gambar masker sendiri

I made my own masker !

Suatu weekend waktu liburan kemarin saya iseng berikan sedikit kesibukan buat krucil selagi berkunjung ke rumah Nineng (Nenek).

Kebetulan kami ada pola, karena papanya produksi masker scuba design sendiri jadi kami print dan bawa untuk hari itu. Evan dan sepupunya lumayan excited berkreasi gambar dan mewarnai suka suka mereka sendiri. Pluuuuuuss jadi anteng sejenak kikikikikik.

Setelah jadi bahagianya luar biasa saat menerima hasil akhirnya.

Gimana ? Baguuuus gaaaa ?

Bagi yang tertarik untuk jadikan project bagi sikecil silahkan email ke tyas@bangwinconsulting.com , nanti kami akan kirimkan pdf nya.

Update : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi COVID-19

Halo teman belajar bersama,

Berikut informasi baru dari Kemendikbud RI, Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang di bagikan pada hari Senin, 15 Juni 2020 pada pukul 16.30 WIB melalui siaran langsung di Kanal resmi YouTube Kemendikbud RI.

Untuk keperluan Teman Belajar Bersama, saya coba menangkap esensi yang dirasa penting terutama dalam keadaan ini.

Saat saya bagikan informasi ini pertama kali adalah bahwa kita telah melewati masa #dirumahaja karena keadaan pandemi covid-19 pemerintah telah meminta kita semua untuk bekerja, bersekolah dan beribadah di rumah saja.

Dan saat ini, pembelajaran pendidikan ajaran tahun 2019/2020 baru saja selesai. Kita memasuki masa liburan tapi sekaligus mau tidak mau berharap cemas akan tahun ajaran baru 2020/2021.

Virus Corona dan Covid-19 masih belum dapat dikatakan aman, belum ada vaksin yang tersedia dan sebagian besar dari beberapa daerah di Indonesia masih dalam keadaan zona merah.

Untuk itu menurut saya penting saya bagikan beberapa pokok penting sebagai catatan #temanbelajarbersama bilamana ingin jadikan pedoman.

Silahkan.

Pokok Pertama.

Tahun ajaran baru tetapi dimulai pada bulan Juli 2020.

Bagi sekolah atau institusi pendidikan yang berada di zona merah dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah dan tetap melanjutkan untuk Belajar dari Rumah (BDR).

Status gambar per 15 juli 2020. Acuan bagi teman bintaro, bsd dan sekitarnya silahkan update melalui https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/

Pokok kedua.

Ada beberapa proses pengambilan keputusan untuk dapat mulai proses pembalajaran tatap muka. Apakah daerah sekolah masuk zona hijau ? Apakah mendapat izin dari Pemda setempat ? Apakah sekolah telah diperiksa dan siap pembelajaran tatap muka ? Dan apakah orangtua murid setuju untuk pembelajaran tatap muka. Keempat tahapan tersebut harus dilewati dan dipenuhi.

Pokok ketiga.

Dalam memulai tahap pembelajaran tatap muka ada protocol kesehatan yang dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang saling bersinambungan. Apabila ada kasus atau risiko level daerah berubah naik maka diwajibkan untuk ditutup kembali.

Pokok keempat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dirangkum adalah 3 pertanyaan utama yang jawabannya sebagai berikut.

  1. Orangtua tetap memiliki otoritas utama bagi keselamatan dan kesehatan anak sehingga bilamana orangtua memilih untuk bersekolah dari rumah maka diperkenankan oleh Kemendikbud.
  2. Biaya ada dan merupakan biaya yang diambil dari dana BOS (dana bantuan operasional sekolah)
  3. Sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan diatas, melalui Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan juga pada akhirnya keputusan orangtua murid masing-masing.

Update : Simak video cara belajar kebiasaan baru sesuai warna zona

Untuk informasi terbaru dari Kemendibud, dapat mengikuti beberapa jalur digital berikut ini :

  • Laman: kemdikbud.go.id
  • Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
  • Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
  • Facebook: fb.com/kemdikbud.ri
  • Youtube: KEMENDIKBUD RI

Semoga dapat menjadi manfaat. Selamat menikmati libur sekolah, tetap aman, sehat dan bersama yang tersayang.

Sampai ketemu di topik #TemanBelajarBersama lainnya.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Harga sebuah karya

Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.

Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.

Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.

Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.

Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.

Continue reading

Masa belajar anak

Ini adalah sebuah pemahaman.

