The trial

#TyasSocialProject #4

How I started at Pita Kuning through 3 months assessments

Langkah berikutnya setelah terplih adalah bekerja. Tapi saat itu saya menawarkan sesuatu yang belum pernah saya tawarkan sebelumnya dalam bentuk pekerjaan apapun yang pernah saya alami selama ini. Saya menawarkan untuk saling menilai. Let’s asses each other. I learn about the you, the yayasan. And you guys can learn about me. Are we fit together. We might not be a good match. Call it 3 month’s probations or an assessment. And so I decided not to get paid. Voluntarily work without pay. So I dive in, heart first.

Was it a mistake or not, feel free to be the judge of it. Entering a professional work without pay. Entering a job, starting to work full and giving your heart and soul into something that put your professional integrity on the line.

I decided pro bono karena saya mendahulukan hati saya dalam hal ini. Hati saya berucap ingin membantu. And this foundation needs help. I was so drawn to the cause, the only thing that matter for me was, nobody was willing to do it but me. So I feel I had to do it. Nobody was available. Harapan saya saat itu, mudah-mudahan pengalaman saya dapat memberikan inspirasi kepada orang lain untuk mau berkarya di Pita Kuning. If I had to be the 1st to jump, so be it.

Because I felt I didn’t know anything about the industry. Saya pun mulai dengan melihat situasi dan gambaran besar atas apa yang terjadi di Pita Kuning dan industrinya. Satupun saya tidak mengerti. Kenapa, bagaimana bisa terjadi. Bagaimanapun saya selalu berdasar atas sesuatu sebab pasti berakibat dari sesuatu alasan atau kejadian. Tidak ada hal yang tanpa dasar. Bahkan boleh dan tidak boleh harus beralasan dan berdasar sebab.

Walaupun saya terpilih, jujur proses saya bekerja untuk Pita Kuning merupakan sebuah proses yang cukup besar berdampak pada diri saya secara pribadi maupun professional.

Pengalaman saya terhadap kanker yang paling dekat terjadi pada salah satu tim saya di kantor sebelumnya semasa di PSF. Dia masuk desember, mulai sakit bulan januari, cek intensif mulai februari, april di vonis CA, mulai juni sudah tidak bisa masuk kantor lagi, oktober meninggal dunia. Cepat sekali.

Ibu dari suami saya, juga meninggal karena kanker. Beliau di vonis 1 tahun tapi berhasil bertahan hingga 4 tahun. Bagaimanapun juga bagi saya, kanker pada anak adalah sesuatu yang baru bagi saya.

Selain dari itu, saya menyadari bahwa untuk membereskan suatu organisasi yang telah berdiri 8 tahun bukan hal yang mudah apalagi dengan latar belakang pengalaman saya.

And so we set a timeline. October to December, 2015. And then I dive.

As I started to swim, I knew that the 1st thing we have to deal with was the process transition from old to the new. Change management. But before that, I needed to learn about this organization as much as possible, as fast as I could.

At that time, I understood very much that planning is still a blur if you don’t understand childhood cancer and how culturally works in the world of social foundation. Especially cancer foundation, how on earth you can make a solution when you do not know what is the actual problem. If there are problems to solve.

Yes, I do have some experience in social institution with Putera Sampoerna Foundation but PSF is, nevertheless, is a corporation. It has all the professional elements on hand, resources and also a complete support of infrastructure. Not to mention around 800 staff on board. PSF although was an organization with social purpose but it run based on corporate business settings. Very professionally.  My experience with PSF was to establish digital social media for business but that is another story I would like to take you soon.

Anyway. At that moment, this was me and me alone. Of course it was scary entering an unknown territory. But like Seth Godin said, if it scares you, it might be a good thing to try.

So I started doing the research. I came to the hospital (RSKD read Rumah Sakit Kanker Dharmais). I visited RS Kanker Dharmais as much as I could. Berkenalan.  I tried to open my eyes, heart and be open. Man ! did I need to be open (LOL). I met with everyone on board. Those at that time was the operational team. So saya mulai bertemu dengan mereka. Satu per satu saya interview sekaligus get to know them more better. To assess, to learn more, to understand, itu tujuannya. Do they want to move forward, what was their contributions, do they have any worries or ideas, do they understand Pita Kuning problems and do they want to make this better.

