Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.
Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.
Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.
Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.
Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.
Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.
Kita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi. KIta memasuki era dimana lulusan tidak menjamin kesiapan berkarya.– Nadiem Makarim.
Saya setuju dengan pendapat tersebut.
Berawal dengan keinginan menulis tentang pengertian education outcome, sekarang menjadi sedikit lebih relevan dan menarik karena perubahan kondisi kita semua berkehidupan akibat dampak dari pandemi Corona atau Covid-19.
Kita mulai dari pengertian Education Outcome itu sendiri.
Pada intinya, pengertian education outcome adalah hasil suatu proses atau perjalanan pendidikan seseorang.
Seperti itu pengertiannya, tidak begitu mudah proses menjalankannya.
Melalui diskusi dan pembicaraan saya dengan beberapa pakar pendidikan, teman dan praktisi pendidikan di awal tahun 2020 ini menjadikan #temanbelajarbersama dan mendorong saya untuk membahas disini.
Tapi dengan banyaknya perubahan sejak akhir tahun lalu dan akibat dari global pandemi yang terjadi, apa arti proses sebuah education outcome dalam era new normal kini ?
Pendapat saya, proses education outcome dengan kesempatan yang lebih adil.
Tapi sebelumnya, mari kita lengkapi diri kita dan mengerti lebih jelas tentang Education Outcome.
Untuk mempermudah saya buatkan penjelasan atas 3 pertanyaan
Apa pengertian education outcome ?
Mengapa kita perlu memahami “education outcome”?
Bagaimana proses education outcome yang sebenarnya ?
Mari kita belajar bersama.
Pertama. Apa pengertian Education atau Learning Outcome ?
Education/Learning Outcome adalah
hasil dari pencapaian dan progress seseorang
akibat dari perencanaan pendidikan dan pengalaman pembelajaran yang baik
terlihat dari suatu indikasi kesiapan karir dan peningkatan kinerja
definisi dari Education / Learning Outcomes adalah pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang harus dimiliki siswa secara individu dan dapat ditunjukkan setelah menyelesaikan pengalaman belajar atau urutan pengalaman belajar.
Lalu, pengertian outcome dalam gambaran pendidikan yang lebih jelas, seperti apa bentuknya ?
Anak-anak memiliki rasa identitas yang kuat (Children have a strong sense of identity).
Anak-anak terhubung dengan dan berkontribusi pada dunia mereka (Children are connected with and contribute to their world).
Anak-anak memiliki rasa sejahtera yang kuat. (Children have a strong sense of wellbeing).
Anak-anak percaya diri dan melibatkan pembelajar (Children are confident and involved learners).
Anak-anak adalah komunikator yang efektif (Children are effective communicators).
Sepertinya tampak bagaikan sebuah proses manusia menjadi orang yang seutuhnya ya ?
Setiap gambaran hasil apabila kita orangtua refleksikan pada proses belajaran diri kita sendiri perlu cukup waktu dan kematangan diri untuk mencapai setiap hal diatas.
Jadi education atau learning outcome membuka pengertian kita bahwa dalam hal pendidikan dan proses pembelajaran anak, kita perlu membuat rencana. Karena outcome adalah hasil akhir dari sebuah fase.
Artinya, rencana menghasilkan output, lalu output akan menghasilkan outcome.
Satu hal yang saya mengerti dan menurut saya penting untuk dipahami adalah, fokus education outcome bukan pada perjalanannya tapi pilihan program pendidikan atau pembelajarannya.
Sebagai orang yang telah dewasa, kita dapat memahami bahwa apa yang kita alami, menjadikan sebuah pelajaran yang berharga. Karena itu betapa pentingnya kita memilih tidak hanya berdasarkan program didalam tempat atau institusi atau sekolah tempat belajarnya tapi juga bagaimana kecocokan cara belajar mengajar dapat “make or break” anak kita dalam bercita-cita. Apakah guru yang mengajar mampu memberi inspirasi atau sebaliknya menggunakan cara intimidasi dalam metode belajarnya ? Bagaimana kesempatan belajar yang didapat sepanjang waktu program belajar atau pendidikannya ?
Banyak sekali timbul pertanyaan-pertanyaan lanjutan ya teman belajar bersama.
Pemahaman yang saya dapatkan seiring dengan pengalaman saya di dunia sosial dan pendidikan. Sebuah pemahaman yang akhirnya saya pegang dan saya coba dalam masa belajar anak dan keterlibatan saya sebagai orang tua.
Saya akan mencoba memberikan gambaran ilustrasi dengan harapan memudahkan bagi teman belajar bersama untuk dimengerti.
Belum lama ini, sebelum masuk masa pandemi, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Education Outcome lebih dalam kaitannya pada dunia sosial. Kesempatan tersebut membangkitkan kembali semangat saya, menyegarkan kembali passion saya di dunia sosial dan pendidikan.