Pemahaman yang saya dapatkan seiring dengan pengalaman saya di dunia sosial dan pendidikan. Sebuah pemahaman yang akhirnya saya pegang dan saya coba dalam masa belajar anak dan keterlibatan saya sebagai orang tua.

Saya akan mencoba memberikan gambaran ilustrasi dengan harapan memudahkan bagi teman belajar bersama untuk dimengerti.

Berikut gambarannya.

Pertama.

Masa anak belajar berbanding terbalik dengan besaran keterlibatan orangtua.

Kedua.

Contoh anak berumur 5 tahun dan keterlibatan orangtuanya.

Ketiga.

Contoh anak berumur 12 tahun dan keterlibatan orangtuanya.

Keempat.

Contoh anak berumur 19 tahun dan keterlibatan orang tua dimasanya.

Kelima.

Contoh anak berumur 28 tahun dan keterlibatan orangtua dimasanya.

Disaat itulah kita sebagai orangtua bertanya pada diri kita sendiri.

Apakah bekal yang telah saya berikan selama ini cukup ?

Apakah tidak perlu bantuan saya sama sekali ?

Tentunya semakin utuh seseorang semakin besar ilmu dan tabungan pengalamannya.

Sebaliknya, semakin besar umur anak, semakin siap dan cukup pembekalan ilmu, pengalaman, kematangan dewasanya, keutuhan kepercayaan dirinya terhadap cita-cita dan yang membuat dia bahagia dalam berkarya artinya semakin mandiri dia semakin kecil keterlibatan orang tua.

Keenam. Sebuah kesimpulan.

Kesimpulannya adalah, bahwa dalam gambaran ilustrasi diatas dapat dipahami bahwa semakin kecil umur anak, semakin besar diperlukan peran orangtua dalam mendidiknya. Semakin besar anak, semakin kecil peran orang dalam proses pendidikannya.

Artinya, semakin muda anak maka kejelasan, struktur, kenyamanan dan rasa aman sangat dibutuhkan.

Lalu kapan anak butuh orangtua menjadi teman mereka ? Menurut saya, adalah pada saat anak mulai mengerti tanggung jawab mereka secara dewasa muda. Setengah jalan. Kedewasaan dan kesiapan anak tentunya berbeda satu dengan yang lainnya.

Apabila manusia terlahir dari kertas kosong. Dari Nol. Anak tentunya akan bertindak belajar dari dari penglihatan, pengamatan, dan pengalaman yang diberikan disekitarnya sehingga secara tidak sadar melakukan hal-hal yang sama dengan lingkungan sekitar.

Semakin kecil umur anak semakin banyak bantuan diperlukan dari orangtua. Semakin besar peran orangtua untuk dapat mengarahkan, memberi pola, pengertian baik dan tidak, peran orangtua untuk memimpin anak belajar dari titik nol. Akibatnya, pola berpikir, besaran ilmu, karakter akan terbentuk dari mulai dia terlahir akibat dari siapa yang memimpinnya.

Semakin besar umur anak semakin dia menjadi siap dan mandirinya pemikiran mereka dan semakin dia membentuk dirinya sendiri. Semakin dia tahu apa yang dia mau, memiliki gambaran mengenai siapa dirinya. Pada saat itulah orangtua beralih peran menjadi teman baik dan sahabat mereka.

Silahkan tonton video ini untuk belajar memahami dampak dan akibat dari pengabaian emosional masa kecil.

Karena saat dia percaya pada dirinya sendiri, peran orang tua berganti menjadi teman belajar bersama. Menjadi supporter kuat. Pendukung anak. Saya pun disarankan bahwa  jangan jadi teman saat diumur anak lagi butuh pengarahan. Anak butuh orang yang dapat membimbing untuk mengarahkan jalan.

Lalu, bagaimana apabila orangtuanya hanya salah satu yang dapat hadir.

Saya pernah ditanya oleh seorang teman dimana suaminya beberapa tahun bekerja di luar kota, sehingga interaksi anak sangat terbatas waktunya. Pertanyaan teman saya adalah, apakah cukup ?

Menurut saya, si ayah harus berusaha menambal kekurangan waktu atau hutang waktu yang dibutuhkan anak. Karena kebutuhan tersebut tidak akan hilang. Seberapa waktu yang dapat mengisi kualitas yang dibutuhkan anak.

