gambar masker sendiri

I made my own masker !

Suatu weekend waktu liburan kemarin saya iseng berikan sedikit kesibukan buat krucil selagi berkunjung ke rumah Nineng (Nenek).

Kebetulan kami ada pola, karena papanya produksi masker scuba design sendiri jadi kami print dan bawa untuk hari itu. Evan dan sepupunya lumayan excited berkreasi gambar dan mewarnai suka suka mereka sendiri. Pluuuuuuss jadi anteng sejenak kikikikikik.

Setelah jadi bahagianya luar biasa saat menerima hasil akhirnya.

Gimana ? Baguuuus gaaaa ?

Bagi yang tertarik untuk jadikan project bagi sikecil silahkan email ke tyas@bangwinconsulting.com , nanti kami akan kirimkan pdf nya.

Update : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi COVID-19

Halo teman belajar bersama,

Berikut informasi baru dari Kemendikbud RI, Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang di bagikan pada hari Senin, 15 Juni 2020 pada pukul 16.30 WIB melalui siaran langsung di Kanal resmi YouTube Kemendikbud RI.

Untuk keperluan Teman Belajar Bersama, saya coba menangkap esensi yang dirasa penting terutama dalam keadaan ini.

Saat saya bagikan informasi ini pertama kali adalah bahwa kita telah melewati masa #dirumahaja karena keadaan pandemi covid-19 pemerintah telah meminta kita semua untuk bekerja, bersekolah dan beribadah di rumah saja.

Dan saat ini, pembelajaran pendidikan ajaran tahun 2019/2020 baru saja selesai. Kita memasuki masa liburan tapi sekaligus mau tidak mau berharap cemas akan tahun ajaran baru 2020/2021.

Virus Corona dan Covid-19 masih belum dapat dikatakan aman, belum ada vaksin yang tersedia dan sebagian besar dari beberapa daerah di Indonesia masih dalam keadaan zona merah.

Untuk itu menurut saya penting saya bagikan beberapa pokok penting sebagai catatan #temanbelajarbersama bilamana ingin jadikan pedoman.

Silahkan.

Pokok Pertama.

Tahun ajaran baru tetapi dimulai pada bulan Juli 2020.

Bagi sekolah atau institusi pendidikan yang berada di zona merah dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah dan tetap melanjutkan untuk Belajar dari Rumah (BDR).

Status gambar per 15 juli 2020. Acuan bagi teman bintaro, bsd dan sekitarnya silahkan update melalui https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/

Pokok kedua.

Ada beberapa proses pengambilan keputusan untuk dapat mulai proses pembalajaran tatap muka. Apakah daerah sekolah masuk zona hijau ? Apakah mendapat izin dari Pemda setempat ? Apakah sekolah telah diperiksa dan siap pembelajaran tatap muka ? Dan apakah orangtua murid setuju untuk pembelajaran tatap muka. Keempat tahapan tersebut harus dilewati dan dipenuhi.

Pokok ketiga.

Dalam memulai tahap pembelajaran tatap muka ada protocol kesehatan yang dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang saling bersinambungan. Apabila ada kasus atau risiko level daerah berubah naik maka diwajibkan untuk ditutup kembali.

Pokok keempat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dirangkum adalah 3 pertanyaan utama yang jawabannya sebagai berikut.

  1. Orangtua tetap memiliki otoritas utama bagi keselamatan dan kesehatan anak sehingga bilamana orangtua memilih untuk bersekolah dari rumah maka diperkenankan oleh Kemendikbud.
  2. Biaya ada dan merupakan biaya yang diambil dari dana BOS (dana bantuan operasional sekolah)
  3. Sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan diatas, melalui Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan juga pada akhirnya keputusan orangtua murid masing-masing.

Update : Simak video cara belajar kebiasaan baru sesuai warna zona

Untuk informasi terbaru dari Kemendibud, dapat mengikuti beberapa jalur digital berikut ini :

  • Laman: kemdikbud.go.id
  • Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
  • Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
  • Facebook: fb.com/kemdikbud.ri
  • Youtube: KEMENDIKBUD RI

Semoga dapat menjadi manfaat. Selamat menikmati libur sekolah, tetap aman, sehat dan bersama yang tersayang.

