Harga sebuah karya

Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.

Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.

Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.

Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.

Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.

Secara garis besar pesan Nina untuk beberapa pemimpin negara maju tersebut berisi kekecewaannya atas masuknya limbah asing ke Indonesia yang berdampak merusak kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Nina bercerita tentang pengalamannya mengunjungi pabrik kertas dekat kampungnya dimana ia menemukan banyaknya sampah plastik yang ikut diekspor ke Indonesia, diselundupkan di antara sampah kertas yang dibeli oleh pabrik. Sampah-sampah itu berasal dari Australia, Kanada, AS, Inggris, dan beberapa negara barat lainnya. Namun, sampah dari Australia yang paling mendominasi, disusul sampah dari AS. Loh negara kita kan bukan tempat sampah ya ?

Sekedar berbagi ya, karya aksi Nina ini benar-benar berhasil dan membuahkan hasil :

  • Menurut artikel dari The Asian Parent Indonesia respon dari Dubes Australia, melalui juru bicara kantor PM Australia, mereka berjanji akan menghentikan ekspor sampah yang tidak dapat didaur ulang di pertengahan tahun 2020. Selain itu juga mendukung Indonesia untuk mengurangi sampah laut sebanyak 20% dan sampah darat hingga 30%.
  • Sedangkan Kanselir Jerman juga menyambut positif seperti yang dijelaskan dalam artikel dari Kumparan juga dalam twitter feed Ambassador untuk Jerman Peter Schoof dalam hal produksi sampah plastik dimana ia berjanji akan membawa permasalahan ini ke Kanselir Merkel.

Belajar dari pengalaman ini, peran serta orangtua Nina dalam aksi ini berawal dari beberapa kebiasaan yang dijalan sehari-hari. Bahwa Nina dapat melakukan aksi karena memiliki orangtua yang rajin dan konsisten melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya yang saya tangkap adalah,

  • Agar selalu memiliki kesempatan untuk mengajak langsung turun ke lapangan melihat sendiri dan mencintai lingkungan memberikan dampak langsung kepada anak secara langsung.

Saya bayangkan contohnya dalam hal mengajarkan dan mencoba menjelaskan perbedaan lingkungan kotor dan bersih juga dampak yang terjadi akibatnya bagi kehidupan sekitar. Dalam hal ini, orangtua Nina menurut saya, dalam proses melatih Nina berpikir kritis dan berempati terhadap orang lain melalui refleksi diri sendiri berbanding dengan orang lain. Dalam hal ini perlu saya tambahkan dapat menjadi pelajaran morale yang baik bagi anak.

  • Mencoba untuk mengajarkan untuk mandiri dan menjadi orang yang dapat memberikan manfaat.

Ini menurut saya harus dimulai dari  kebiasaan sehari-hari dirumah dan konsisten menjalankannya. Karena yang namanya kebiasaan itu akan berjalan tanpa paksaan dan rasanya akan ada yang kurang bila tidak dilakukan. Pada momen inilah menurut saya akan muncul disiplin yang baik.

Dalam hal memberi manfaat mungkin dapat dimulai dari kebersamaan dirumah. Bagaimana dampak dari bantuan atau aktifitas yang dilakukan anak terhadap anggota keluarga dan rumah lainnya dan di utarakan dengan jelas.

  • Orangtua sebagai fasilitator dan contoh teladan anak. Ayah Nina, Bapak Prigi Arisandi adalah seorang aktifis juga dosen FST di Universitas Airlangga. Tidak ada paksaan bagi anak-anaknya untuk ikut dalam prinsip peduli lingkungan tapi tiap kali ide muncul dari anak berusaha untuk menangkapnya, dan mengarahkannya.

Dapat dimengerti bagaimana orangtua Nina sebagai pemberdaya Nina dalam berkarya. Mencoba untuk memahami awal ide Nina, ikut mendampingi, terus menerus konsisten beri semangat dan membuka jalan juga kesempatan agar karya aksi tersebut dapat dihargai.

Saya menjadi ingat pengalaman Megan Markle mungkin di saat umur yang hampir sama dengan Nina yaitu 11 tahun. Umur dimana anak-anak sudah dapat memberikan pendapatnya berdasarkan sesuatu yang menurutnya tidak baik berdasarkan pengertian latar belakang dan dampaknya. Meghan Markle diprofilkan di Nickelodeon ketika dia berusia 11 tahun setelah dia berhasil melobi Procter & Gamble untuk mengubah iklan seksis untuk sabun cuci piring. Berikut cuplikan dari CNN.

