Coaching in the family

Pengalaman saya dalam perjalanan pendidikan tidak mudah dan jauh dari ideal.

Saya tidak memiliki panutan, orangtua atau pembimbing yang dapat membantu mengarahkan atau bahkan bertanya lebih dalam khususnya dalam hal rencana pendidikan.

Bagaimana saya dapat memilih sekolah, mengarahkan bakat dan minat saya, mengerti apa yang menjadi kelebihan saya dan memupuk kemampuan saya untuk perbaikan maupun masa depan saya. Memiliki kekuatan untuk memilih pun seringkali tidak.

Karena pengalaman saya dan apa yang terjadi pada saya begitu melekat maka saya tidak ingin anak saya mengalami hal yang sama. Saya ingin anak saya mendapatkan teman belajar bersama yang dapat membantu, menemani, mengarahkan, bertukar pikiran dan menjaga kesempatan belajar yang terbaik sesuai dengan minat dan bakatnya dan menyesuaikan dengan kemampuan kami sebagai orangtua.

Dapat merencanakan suatu education outcome yang terbaik bagi anak saya. Mengawali perjalanan saya untuk belajar bagaimana caranya saya dapat membantu.

To be someone who I needed when I was young.

Continue reading

Memilih Sekolah

“Mba Tyas nasibnya bagaimana ? Pengalaman bersekolah mba Tyas ga karu-karuan. Itu dosa Ayah yang tidak bisa Ayah maafkan.”

Saya ingat percakapan Ayah saya dan saya suatu hari saat duduk berdua…

Pada saat itu saya baru masuk dunia bekerja memasuki tahun kurang lebih tahun kelima.

Saya memang tidak seberuntung saudara atau teman-teman dalam hal bersekolah. Saya tidak mendapatkan pengalaman yang baik dalam hal bersekolah. Kejadian demi kejadian terjadi diluar kendali saya dan dengan waktu irregular dan tidak menentu.

Beda dengan orangtua jaman sekarang yang sudah mengerti untuk “mindful” atas kesadaran anak terhadap lingkungannya, rasa aman dan nyaman yang mendorong dan mengarahkan apa yang dia suka atau tidak suka, termasuk peduli atau kepekaan kita sebagai orang tua.

“Dulu ibu ga pernah nanya-nanya, kamu mau sekolah disini atau disitu? Ibu masukin aja.”

Dalam hati saya tersenyum.

Continue reading

Impact Education Outcome

Bagaimana dampak (impact) yang akan terjadi dari sebuah education/learning outcome yang baik ?

Ini adalah bagian terakhir dari pembelajaran mengenai Education/Learning Outcome.

Mengingat kembali obrolan saya dengan salah satu tokoh dan praktisi pendidikan di Indonesia.

“Tyas.. jangan romantisasikan perjalanan pendidikan artis-artis itu…”

Teguran itu menempel segitu lekatnya bagi saya.

Continue reading

Proses Education Outcome

Ketiga. Bagaimana proses education outcome yang sebenarnya ?

Kita telah mengerti sekarang apa arti education/learning outcome dan mengapa education/learning outcome penting.

Dapat kita pahami sekarang pentingnya education/learning outcome bagi anak kita tapi juga bagi kita sebagai orangtua yang ingin mendukung cita-cita anak kita.

Tapi bagaimana prosesnya ?

Mari belajar bersama, saya coba buatkan ilustrasinya.

Continue reading

Bersekolah

Hallo teman belajar bersama.

Mari kita bahas bersekolah.

Pertama dengan banyaknya perubahan sejak dan akibat dari global pandemi yang terjadi, apa arti proses belajar dalam era new normal kini ?

Pendapat saya,

Pertama. Di Indonesia melalui program Merdeka Belajar kesempatan dalam bersekolah atau mendapat pendidikan dengan lebih adil

Kedua. Mengembalikan peran orangtua dalam keterlibatannya untuk pendidikan anak

Ketiga. Proses belajar mengajar yang baru.