Sampai ketemu di topik #TemanBelajarBersama lainnya.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Harga sebuah karya

Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.

Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.

Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.

Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.

Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.

Secara garis besar pesan Nina untuk beberapa pemimpin negara maju tersebut berisi kekecewaannya atas masuknya limbah asing ke Indonesia yang berdampak merusak kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Nina bercerita tentang pengalamannya mengunjungi pabrik kertas dekat kampungnya dimana ia menemukan banyaknya sampah plastik yang ikut diekspor ke Indonesia, diselundupkan di antara sampah kertas yang dibeli oleh pabrik. Sampah-sampah itu berasal dari Australia, Kanada, AS, Inggris, dan beberapa negara barat lainnya. Namun, sampah dari Australia yang paling mendominasi, disusul sampah dari AS. Loh negara kita kan bukan tempat sampah ya ?

Sekedar berbagi ya, karya aksi Nina ini benar-benar berhasil dan membuahkan hasil :

  • Menurut artikel dari The Asian Parent Indonesia respon dari Dubes Australia, melalui juru bicara kantor PM Australia, mereka berjanji akan menghentikan ekspor sampah yang tidak dapat didaur ulang di pertengahan tahun 2020. Selain itu juga mendukung Indonesia untuk mengurangi sampah laut sebanyak 20% dan sampah darat hingga 30%.
  • Sedangkan Kanselir Jerman juga menyambut positif seperti yang dijelaskan dalam artikel dari Kumparan juga dalam twitter feed Ambassador untuk Jerman Peter Schoof dalam hal produksi sampah plastik dimana ia berjanji akan membawa permasalahan ini ke Kanselir Merkel.

Belajar dari pengalaman ini, peran serta orangtua Nina dalam aksi ini berawal dari beberapa kebiasaan yang dijalan sehari-hari. Bahwa Nina dapat melakukan aksi karena memiliki orangtua yang rajin dan konsisten melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya yang saya tangkap adalah,

  • Agar selalu memiliki kesempatan untuk mengajak langsung turun ke lapangan melihat sendiri dan mencintai lingkungan memberikan dampak langsung kepada anak secara langsung.

Saya bayangkan contohnya dalam hal mengajarkan dan mencoba menjelaskan perbedaan lingkungan kotor dan bersih juga dampak yang terjadi akibatnya bagi kehidupan sekitar. Dalam hal ini, orangtua Nina menurut saya, dalam proses melatih Nina berpikir kritis dan berempati terhadap orang lain melalui refleksi diri sendiri berbanding dengan orang lain. Dalam hal ini perlu saya tambahkan dapat menjadi pelajaran morale yang baik bagi anak.

  • Mencoba untuk mengajarkan untuk mandiri dan menjadi orang yang dapat memberikan manfaat.

Ini menurut saya harus dimulai dari  kebiasaan sehari-hari dirumah dan konsisten menjalankannya. Karena yang namanya kebiasaan itu akan berjalan tanpa paksaan dan rasanya akan ada yang kurang bila tidak dilakukan. Pada momen inilah menurut saya akan muncul disiplin yang baik.

Dalam hal memberi manfaat mungkin dapat dimulai dari kebersamaan dirumah. Bagaimana dampak dari bantuan atau aktifitas yang dilakukan anak terhadap anggota keluarga dan rumah lainnya dan di utarakan dengan jelas.

  • Orangtua sebagai fasilitator dan contoh teladan anak. Ayah Nina, Bapak Prigi Arisandi adalah seorang aktifis juga dosen FST di Universitas Airlangga. Tidak ada paksaan bagi anak-anaknya untuk ikut dalam prinsip peduli lingkungan tapi tiap kali ide muncul dari anak berusaha untuk menangkapnya, dan mengarahkannya.

Dapat dimengerti bagaimana orangtua Nina sebagai pemberdaya Nina dalam berkarya. Mencoba untuk memahami awal ide Nina, ikut mendampingi, terus menerus konsisten beri semangat dan membuka jalan juga kesempatan agar karya aksi tersebut dapat dihargai.