Pengalaman Nina diatas tentunya suatu pengalaman yang unik karena berbentuk karya aksi. Harga dari pengalaman ini sungguh besar bukan berarti sama dengan harga berbentuk mata uang rupiah tapi menghasilkan sebuah portfolio nyata yang memberikan konsekwensi kepada nasib hidup banyak orang bahkan dalam ukuran negara. Sampai kapanpun keberhasilan Nina bisa dijadikan pola proses berkarya yang baik bagi Nina secara pribadi dan sebagai individual. Kedepan mungkin tantangan Nina dalam bekerja sama dengan sesama pribadi yang memiliki kepercayaan yang sama untuk dapat bekerja sama dalam mimpi bersama. Kita lihat ya.

Saya melihat pengalaman Nina sedikitnya akan dapat di aplikasikan pada apapun program pendidikan, maupun minat kesukaannya.

Bentuk nyata education outcome adalah karya. Dijelaskan dengan baik dan pada akhirnya saya jadikan buku pedoman saya untuk membantu saya dalam proses anak saya sendiri. Buku “bakat bukan takdir” karya mas Bukik Setiawan. Baca deh.

Dimulai dari sebuah keinginan, lalu terbentuknya sebuah ide. Bagaimana eksekusi dari sebuah ide menjadi sebuah bentuk yang lebih nyata dihargai oleh orang lain.

Sekecil apapun bentuk dari sebuah karya, tidak terbatas dari kapan dimulainya anak berkarya karena hasil gambar anak dimasa taman kanak kanak pun adalah juga buah karya pada masanya. Baca Masa Anak Belajar.

Kini lingkungan dan tempat-tempat gaya hidup masa kini juga melek akan kebutuhan akitifitas interactive yang dapat memberi semangat anak-anak kita. Mulai dari komunitas minat tertentu seperti robotic hingga berlokasi di restoran mencoba menawarkan hal yang baru dengan value activity edukatif bagi anak-anak yang berkunjung.

Pengalaman anak kami berkarya bersama Engineering for kids dapat disimak melalui klik gambar ini.

Contoh lain, Shira, 8 tahun, Jakarta. Shira juga memiliki pengalaman karya aksi versi miliknya sesuai dengan porsi dan pola pikir seumuran dengannya.

Silahkan klik panah kanan untuk melihat rangkuman cerita melalui foto di Instagram ini.

Shira juga mencoba membuat karya desain baju. Dimulai dari sebuah coretan gambar menjadi sebuah sketsa baju hingga menjadi sebuah karya desain baju yang ditawarkan kepada orang lain untuk dijual. Buah harga karya yang kembali menjadi pelajaran berharga bagi Shira.

Silahkan klik panah kanan untuk melihat rangkuman cerita melalui foto di Instagram ini.

Pengalaman penghargaan hasil karya dimata orang lain yang mau membeli hasil karyanya. Itu bentuk tertinggi dari pelajaran harga sebuah karya. Shira menjadi mengerti proses. Suatu contoh education outcome dari jalur minat.

Terbayang senangnya Shira ada orang yang menghargai karyanya.

 

testimonial

Bagaimana apabila pengalaman karya dimiliki anak melalui jalur berkomunitas. Berada di tengah-tengah teman-teman yang sesama kesukaan. Melihat berbagai bentuk karya yang berbeda, melihat process dan progress buah karya orang lain dan belajar mengambil inspirasi dari kelompok atau komunitas sesama kesukaan. Itu dialami oleh Anaia, 10 tahun, Jakarta, melalui bantuan orangtuanya. Memberikan wadah dan dukungan atas minat dan bakat anak yang tidak berarti akan menjadi cita-cita dari Anaia atau bisa jadi salah satu dari cita-cita Anaia.

Art Exhibition pertama Anaia di lotte avenue diselenggarakan oleh Tomato Art School.

Komunitas dalam berbagai macam bentuk kini banyak yang dapat membantu anak-anak mengasahkan karya dan minat mereka. Dala hal ini komunitas menjadi wadah bagi Anaia yang dapat membantu mengarahkan, memupuk dan yang paling penting adalah mendorong semangat untuk terus mau mengasah karyanya.