Setelah 3 bulan saya sedikit lebih mengerti orang-orang yang menjalankannya dan bagaimana mereka menjalankannya. Saya sedikit lebih mengerti keresahan mereka. Bagaimana mereka ingin berbuat tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Atau tahu bagaimana untuk membantu tapi bagaimana untuk mulai dan kemana. Saya sedikit lebih mengerti permasalahan yang dihadapi dalam keseharian di rumah sakit, issue yang terkait secara langsung atau tidak dengan organisasi.

Sedikit lebih mengerti batasan dan kemauan seorang volunteer di pita kuning. Cerita demi cerita terbuka dari segala sisi dan berbagai pihak. Not pouring out though. Not like I wanted. I had to dig in information and be creative in searching what I need as supporting info.

Selain dari komunitas didalam organisasi yang juga menjadi penting adalah penilaian atau menemukan data dan keterangan kongkrit yang dapat menceritakan keadaan pita kuning didalamnya, seperti program dasar layanan dan apa saja yang telah dilakukan selama tahun demi tahun, legalitas, keuangan, cara kerja, milestone dan pencapaian organisasi.

Lalu externally, secara memulai mempelajari apa yang ada diluar sana yang berhubungan dengan pita kuning apakah bentuknya sama sebagai suatu yayasan ataupun tidak.

Sebagai orang baru disini, saya masih bisa melihat dari kacamata orang luar organisasi dan mulai mempelajari, mempertanyakan, mencari tahu tentang bagaimana orang luar mengerti tentang yayasan ini.

  • Siapa saja yang kenal Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia ?
  • Sejauh apa Pita Kuning dikenal orang ?
  • Bagaimana persepsi orang tentang yayasan ini ?

Dari sisi Pita Kuning sebagai bagian dari ecosystem penanggulangan kanker di Indonesia. Bagaimana yayasan lain, pihak rumah sakit, para volunteer, para orangtua dan para donatur melihat Pita Kuning ?

Apakah tantangan dan keterbatasan yang dihadapi pita kuning dan teman-temannya ? Karena menurut pandangan saya, dalam membantu sesama, dalam urusan kemanusiaan, pribadi atau dalam bentuk sebuah yayasan seharusnya bekerjasama dan saling bantu.

Dan yang terakhir, yang juga tidak kalah penting adalah, bagaimana kebutuhan bantuannya yang benar-benar diperlukan? Apakah arti tepat manfaat bagi orangtua dari anak-anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera ?

Informasi dan harapan bagi yayasan ini tentunya saya terima tanpa filter. Tidak masalah juga karena bagi saya yang terpenting adalah getting those information dan membaginya dalam wadah-wadah di kepala saya yang akan digunakan kelak saat perencanaan dimulai atau kepada yang membutuhkan bila tiba pada waktunya.

Kesulitan saya, tentunya adalah mendapati informasi tersebut. Heheheheh. Ada kalanya perlu membelakak mata, mengelus dada, atau berlenggang jalan dengan tenang (dalam hati siapa tahu ^_^) and decide to worry about it later. Syulit.

Emenda Brahmana, relawan skill yang menjadi advisory Pita Kuning dalam urusan HRD melihat saya sebagai orang yang hobi menerobos. Luka, sakit, salah atau benar tidak masalah. Hehehehehhe, betul banget. Emenda ini adalah salah satu teman baik saya yang hadir dan mendampingi kami dari awal.

Dalam waktu 2 bulan dari bulan oktober hingga desember saya harus dapat mengerti permasalahan dan kondisi yayasan saat itu. Karena di bulan desember saya janji akan submit hasil penilaian saya terhadap organisasi ini dan rekomendasi saya untuk yayasan ini.

So apa yang saya dapatkan akhirnya ?

Tanggal 14 Desember 2015 saya kembali duduk bareng dengan mas Pandji Pragiwaksono, mas Steny Agustaf juga mas Lanang Aribowo.

CommaID, Santa, 14 desember 2015.

Apa yang saya bawa hari ini ? Sebuah perencanaan awal.

Apakah itu perencanaan awal. Rangkaian pembelajaran awal sebagai pemeriksaan sesuai dengan tujuan project ini perlu dilakukan menunjukkan gambaran dan konfirmasi temuan yang diperlukan untuk dibicarakan, dijelajahi bersama dan dikembangkan bersama para pemegang keputusan sebelum dijalankannya.