Saya menjadi ingat pengalaman Megan Markle mungkin di saat umur yang hampir sama dengan Nina yaitu 11 tahun. Umur dimana anak-anak sudah dapat memberikan pendapatnya berdasarkan sesuatu yang menurutnya tidak baik berdasarkan pengertian latar belakang dan dampaknya. Meghan Markle diprofilkan di Nickelodeon ketika dia berusia 11 tahun setelah dia berhasil melobi Procter & Gamble untuk mengubah iklan seksis untuk sabun cuci piring. Berikut cuplikan dari CNN.

Pengalaman Nina diatas tentunya suatu pengalaman yang unik karena berbentuk karya aksi. Harga dari pengalaman ini sungguh besar bukan berarti sama dengan harga berbentuk mata uang rupiah tapi menghasilkan sebuah portfolio nyata yang memberikan konsekwensi kepada nasib hidup banyak orang bahkan dalam ukuran negara. Sampai kapanpun keberhasilan Nina bisa dijadikan pola proses berkarya yang baik bagi Nina secara pribadi dan sebagai individual. Kedepan mungkin tantangan Nina dalam bekerja sama dengan sesama pribadi yang memiliki kepercayaan yang sama untuk dapat bekerja sama dalam mimpi bersama. Kita lihat ya.

Saya melihat pengalaman Nina sedikitnya akan dapat di aplikasikan pada apapun program pendidikan, maupun minat kesukaannya.

Bentuk nyata education outcome adalah karya. Dijelaskan dengan baik dan pada akhirnya saya jadikan buku pedoman saya untuk membantu saya dalam proses anak saya sendiri. Buku “bakat bukan takdir” karya mas Bukik Setiawan. Baca deh.

Dimulai dari sebuah keinginan, lalu terbentuknya sebuah ide. Bagaimana eksekusi dari sebuah ide menjadi sebuah bentuk yang lebih nyata dihargai oleh orang lain.

Sekecil apapun bentuk dari sebuah karya, tidak terbatas dari kapan dimulainya anak berkarya karena hasil gambar anak dimasa taman kanak kanak pun adalah juga buah karya pada masanya. Baca Masa Anak Belajar.

Kini lingkungan dan tempat-tempat gaya hidup masa kini juga melek akan kebutuhan akitifitas interactive yang dapat memberi semangat anak-anak kita. Mulai dari komunitas minat tertentu seperti robotic hingga berlokasi di restoran mencoba menawarkan hal yang baru dengan value activity edukatif bagi anak-anak yang berkunjung.

Pengalaman anak kami berkarya bersama Engineering for kids dapat disimak melalui klik gambar ini.

Contoh lain, Shira, 8 tahun, Jakarta. Shira juga memiliki pengalaman karya aksi versi miliknya sesuai dengan porsi dan pola pikir seumuran dengannya.

Silahkan klik panah kanan untuk melihat rangkuman cerita melalui foto di Instagram ini.

Shira juga mencoba membuat karya desain baju. Dimulai dari sebuah coretan gambar menjadi sebuah sketsa baju hingga menjadi sebuah karya desain baju yang ditawarkan kepada orang lain untuk dijual. Buah harga karya yang kembali menjadi pelajaran berharga bagi Shira.

Silahkan klik panah kanan untuk melihat rangkuman cerita melalui foto di Instagram ini.

Pengalaman penghargaan hasil karya dimata orang lain yang mau membeli hasil karyanya. Itu bentuk tertinggi dari pelajaran harga sebuah karya. Shira menjadi mengerti proses. Suatu contoh education outcome dari jalur minat.

Terbayang senangnya Shira ada orang yang menghargai karyanya.