Mari saya jelaskan.

Continue reading

Mengapa Education Outcome Penting ?

Kedua. Mengapa kita perlu memahami “education outcome” ?

Bagi saya apabila saya ditanya pertanyaan ini adalah agar anak saya jelas memahami perjalanan pendidikannya dan agar orangtua sebagai orang yang ikut dalam perjalanan tidak salah kaprah dalam membantu anak meraih cita-cita.

Kejelasan.  

Menurut saya, yang paling penting dari sebuah perjalanan apapun itu adalah tujuannya.

Apabila kita tahu tujuan kita maka akan lebih mudah bagi kita untuk merencanakan perjalanan melalui pilihan-pilihan program studi, pengalaman belajar menuju tempat yang kita inginkan.

Memiliki kejelasan atas tujuan yang diharapkan akan membentuk suatu fokus atas hasil yang ingin dicapai. Apabila kita memiliki tujuan yang jelas pada hasil yang ingin dicapai maka setiap akhir suatu tahap pembelajaran dengan demikian kita akan mempermudah bagi anak untuk memilih langkah berikutnya karena gambaran yang jelas dari tujuan dan harapan cita-cita anak kita kelaknya.

Continue reading

Sejarah untuk membantu masa depan Indonesia

17 Agustus 2020. 

Merayakan kemerdekaan di tahun dimana global pandemi terjadi sungguh membuat saya berpikir mengenai pentingnya sejarah bagi generasi muda penerus masa depan Indonesia.

Apabila kita refleksikan saja keadaan kita tahun ini.

Lihatlah orang-orangnya, bagaimana mereka bersikap, atau memilih untuk bersikap. Bagaimana mereka bertingkah laku dan melakukan keputusan.

Lihatlah pembangunan negara saat ini, bagaimana keadaan alamnya, lalu pemerataannya.

Lihatlah bagaimana kita memilih untuk berlaku adil. Bagaimana bangsa ini melakukan proses sebuah keadilan. Bagaimana orang Indonesia memilih untuk proses sebuah peng-adil-an. Dan bagaimana perbedaan dapat menghasilkan sebuah sikap.

Kenapa mereka bersikap seperti itu ? Kenapa dapat menjadi pilihan ? Kenapa jadi keputusan ?

Pilihan bangsa dalam cara memilih untuk percaya, berikan perasaan aman, atau bagaimana kita memilih pemimpin yang dapat membawa kita untuk dapat membawa bangsa ini sedikit lebih jauh, sedikit lebih baik, lebih beradab, sehat dan sejahtera.

Bagaimana pun, proses perjalanan kita menjadi bangsa di tahun 2020, adalah karena sejarah dan perjalanan sejarah bangsa kita.

Sejarah memberi pelajaran, bimbingan dan arahan pada setiap ilmu dan pengetahuan. Seni lukis hingga ilmu kedokteran. Tata bahasa hingga tata kota pada setiap tatanan kehidupan di 34 propinsi di seluruh Indonesia.

Sejarah tidak hanya berfungsi sebagai pelajaran yang tidak ingin berulang. Tapi justru sebagai alat atau cara kita untuk dapat mengerti keadaan kita hari ini. Bagaimana kita dapat sampai disini.

Itu sebabnya sejarah di anggap sebagai suatu hadiah cerita dari masa lampau untuk masa depan.

Karena dengan belajar dan mengerti sejarah kan dapat membantu bangsa kita memiliki moral yang baik. Moral kuat yang diperlukan bagi Indonesia.

Hari ini dan di masa depan.

Dirgahayu Indonesia ke-75.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Update : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi COVID-19

Halo teman belajar bersama,

Berikut informasi baru dari Kemendikbud RI, Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang di bagikan pada hari Senin, 15 Juni 2020 pada pukul 16.30 WIB melalui siaran langsung di Kanal resmi YouTube Kemendikbud RI.

Untuk keperluan Teman Belajar Bersama, saya coba menangkap esensi yang dirasa penting terutama dalam keadaan ini.