Dan contoh yang juga unik karena kondisinya dekat dekat keadaan kita saat ini dimulai saat masa pandemi oleh Kacka, 16 tahun, Jakarta.

Instagram @DapurKacka

Berawal dari hobi masak Kacka senang mencoba berbagai menu disaat masuk social distancing dirumah. Tentunya orangtua dan adik Kacka bahagia sekali menjadi team tester yang setia. Tapi pada saat saat mencoba menu baru banoffee, semua approved dan bisa jadi kegemaran di keluarga. Melihat kesukaan Kacka memasak dan rasa bahagianya Kacka, mama Kacka mencoba beri ide untuk berjualan, sambil mengisi waktu mumpung saat ini diharuskan untuk #dirumahaja.

Jualan pertama hanya menawarkan ke teman-teman terdekat Kacka dan teman keluarga. Tapi lama kelamaan jaringan itu bertambah dan meluas. Bukti bahwa memang hidangan Kacka lezat terutama saat masuk bulan Ramadhan. Menjadi kesempatan dan momentum yang baik karena menjadi pilihan berbuka yang pas.

instagram @dapurkacka

Orangtua Kacka, ikut membantu dan mendampingi mulai dari sisi rencana pemasaran, menemani memilih dan belanja bahan, hingga dalam proses pembuatannya. Dimulai dari bulan Maret 2020 hingga tulisan ini dibuat, banoffee Kacka telah terjual 500 cup! Sekarang bersama mamanya Dapur Kacka memutuskan untuk menambah 1 menu baru Mash Potato Wagyu Saikoro. Menu ide tersebut datang dari Kacka tentunya dan ternyata hasilnya bagus. Banyak yang beli bahkan juga banyak yang repeat order.

Kunci passion and purpose. Menurut saya.

Semua contoh diatas tidak mungkin terjadi tanpa bantuan, bimbingan dan dukungan dari orangtua. Orangtua berperan besar terhadap education outcome anak. Hingga pada saatnya nanti orangtua menjadi mitra anak dalam pencapaian suatu keberhasilan. Baca masa belajar anak.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa penghargaan paling tinggi sebuah karya adalah saat karya di hargai dengan sebuah bayaran. Harga sebuah karya dihargai bayaran pengalaman disukai, pengalaman terpilih, sebuah kecocokan, karya dapat diterima, karya ingin dimiliki, karya mampu di bayar oleh uang dan karya di inginkan untuk terus ada.

Cita-cita mungkin dapat berbeda, tapi minimal belajar menjalankan sebuah proses kerja, bagaimana berkreasi dari nol. Memahami bahwa semua yang ada didunia ini ada prosesnya. Dan dengan demikian mengerti pentingnya struktur dalam berproses. Dan keterbukaan untuk mencoba mulai dari dorongan kesukaan atau kesenengan. Suatu pengalaman yang akan dibawa nanti dimasa depannya. Karena pada akhirnya di dunia nyata mereka harus dapat hidup tanpa berpegang atas instruksi. We need to help our children to live in a world where there are no instructions.

Seperti dapat kita sadari bersama bahwa orangtua jaman sekarang jauh berbeda dari orangtua kita sendiri. Perhatian, keterbukaan dan mau mengerti kebutuhan anak adalah salah satu pintu pembuka jalan bagi anak-anak kita. Satu tambahan dari pengamatan saya adalah, bahwa orangtua jaman sekarang sangat “aware” atau sadar atas kesalahan dan kegagalan orangtua mereka dimasa kecil mereka. Pengertian dan kasih sayang kita kepada anak menjadikan kita sebagai orangtua melakukan apa yang kita rasakan perlu bahkan penting bagi anak-anak kita.

Senang sekali saya melihat mendapat banyak cerita baru bermunculan. Memberi semangat baru dan sejuk rasanya didalam kalbu.

Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi teman pembaca.

Terima kasih banyak atas waktunya. Sampai jumpa di topik teman belajar bersama yang lain.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Perpanjangan STNK

Beberapa kali pengen share pengalaman perpanjangan STNK tapi ga jadi-jadi, pasti terlewat karena tulisan lain atau pekerjaan lain yang lebih memerlukan prioritas.