 

testimonial

Bagaimana apabila pengalaman karya dimiliki anak melalui jalur berkomunitas. Berada di tengah-tengah teman-teman yang sesama kesukaan. Melihat berbagai bentuk karya yang berbeda, melihat process dan progress buah karya orang lain dan belajar mengambil inspirasi dari kelompok atau komunitas sesama kesukaan. Itu dialami oleh Anaia, 10 tahun, Jakarta, melalui bantuan orangtuanya. Memberikan wadah dan dukungan atas minat dan bakat anak yang tidak berarti akan menjadi cita-cita dari Anaia atau bisa jadi salah satu dari cita-cita Anaia.

Art Exhibition pertama Anaia di lotte avenue diselenggarakan oleh Tomato Art School.

Komunitas dalam berbagai macam bentuk kini banyak yang dapat membantu anak-anak mengasahkan karya dan minat mereka. Dala hal ini komunitas menjadi wadah bagi Anaia yang dapat membantu mengarahkan, memupuk dan yang paling penting adalah mendorong semangat untuk terus mau mengasah karyanya.

Dan contoh yang juga unik karena kondisinya dekat dekat keadaan kita saat ini dimulai saat masa pandemi oleh Kacka, 16 tahun, Jakarta.

Instagram @DapurKacka

Berawal dari hobi masak Kacka senang mencoba berbagai menu disaat masuk social distancing dirumah. Tentunya orangtua dan adik Kacka bahagia sekali menjadi team tester yang setia. Tapi pada saat saat mencoba menu baru banoffee, semua approved dan bisa jadi kegemaran di keluarga. Melihat kesukaan Kacka memasak dan rasa bahagianya Kacka, mama Kacka mencoba beri ide untuk berjualan, sambil mengisi waktu mumpung saat ini diharuskan untuk #dirumahaja.

Jualan pertama hanya menawarkan ke teman-teman terdekat Kacka dan teman keluarga. Tapi lama kelamaan jaringan itu bertambah dan meluas. Bukti bahwa memang hidangan Kacka lezat terutama saat masuk bulan Ramadhan. Menjadi kesempatan dan momentum yang baik karena menjadi pilihan berbuka yang pas.

instagram @dapurkacka

Orangtua Kacka, ikut membantu dan mendampingi mulai dari sisi rencana pemasaran, menemani memilih dan belanja bahan, hingga dalam proses pembuatannya. Dimulai dari bulan Maret 2020 hingga tulisan ini dibuat, banoffee Kacka telah terjual 500 cup! Sekarang bersama mamanya Dapur Kacka memutuskan untuk menambah 1 menu baru Mash Potato Wagyu Saikoro. Menu ide tersebut datang dari Kacka tentunya dan ternyata hasilnya bagus. Banyak yang beli bahkan juga banyak yang repeat order.

Kunci passion and purpose. Menurut saya.

Semua contoh diatas tidak mungkin terjadi tanpa bantuan, bimbingan dan dukungan dari orangtua. Orangtua berperan besar terhadap education outcome anak. Hingga pada saatnya nanti orangtua menjadi mitra anak dalam pencapaian suatu keberhasilan. Baca masa belajar anak.

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa penghargaan paling tinggi sebuah karya adalah saat karya di hargai dengan sebuah bayaran. Harga sebuah karya dihargai bayaran pengalaman disukai, pengalaman terpilih, sebuah kecocokan, karya dapat diterima, karya ingin dimiliki, karya mampu di bayar oleh uang dan karya di inginkan untuk terus ada.

Cita-cita mungkin dapat berbeda, tapi minimal belajar menjalankan sebuah proses kerja, bagaimana berkreasi dari nol. Memahami bahwa semua yang ada didunia ini ada prosesnya. Dan dengan demikian mengerti pentingnya struktur dalam berproses. Dan keterbukaan untuk mencoba mulai dari dorongan kesukaan atau kesenengan. Suatu pengalaman yang akan dibawa nanti dimasa depannya. Karena pada akhirnya di dunia nyata mereka harus dapat hidup tanpa berpegang atas instruksi. We need to help our children to live in a world where there are no instructions.

