dapur seperti panci juga peralatan pembersih.

Walaupun tersedia laundry service tapi disetiap lantai juga disediakan mesin cuci coin-an. Bisa dibantu di receptionist untuk penukaran coin yang dibutuhkan.

  • Karena ditengah kota, memudahkan dalam mencari tempat makan yang “enak” bagi kami khususnya evan. Depan kami ada ramen enak, samping kiri ada resto Thailand enak, samping kana nada coffee shop dengan healthy menu and salad choices. Heaven !
  • Dalam hal harga tentunya tergantung season ya tapi bilamana kita boleh rata-ratakan sekitar Rp. 1,5mio per-malam.

2. Setelah itu pilihan waktu untuk berlibur tentunya disesuaikan dengan keinginan keluarga atau tujuan berlibur. 

Waktu yang kami pilih adalah akhir taun tapi karena jadwal sekolah evan, dan perbandingan biaya lumayan jauh maka kami mengambil tanggal 3-11 February 2016

Dalam rangka berkunjung termasuk teman dan relasi kamipun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menginap di rumah teman dekat kami Rina & Panji 🙂 Pengalaman menyenangkan tersebut memberikan sedikit banyak tambahan pengetahuan mengenai living in Australia dalam hal ini Melbourne.

Dengan kombinasi semua keinginan kami, berikut jadwal perjalanan kami

3 Feb: 22.40 CGK-MEL
4 Feb: 09.00 Arrive MEL
4-6 Feb: stay at CITADINES on Bourke
6-8 Feb Stay at Rina’s House
8-11 Feb: Stay at CITADINES on Bourke
11 Feb: 14.30 MEL-CGK

9 hari trip
8 hari dan 7 malam di Melbourne

Tanggal terpilih karena ada long weekend termasuk hari perayaan Chinese New Year. Perfect !

3. Visa

Amazingly mudah dan cepat. Atas saran vesta, kami diminta untuk mengisi form dan menyiapkan semua dokumentasi yang diperlukan.

Per-orang biaya sebesar Rp. 1.650.000,-

Tips

  • Perihal deposit, yang kami lakukan adalah selain print rekening 3 bulan juga kami print bukti kepemilikan savings lainnya yang kami miliki sehingga lebih ensure our stability.
  • Diperlukan pas foto tambahan, tapi jangan khawatir karena vfsglobal sangat nyaman dan akomodatif sehingga photo booth pun tersedia disana.

Waktu yang diperlukan hanya makan 1-2 jam.
Setelah semua proses dilewati tidak lebih dari 2 minggu kami menerima email visa grant. Very easy.

Just incase you need, silahkan check website mereka http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/

4. Itinerary 

Day 1: Thursday 4 Feb 

  • 09.00 Arrive in Melbourne
  • To Citadines (by taxi or train or bus)
  • Bourke Street
  • Federation Square

Day 2: Friday 5 Feb 

  • Melbourne Zoo
  • Chapel Street

Day 3: Saturday 6 Feb 

  • Queen Victoria Market
  • Check-out/Rent the Car
  • Move to Rina’s house
  • Dandenong

Day 4: Sunday 7 Feb 

  • Yarra Valley Winery, Ice Cream, & Chocolate Factory (1 hour drive from 1/5 Kellerher St Lalor)

Day 5: Monday 8 Feb 

  • Check-out from Rina’s house
  • Drive car to Luna Park at St Kilda Beach
  • Brighton Beach
  • Return the car
  • Check-in at Citadines

Day 6: Tuesday 9 Feb

  • Melbourne Sea Life
  • Melbourne Star Observation Wheel
  • Eureka Sky Deck

Day 7: Wednesday 10 Feb 

  • Science Works
  • Botanical Garden
  • Around city/South Wharf DFO

Day 8: Thursday 11 Feb 

  • Melbourne Central · 11.30am
  • Check-out · 12.00pm to Airport by Taxi
  • Back to Jakarta 14.30

Dalam hal pilihan tempat berkunjung, Vesta cukup sabar bercerita, memberikan gambaran pada setiap tempat termasuk apa yang perlu di persiapkan saat datang berkunjung bagi keluarga muda seperti kami. Jangan begitu karena ada ini. Akan ada ini untuk keperluan itu. Bila cuaca seperti ini ada baiknya siapkan itu. Sehingga kami siap dan minimal kebayang. And that is really helpful.

5. What to bring 

  • Cuaca dan wardrobe. Selalu cek and ricek cuaca maupun temperature jauh-jauh hari dan juga saat mendekat dihari H dalam rangka mempersiapkan bawaan wardrobe dan necessity yang diperlukan Australia Negara terbalik sehingga summer berada di akhir tahun namun karena kami akan tiba di February sehingga seperti perbatasan panas dan spring time. Which people say perfect timing karena the weather is fine. Not too hot. Hari pertama kami tiba diperkirakan hujan dan windy sehingga, wardrobe ditambahkan dengan beberapa light jacket dan double t-shirt untuk evan.
http://www.uniqlo.com/id/
http://www.mothercare.co.id/
  • Necessity. Kami keluarga listrik. We need so many gadgets with electricity. Laptop, Handphones, iPads, Cameras, specific hairdryer 😀 the list goes on and on and on …. Vesta dalam hal ini tidak hanya membantu informasikan jenis colokan yang harus dipersiapkan tapi juga
  1. Bagaimana, dimana, dan apa SIM Card yang dapat digunakan sesampai kami disana
  2. Range biaya seperti taxi dan tips for smart budgeting for transportation
  3. Tips apa yang akan kami ekspektasi sesampainya di Melbourne airport termasuk proses imigrasi, tempat dan cara sewa car child’s seat (peraturan pemerintah Australia sangat ketat)
  4. Perlindungan untuk cuaca
  5. Hingga rekomendasi tempat makan, minuman atau apa yang khas dan terkenal di Melbourne termasuk kopi, karena Melbourne is famous for its good coffee.
  • Family Must Bring. STROLLER

Apabila tidak mau end-up like this,

or this,

well, stroller is a must you need to bring 🙂

Nah, setelah semua siap, we’re ready to go !  Wohooooooooww.

Next, Day 1.

Melbourne family trip series read here.