Alhasil, tiap tahun aku pasti nyari informasi kembali apa yang perlu di siapkan, pilihan apa saja proses dapat dilakukan dan apa yang perlu kita antisipasikan. Salah satu dan tujuan utama aku menulis adalah untuk kebutuhan diri sendiri awalnya. Minimal ada catatan sehingga bisa kembali lagi atau menambah informasi yang telah ditulis. 🙂

Berhubung tahun ini saya pas 5 tahun, walaupun dalam keadaan Social Distancing, tapi saya tetap ingin menyelesaikan kewajiban ini secepatnya. Apabila tertunda lagi, dalam keadaan yang tidak menentu seperti sekarang ini, apapun dapat terjadi. Sehingga saya merasa saya lebih baik kita segera tuntaskan.

Berikut pengalaman saya. Saya bagikan dalam beberapa pertanyaan.

Tulisan ini khusus bagi warga bintaro dan sekitarnya.

 

Apa pilihan pembayaran ?

Online dan Langsung

  • Pilihan Online.
  1. Pertama. Melalui online hanya bagi yang waktunya 3 bulan sebelum jatuh tempo. Jadi, misalnya jatuh tempo bulan April tanggal 30, artinya dapai dilakukan bilamana sebelum tanggal 30 Januari.
  2. Kedua. Silahkan periksa data melalui https://samsat-pkb2.jakarta.go.id/ lalu cantumkan nomor kendaraan dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  3. Ketiga. Lanjutkan dengan langkah-langkah mengisi data kendaraan, mengambil kota pengambilan nota pajak, lalu lanjut ke proses pembayaran.
  • Pilihan Langsung.

Di area bintaro pilihannya ada beberapa.

  1. SAMSAT keliling. Bagi penghuni bintaro disetiap minggu ke dua tiap bulan SAMSAT keliling berada di Kecamatan Pondok Aren, seberang Pasar Modern Bintaro.
  2. SAMSAT Ciputat. 30 menit dari Mc Donalds Emerald.
  3. SAMSAT Alam Sutera. 30 menit dari Mc Donalds Emerald.

Apa saja yang perlu disiapkan ?

Untuk dokumentasi :

  • Asli & Kopi KTP
  • Asli & Kopi STNK
  • Asli & Kopi BPKB
  • Dan bagi yang perpanjangan kendaraan 5 tahun-an, diperlukan Kopi NPWP

Catatan Penting :

  • Semua kopi harus di kertas A4 terlampir sendiri-sendiri setiap dokumen, jangan di potong.
  • Bagi yang belum fotokopi, disediakan jasa pada setiap SAMSAT.
  • Harus menggunakan baju rapih dan sepatu. Bagi yang menggunakan sendal dilarang masuk.

Bagaimana prosesnya ?

  • Semua sudah terproses dengan baik, lancar dan terstruktur.
  • Pada setiap akhir tahapan petugas selalui mengarahkan ke tahap berikutnya.
  • Sebenarnya bila kosong bisa makan sekitar 15 menit. Saat saya cukup ramai tapi tidak penuh jadi saya cukup lega menjalani prosesnya.
  • Bagi yang tidak perpanjangan 5 tahun, langsung ke lantai 1 dan mulai ke tahap ke 2 pengambilan formulir di lantai 1
  • Tahap 1. Cek Fisik Kendaraan. Serahkan kelengkapan dokumentasi lalu petugas akan memeriksa mesin mobil. Setelah itu ditempelkan sticker pada mesin. Petugas akan mengarahkan ke loket cek fisik untuk menunggu dipanggil dan diarahkan ke tahap selanjutnya. Setelah dipanggil diarahkan ke lantai 1 (lobby) untuk pengambilan formulir.

  • Tahap 2. Pengambilan Formulir. Berada di sebelah loket informasi. Serahkan dokumentasi dan diminta tunggu sebentar untuk petugas mengumpulkan formulir dan dokumentasi kendaraan. Setelah dipanggil akan diarahkan ke LOKET PENDAFTARAN & PENETAPAN.

  • Tahap 3. Tahap Periksa Ulang di loket LOKET PENDAFTARAN & PENETAPAN. Serahkan semua dokumentasi dan nomor panggil. Akan dilakukan pemeriksaan ulang keaslian dan kepemilikan untuk diserahkan dokumentasi ke bagian pembayaran.

cukup disiplin, dengan social distancing

  • Tahap 4. Pembayaran. Nomor yang digunakan adalah nomor antrian yang sama. Bagi saya, lebih baik siapkan uang cash. Sehingga selancar drop and go. Tanpa ada kemungkinan kerusakan system atau lainnya.