Seperti dapat kita sadari bersama bahwa orangtua jaman sekarang jauh berbeda dari orangtua kita sendiri. Perhatian, keterbukaan dan mau mengerti kebutuhan anak adalah salah satu pintu pembuka jalan bagi anak-anak kita. Satu tambahan dari pengamatan saya adalah, bahwa orangtua jaman sekarang sangat “aware” atau sadar atas kesalahan dan kegagalan orangtua mereka dimasa kecil mereka. Pengertian dan kasih sayang kita kepada anak menjadikan kita sebagai orangtua melakukan apa yang kita rasakan perlu bahkan penting bagi anak-anak kita.

Senang sekali saya melihat mendapat banyak cerita baru bermunculan. Memberi semangat baru dan sejuk rasanya didalam kalbu.

Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi teman pembaca.

Terima kasih banyak atas waktunya. Sampai jumpa di topik teman belajar bersama yang lain.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Masa belajar anak

Ini adalah sebuah pemahaman.

Pemahaman yang saya dapatkan seiring dengan pengalaman saya di dunia sosial dan pendidikan. Sebuah pemahaman yang akhirnya saya pegang dan saya coba dalam masa belajar anak dan keterlibatan saya sebagai orang tua.

Saya akan mencoba memberikan gambaran ilustrasi dengan harapan memudahkan bagi teman belajar bersama untuk dimengerti.

Berikut gambarannya.

Pertama.

Masa anak belajar berbanding terbalik dengan besaran keterlibatan orangtua.

Kedua.

Contoh anak berumur 5 tahun dan keterlibatan orangtuanya.

Ketiga.

Contoh anak berumur 12 tahun dan keterlibatan orangtuanya.

Keempat.

Contoh anak berumur 19 tahun dan keterlibatan orang tua dimasanya.

Kelima.

Contoh anak berumur 28 tahun dan keterlibatan orangtua dimasanya.

Disaat itulah kita sebagai orangtua bertanya pada diri kita sendiri.

Apakah bekal yang telah saya berikan selama ini cukup ?

Apakah tidak perlu bantuan saya sama sekali ?

Tentunya semakin utuh seseorang semakin besar ilmu dan tabungan pengalamannya.

Sebaliknya, semakin besar umur anak, semakin siap dan cukup pembekalan ilmu, pengalaman, kematangan dewasanya, keutuhan kepercayaan dirinya terhadap cita-cita dan yang membuat dia bahagia dalam berkarya artinya semakin mandiri dia semakin kecil keterlibatan orang tua.

Keenam. Sebuah kesimpulan.

Kesimpulannya adalah, bahwa dalam gambaran ilustrasi diatas dapat dipahami bahwa semakin kecil umur anak, semakin besar diperlukan peran orangtua dalam mendidiknya. Semakin besar anak, semakin kecil peran orang dalam proses pendidikannya.

Artinya, semakin muda anak kejelasan, struktur, dibutuhkan anak. Untuk menjadi terbiasa tentunya ada kebiasaaan. Dari kebiasaan menghasilkan disiplin. Anak membutuhkan orang yang dituakan. Bukan teman. Tapi seorang yang dapat memimpin ke jalur yang baik sesuai dengan kebutuhan anak.

Lalu kapan anak butuh orangtua menjadi teman mereka ? Menurut saya, adalah pada saat anak mulai mengerti tanggung jawab mereka secara dewasa muda. Setengah jalan. Kedewasaan dan kesiapan anak tentunya berbeda satu dengan yang lainnya.

Pengertiannya seperti ini. Manusia terlahir kosong. Dari Nol. Anak tentunya akan bertindak belajar dari dari penglihatan, pengamatan, disekitarnya sehingga secara tidak sadar melakukan hal-hal yang sama dengan lingkungan sekitar.

Semakin kecil umur anak semakin banyak bantuan diperlukan dari orangtua. Semakin besar peran orangtua untuk dapat mengarahkan, memberi pola, pengertian baik dan tidak, peran orangtua untuk memimpin anak belajar dari titik nol. Akibatnya, pola berpikir, besaran ilmu, karakter akan terbentuk dari mulai dia terlahir akibat dari siapa yang memimpinnya.

Semakin besar umur anak semakin dia menjadi siap dan mandirinya pemikiran mereka dan semakin dia membentuk dirinya sendiri. Semakin dia tahu apa yang dia mau, memiliki gambaran mengenai siapa dirinya. Pada saat itulah orangtua beralih peran menjadi teman baik dan sahabat mereka.