Dalam mengawali perencanaan, sebelum apapun itu bentuknya, saya selalu pastikan agar ada suatu framework yang yang dibayangkan bagi kebutuhan staying on track and what’s next saya bersama para pemimpin atau pemilik dari yayasan ini, artinya para pembina Pita Kuning.

Untuk kali ini saya membagi perencanaan awal menjadi 2 bagian

  1. Assessment and recommendation
  2. Change Management Plan yang terdiri dari re-organization and service plan

Planning tips. Suatu catatan yang pada akhirnya kita sepakati adalah bahwa setiap perencanaan harus flexible dan dapat di lihat kembali demi tujuan akhir yang kita inginkan. Kita harus siap akan perubahan dan penyesuaian karena memang tujuannya adalah untuk mencari bentuk yang paling sesuai dengan kondisi dan kelebihan yang dimiliki oleh yayasan ini tentunya. Harus flexible. Itu salah satu yang salah tekankan di awal dalam salah satu isi kesepakatan awal management bahwa setiap perencanaan harus flexible to be reassess and evaluated secara regular juga memiliki perencanaan intermediate. Rencana diantara rencana.

Jadi saat ini kita di Assessment and recommendation part.

Bagian assessment bukan serta merta menilai suatu keadaan dalam organisasi tapi tujuannya adalah untuk memberikan pengertian dimana saat ini organisasi ini berada. Terutama bagi orang orang penting didalam yayasan ini.

Mulai dari pengertian orang luar tentang yayasan ini. Melihat kembali dan mempelajari ulang visi misi dari organisasi karena setelah berjalan cukup lama, kepengurusan berubah, people come people go, kenyataan yang terjadi menjadi penting untuk ditinjau kembali apakah masih sesuai atau tidak.

Perapihan dalam segala sisi mulai dari apa yang jadi priorotas utama hingga akhir.

Struktur organisasi, apa yang ideal dalam sebuah organisasi sesuai dengan layanan yang telah ditetapkan vs apa yang kenyataannya berfungsi setiap

Layanan yang telah diakukan, bagaimana dilakukan, apakah sesuai dengan yang diharapkan. Apakah ada aturan main seperti prosedur dan protocol, adakah isu atau bagaimana penanganan isu atau masalah yang ada.

Posisi keuangan. Apa saja yang pernah terjadi yang mungkin dapat dijadikan sebagai milestone organisasi atau pencapaian termasuk kegiatan penggalangan dana.

Dalam kesempatan ini sayapun mengangkat temuan-temuan saya lainnya, yang baru, yang saya temukan along the way.

Dari semua permasalahan yang ada, permasalahan yang utama adalah bahwa pita kuning, berangkat dari sebuah komunitas menjadi sebuah yayasan tidak pernah naik kelas.

Maksudnya ? Maksudnya adalah, bahwa Pita Kuning tetap menjalankan kegiatannya dengan procedur dan pengelolaan seperti dalam sebuah komunitas. Apakah itu salah semua , mungkin iya mungkin juga tidak. Tapi kita sepakati bersama ada 8 points penting permasalahan yang perlu di perbaiki segera.

Again, tidak ada benar atau salah, tujuannya adalah untuk memicu diskusi, dan arahkan pembicaraan untuk mencari solusi atau sebelumnya rencana untuk menangani kondisi dan kenyataan yang ada. Maka dari itu saya merasa perlu untuk memberikan penekanan pada temuan-temuan dan juga list down those issues pada kenyataan identified as challenges and barriers terhadap tujuan kebaikan dari organisasi ini. No matter how long it is, my job was to put that on the table.Dalam perencanaan produk layanan, melanjutkan temuan yang telah di bahas bulan sebelumnya, saya membawa market update. Hanya untuk menggambarkan apa yang ada diluar sana. Dan kali ini saya mengajak pembahasannya lebih dalam ke permasalahannya melalui customer analysis, SWOT, pembagian dari stakeholders, lalu gambaran singkat produk layanan dengan mempertimbangkan, tujuan sebagai dasar, janji yang diberikan, pembeda dan kesulitan yang ada dalam sebuah definisi yang dapat dibahas.