  • Tahap 5. Pengambilan STNK baru dan Plat baru. Setelah pembayaran selesai, panggilan dilakukan berdasarkan nama dan alamat. Selesai.

 Mudah, simple, cepat.

Mudah-mudahan pengalaman kamu sama baiknya ya. Good luck !

Sumber tambahan informasi dari cermati.

Belajar menabung bagi si Kecil

Belajar menabung atau belajar menghargai uang bagi si Kecil adalah sesuatu yang selalu menjadi agenda setiap orangtua.

Saya sendiri belajar dari pengalaman diri sendiri maupun memperhatikan kearifan kerabat dan keluarga saya dalam pentingnya menabung. Saat ini anak saya memasuki umur 6 tahun. Umur dimana dia sudah dapat menentukan pilihannya sendiri, kesukaan maupun apa yang diinginkannya.

Tidak jarang dia meminta untuk dibelikan suatu barang atau pergi ke tempat yang dia inginkan.Memiliki anak yang independen berpikir memang salah satu tujuan kami sebagai orangtua. Tapi kamipun ingin agar anak kami belajar untuk mengerti pentingnya untuk menghargai hidup dan belajar untuk terbiasa berusaha sendiri. Survival skills and fighting spirit akan kami coba untuk mulai ajarkan secara perlahan, one step at a time.

Mungkin cerita saya dapat mencerahkan bagi orangtua yang sedang mempersiapkan buah hatinya belajar menabung. Anak jaman now sangat kritis, tentu akan banyak pula pertanyaannya, “Kenapa harus di bank, Ma?”Bagi orangtua yang tentunya banyak yang perlu diketahui saat memilih tabungan untuk anak.

Mulai dari, memperkenalkan bank sebagai tempat untuk menabung hingga apa saja yang perlu disiapkan saat menabung di bank ?Kami mulai dari kemauan anak untuk menabung. Sejak masuk TK, anak kami diperkenalkan untuk menabung di celengan. Jadi sudah mulai mengerti dasar itu. Nah, memindahkan pengertian menabung di bank adalah sebuah proses tahap selanjutnya.

Saya mulai dengan pertanyaan seperti, Why do you have to save your money, evan ?

  1. Buat beli mainan !
  2. Buat pergi liburan !

Dua hal yang sederhana mengawali evan untuk menabung. Tapi ada hal lain yang menurut kami penting dan mulai kami ajarkan, adalah pengertian konsep

  1. Save for a rainy day
  2. Menabung untuk masa depan, dan
  3. Menabung untuk berbagi pada teman yang kurang beruntung

Masih belum bisa dipahami anak berumur 6 tahun saat ini. Tapi kami rasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai belajar. Pelan-pelan, berproses, one step at a time.Nah, sebagai orangtua di era digital tentunya saya mencari ke google, saran-saran mudah dalam mengajarkan anak untuk menabung juga memilih tabungan yang terbaik untuk anak.Beberapa hal penting menurut saya bagus untuk ditanyakan pihak bank antara lain,

  1. Jumlah Setoran awal kecil
  2. Jumlah saldo minimum
  3. Buku Tabungan atas nama anak
  4. Mendapatkan kartu ATM
  5. Desain menarik
  6. Biaya-biaya yang berakibat menabung.
  7. Promo menarik bagi anak
  8. Fitur Tambahan ; asuransi, fasilitas lain, orangtua dapat sms notifikasi

Dalam pencarian bank yang tepat tentunya saya berawal dari bank yang saya gunakan sendiri. Selain itu saya pun mencoba mencari di internet. Terus terang informasi walaupun cukup banyak tapi tidak terlalu lengkap dan menarik. Sehingga saya memutuskan untuk menabung di bank yang saya gunakan saat ini.Awalnya, saya ke CIMBNIAGA. Tapi ternyata tabungan anak cukup tinggi nilai komersilnya seperti,

  1. Setoran Awal Rp. 200.000,-
  2. Jumlah saldo minimum Rp. 1.000.000,- untuk mendapatkan bunga
  3. Dikenakan biaya admin tiap bulan

