gambar masker sendiri

I made my own masker !

Suatu weekend waktu liburan kemarin saya iseng berikan sedikit kesibukan buat krucil selagi berkunjung ke rumah Nineng (Nenek).

Kebetulan kami ada pola, karena papanya produksi masker scuba design sendiri jadi kami print dan bawa untuk hari itu. Evan dan sepupunya lumayan excited berkreasi gambar dan mewarnai suka suka mereka sendiri. Pluuuuuuss jadi anteng sejenak kikikikikik.

Setelah jadi bahagianya luar biasa saat menerima hasil akhirnya.

Gimana ? Baguuuus gaaaa ?

Bagi yang tertarik untuk jadikan project bagi sikecil silahkan email ke tyas@bangwinconsulting.com , nanti kami akan kirimkan pdf nya.

Update : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi COVID-19

Halo teman belajar bersama,

Berikut informasi baru dari Kemendikbud RI, Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang di bagikan pada hari Senin, 15 Juni 2020 pada pukul 16.30 WIB melalui siaran langsung di Kanal resmi YouTube Kemendikbud RI.

Untuk keperluan Teman Belajar Bersama, saya coba menangkap esensi yang dirasa penting terutama dalam keadaan ini.

Saat saya bagikan informasi ini pertama kali adalah bahwa kita telah melewati masa #dirumahaja karena keadaan pandemi covid-19 pemerintah telah meminta kita semua untuk bekerja, bersekolah dan beribadah di rumah saja.

Dan saat ini, pembelajaran pendidikan ajaran tahun 2019/2020 baru saja selesai. Kita memasuki masa liburan tapi sekaligus mau tidak mau berharap cemas akan tahun ajaran baru 2020/2021.

Virus Corona dan Covid-19 masih belum dapat dikatakan aman, belum ada vaksin yang tersedia dan sebagian besar dari beberapa daerah di Indonesia masih dalam keadaan zona merah.

Untuk itu menurut saya penting saya bagikan beberapa pokok penting sebagai catatan #temanbelajarbersama bilamana ingin jadikan pedoman.

Silahkan.

Pokok Pertama.

Tahun ajaran baru tetapi dimulai pada bulan Juli 2020.

Bagi sekolah atau institusi pendidikan yang berada di zona merah dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah dan tetap melanjutkan untuk Belajar dari Rumah (BDR).

Status gambar per 15 juli 2020. Acuan bagi teman bintaro, bsd dan sekitarnya silahkan update melalui https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/

Pokok kedua.

Ada beberapa proses pengambilan keputusan untuk dapat mulai proses pembalajaran tatap muka. Apakah daerah sekolah masuk zona hijau ? Apakah mendapat izin dari Pemda setempat ? Apakah sekolah telah diperiksa dan siap pembelajaran tatap muka ? Dan apakah orangtua murid setuju untuk pembelajaran tatap muka. Keempat tahapan tersebut harus dilewati dan dipenuhi.

Pokok ketiga.

Dalam memulai tahap pembelajaran tatap muka ada protocol kesehatan yang dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang saling bersinambungan. Apabila ada kasus atau risiko level daerah berubah naik maka diwajibkan untuk ditutup kembali.

Pokok keempat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dirangkum adalah 3 pertanyaan utama yang jawabannya sebagai berikut.

  1. Orangtua tetap memiliki otoritas utama bagi keselamatan dan kesehatan anak sehingga bilamana orangtua memilih untuk bersekolah dari rumah maka diperkenankan oleh Kemendikbud.
  2. Biaya ada dan merupakan biaya yang diambil dari dana BOS (dana bantuan operasional sekolah)
  3. Sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan diatas, melalui Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan juga pada akhirnya keputusan orangtua murid masing-masing.

Update : Simak video cara belajar kebiasaan baru sesuai warna zona

Untuk informasi terbaru dari Kemendibud, dapat mengikuti beberapa jalur digital berikut ini :

  • Laman: kemdikbud.go.id
  • Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
  • Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
  • Facebook: fb.com/kemdikbud.ri
  • Youtube: KEMENDIKBUD RI

Semoga dapat menjadi manfaat. Selamat menikmati libur sekolah, tetap aman, sehat dan bersama yang tersayang.

Sampai ketemu di topik #TemanBelajarBersama lainnya.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Education Outcome

Berawal dengan keinginan menulis tentang pengertian education outcome, sekarang menjadi sedikit lebih relevan dan menarik karena perubahan kondisi kita semua berkehidupan akibat dampak dari pandemi Corona atau Covid-19.

Kita mulai dari pengertian Education Outcome itu sendiri.

Pada intinya, pengertian education outcome adalah hasil suatu proses atau perjalanan pendidikan seseorang.

Seperti itu pengertiannya, tidak begitu mudah proses menjalankannya.