Dan yang penting bagi saya adalah menggambarkan strategy map pita kuning, bagaimana semua stakeholders beraktifitas satu sama lain dalam sebuah ecosystem organisasi itu sendiri.

Penting karena, apabila ecosystem didalam organisasi tidak dapat hidup, mana mungkin Pita Kuning dapat menjadi bagian dari ecosystem yang lebih besar, yakni bagian dari penanggulangan kanker pada anak di Indonesia. Bagaimana pita kuning dapat memberi manfaat bagi kebutuhan kanker pada anak dari keluarga prasejahtera. Artinya, kualitas kinerja untuk menghasilkan hasil yang tepat manfaat adalah tujuan pertama yang perlu dicapai.

Karena pencapaian itu akan menjadi pembelajaran dan dasar kemana langkah Pita Kuning berikutnya. Bagaimana proses dan bagaimana bentuk tata bahasa pesan saat bersama kita bahas harus dapat menggali pertanyaan dan identifikasi aktifitas-aktifitas lanjutan yang dibutuhkan berikutnya.

Kita juga menyepakati atas apa yang seharusnya terjadi dalam waktu 5 tahun dan kesepakatan atas tahapan-tahapan yang harus kita dapatkan dalam mencapainya.

Tracking atas kualitas dan kuantitas tujuan pencapaian tersebut terdiri dijabarkan atas apa patut disepakati bersama pula.

Salah satu kebiasaan yang saya bawa dari jaman advsertising adalah membuat suatu competitive analysis terhadap organisasi-organisasi yang ada yang bergerak di bidang yang sama, kanker pada anak di Indonesia. Suatu langkah yang simple, jaman sekarang sering diabaikan but for me it still is an important tool, oldie but goodie.

Setelah memberikan pandangan terhadap kondisi organisasi, saya berikan suatu pandangan terhadap apa yang ingin kondisi masa depan. Where do you want to be.

Tapi untuk mencapai where do we want to be, needs, an intermediate plan.

  • Ada temporary recommendation.
  • Ada future recommendation.

Temporary recommendation. Berisi apa kondisi yang ingin dicapai, bagaimana dilakukan dan berapa lama.

Berisi ideas of what we need to do for internal organization and also externally. Pita Kuning telah established 8 tahun, cukup lama untuk sebuah organisasi. Tentunya dalam melakukan hal tersebut para management ingin tahu berapa lama diperlukan untuk siap ke tahap selanjutnya. So, it’s a negotiation. Everytime.

Sedangkan, future recommendation. Saya berikan 3 alternative.

  • Alternative 1. Re-establish YPKAI.
  • Alternative 2. Closed.
  • Alternative 3. Build a new YPKAI.

Setiap alternative perlu di berikan gambaran yang jelas dan pada akhirnya pembicaraan yang cukup lama.

My goal saat itu bukan decision secepatnya tapi memiliki kesatuan visi dan penerimaan kenyataan yang ada tapi juga memiliki gambaran jelas akan mau dibawa kemana ini yayasan.

And at that point in time, they unanimously decided to go for alternative 3, New YPKAI. And yes, based on all the findings, recommendation and the direction, they all agreed to proceed with me as Chairman /  Ketua.

Watch this video that I found :

The Lesson that has guided Ginni Rometty Career

Berikutnya, the beginning of change.

The Task Force

#TyasSocialProject #7

Who are the Task Force of Pita Kuning Psycho-Sosial Formulation

Tyas Amalia Yahya

Tyas adalah seorang relawan Pita Kuning yang telah bersama Pita Kuning selama 6 tahun pada saya baru masuk di bulan Oktober 2015. Artinya hingga saat ini, Tyas sudah jalan 8 tahun bersama Pita Kuning. Bersama Pita Kuning, Tyas sudah mengenal banyak orang, bertemu dan ikut mengalami banyak kejadian. Melihat semua kejadian dan melalui banyak milestones. Dan tetap menemukan dirinya memiliki keinginan untuk terus berkontribusi di Pita Kuning.