Selain itu,

  1. Tidak ada design menarik
  2. Tidak ada promo
  3. Tidak ada ATM
  4. Tidak ada fitur tambahan

Akhirnya kami mencoba ke BCA terdekat di rumah kami. Temuan kami,BCA tidak memiliki tabungan khusus untuk anak, namun ada TABUNGANKU. Sebuah tabungan yang dikhususkan untuk menabung dan hanya menabung. Sehingga, TABUNGANKU tidak bisa transfer ke luar bank BCA, bilamana diambil uangnya melalui ATM lebih dari 3 kali akan dikenakan biaya.Nama yang tertera dapat menggunakan nama anak (tentunya QQ nama orangtua yang membuka rekening ya) dengan syarat membawa KTP, NPWP dan Akta Lahir anak, semua dalam keadaan asli bukan kopi.Tapi bukan hanya itu pada akhirnya kita tentukan pilihan untuk memilih TABUNGANKU tapi juga karena

  • Tidak ada batasan setoran awal
  • Tidak ada saldo minimum
  • Tidak ada biaya admin tiap bulan
  • Mendapatkan ATM
  • Dan yang paling penting, proses membuka rekening menyenangkan bagi anak karena diajak terlibat dan waktu prosesnya hanya makan waktu kurang lebih 15-30 menit.

Si kecil diperbolehkan untuk ikut tanda tangan, dan ikut serta menghitung tabungan yang dia bawa. Walaupun sebenarnya kamipun sudah mempersiapkan dari rumah ya :))

TIPS.

Ada baiknya anak diberitahu proses yang akan dilakukan sebelumnya, diajak untuk mengerti agar tidak kaget dan sepakat ikut dengan rasa senang. Juga jangan lupa bawa barang-barang yang dapat membuat dia sibuk apabila perlu menunggu.

Terima kasih Bank BCA ! Tunggu kunjungan kami berikutnya ya. 

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com

lebaran tahun ini saya belajar

Pada dasarnya saya adalah pemerhati. Maksudnya saya senang memperhatikan orang. Dan tiap kalinya, membuat saya jadi refleksi diri. Apabila waktu lagi ada, kita jadi lebih peka memperhatikan, dan mata lebih jelas melihat.

Setiap lebaran kita selalu bertemu banyak kerabat dan saudara baik jauh maupun dekat. Ada kalanya tahun lalu kita tidak sempat untuk bertemu tapi tahun ini mendapatkan kesempatannya.

Apa yang saya pelajari lebaran tahun ini ?

Ada tiga hal penting yang membuat saya tertegun, senyum.

Pertama, age appropriately. (geli sendiri)

Umur tidak akan berhenti untuk bertambah, setiap tahun kita dapat melihat evolusi teman maupun saudara. Cerahnya wajah, warna pada rambut, sehat jasmani dan rohani, bagaimana masing-masing mempresentasikan diri, tindak tanduk cara fikir yang terucap. Sangat terlihat jelas tertangkap didepan mata. This is obviously, purely my thinking. Mine only, let me clear this out, yes. But looking at others made me think and reflect on myself.  What is done good, what to keep up, what to keep working on it.  What i like, what i do not like. What to be and what not to be. Learn from others, making a better self. So that we age appropriately.

Kedua, grandparents gone digital. 

Now this is funny. This is something new. Keberhasilan para grandparents transform digital. Mendengar ibu saya yang berumur 72 tahun berkata,”aku lihat dari youtube ! Aku belajar dari YouTube !” rasanya bangga bangeeeeeettd. Hahahahahha.

Ketiga, seeing today’s consequences.

All and all, this year, saya mendapat sedikit pencerahan.

Realisation in a good way. Looking at others made me realised somehow, someway, I’ve managed to make some good choices in life. Bertemu banyak orang from many walks of life made me understood that you and me today, are the consequences from the decisions we’ve made years and years ago. After all this time, questioning was I right to make that choice, did I do it right?

In the end you’ve come to wise up and recognised what kind of life you want to have now, and for the rest of your life. Career. Family. Passion. Life. The quality of life. Be specific. The kind of husband, the kind of wife, the mother, the father, the daughter, the son, the kind of family you want. When now or in your 40ies, 50ies, 60ies, 70ies, 80ies and so on. The decision you made in your teens, 20ies, 30ies will show later in life. That is today. Seeing today’s consequences. Right in front of you.

Life is a process. For those who want to mend, fix to become better there is still time. Hard work but it is possible.

For my nieces and nephews, look around you and pick your favorites. You don’t need to take it all in. Just pick the ones, the parts, the things you like best and forget the rest. Pick a lot. Register in your mind, make a vision and then hold that vision. Tightly. Pelajaran ada didepan mata.