Karena itu saya sangat menghormati single parents yang memiliki challenge yang lebih besar, yaitu menjadi ibu sekaligus ayah bagi kebutuhan anak. Atau sebaliknya. Memberikan pendidikan, pengajaran dan pengalaman yang berbeda dari sisi ayah juga sisi ibu. Karena memang, ibu dan ayah memiliki kekuatan yang berbeda. Luar biasa sama besar dan sama pentingnya. Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam masa dan kondisi seperti ini. Saya pribadipun dibesarkan dalam keadaan orangtua berpisah. Sehingga pengalaman ini cukup dekat dengan saya.

Jadi untuk menjawab kapan orangtua dapat beralih peran dan menjadi teman pendidikan anak? Menurut pendapat saya adalah saat seorang anak cukup bekal pengalaman, pembekalan ilmu, kedewasaan dan kepercayaan dirinya cukup untuk masuk dapat berdiri sendiri atas kehidupannya sendiri. Tentunya merupakan sebuah kesepakatan antara anak dan orangtuanya dalam hal ini. Tidak berdiri sendiri ataupun berat sebelah.

Pertanyaan lanjutan adalah, apa sebenarnya fungsi sekolah ?

Bagaimana education outcome yang diharapkan oleh kedua pihak anak dan orangtua dapat tercapai ?

Bagaimana kita dapat membantu anak menemukan atau menggapai cita-citanya ?

Pembahasan itu melanjutkan saya untuk membahas aspek penting dalam proses belajar anak melalui tulisan berikutnya, the education outcome.

Terima kasih atas waktunya teman-teman. Bagi yang ingin membahas lebih lanjut, mari bahas di kolom komentar dibawah ini. Ditunggu !

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Sebelum pergi tonton video berikut ini dulu yuk

Teman Belajar Bersama

Belum lama ini, sebelum masuk masa pandemi, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Education Outcome lebih dalam kaitannya pada dunia sosial. Kesempatan tersebut membangkitkan kembali semangat saya, menyegarkan kembali passion saya di dunia sosial dan pendidikan.

Dalam perjalanan saya untuk belajar lebih dalam saya mulai dengan bertemu dengan teman-teman lama yang memiliki pengalaman di dunia pendidikan. Sayapun mulai berkenalan dan juga bertemu kembali dengan teman-teman yang memiliki passion di dunia sosial dan pendidikan.

Melalui perjalanan yang saya lalui, saya menerima banyak pendapat dan masukan baik dari proses maupun hasil akhir education outcome yang kemudian membuka lebih lebar sudut pandang saya. Seperti disiram air segar saya terdorong untuk merangkum sebuah kesimpulan, tentunya dari sudut pandang saya.

Biasanya, education outcome dirasakan penting bagi kita dalam tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak atau seringkali kita dengar agar nantinya pemimpin masa depan Indonesia dapat memenuhi kapasitas yang diperlukan dalam tantangan global.

Tapi melalui pertemuan saya dengan teman-teman di dunia pendidikan membuat saya kembali merefleksikan apa yang penting dan apa yang realistis dalam kehidupan nyata.

Saya membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian pembahasan.

  1. Masa belajar anak
  2. Education Outcome pengertiannya
  3. Mengapa Education Outcome penting?
  4. Bagaimana proses education outcome?
  5. Impact / dampak dari education outcome
  6. Harga sebuah karya.
  7. Bersekolah
  8. Memilih Sekolah

Topik-topik diatas dimaksudkan untuk menjelaskan pemahaman, keresahan juga mencoba untuk menawarkan buah pemikiran saya bagi teman pembaca dalam bidang pendidikan.

Saat ini masih terdiri atas 3 topik pembahasan yang siap untuk disimak. Tapi sejalan dengan perkembangan, sewaktu-waktu saya akan tambahkan lagi topik-topik atau pembahasan demi pembahasan yang menurut saya penting untuk dimengerti dan akan saya kumpulkan disini.

Saya mencoba menawarkan inisiatif yang saya namakan Teman Belajar Bersama. Suatu aktifitas yang ingin saya jajaki untuk belajar dan mengajak belajar pendidikan bersama.

#TemanBelajarBersama adalah suatu esensi yang ditangkap oleh Bung Simon dari Sinambung Indonesia yang berawal dari sebuah semangat. Sebuah semangat dari saya, Tyas Handayani, yang memberi daya dari dalam hati.

Semoga berkenan.

Salam pendidikan.