Anak pintar lulusan Kesejahteraan Sosial, FISIP UI, adalah satu yang saya kenal dari awal jauh sebelum saya diangkat jadi Ketua Pita Kuning. Kesejahteraan Sosial. Lulusan dari situ adalah menjadi Pekerja Sosial. Suatu peran yang sangat penting di dunia sosial dan bagi yayasan di Indonesia tapi jarang atau tidak banyak yang mengetahui.

Berhubung namanya sama dengan saya. Tyas sekarang dipanggil Lia, karena lia memiliki segudang pengetahuan maka menjadi sangat berharga bagi pita kuning untuk maju kedepan dan menjadi lebih baik. Kontribusi melalui pengalaman secara langsung karena itu menjadi pagar kami dan acuan dalam pengelolaan yang lebih baik.

Ita D Azly

Perkenalan saya dengan mba Ita adalah suatu pengalaman yang bisa dibilang menenangkan hati. Mencari teman untuk Pita Kuning yang merupakan seseroang yang ahli di bidangnya tapi berhubungan dengan kanker pada anak bisa dibilang tidak mudah. At this point, I have met, ngobrol, mencoba berkenalan dengan banyak teman psychologist. Buanyak. Dengan berbagai bidang psikologi dan pengalaman yang berbeda. Tapi memang diperlukan proses yang demikian hingga kami pun memliki learning curve yang sangat berguna dalam waktu yang cukup singkat.

Mba Ita adalah seorang psikolog anak dan keluarga yang banyak memiliki pengalaman menangani kasus kekerasan atau menyimpang. Selain dari itu kasus-kasus akibat dari dampak penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti AIDS, kanker dan lainnya juga menjadi minat beliau. Kontribusi mba Ita dalam membangun layanan baru Pita Kuning tidak bisa dikatakan sedikit. Terdorong dari passion dan niat yang besar untuk membantu mulai menggodok dasar visi dan misi Pita Kuning hingga formulasi dasar yang diperlukan bagi kami membuat suatu layanan yang memiliki komposisi yang sejalan dengan kebutuhan anak dengan kanker. Bersama mba Ita kami belajar banyak tentang apa itu psiko-sosial, bagaimana menilai suatu kasus kanker pada anak dane keluarga, bagaimana kita menjahitkannya dalam proses kerja di organisasi kami yang terdiri dari relawan pada kebanyakan.

Tidak berhenti disitu, peran dan keterlibatan Mba Ita juga memberikan banyak sekali tambahan nilai ilmu dan pengetahuan yang sangat berharga bagi kami untuk membentuk dasar organisasi yang baik melalui berbagai bentuk pembekalan dan training yang selalu siap sedia dilakukan oleh mba Ita. Mba Ita is a true hero for Pita Kuning.

Noviana Eva

Saya mengenal Eva sejak saya recruit dia di kantor sebelumnya, di PSF sebagai digital community officer dalam divisi yang saya pimpin Divisi Digital dan Social Media yang merupakan bagian dari Centralized Marketing & Communication. Eva adalah orang yang sangat  easy going, sharp dan selalu positive memiliki spirit yang sangat bagus. Saya mengajak Eva disini dalam dasar pengertian kemana Pita Kuning akan berjalan yaitu organisasi berbasis kemitraan komunitas dan pengalaman Eva di marcomm juga akan beneficial bagi kami tentunya.

Di awal kontribusi eva dalam formulasi layanan adalah dalam hal mencari kemitraan yang strategically beneficial bagi formulasi layanan kami tapi juga dalam formulasi pengelolaan relawan yang akan menjalani pendampingan tersebut. Eva juga memimpin relawan skill taskforce bersama jagoan-jagoan di dunia kerelawanan untuk membuat formulasi relawan pendampingan yang baik antara lain, Muhammad Fikri – Head of Community, Bukalapak, Yudha Adyaksa – Ketua Pramuka, Yosea Kurnianto – Founder Youth ESN, Hety A. Nurcahyarini – Aktifis Pendidikan, Indonesia Mengajar dan lainnya. Insights menarik dan masukan dari orang-orang yang terlibat langsung membangun initiative sosial di seluruh Indonesia membantu kita sehubungan dengan pillar kerelawanan yang akan selalu mendasar di Pita Kuning. Penting.