Learning is a truly a gift. Pain or happiness is your teacher.

You really have to love yourself to get the best quality of life you want in this world. Fight for your life.

Happy Eid Mubarak everyone ! See you on my next post.

Tips jadi expat di luar negri

Bagaimana caranya menjadi expat di luar negri.

Melalui wawancara saya dengan Angga, saya mencoba membuat ringkasan yang dapat dijadikan panduan bagi teman-teman yang ingin bekerja keluar negri dan kesempatan untuk kompetisi secara global.

Saya membagi dalam 2 bagian penting.

  1. Bagaimana caranya
  2. Apa persiapannya

Pertama. Cara.

Dengan banyaknya persaingan, bagaimana kita bisa berbeda dan bersaing saat kesempatan datang pada waktunya.

  • Network

Pertemanan adalah tabungan masa depan. Saya rasa itu dapat dijadikan pertaruhan yang aman. Memiliki banyak teman dibidang apapun, dalam maupun luar negri dapat menjadi modal penting dalam menjadi kesempatan meniti karier. Apalagi bila kita memiliki hubungan yang sangat baik tentunya akan menjadi alasan untuk saling mengingat satu sama lain bilamana ada kesempatan bagus datang. Dan dapat kita akui, terkadang pertemanan yang menyenangkan dapat menjadi alasan untuk bekerja sama.

Pilihan lain adalah dalam mencari network yang effektif. Saat ini banyak sekali pilihan career network yang saling bersaing dengan kelebihan dan kemampuan masing-masing. Career network seperti linkedin, jobsdb, jobstreet, qerja dan lainnya adalah salah satu cara untuk mulai build up your network. Untuk dapat stands out tentu diperlukan upaya tersendiri yang uniquely you as a personal brand that can support professionally and be consistent on all channel.

  • Focus

Saat mencari pekerjaan di career social network kita perlu untuk focus dalam arti pencarian pekerjaan sebaiknya mencerminkan pilihan dan kelebihan kita. Semakin focus, semakin sempit perbedaaan, semakin mempersempit persaingan. Dan itupun sebaiknya tercermin dalam resume kita.

Melalui pencarian di jaringan karir apapun tentunya secara sistematis pencarian pekerjaan ditentukan oleh keywords yang kita isi. Seperti yang disarankan oleh Angga, bermain melalui pencarian keywords yang disesuaikan dengan pekerjaan yang kita minat misalnya “Indonesian Speaking”. Terkadang tidak melulu pekerjaan yang tersedia di area content atau translator tapi banyak sekali pekerjaan yang memerlukan keahlian berbahasa Indonesia. Misalnya, IT karena diperlukan coding program dengan kata kunci bahasa Indonesia atau customer service dan banyak lainnya.

Lalu penambahan kata kunci yang lain disesuaikan dengan minat dan tujuan kita bekerja seperti “location”.

  • Do your homework

Research.

Pelajari lebih dalam dan lebih luas tentang pekerjaan yang kamu pilih. Apa saja yang diperlukan menjadi ideal atas peran dan tanggung jawab pekerjaan yang ditawarkan.

Pelajari perusahaannya, dan industrinya. It would be nice apabila kamu dapat menemukan study case dari competitor atau perusahaan yang akan hire kamu.

Cari study case yang pelajari bagaimana penanggulangannya. Sebanyak mungkin dan seluas mungkin. Semakin luas pengetahuan, semakin dalam detail kamu bisa menjelaskan tentunya akan semakin meyakinkan.

Make a case

Melalui banyaknya study case yang dipelajari, coba untuk membuat berbagai study case dalam berbagai sudut pandang dan kebutuhan dalam pekerjaan tersebut. List down permasalahan dalam pekerjaan atau kebutuhan yang sering diperlukan dalam keseharian pekerjaan dan mencoba untuk menyelesaikan kasus menjadi sebuah solusi dan dengan sebuah ide atau hasil yang dibayangkan akan dapat. Lebih baik lagi apabila kamu dapat menceritakan success story kamu dalam perjalanan karier kamu atau pekerjaan saat ini.

Practice.

Mulai latihan seakan-akan dalam keadaan interview. Coba membayangkan pertanyaan yang akan diajukan dan coba untuk menjawabnya. Badani dengan banyak latihan. Artinya membayangkan, presentasikan, dari awal hingga akhir sesering mungkin. Mencoba berpikir dari sisi yang memberi interview atau perusahaan. Defend your case. Understand what you are talking about hingga penggunaan istilah yang digunakan.