Melalui diskusi dan pembicaraan saya dengan beberapa pakar pendidikan, teman dan praktisi pendidikan di awal tahun 2020 ini menjadikan #temanbelajarbersama dan mendorong saya untuk membahas disini.

Tapi dengan banyaknya perubahan sejak akhir tahun lalu dan akibat dari global pandemi yang terjadi, apa arti proses sebuah education outcome dalam era new normal kini ?

Pendapat saya,

Pertama. Proses education outcome dengan kesempatan yang lebih adil

Kedua. Mengembalikan peran orangtua sebagai pembimbing pendidikan anak

Ketiga. Proses belajar mengajar yang baru.

Mari saya jelaskan.

Pertama. Kesempatan yang lebih adil.

Sejak akhir tahun lalu 2019 ada perubahan yang cukup signifikan yang diterapkan pada sistem pendidikan Indonesia melalui Mas Nadiem Makarim, mas Menteri kita yang baru untuk Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Apa yang berubah dalam sistem pendidikan di Indonesia yang menarik dan mendukung di jaman new normal ini ?

Jadi bagaimana sistem pendidikan Indonesia dapat memberikan kesempatan bagi siapapun untuk mendapatkan akses dan juga kualitas pendidikan yang lebih baik dan juga memahami bahwa biaya apalagi gengsi bukan lagi jadi sebuah nilai yang dapat dipertimbangkan.

Inisiatif atau gagasan baru dari pemerintah mendorong konsep belajar mengajar dengan cara yang baru. Relevansi terhadap kebijakan baru dan akibat dari pandemi ini saya rasakan penting bagi teman-teman pembaca disini.

  1. Merdeka Belajar

Suatu kebijakan baru yang dapat membantu agar guru dapat lebih fokus pada pembelajaran siswa dan siswa pun bisa lebih banyak belajar.

Sumber. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/empat-pokok-kebijakan-merdeka-belajar

  1. Kampus Merdeka

Kebijakan Kampus Merdeka adalah kebijakan berkelanjutan dari inisiatif awal Merdeka Belajar yang telah dikeluarkan sebelumnya. Didalamnya ada 4 kebijakan dalam Kampus Merdeka. Diantaranya adalah :

  • Kebijakan pertama

Otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan. Ditambahkan oleh Mendikbud, “Seluruh prodi baru akan otomatis mendapatkan akreditasi C”.

  • Kebijakan kedua.

Program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Mendatang, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis.

  • Kebijakan ketiga.

Kebebasan bagi PTN (Perguruan Tinggi Negri) Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi.

  • Kebijakan keempat.

Memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi (Program Pendidikan) dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks). “Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak sks di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks. Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil sks di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan,”

Sumber. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/01/mendikbud-luncurkan-empat-kebijakan-merdeka-belajar-kampus-merdeka

Dengan kebijakan dan inisiatif baru ini dapat kita pahami bahwa tentunya akan berpengaruh terhadap proses dan hasil education outcome anak-anak di jaman new normal.

Bahwa anak-anak di jaman new normal akan memiliki kesempatan yang adil, tidak terbatas atas suatu minat atau program pendidikan tertentu. Akses pendidikan dan belajar yang terbuka luas benar-benar memberikan kemerdekaan dalam proses belajar-mengajar, bagi yang diajarkan maupun yang memiliki keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Relevansi terhadap skill yang dibutuhkan di dunia nyata dan apa yang perlu dipersiapkan menjadi terbuka. Kemerdekaan belajar yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai tujuannya.

Kedua. Mengembalikan peran orangtua sebagai pembimbing pendidikan anak

Melalui pengalaman beberapa bulan belakangan ini secara langsung membuat kita dapat memahami bahwa melalui proses belajar-mengajar di rumah dapat membuka mata kita bahwa teknologi, melalui digital, membuat akses untuk belajar apapun yang kita mau jadi tidak terbatas. Home base learning atau bersekolah dirumah mengajarkan 2 hal.

Pertama, bahwa metode belajar mengajar dan berinteraksi melalui bantuan medium alat digitalisasi.

dan kedua, mengembalikan peran orangtua dalam proses belajar anak dan pendidikan. Tanggung jawab atas pendidikan anak harus dikembalikan kepada orangtua dan bukan guru atau sekolah. Itu karenanya saya rasa perlunya untuk berbagi pendapat saya sebelumnya atas masa anak belajar berbanding terbalik dengan besaran keterlibatan orangtuanya. Silahkan dibaca disini.

Ketiga. Proses belajar mengajar yang baru.