Dalam tujuan education outcome. Mirip seperti pemahaman seorang pemimpin yang baik. Anak memerlukan seseorang yang dapat memimpinnya yang mau ikut serta sepanjang perjalanan untuk mencapai tujuan pendidikannya.

Karena saat dia percaya pada dirinya sendiri, peran orang tua berganti menjadi teman belajar bersama. Menjadi supporter kuat. Pendukung anak. Saya pun disarankan bahwa  jangan jadi teman saat diumur anak lagi butuh pengarahan. Anak butuh orang yang dituakan untuk mengarahkan jalan.

Melalui pemahaman ini saya disadarkan atas konsep homeschooling. Dimana semua yang ada dirumah ikut berperan dalam mendidik anak. Peran seorang guru bukan hanya disekolah. Artinya kita tidak boleh melepaskan tanggung jawab kita hanya kepada sekolah dan guru dalam proses pendidikan anak. Tapi bahwa orangtua merupakan guru utama bagi anak yang mana dibantu oleh guru dan sekolah. Bukan sebaliknya.

Lalu, bagaimana apabila orangtuanya hanya salah satu yang dapat hadir.

Saya pernah ditanya oleh seorang teman dimana suaminya beberapa tahun bekerja di luar kota, sehingga interaksi anak sangat terbatas waktunya. Pertanyaan teman saya adalah, apakah cukup ?

Berikut jawaban saya, berdasarkan pandangan saya. Menurut saya, si ayah harus berusaha menambal kekurangan waktu atau hutang waktu yang dibutuhkan anak. Karena kebutuhan tersebut tidak akan hilang. Seberapa waktu yang dapat mengisi kualitas yang dibutuhkan anak.

Karena itu saya sangat menghormati single parents yang memiliki challenge yang lebih besar, yaitu menjadi ibu sekaligus ayah bagi kebutuhan anak. Atau sebaliknya. Memberikan pendidikan, pengajaran dan pengalaman yang berbeda dari sisi ayah juga sisi ibu. Karena memang, ibu dan ayah memiliki kekuatan yang berbeda. Luar biasa sama besar dan sama pentingnya. Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam masa dan kondisi seperti ini. Saya pribadipun dibesarkan dalam keadaan orangtua berpisah. Sehingga pengalaman ini cukup dekat dengan saya.

Jadi untuk menjawab kapan orangtua dapat beralih peran dan menjadi teman pendidikan anak? Menurut pendapat saya adalah saat seorang anak cukup bekal pengalaman, pembekalan ilmu, kedewasaan dan kepercayaan dirinya cukup untuk masuk dapat berdiri sendiri atas kehidupannya sendiri. Tentunya merupakan sebuah kesepakatan antara anak dan orangtuanya dalam hal ini. Tidak berdiri sendiri ataupun berat sebelah.

Pertanyaan lanjutan adalah, apa sebenarnya fungsi sekolah ?

Jawaban itu adakan berhubungan erat dengan pilihan sekolah yang cocok dengan kebutuhan anak dan jalan hidup anak yang anak pilih. Tapi dalam keadaan pandemic corona dimana kita di tempatkan untuk melakukan Home Base Learning, sadari atau tidak, next step atau level up akibat dari pengalaman ini adalah kesadaran bahwa kita bisa belajar apapun dari rumah selama resourcesnya ada di dunia maya. Mau tidak mau bentuk dari sekolah pun akan mulai berubah.

Apalagi seringkali kita dibukakan pandangannya atas keberhasilan banyak pemimpin dunia, yang tidak lulus atau selesai sekolah tinggi.

Bagaimana education outcome yang diharapkan oleh kedua pihak anak dan orangtua dapat tercapai ? Bagaimana kita dapat membantu anak menemukan atau menggapai cita-citanya ?

Dan pembahasan itu melanjutkan saya untuk membahas aspek penting dalam proses belajar anak. The Education Outcome.