Saat saya bagikan informasi ini pertama kali adalah bahwa kita telah melewati masa #dirumahaja karena keadaan pandemi covid-19 pemerintah telah meminta kita semua untuk bekerja, bersekolah dan beribadah di rumah saja.

Dan saat ini, pembelajaran pendidikan ajaran tahun 2019/2020 baru saja selesai. Kita memasuki masa liburan tapi sekaligus mau tidak mau berharap cemas akan tahun ajaran baru 2020/2021.

Virus Corona dan Covid-19 masih belum dapat dikatakan aman, belum ada vaksin yang tersedia dan sebagian besar dari beberapa daerah di Indonesia masih dalam keadaan zona merah.

Untuk itu menurut saya penting saya bagikan beberapa pokok penting sebagai catatan #temanbelajarbersama bilamana ingin jadikan pedoman.

Silahkan.

Pokok Pertama.

Tahun ajaran baru tetapi dimulai pada bulan Juli 2020.

Bagi sekolah atau institusi pendidikan yang berada di zona merah dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah dan tetap melanjutkan untuk Belajar dari Rumah (BDR).

Status gambar per 15 juli 2020. Acuan bagi teman bintaro, bsd dan sekitarnya silahkan update melalui https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/

Pokok kedua.

Ada beberapa proses pengambilan keputusan untuk dapat mulai proses pembalajaran tatap muka. Apakah daerah sekolah masuk zona hijau ? Apakah mendapat izin dari Pemda setempat ? Apakah sekolah telah diperiksa dan siap pembelajaran tatap muka ? Dan apakah orangtua murid setuju untuk pembelajaran tatap muka. Keempat tahapan tersebut harus dilewati dan dipenuhi.

Pokok ketiga.

Dalam memulai tahap pembelajaran tatap muka ada protocol kesehatan yang dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang saling bersinambungan. Apabila ada kasus atau risiko level daerah berubah naik maka diwajibkan untuk ditutup kembali.

Pokok keempat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dirangkum adalah 3 pertanyaan utama yang jawabannya sebagai berikut.

  1. Orangtua tetap memiliki otoritas utama bagi keselamatan dan kesehatan anak sehingga bilamana orangtua memilih untuk bersekolah dari rumah maka diperkenankan oleh Kemendikbud.
  2. Biaya ada dan merupakan biaya yang diambil dari dana BOS (dana bantuan operasional sekolah)
  3. Sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan diatas, melalui Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan juga pada akhirnya keputusan orangtua murid masing-masing.

Update : Simak video cara belajar kebiasaan baru sesuai warna zona

Untuk informasi terbaru dari Kemendibud, dapat mengikuti beberapa jalur digital berikut ini :

  • Laman: kemdikbud.go.id
  • Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
  • Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
  • Facebook: fb.com/kemdikbud.ri
  • Youtube: KEMENDIKBUD RI

Semoga dapat menjadi manfaat. Selamat menikmati libur sekolah, tetap aman, sehat dan bersama yang tersayang.

Sampai ketemu di topik #TemanBelajarBersama lainnya.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Harga sebuah karya

Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.

Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.

Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.

Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.

Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.

Continue reading

Education Outcome

Kita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi. KIta memasuki era dimana lulusan tidak menjamin kesiapan berkarya. – Nadiem Makarim.

Saya setuju dengan pendapat tersebut.

Berawal dengan keinginan menulis tentang pengertian education outcome, sekarang menjadi sedikit lebih relevan dan menarik karena perubahan kondisi kita semua berkehidupan akibat dampak dari pandemi Corona atau Covid-19.

Kita mulai dari pengertian Education Outcome itu sendiri.

Pada intinya, pengertian education outcome adalah hasil suatu proses atau perjalanan pendidikan seseorang.

Seperti itu pengertiannya, tidak begitu mudah proses menjalankannya.