Akibat pandemi ini, demi kebaikan kita semua, kita perlu untuk melakukan physical distancing dengan stay-at-home, menjalankan kehidupan normal di rumah saja. Semua proses kehidupan termasuk bersekolah diharuskan untuk dilakukan di rumah. Semua proses belajar mengajar termasuk kegiatan bersekolah kini dilakukan melalui platform digital.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka baik guru dengan sekolah, murid juga orangtua harus belajar dan mulai terbiasa untuk menggunakan perangkat digital dalam kesehariannya untuk bersekolah.

Kondisi pandemi ini memaksakan orangtua untuk ikut mengerti dan juga belajar proses belajar-mengajar yang baru. Keharusan kita semua untuk tetap #dirumahaja mengajarkan kepada kita, untuk dapat mengevaluasi ulang sebuah nilai, kepentingan dari sebuah nilai dan bentuk sebuah nilai. Termasuk bersekolah.

Beberapa istilah belajar mengajar yang mungkin jadi terangkat akibat dari perubahan atau inisiatif Kementerian Pendidikan dan kebudayaan maupun aktifitas belajar dirumah antara lain seperti MOOC (massive open online courses), Home Based Learning (HBL) , Blended learning  bersama project based learning. 

Dalam setiap link diatas dapat disimak definisi dan konsep dari masing-masing cara belajar mengajar tersebut.

Proses belajar yang baru memberikan keterbukaan langkah demi langkah dalam memahami jalur dan ilmu pendidikan anak sesuai dengan pilihannya. papun pilihannya, ilmu akademika, ilmu praktek dan ilmu ketrampilan dapat terintegrasi dan diakses secara langsung, tidak terbatas. Kita dapat melihat dari pengalaman sendiri atau bagaimana anak kita berinteraksi dengan teknologi. 

Anak lebih siap untuk berkarya. Dan karya secara langsung dapat dihargai. Proses pembelajaran terjadi secara langsung. Semua mendapatkan kesempatan untuk saling kenal di manapun kita berada, juga dapat saling mendukung, serta mendapatkan kesempatan penuh dalam berjejaring dan berkolaborasi. Melibatkan proses pembelajaran dalam suatu aktifitas bersama, secara terstruktur, bertingkat dan terbuka bagi siapa saja yang mau ikut serta didalamnya. Kesempatan membangun portfolionya dari awal, dan belajar untuk mengerti bagaimana mengarahkan sebuah minat, menjadikan buah karya, bagaimana mengusahakan agar karya dapat dihargai oleh orang lain dan membangun karya menjadi sebuah pekerjaan atau bisnis. (sebagai contoh, baca harga sebuah karya disini)

Ada beberapa tantangan dalam proses menghasilkan education outcome yang baik. Yang pertama menurut pendapat saya adalah menjaga agar proses pendidikan jadi lebih realistis. Itu yang pertama. Tidak hanya realistis terhadap apa yang dibutuhkan di masa depan (dalam hal ini maksudnya adalah relevansi skill dan kompetensi) tapi lebih penting dalam proses belajar anak agar realistis dengan kehidupan, seperti realistis terhadap kondisi, situasi, dikala sedang belajar atau untuk dapat mempertimbangkan perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu di masa depan. Belajar untuk mencari jalan keluar atau bagaimana bernavigasi bilamana dalam keadaan tidak berhasil. Belajar dengan melihat fleksibilitas sebagai salah satu cara bukan sekedar jalan keluar.

Kedua. Melalui perubahan dan ketersediaan teknologi baru atau cara baru, dapat mendorong orangtua untuk dapat siap dalam mendukung minat dan bakat anak. Kesiapan memahami bagaimana cara untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Agar dapat membantu membentuk karya menjadi suatu solusi atau perbaikan kehidupan banyak orang di masa depan. Realistis dan nyata. Bilamana orang tua selalu mau ikutserta langkah demi langkah. Agar apapun kondisinya, anak mendapat cukup dukungan, mendapat semangat yang dibutuhkan juga dalam mencari jalan keluar.

Dalam setiap langkah dan proses yang berjalan, orangtua dapat mendampingi anak terutama saat menemukan suatu medium berbasis komunitas yang saling mendukung. Tidak bisa dilepas begitu saja dalam pergaulan dan belajar.

Ini tentunya membuat anak dan orangtua merasa aman dan nyaman dalam menjalani proses dalam menghasilkan education outcome yang baik.

Betul. Dibutuhkan keseimbangan antara aspirasi dan dunia nyata. Agar anak kita dapat membayangkan masa depannya dan juga memiliki ketangguhan dalam usaha untuk mencapainya. Kini melalui kegiatan seperti kelompok belajar bersama di online dapat memberikan akses serta kemudahan bagi anak dalam mempertimbangkannya.

Sehingga cita-cita seorang anak tidak lagi hanya satu, tapi bisa beberapa. Biarkan anak bereksplorasi tanpa batas, biarkan anak mencoba untuk berubah dan menyesuaikan diri dan mencoba banyak hal sesuai dengan keinginannya, bukan kemampuannya.