Latih cara berbicara terutama bilamana diperlukan dalam berbahasa Inggris. Tidak perlu ragu atau malu dalam berbahasa asing saat interview. Mereka tahu bahwa itu bukan bahasa utama kita. Yang paling penting you get the message across and they understand. Saya ambil contoh saat Angga di interview langsung oleh CEO walaupun hanya 5 menit. Mungkin benar ingin kenal secara dekat tapi saya merasa mungkin ingin make sure apakah dalam berkomunikasi bisa saling mengerti dan lancar.

Kedua. Persiapan

Menjaga ekspektasi adalah hal yang paling utama melindungi kita dalam kekecewaan atau kesalahan. Karena kita di negri orang, jauh dari rumah atau hal hal yang memberikan kita kenyamanan yang pasti atau kemudahan. Tentunya persiapan adalah hal yang sangat penting dan jangan kita abaikan.

  • Pelajari negaranya

Dengan mempelajari negaranya kita akan mengerti kebutuhannya apa saja yang perlu kita siapkan. Kultur, makanan, gaya hidup, atau bahkan cuaca akan sangat membantu dalam kesiapan kita tinggal di negara asing. Dalam mempelajari hal tersebut kita dapat mempersiapkan diri atas 3 bulan pertama kita disana, makan, tabungan, biaya hidup, kenyamanan dan keamanan hidup di negri orang. Juga mempersiapkan kita atas daftar yang perlu kita tanyakan dan mungkin untuk dapat kita negosiasikan ke pihak yang memperkerjakan kita. Mulai dari visa kerja, gaji, benefit, asuransi, hingga allowence yang dapat membantu kita dalam living cost.

Tiap negara memiliki kultur dan aturan main yang berbeda seperti artikel yang saya temukan disini. Apa yang menjadi kebiasaan di negara satu mungkin berbeda dan menjadi tabu bagi negara lain. Misalnya di negara-negara Eropa bekerja tidak lebih dari 48 jam seminggu sedangkan di Jepang tidur siang selama jam kerja diperbolehkan berhubung jam kerja mereka hingga larut dan uniknya bekerja di Jepang ada penalty bagi overweight workers.

  • Negosiasi

Know your worth. Mungkin bekerja diluar negri lebih flexible dalam negosiasi berdasarkan nilai yang kita bawa. Asalkan kita dapat membuktikan saat interview, beranikan diri untuk memberikan nilai yang terbaik untuk diri kita. It is a business proposition. Semua kerjasama bisnis tentunya memiliki resiko sendiri pada tiap bagian masing-masing. Dan mencukupi kita untuk hidup aman, nyaman dan menabung. Adalah sebuah keseimbangan apakah diambil dari gaji atau dari benefit untuk memenuhi kebutuhan yang kita inginkan. Tidak masalah, asalkan dalam perjanjian kerjasama terasa seimbang. Itu mungkin kuncinya.

  • Straighten up and fly right.

To compete globally kita harus mempersiapkan diri kita untuk bekerja secara professional. Professional itu apa artinya ? Menurut saya, not only you have the ability to deliver your due diligence consistently but understand what does work ethics, maturity level and courtesy means in actualisation. You understand the boundaries are and manage to perform based on the required skill and knowledge of their role.

Focus on your work, work smarter, know how to use your time and energy. Sometimes speed is as important as the quality of your output. As a professional, personal judgement tidak berguna. Semua harus dikembalikan dengan judgement berdasarkan fakta pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Professional menurut saya harus terasa seimbang kedua belah pihak.

Dan yang tidak kalah penting adalah mulai berani untuk tampil kedepan, claim your work. Saya ingat salah satu teman saya bercerita atas pengalaman temannya di New York. Karena malu akan bahasa yang terbatas atau dirasa jelek, presentasi yang dia buat dia berikan kepada anak buahnya untuk di presentasikan. Akibatnya, yang mendapat pujian dan promosi adalah anak buahnya. Sayang bukan ?

And in the end, consistently do good. Pergunakan kesempatan dengan baik. After all, you are your work, not your resume. (took that quote from Seth Godin hihihih)

 

Now that you know how to do it and what to prepare. The only person that can formulate your own recipe for success is you.

Now go be awesome !