Harga sebuah karya

Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.

Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.

Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.

Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.

Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.

Secara garis besar pesan Nina untuk beberapa pemimpin negara maju tersebut berisi kekecewaannya atas masuknya limbah asing ke Indonesia yang berdampak merusak kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Nina bercerita tentang pengalamannya mengunjungi pabrik kertas dekat kampungnya dimana ia menemukan banyaknya sampah plastik yang ikut diekspor ke Indonesia, diselundupkan di antara sampah kertas yang dibeli oleh pabrik. Sampah-sampah itu berasal dari Australia, Kanada, AS, Inggris, dan beberapa negara barat lainnya. Namun, sampah dari Australia yang paling mendominasi, disusul sampah dari AS. Loh negara kita kan bukan tempat sampah ya ?

Sekedar berbagi ya, karya aksi Nina ini benar-benar berhasil dan membuahkan hasil :

  • Menurut artikel dari The Asian Parent Indonesia respon dari Dubes Australia, melalui juru bicara kantor PM Australia, mereka berjanji akan menghentikan ekspor sampah yang tidak dapat didaur ulang di pertengahan tahun 2020. Selain itu juga mendukung Indonesia untuk mengurangi sampah laut sebanyak 20% dan sampah darat hingga 30%.
  • Sedangkan Kanselir Jerman juga menyambut positif seperti yang dijelaskan dalam artikel dari Kumparan juga dalam twitter feed Ambassador untuk Jerman Peter Schoof dalam hal produksi sampah plastik dimana ia berjanji akan membawa permasalahan ini ke Kanselir Merkel.

Belajar dari pengalaman ini, peran serta orangtua Nina dalam aksi ini berawal dari beberapa kebiasaan yang dijalan sehari-hari. Bahwa Nina dapat melakukan aksi karena memiliki orangtua yang rajin dan konsisten melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya yang saya tangkap adalah,

  • Agar selalu memiliki kesempatan untuk mengajak langsung turun ke lapangan melihat sendiri dan mencintai lingkungan memberikan dampak langsung kepada anak secara langsung.

Saya bayangkan contohnya dalam hal mengajarkan dan mencoba menjelaskan perbedaan lingkungan kotor dan bersih juga dampak yang terjadi akibatnya bagi kehidupan sekitar. Dalam hal ini, orangtua Nina menurut saya, dalam proses melatih Nina berpikir kritis dan berempati terhadap orang lain melalui refleksi diri sendiri berbanding dengan orang lain. Dalam hal ini perlu saya tambahkan dapat menjadi pelajaran morale yang baik bagi anak.

  • Mencoba untuk mengajarkan untuk mandiri dan menjadi orang yang dapat memberikan manfaat.

Ini menurut saya harus dimulai dari  kebiasaan sehari-hari dirumah dan konsisten menjalankannya. Karena yang namanya kebiasaan itu akan berjalan tanpa paksaan dan rasanya akan ada yang kurang bila tidak dilakukan. Pada momen inilah menurut saya akan muncul disiplin yang baik.

Dalam hal memberi manfaat mungkin dapat dimulai dari kebersamaan dirumah. Bagaimana dampak dari bantuan atau aktifitas yang dilakukan anak terhadap anggota keluarga dan rumah lainnya dan di utarakan dengan jelas.

  • Orangtua sebagai fasilitator dan contoh teladan anak. Ayah Nina, Bapak Prigi Arisandi adalah seorang aktifis juga dosen FST di Universitas Airlangga. Tidak ada paksaan bagi anak-anaknya untuk ikut dalam prinsip peduli lingkungan tapi tiap kali ide muncul dari anak berusaha untuk menangkapnya, dan mengarahkannya.

Dapat dimengerti bagaimana orangtua Nina sebagai pemberdaya Nina dalam berkarya. Mencoba untuk memahami awal ide Nina, ikut mendampingi, terus menerus konsisten beri semangat dan membuka jalan juga kesempatan agar karya aksi tersebut dapat dihargai.