Terima kasih atas waktunya teman-teman. Bagi yang ingin membahas lebih lanjut, mari bahas di kolom komentar dibawah ini. Ditunggu !

Next, pengertian education outcome.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Jalan pagi bareng si kecil

Jalan pagi sudah menjadi rutinitas saya dan suami. Sudah hampir 3 tahun belakangan ini kami berusaha memulai hari dengan rutinitas jalan pagi sekitar kompleks rumah.

Terkadang saat suami saya bersepeda adalah pada saat saya ikut kelas fitness seperti muaythai atau TRX disekitar kawasan tempat tinggal kami.

Tapi pada hari minggu biasanya kami mencoba sedikit perbedaan untuk jalan diluar kompleks rumah. Agak jauh tapi lebih variatif dan berkesempatan melihat-lihat.

Suatu hari kami mencoba mengajak anak kami untuk ikut jalan pagi bersama kami. Tentunya kami mengerti bahwa apabila tidak di imingi pengalaman yang menarik pastinya lebih memilih untuk bermain di rumah.

Jadi selama perjalanan kami berdua berusaha melihat apa yang bisa kita ajarkan dan kasih lihat sebagai pengalaman yang menarik tapi juga memberi pelajaran yang berharga.

Pertama, belajar berjalan di jalan raya.

Selalu lihat ke kiri lalu ke kanan, pastikan tidak ada mobil atau motor yang bergerak kencang. Pastikan selalu ada orangtua mendampingi. And when its safe, we can cross the road. Yeay !

Kedua, ada apa disini, ada apa disitu ?

Melihat tanaman, serangga dan hewan yang ditemui selama perjalanan.

Saying hello, asking questions, bagaimana hidup dan apa yang terjadi apabila tidak dirawat dapat menjadi bahan menarik untuk dibahas bagi si kecil.

Ketiga, pastikan stop sebentar untuk berisitirahat.

Kebetulan, kami melintasi mcD dan tentunya evan langsung teriak, sini yuk papa !

HAHAHAHHAHAHA.

Cukup jauh memang perjalanan jalan pagi kami. Kami menghargai semangat dan kuatnya jalan evan tapi pada akhirnya dia menyerah dan teriak, gendong papah !

Selamat mencoba teman. Thank you for reading.

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com

Jakarta Aquarium

Our first visit to @jakartaaquarium .

Berada di lantai LM Neo SoHo Mall Jakarta Barat, persis depan Central Park Slipi. Karena di area mall jadi lebih mudah parkir dan langsung ke venue melalui lift saja.

Sehingga sangat baby or toddler friendly juga mudah bagi yang mengajak kakek atau nenek seperti kami ^_^

This is the opening entrance.

Lots of instagram-able moments 😜

So much to see, much to experience at @jakartaaquarium

Kalo boleh sumbang saran, agar pengalaman lebih terarah, pada setiap arena terdapat bantuan recorded voice over yang menjelaskan tentang topik ruang tersebut. Sehingga menambah pengalaman berjelajah dan pengetahuan bagi anak-anak yang haus pertanyaan kenapa dan bagaimana.

Terima kasih Jakarta Aquarium. See you again soon.

#jakartaaquarium #evanfamilyreview #smartparenting

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com

ipad atau baca ?

Punya masalah dengan ketergantungan si kecil dengan gadget?
Sama dong.

Coba deh alihkan dengan kesukaan yang lain. Sediakan pilihan lain seperti mainan kesukaan atau baca buku.

Tentunya kesukaan baca perlu sejalan dengan minat si kecil saat ini. Apakah itu tokoh favorit, filem kesukaan, atau topik di sekolah yang dia anggap menarik.

Kalo evan suka buku-buku bertema movie kesukaannya dari disney pixar, star wars, dream works. Karena kebayang serunya saat nonton, suka terus-terusan ditonton, apapun yang bertema sama pasti menyita perhatiannya.

Sekarang, masuk mobil kami sediakan pilihan buku dan mainan kesukaannya. Baby steps of course !

Terima kasih sudah membaca semuanya ❤️

#smartparenting #joyparenting #keluargabangwin