Ning Mahayu

Ning adalah salah satu hasil didikan Putera Sampoerna Foundation selama 6 tahun. Memiliki segudang pengalaman antara lain ikut mendirikan 3 initiative social mulai dari Sampoerna Academy dalam bidang pendidikan, Sahabat Wanita dalam bidang pemberdayaan wanita, Koperasi Siswa Bangsa dan terakhir di bagian Cutural Development. Walau saya pernah sekantor sebelumnya namun sebelumnya perlu saya akui saya tidak mengenal Ning secara pribadi tapi sebagai orang yang sangat suka mengamati , beberapa kali saya melihat potensi pada Ning yang saya kagumi dari jauh.

Saat mencari candidate untuk mengepalai layanan saya ingat Ning. Ning memiliki semua yang diperlukan. 6 tahun pengalaman di dunia sosial, terbiasa bekerja secara terstruktur professional, dan menyukai dunia sosial. Perfect. Kontribusi Ning sangat besar dalam pembangunan layanan dan operasional Pita Kuning hingga sekarang.

Among many strengths that Ning have, menurut saya, Ning memiliki kekuatan dalam mempelajari hal baru dengan lengkap dan lebih dalam. She relies on the actual “institution of information” as the foundation and instrument to develop the formulation of a product services. Kejernihannya dalam berpikir dari segala sisi dan memiliki hati untuk melihat membuat kemampuan analisa juga memberi solusi pada suatu permasalahan khususnya dibidang kemanusiaan. Up for any challenge , Ning has the potential untuk menjadi pemimpin yang baik.

Mustika Kusumaningtyas

Tika adalah orang yang terakhir saya ajak masuk dalam organisasi ini. Saya mengenal dia dulu saat bersama di Multiply Indonesia, salah satu perusahaan e-commerce pertama di Indonesia pada saat itu. Saya mengagumi Tika saat melihat dia bertanggung jawab atas operasional customer service. Cerdas, tajam, data driven, teliti, memiliki kemampuan pengelolaan yang kuat secara operasional dan process flow. Karena itu saya approach Tika. Pada akhirnya menyetujui untuk menjadi wakil ketua karena terdorong untuk membantu adik adik dengan kanker di Pita Kuning.

Tika memiliki passion di bidang kesehatan dan anak-anak. You can rely on Tika to do anything finance and operational driven. Kontribusi Tika dalam membangun formulasi layanan Pita Kuning sangat besar karena dia yang membantu menjahit semuanya menjadi satu sekaligus selau berhasil menemukan aspek operasional  yang perlu di tangani atau diperhatikan pada setiap proses maupun kejadian.

Click on each of their names and you can learn more about them.

Go back to, the formulation story. Or,

Go to the next story, Going Palliative Care.

 Going Palliative Care

#TyasSocialProject #8

Pita Kuning going Palliative Care, through Psycho-Social based activities.

Setelah menyelesaikan 3 bulan masa uji coba dari bulan October hingga Desember 2016, juga show case layanan kami dihadapan media dan donatur pada bulan Januari 2017 kami mencoba mengulas dan mempelajarai apa yang kami miliki sekarang.

Baik informasi, pengetahuan, pelajaran, semua kejadian yang kami temukan, dan pada akhirnya dapat mengisi dan memperbaiki kerangka dasar formulasi layanan kami .

Walaupun we still have a lot to learn absolutely, tapi paling tidak ada dasar dari sebab akibat dan semua tercatat. To find solutions of problems and how to handle them, what to do, why do we need protocols and operational supporting activities also division of support will lead to so many things termasuk pengelolaan biaya operasional.

Lagi lagi knowledge management. Pentingnya sebuah metode dasar diambil dari suatu pembelajaran 5 anak terpilih kami dalam 3 bulan aktifitas pendampingan dan penyaluran bantuan dana. Harapan saya dengan berjalannya waktu akan menjadi sempurna dengan suatu tujuan yang selalu sama, perbaikan kualitas hidup anak dengan keluarganya.

Setelah pembelajaran 3 bulan tersebut, kami lebih mengerti dan memahami banyak hal terutama kanker pada anak dan keperawatannya. Dalam penanggulangan kanker sesuai dengan KPKN,

yang kami temukan dan akhirnya pahami adalah bahwa selama ini kami telah melakukan kegiatan-kegiatan yang mengusahakan pentingnya perawatan paliatif. Namun dulu namanya belum ada. Atau pemahaman tentang perawatan paliatif masih salah.