Saya menjadi ingat pengalaman Megan Markle mungkin di saat umur yang hampir sama dengan Nina yaitu 11 tahun. Umur dimana anak-anak sudah dapat memberikan pendapatnya berdasarkan sesuatu yang menurutnya tidak baik berdasarkan pengertian latar belakang dan dampaknya. Meghan Markle diprofilkan di Nickelodeon ketika dia berusia 11 tahun setelah dia berhasil melobi Procter & Gamble untuk mengubah iklan seksis untuk sabun cuci piring. Berikut cuplikan dari CNN.

Pengalaman Nina diatas tentunya suatu pengalaman yang unik karena berbentuk karya aksi. Harga dari pengalaman ini sungguh besar bukan berarti sama dengan harga berbentuk mata uang rupiah tapi menghasilkan sebuah portfolio nyata yang memberikan konsekwensi kepada nasib hidup banyak orang bahkan dalam ukuran negara. Sampai kapanpun keberhasilan Nina bisa dijadikan pola proses berkarya yang baik bagi Nina secara pribadi dan sebagai individual. Kedepan mungkin tantangan Nina dalam bekerja sama dengan sesama pribadi yang memiliki kepercayaan yang sama untuk dapat bekerja sama dalam mimpi bersama. Kita lihat ya.

Saya melihat pengalaman Nina sedikitnya akan dapat di aplikasikan pada apapun program pendidikan, maupun minat kesukaannya.

Bentuk nyata education outcome adalah karya. Dijelaskan dengan baik dan pada akhirnya saya jadikan buku pedoman saya untuk membantu saya dalam proses anak saya sendiri. Buku “bakat bukan takdir” karya mas Bukik Setiawan. Baca deh.

Dimulai dari sebuah keinginan, lalu terbentuknya sebuah ide. Bagaimana eksekusi dari sebuah ide menjadi sebuah bentuk yang lebih nyata dihargai oleh orang lain.

Sekecil apapun bentuk dari sebuah karya, tidak terbatas dari kapan dimulainya anak berkarya karena hasil gambar anak dimasa taman kanak kanak pun adalah juga buah karya pada masanya. Baca Masa Anak Belajar.

Kini lingkungan dan tempat-tempat gaya hidup masa kini juga melek akan kebutuhan akitifitas interactive yang dapat memberi semangat anak-anak kita. Mulai dari komunitas minat tertentu seperti robotic hingga berlokasi di restoran mencoba menawarkan hal yang baru dengan value activity edukatif bagi anak-anak yang berkunjung.

Pengalaman anak kami berkarya bersama Engineering for kids dapat disimak melalui klik gambar ini.

Contoh lain, Shira, 8 tahun, Jakarta. Shira juga memiliki pengalaman karya aksi versi miliknya sesuai dengan porsi dan pola pikir seumuran dengannya.

Silahkan klik panah kanan untuk melihat rangkuman cerita melalui foto di Instagram ini.

Shira juga mencoba membuat karya desain baju. Dimulai dari sebuah coretan gambar menjadi sebuah sketsa baju hingga menjadi sebuah karya desain baju yang ditawarkan kepada orang lain untuk dijual. Buah harga karya yang kembali menjadi pelajaran berharga bagi Shira.

Silahkan klik panah kanan untuk melihat rangkuman cerita melalui foto di Instagram ini.

Pengalaman penghargaan hasil karya dimata orang lain yang mau membeli hasil karyanya. Itu bentuk tertinggi dari pelajaran harga sebuah karya. Shira menjadi mengerti proses. Suatu contoh education outcome dari jalur minat.

Terbayang senangnya Shira ada orang yang menghargai karyanya.

 

testimonial

Bagaimana apabila pengalaman karya dimiliki anak melalui jalur berkomunitas. Berada di tengah-tengah teman-teman yang sesama kesukaan. Melihat berbagai bentuk karya yang berbeda, melihat process dan progress buah karya orang lain dan belajar mengambil inspirasi dari kelompok atau komunitas sesama kesukaan. Itu dialami oleh Anaia, 10 tahun, Jakarta, melalui bantuan orangtuanya. Memberikan wadah dan dukungan atas minat dan bakat anak yang tidak berarti akan menjadi cita-cita dari Anaia atau bisa jadi salah satu dari cita-cita Anaia.

Art Exhibition pertama Anaia di lotte avenue diselenggarakan oleh Tomato Art School.