Silahkan lanjut bacaan disini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan bimbingan dari teman-teman:

  • Mba Hety dan Bapak Hamid Abidin dari Filantropi Indonesia
  • Mas Adit dan Bung Simon  dari Sinambung Indonesia
  • Mba Stien dari Pusat Studi Pelatihan dan Kebijakan Pendidikan Indonesia
  • Mas Bukik dari Kampus Guru Cikal
  • Bapak Tatang Suratno dari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Bapak Ben Suadi, Founder The Transformation Institute, Former Director PSF-School Development Outreach
  • Bapak Bambang Irianto F, Pakar dan Konsultan pendidikan Indonesia, Former Advisory Putera Sampoerna Foundation untuk Sampoerna Academy dan PSF-SDO.
  • Mas Yosea Kurnianto, Deputy Director SDG Academy Indonesia (an Initiative of Tanoto Foundation, UNDP & Bappenas)
  • Mas Timmy Widjaja, Sampoerna Academy Graduates, batch USA.
  • DR Sendy Widjaja, Founder Indo Advance, Former Head of Cultural PSF
  • Mas Ramya Prajna, coFounder&CEO ThinkWeb & coFounder Semua Murid Semua Guru

Izinkan saya terus menjadi teman belajar bersama kalian.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project inquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Home Made Pizza

Waktu itu udah pernah share belajar making pizza at Pizza Marzano kan ya.  Nah sekarang kita sharing pengalaman belajar bikin home made pizza. Tentunya dengan cara yang paling gampang dan cepat ya. Bagi si kecil yang penting pengalamannya, yang penting encouraging. Pengalaman yang membuat dia pengen buat lagi dan buat lagi, mungkin dengan bahan berbeda dan permainan rasa dan membuka minat dan kreatifitas dia.

First things first, the ingredients.

Khusus untuk home made pizza, kebanyakan dari bahan-bahannya tersedia di Hero Supermarket. Karena pilihan rasa, brand maupun pilihan sehat banyak yang tersedia.

  • Untuk roti pizza, saya memilih yang telah tersedia di bagian roti dengan pilihan gluten free isi 3 roti pizza berukuran sedang. Harganya sekitar 25ribu rupiah.
  • 2 macam keju. Keju cheddar kraft untuk diparut sebagai taburan terakhir dan keju mozzarella bongkahan biasanya tersedia dekat daging dan ayam dengan harga sekitar 30ribu rupiah yang membuat cheesy pizza bertambah delicious !
  • olive oil brand apapun, membuat rasa semakin lezat
  • smoke beef atau chicken atau turkey sesuai selera.
  • bila suka, cari nanas yang sudah dipotong suka tersedia di section buah. sesuai selera ya
  • dan untuk bumbu dasar, saya pake bumbu spagetti buat sendiri kebetulan lagi buat spagetti atau saya suka La Fonte

The rest is easy peasy my friends.

  1. Selalu tusuk-tusuk kembali roti pizza sebelumnya

2. Tambahkan olive oil pada roti maupun loyang. Trust me akan menambah rasa semakin enak.

3. Pertama berikan secara merata, bumbu saos spagetti yang telah jadi. Bila telah berisi daging giling, sosis, dan jamur semakin enak tentunya.

4. Setelah itu tambahkan sesuai selera. Bagi yang suka cheesy cheese silahkan iris mozzarella dan letakan sekelilingnya lalu taburkan keju cheddar untuk menambah kriuk.

Bagi yang suka ala pepperoni silahkan tambahkan smoke beef sesuai selera dengan mozarella atau tambahan lainnya seperti nanas. Silahkan.

5. Pre heat oven 180 derajat lalu masukkan pizza. Kurang lebih butuh 20 menit untuk siap saji

Lumayan buat weekend dirumah bareng keluarga. Selamat mencoba.

 

Engineering for Kids

Mencari pilihan extra curricular yang paling cocok bagi anak adalah hal yang tidak mudah. Believe me you are not alone. Tidak ingin menambah beban belajar anak. Mengerti pada dasarnya tugas seorang anak adalah bermain. Berharap dalam setiap permainannya dapat memberikan sedikit pelajaran. Yang mana mungkin dapat bertumbuh menjadi passionnya sendiri.

Kebetulan pilihan extra curricular di sekolah anak kami disediakan di dalam campus sekolah. Walaupun demikian, pilihannya banyak dan bagus-bagus.

Saat list panjang pilihan extra kurikuler datang, kamipun sedikit overwhelm akan banyaknya pilihan. Karena kami ingin anak kami yang menentukan pilihannya sendiri, melalui bantuan google kami informasikan semua pilihan extra kurrikuler dengan cara menunjukkan contoh foto atau video tiap pilihan extra kurikuler. Pada akhirnya, anak kami memilih #engineeringforkids sebagai pilihan extracurricular di sekolahnya.