Dalam perjalanan saya untuk belajar lebih dalam saya mulai dengan bertemu dengan teman-teman lama yang memiliki pengalaman di dunia pendidikan. Sayapun mulai berkenalan dan juga bertemu kembali dengan teman-teman yang memiliki passion di dunia sosial dan pendidikan.
Melalui perjalanan yang saya lalui, saya menerima banyak pendapat dan masukan baik dari proses maupun hasil akhir education outcome yang kemudian membuka lebih lebar sudut pandang saya. Seperti disiram air segar saya terdorong untuk merangkum sebuah kesimpulan, tentunya dari sudut pandang saya.
Biasanya, education outcome dirasakan penting bagi kita dalam tujuannya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak atau seringkali kita dengar agar nantinya pemimpin masa depan Indonesia dapat memenuhi kapasitas yang diperlukan dalam tantangan global. Tetapi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan warganya, meningkatkan sumber daya manusianya, dan mencapai tujuan ekonomi dan pembangunannya, ada begitu banyak peluang bagian masyarakat yang memiliki potensi.
Untuk kebutuhan Indonesia kita perlu melihat atau mengambil contoh rata-rata nasib anak-anak Indonesia dalam menempuh pendidikan.
Education Outcome bukan tentang perjalanan tetapi memilih program dan kegiatan pendidikan yang tepat yang membantu jalur menuju hasil pendidikan Anda. Ketika akses dan kualitas pendidikan mulai ada perbaikan atau bahkan dapat ditingkatkan, jalur atau pemahaman yang tepat tentang program mana yang akan dipilih menjadi keputusan penting berikutnya, baik melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi (higher education) atau pembelajaran kejuruan (vocational learning) atau bahkan belajar sendiri secara independent, yang mana sejak jaman pandemi jelas terbuka peluangnya.
Tapi bagaimana dan siapa yang bisa membantu saya? Adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh setiap anak dan orang tua. Inilah inti dari #temanbelajarbersama.
Tapi melalui pertemuan saya dengan teman-teman di dunia pendidikan membuat saya kembali merefleksikan apa yang penting dan apa yang realistis dalam kehidupan nyata.
Saya membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian pembahasan.
Topik-topik diatas dimaksudkan untuk menjelaskan pemahaman, mungkin solusi juga mencoba untuk menawarkan buah pemikiran dan pengalaman orang lain dalam bidang pendidikan khususnya topic education outcome.
Beberapa topik pembahasan yang siap untuk disimak. Tapi sejalan dengan perkembangan, sewaktu-waktu saya akan tambahkan topik baru atau pembahasan demi pembahasan yang menurut saya penting untuk dimengerti dan akan saya kumpulkan disini.
Saya mencoba menawarkan langkah prakarsa yang saya namakan Teman Belajar Bersama. Suatu aktifitas yang ingin saya jajaki untuk belajar dan mengajak belajar pendidikan bersama. Niat saya, menjadi teman yang menemani dalam perjalanan, menjadi teman untuk sama sama belajar pendidikan bersama. Menjadi seseorang yang dapat memberikan semangat, seperti selayaknya seseorang yang dulu saya butuhkan waktu kecil dan muda dulu. I want to be that someone who you needed when you were younger. An encourager.
#TemanBelajarBersama adalah suatu esensi yang ditangkap oleh Bung Simon dari Sinambung Indonesia yang berawal dari sebuah semangat. Sebuah semangat dari saya, Tyas Handayani, yang berarti, si pemberi daya dari dalam hati.
Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan, dukungan dan bimbingan dari teman-teman:
Mba Hety dan Bapak Hamid Abidin dari Filantropi Indonesia
Mas Adit dan Bung Simon dari Sinambung Indonesia
Mba Stien dari Pusat Studi Pelatihan dan Kebijakan Pendidikan Indonesia
Mas Bukik dari Kampus Guru Cikal
Bapak Tatang Suratno dari Universitas Pendidikan Indonesia
Bapak Ben Suadi, Founder The Transformation Institute, Former Director PSF-School Development Outreach
Bapak Bambang Irianto F, Pakar dan Konsultan pendidikan Indonesia, Former Advisory Putera Sampoerna Foundation untuk Sampoerna Academy dan PSF-School Development Outreach.
Mas Yosea Kurnianto, Deputy Director SDG Academy Indonesia (an Initiative of Tanoto Foundation, UNDP & Bappenas)
Mas Timmy Widjaja, Sampoerna Academy Graduates, batch USA.
DR Sendy Widjaja, Founder Indo Advance, Former Head of Cultural Putera Sampoerna Foundation
Mas Ramya Prajna, coFounder&CEO ThinkWeb & coFounder Semua Murid Semua Guru
Izinkan saya terus menjadi teman belajar bersama kalian.