Melalui diskusi dan pembicaraan saya dengan beberapa pakar pendidikan, teman dan praktisi pendidikan di awal tahun 2020 ini menjadikan #temanbelajarbersama dan mendorong saya untuk membahas disini.

Tapi dengan banyaknya perubahan sejak akhir tahun lalu dan akibat dari global pandemi yang terjadi, apa arti proses sebuah education outcome dalam era new normal kini ?

Pendapat saya, proses education outcome dengan kesempatan yang lebih adil.

Tapi sebelumnya, mari kita lengkapi diri kita dan mengerti lebih jelas tentang Education Outcome.

Untuk mempermudah saya buatkan penjelasan atas 3 pertanyaan

  1. Apa pengertian education outcome ?
  2. Mengapa kita perlu memahami “education outcome”?
  3. Bagaimana proses education outcome yang sebenarnya ?

Mari kita belajar bersama.

Pertama. Apa pengertian Education atau Learning Outcome ?

Education/Learning Outcome adalah

  • hasil dari pencapaian dan progress seseorang
  • akibat dari perencanaan pendidikan dan pengalaman pembelajaran yang baik
  • terlihat dari suatu indikasi kesiapan karir dan peningkatan kinerja
  • dan kepuasan pelajar secara keseluruhan

atau, menurut Creating Learning Outcome Stanford yang dapat diambil dari link https://www.bu.edu/provost/files/2017/06/Creating-Learning-Outcomes-Stanford.pdf ,

definisi dari Education / Learning Outcomes adalah pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang harus dimiliki siswa secara individu dan dapat ditunjukkan setelah menyelesaikan pengalaman belajar atau urutan pengalaman belajar.

Lalu, pengertian outcome dalam gambaran pendidikan yang lebih jelas, seperti apa bentuknya ?

  • Anak-anak memiliki rasa identitas yang kuat (Children have a strong sense of identity).
  • Anak-anak terhubung dengan dan berkontribusi pada dunia mereka (Children are connected with and contribute to their world).
  • Anak-anak memiliki rasa sejahtera yang kuat. (Children have a strong sense of wellbeing).
  • Anak-anak percaya diri dan melibatkan pembelajar (Children are confident and involved learners).
  • Anak-anak adalah komunikator yang efektif (Children are effective communicators).

Sepertinya tampak bagaikan sebuah proses manusia menjadi orang yang seutuhnya ya ?

Setiap gambaran hasil apabila kita orangtua refleksikan pada proses belajaran diri kita sendiri perlu cukup waktu dan kematangan diri untuk mencapai setiap hal diatas.

Jadi education atau learning outcome membuka pengertian kita bahwa dalam hal pendidikan dan proses pembelajaran anak, kita perlu membuat rencana. Karena outcome adalah hasil akhir dari sebuah fase.

Artinya, rencana menghasilkan output, lalu output akan menghasilkan outcome.

Sumber. https://encoura.org/defining-educational-outcomes-measuring-impact/

Satu hal yang saya mengerti dan menurut saya penting untuk dipahami adalah, fokus education outcome bukan pada perjalanannya tapi pilihan program pendidikan atau pembelajarannya.

Sebagai orang yang telah dewasa, kita dapat memahami bahwa apa yang kita alami, menjadikan sebuah pelajaran yang berharga. Karena itu betapa pentingnya kita memilih tidak hanya berdasarkan program didalam tempat atau institusi atau sekolah tempat belajarnya tapi juga bagaimana kecocokan cara belajar mengajar dapat “make or break” anak kita dalam bercita-cita. Apakah guru yang mengajar mampu memberi inspirasi atau sebaliknya menggunakan cara intimidasi dalam metode belajarnya ? Bagaimana kesempatan belajar yang didapat sepanjang waktu program belajar atau pendidikannya ?

Banyak sekali timbul pertanyaan-pertanyaan lanjutan ya teman belajar bersama.

Berikutnya, mari kita bahas bersama mengapa kita perlu memahami education outcome ?

Kembali ke Teman Belajar Bersama halaman utama.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com