Ketertarikannya terutama karena serunya melihat anak-anak membangun sesuatu. Bermain lego dan robot juga menjadi pemicu antusiasme kepengen ikutan Engineering for Kids.

Lihat deh pengalaman kami.

swipe kanan untuk lihat videonya ya

Tiap pulang dari ex-cul selalu antusias ingin pamerkan hasil buatannya dari kelas Engineering For Kids . Dan setiap kalinya selalu membuat semua di yang ada dirumah semangat ingin tahu apa yang telah dibuatnya sepulang sekolah. And then he would say, “are you so proud of me, mama ?” immediately i would say back, “yes sayang mama, sooooo much !”

Saya pun sering sharing di social media. Terus terang membuat orangtua lain dan anaknya ingin ikutan bermain sambil belajar Engineering for kids.

Seru banget !

Pengalaman yang baik betul-betul menjadi jalan yang terbaik dalam memberikan dampak dan semangat belajar bagi anak saya. Bermain sambil belajar. Dasar yang diperlukan untuk anak jaman now. Pola pembelajaran anak jaman sekarang tidak bisa disamakan seperti jaman kita dulu. Tidak bisa lagi anak dipaksakan bagaimanapun caranya.

Saya pernah bekerja pada suatu institusi yang memiliki pillar terbesar dibidang pendidikan. Pengalaman itu menjadi advantage tersendiri tentunya. Engineering for kids adalah salah satu bagian dari STEM. Salah satu metode belajar yang dipercaya akan menjadi pendorong utama dimasa depan anak.

Kini, STEM telah upgrade menjadi STEAM. Dalam pemahaman bahwa #STEAM yang kependekan dari Science Technology Engineering Art and Math banyak memberikan manfaat terhadap cara berpikir, struktur beranalisa, berpikir kritis, dan kreatifitas. #STEAM juga sangat membantu bagi dalam hal lainnya seperti contohnya bercerita dan bermusik.

Dapat dibayangkan kami sebagai orangtua ikut bersemangat mempelajari hal baru juga cara belajar baru yang sangat berbeda dengan pola belajar kami dulu. Karena pada akhirnya, kami pun ikut belajar banyak.

Terima kasih banyak #EngineeringForKids !

Bagi teman orangtua yang memiliki pengalaman di area STEAM, yuk kita saling berbagi melalui comment dibawah ini ya. Terima kasih sebelumnya.

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com

Jalan pagi bareng si kecil

Jalan pagi sudah menjadi rutinitas saya dan suami. Sudah hampir 3 tahun belakangan ini kami berusaha memulai hari dengan rutinitas jalan pagi sekitar kompleks rumah.

Terkadang saat suami saya bersepeda adalah pada saat saya ikut kelas fitness seperti muaythai atau TRX disekitar kawasan tempat tinggal kami.

Tapi pada hari minggu biasanya kami mencoba sedikit perbedaan untuk jalan diluar kompleks rumah. Agak jauh tapi lebih variatif dan berkesempatan melihat-lihat.

Suatu hari kami mencoba mengajak anak kami untuk ikut jalan pagi bersama kami. Tentunya kami mengerti bahwa apabila tidak di imingi pengalaman yang menarik pastinya lebih memilih untuk bermain di rumah.

Jadi selama perjalanan kami berdua berusaha melihat apa yang bisa kita ajarkan dan kasih lihat sebagai pengalaman yang menarik tapi juga memberi pelajaran yang berharga.

Pertama, belajar berjalan di jalan raya.

Selalu lihat ke kiri lalu ke kanan, pastikan tidak ada mobil atau motor yang bergerak kencang. Pastikan selalu ada orangtua mendampingi. And when its safe, we can cross the road. Yeay !

Kedua, ada apa disini, ada apa disitu ?

Melihat tanaman, serangga dan hewan yang ditemui selama perjalanan.

Saying hello, asking questions, bagaimana hidup dan apa yang terjadi apabila tidak dirawat dapat menjadi bahan menarik untuk dibahas bagi si kecil.

Ketiga, pastikan stop sebentar untuk berisitirahat.

Kebetulan, kami melintasi mcD dan tentunya evan langsung teriak, sini yuk papa !

HAHAHAHHAHAHA.

Cukup jauh memang perjalanan jalan pagi kami. Kami menghargai semangat dan kuatnya jalan evan tapi pada akhirnya dia menyerah dan teriak, gendong papah !

Selamat mencoba teman. Thank you for reading.

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com