Mari temani anak belajar, menjadi teman anak dalam belajar. Bersama-sama.

Terima kasih atas waktunya teman-teman. Ditunggu input dan masukannya di kolom komentar dibawah ini ya.

Berikutnya, lanjutkan baca teman belajar bersama dengan topik harga sebuah karya.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Here’s a point of view on education. What do you think ?

View this post on Instagram

I think school is fantastic for some, I just don’t think it’s built in today’s world for as many kids as we think and there’s been a ton of learnings by parents these last 3-4 months as they’ve gotten closer to what’s being taught and how, I think there’s so much opportunity in education! EDUCATION is the Most important process but how it is sold and packaged in America has huge vulnerabilities and I think it’s important to talk about it because everyone loves their children and wants them to be healthy and happy ❤️🧡💚💙 Would love to hear from some parents on any insights they discovered this “Covid period” besides “their grateful the kids go to school 😂 “

A post shared by Gary Vay-Ner-Chuk (@garyvee) on

Teman Belajar Bersama

Belum lama ini, sebelum masuk masa pandemi, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Education Outcome lebih dalam kaitannya pada dunia sosial. Kesempatan tersebut membangkitkan kembali semangat saya, menyegarkan kembali passion saya di dunia sosial dan pendidikan.

Dalam perjalanan saya untuk belajar lebih dalam saya mulai dengan bertemu dengan teman-teman lama yang memiliki pengalaman di dunia pendidikan. Sayapun mulai berkenalan dan juga bertemu kembali dengan teman-teman yang memiliki passion di dunia sosial dan pendidikan.

Melalui perjalanan yang saya lalui, saya menerima banyak pendapat dan masukan baik dari proses maupun hasil akhir education outcome yang kemudian membuka lebih lebar sudut pandang saya. Seperti disiram air segar saya terdorong untuk merangkum sebuah kesimpulan, tentunya dari sudut pandang saya.

Biasanya, education outcome dirasakan penting bagi kita dalam tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak atau seringkali kita dengar agar nantinya pemimpin masa depan Indonesia dapat memenuhi kapasitas yang diperlukan dalam tantangan global.

Tapi melalui pertemuan saya dengan teman-teman di dunia pendidikan membuat saya kembali merefleksikan apa yang penting dan apa yang realistis dalam kehidupan nyata.

Saya membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian pembahasan.

  1. Masa belajar anak
  2. Pengertian education outcome.
  3. Harga sebuah karya.
  4. Bersekolah.

Topik-topik diatas dimaksudkan untuk menjelaskan pemahaman, keresahan juga mencoba untuk menawarkan buah pemikiran saya bagi teman pembaca dalam bidang pendidikan.

Saat ini masih terdiri atas 3 topik pembahasan yang siap untuk disimak. Tapi sejalan dengan perkembangan, sewaktu-waktu saya akan tambahkan lagi topik-topik atau pembahasan demi pembahasan yang menurut saya penting untuk dimengerti dan akan saya kumpulkan disini.

Saya mencoba menawarkan inisiatif yang saya namakan Teman Belajar Bersama. Suatu aktifitas yang ingin saya jajaki untuk belajar dan mengajak belajar pendidikan bersama.

#TemanBelajarBersama adalah suatu esensi yang ditangkap oleh Bung Simon dari Sinambung Indonesia yang berawal dari sebuah semangat. Sebuah semangat dari saya, Tyas Handayani, yang memberi daya dari dalam hati.

Semoga berkenan.

Salam pendidikan.

Silahkan lanjut bacaan disini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan bimbingan dari teman-teman:

  • Mba Hety dan Bapak Hamid Abidin dari Filantropi Indonesia
  • Mas Adit dan Bung Simon  dari Sinambung Indonesia
  • Mba Stien dari Pusat Studi Pelatihan dan Kebijakan Pendidikan Indonesia
  • Mas Bukik dari Kampus Guru Cikal
  • Bapak Tatang Suratno dari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Bapak Ben Suadi, Founder The Transformation Institute, Former Director PSF-School Development Outreach
  • Bapak Bambang Irianto F, Pakar dan Konsultan pendidikan Indonesia, Former Advisory Putera Sampoerna Foundation untuk Sampoerna Academy dan PSF-SDO.
  • Mas Yosea Kurnianto, Deputy Director SDG Academy Indonesia (an Initiative of Tanoto Foundation, UNDP & Bappenas)
  • Mas Timmy Widjaja, Sampoerna Academy Graduates, batch USA.
  • DR Sendy Widjaja, Founder Indo Advance, Former Head of Cultural PSF
  • Mas Ramya Prajna, coFounder&CEO ThinkWeb & coFounder Semua Murid Semua Guru

Izinkan saya terus menjadi teman belajar bersama kalian.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com