Komunitas dalam berbagai macam bentuk kini banyak yang dapat membantu anak-anak mengasahkan karya dan minat mereka. Dala hal ini komunitas menjadi wadah bagi Anaia yang dapat membantu mengarahkan, memupuk dan yang paling penting adalah mendorong semangat untuk terus mau mengasah karyanya.

Dan contoh yang juga unik karena kondisinya dekat dekat keadaan kita saat ini dimulai saat masa pandemi oleh Kacka, 16 tahun, Jakarta.

Instagram @DapurKacka

Berawal dari hobi masak Kacka senang mencoba berbagai menu disaat masuk social distancing dirumah. Tentunya orangtua dan adik Kacka bahagia sekali menjadi team tester yang setia. Tapi pada saat saat mencoba menu baru banoffee, semua approved dan bisa jadi kegemaran di keluarga. Melihat kesukaan Kacka memasak dan rasa bahagianya Kacka, mama Kacka mencoba beri ide untuk berjualan, sambil mengisi waktu mumpung saat ini diharuskan untuk #dirumahaja.

Jualan pertama hanya menawarkan ke teman-teman terdekat Kacka dan teman keluarga. Tapi lama kelamaan jaringan itu bertambah dan meluas. Bukti bahwa memang hidangan Kacka lezat terutama saat masuk bulan Ramadhan. Menjadi kesempatan dan momentum yang baik karena menjadi pilihan berbuka yang pas.

instagram @dapurkacka

Orangtua Kacka, ikut membantu dan mendampingi mulai dari sisi rencana pemasaran, menemani memilih dan belanja bahan, hingga dalam proses pembuatannya. Dimulai dari bulan Maret 2020 hingga tulisan ini dibuat, banoffee Kacka telah terjual 500 cup! Sekarang bersama mamanya Dapur Kacka memutuskan untuk menambah 1 menu baru Mash Potato Wagyu Saikoro. Menu ide tersebut datang dari Kacka tentunya dan ternyata hasilnya bagus. Banyak yang beli bahkan juga banyak yang repeat order.

Kunci passion and purpose. Menurut saya.

Semua contoh diatas tidak mungkin terjadi tanpa bantuan, bimbingan dan dukungan dari orangtua. Orangtua berperan besar terhadap education outcome anak. Hingga pada saatnya nanti orangtua menjadi mitra anak dalam pencapaian suatu keberhasilan. Baca masa belajar anak.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa penghargaan paling tinggi sebuah karya adalah saat karya di hargai dengan sebuah bayaran. Harga sebuah karya dihargai bayaran pengalaman disukai, pengalaman terpilih, sebuah kecocokan, karya dapat diterima, karya ingin dimiliki, karya mampu di bayar oleh uang dan karya di inginkan untuk terus ada.

Cita-cita mungkin dapat berbeda, tapi minimal belajar menjalankan sebuah proses kerja, bagaimana berkreasi dari nol. Memahami bahwa semua yang ada didunia ini ada prosesnya. Dan dengan demikian mengerti pentingnya struktur dalam berproses. Dan keterbukaan untuk mencoba mulai dari dorongan kesukaan atau kesenengan. Suatu pengalaman yang akan dibawa nanti dimasa depannya. Karena pada akhirnya di dunia nyata mereka harus dapat hidup tanpa berpegang atas instruksi. We need to help our children to live in a world where there are no instructions.

Seperti dapat kita sadari bersama bahwa orangtua jaman sekarang jauh berbeda dari orangtua kita sendiri. Perhatian, keterbukaan dan mau mengerti kebutuhan anak adalah salah satu pintu pembuka jalan bagi anak-anak kita. Satu tambahan dari pengamatan saya adalah, bahwa orangtua jaman sekarang sangat “aware” atau sadar atas kesalahan dan kegagalan orangtua mereka dimasa kecil mereka. Pengertian dan kasih sayang kita kepada anak menjadikan kita sebagai orangtua melakukan apa yang kita rasakan perlu bahkan penting bagi anak-anak kita.

Senang sekali saya melihat mendapat banyak cerita baru bermunculan. Memberi semangat baru dan sejuk rasanya didalam kalbu.

Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi teman pembaca.

Terima kasih banyak atas waktunya. Sampai jumpa di topik teman belajar bersama yang lain.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

2 thoughts on “Harga sebuah karya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s