Masa belajar anak

Ini adalah sebuah pemahaman.

Pemahaman yang saya dapatkan seiring dengan pengalaman saya di dunia sosial dan pendidikan. Sebuah pemahaman yang akhirnya saya pegang dan saya coba dalam masa belajar anak dan keterlibatan saya sebagai orang tua.

Saya akan mencoba memberikan gambaran ilustrasi dengan harapan memudahkan bagi teman belajar bersama untuk dimengerti.

Berikut gambarannya.

Pertama.

Masa anak belajar berbanding terbalik dengan besaran keterlibatan orangtua.

Kedua.

Contoh anak berumur 5 tahun dan keterlibatan orangtuanya.

Ketiga.

Contoh anak berumur 12 tahun dan keterlibatan orangtuanya.

Keempat.

Contoh anak berumur 19 tahun dan keterlibatan orang tua dimasanya.

Kelima.

Contoh anak berumur 28 tahun dan keterlibatan orangtua dimasanya.

Disaat itulah kita sebagai orangtua bertanya pada diri kita sendiri.

Apakah bekal yang telah saya berikan selama ini cukup ?

Apakah tidak perlu bantuan saya sama sekali ?

Tentunya semakin utuh seseorang semakin besar ilmu dan tabungan pengalamannya.

Sebaliknya, semakin besar umur anak, semakin siap dan cukup pembekalan ilmu, pengalaman, kematangan dewasanya, keutuhan kepercayaan dirinya terhadap cita-cita dan yang membuat dia bahagia dalam berkarya artinya semakin mandiri dia semakin kecil keterlibatan orang tua.

Keenam. Sebuah kesimpulan.

Kesimpulannya adalah, bahwa dalam gambaran ilustrasi diatas dapat dipahami bahwa semakin kecil umur anak, semakin besar diperlukan peran orangtua dalam mendidiknya. Semakin besar anak, semakin kecil peran orang dalam proses pendidikannya.

Artinya, semakin muda anak maka kejelasan, struktur, kenyamanan dan rasa aman sangat dibutuhkan.

Lalu kapan anak butuh orangtua menjadi teman mereka ? Menurut saya, adalah pada saat anak mulai mengerti tanggung jawab mereka secara dewasa muda. Setengah jalan. Kedewasaan dan kesiapan anak tentunya berbeda satu dengan yang lainnya.

Apabila manusia terlahir dari kertas kosong. Dari Nol. Anak tentunya akan bertindak belajar dari dari penglihatan, pengamatan, dan pengalaman yang diberikan disekitarnya sehingga secara tidak sadar melakukan hal-hal yang sama dengan lingkungan sekitar.

Semakin kecil umur anak semakin banyak bantuan diperlukan dari orangtua. Semakin besar peran orangtua untuk dapat mengarahkan, memberi pola, pengertian baik dan tidak, peran orangtua untuk memimpin anak belajar dari titik nol. Akibatnya, pola berpikir, besaran ilmu, karakter akan terbentuk dari mulai dia terlahir akibat dari siapa yang memimpinnya.

Semakin besar umur anak semakin dia menjadi siap dan mandirinya pemikiran mereka dan semakin dia membentuk dirinya sendiri. Semakin dia tahu apa yang dia mau, memiliki gambaran mengenai siapa dirinya. Pada saat itulah orangtua beralih peran menjadi teman baik dan sahabat mereka.

Silahkan tonton video ini untuk belajar memahami dampak dan akibat dari pengabaian emosional masa kecil.

Karena saat dia percaya pada dirinya sendiri, peran orang tua berganti menjadi teman belajar bersama. Menjadi supporter kuat. Pendukung anak. Saya pun disarankan bahwa  jangan jadi teman saat diumur anak lagi butuh pengarahan. Anak butuh orang yang dapat membimbing untuk mengarahkan jalan.

Lalu, bagaimana apabila orangtuanya hanya salah satu yang dapat hadir.

Saya pernah ditanya oleh seorang teman dimana suaminya beberapa tahun bekerja di luar kota, sehingga interaksi anak sangat terbatas waktunya. Pertanyaan teman saya adalah, apakah cukup ?

Menurut saya, si ayah harus berusaha menambal kekurangan waktu atau hutang waktu yang dibutuhkan anak. Karena kebutuhan tersebut tidak akan hilang. Seberapa waktu yang dapat mengisi kualitas yang dibutuhkan anak.

Karena itu saya sangat menghormati single parents yang memiliki challenge yang lebih besar, yaitu menjadi ibu sekaligus ayah bagi kebutuhan anak. Atau sebaliknya. Memberikan pendidikan, pengajaran dan pengalaman yang berbeda dari sisi ayah juga sisi ibu. Karena memang, ibu dan ayah memiliki kekuatan yang berbeda. Luar biasa sama besar dan sama pentingnya. Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam masa dan kondisi seperti ini. Saya pribadipun dibesarkan dalam keadaan orangtua berpisah. Sehingga pengalaman ini cukup dekat dengan saya.

Jadi untuk menjawab kapan orangtua dapat beralih peran dan menjadi teman pendidikan anak? Menurut pendapat saya adalah saat seorang anak cukup bekal pengalaman, pembekalan ilmu, kedewasaan dan kepercayaan dirinya cukup untuk masuk dapat berdiri sendiri atas kehidupannya sendiri. Tentunya merupakan sebuah kesepakatan antara anak dan orangtuanya dalam hal ini. Tidak berdiri sendiri ataupun berat sebelah.

Pertanyaan lanjutan adalah, apa sebenarnya fungsi sekolah ?

Bagaimana education outcome yang diharapkan oleh kedua pihak anak dan orangtua dapat tercapai ?

Bagaimana kita dapat membantu anak menemukan atau menggapai cita-citanya ?

Pembahasan itu melanjutkan saya untuk membahas aspek penting dalam proses belajar anak melalui tulisan berikutnya, the education outcome.

Terima kasih atas waktunya teman-teman. Bagi yang ingin membahas lebih lanjut, mari bahas di kolom komentar dibawah ini. Ditunggu !

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Sebelum pergi tonton video berikut ini dulu yuk

3 thoughts on “Masa belajar anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s