Perawatan paliatif tidak hanya diperuntukan bagi pasien kanker yang sudah lanjut tapi justru dari awal diagnosa. Perawatan paliatif tidak dapat digantikan dengan medis tapi justru saling melengkapi bahkan hingga setelah meninggal bagi keluarga pasien.

Perawatan paliatif adalah rangkaian usaha untuk mencoba mengurangi rasa sakit, mencoba membantu menerima penyakit kepada pasien dan keluarganya, mencoba memperbaiki dampak-dampak akibat penyakit yang sulit disembuhkan dengan tujuan akhir guna memperbaiki kualitas hidup anak dan keluarganya.

Meningkatkan kualitas hidup bagi anak dengan kanker dan keluarga artinya dalam mimpi besar yang kami tuju adalah produktifitas keluarga. Pengertiannya adalah, apabila ada salah satu anggota keluarga sakit atau tidak dapat memiliki kinerja yang baik selayaknya biasanya maka akan terjadi kepincangan dari keluarga tersebut. Bila banyak keluarga yang memiliki kepincangan produktifitas maka kualitas kehidupan sehari-hari atas suatu komunitas RT, RW atau seterusnya sebuah daerah akan timpang. Mencari solusi besar dengan berawal dari apa yang kami lakukan adalah sebuah mimpi besar. Kami ingin menjadi bagian dari Indonesia yang lebih baik.

Bagi kami menemukan apa yang menjadi jati diri kami sejalan dengan sejarah perjalanan kami membantu anak kanker di Indonesia juga perkembangan kebutuhan yang kami temukan melalui 3 bulan uji coba adalah sebuah jawaban yang melegakan tentunya.

Going paliatif tentunya ada banyak adjustments yang diperlukan dalam organisasi Pita Kuning. Tapi dimanapun kita bekerja, dapat dipastikan tidak akan garansi perubahan dapat dilakukan kapan saja. Bagi saya, yang penting saat saya masih menjadi pemimpin adalah tujuan awal saya disini dan tujuan organisasi ini mau kemana tidak berubah. Masih sesuai dan sejalan dengan janji dan kesepakatan saya dengan para pemimpin organisasi ini, yaitu agar organisasi ini memiliki fondasi yang kuat, menjadi lebih baik dan agar memiliki kesempatan untuk dapat lebih banyak anak Indonesia dengan yang bisa kami bantu.

Mas Pandji, Pembina Pita Kuning pernah bilang, “kita masih punya kesempatan dan banyak fleksibilitas dalam hidup kita. Tapi adik-adik yang kita bantu bersama keluarganya tidak. Selalu beri ruang untuk tumbuh dalam organisasi Pita Kuning. Semua demi adik-adik yang kami bantu.”

 

 

Bagi kami, kegiatan menuju layanan paliatif banyak yang perlu kami lakukan baik persiapan maupun kedalaman skill dan kapasitas kami.

Kami mulai bekerjasama dan mencoba berafiliasi dengan banyak pihak agar we can rise above, be strong and steady to give the best that we can do of each year’s goals.

Dalam pengelolaan layanan kami yang berbasis kerelawanan dan juga hired workers, pembiayaan yang diperlukan untuk menjadi paliatif diperlukan kegiatan pendampingan dan pembekalan yang cukup banyak.

Sebagai yayasan yang memberikan layanan paliatif banyak yang perlu kita gandeng dan edukasi agar mengerti dan mau bekerjasama. Saya berharap agar Pita Kuning dapat menjadi bagian dalam ecosystem penanggulangan kanker pada anak di Indonesia. Harapan saya agar Pita Kuning dapat selalu memberikan kerjasama yang baik dengan pihak manapun.

Kini Pita Kuning mulai bekerja sama dengan yayasan atau pihak yang sejalan dengan kami dalam hal palliative care.

Rachel House Indonesia dan Rumah Harapan Valencia adalah 2 yayasan yang memiliki kesamaan misi dengan Pita Kuning.

Rachel House Indonesia mission is to provide palliative care for children living with life-limiting conditions, allowing them to live with joy and dignity in a non-discriminatory, safe and loving environment. Rachel House membantu anak Indonesia dengan AIDS dan Kanker dari keluarga prasjehatera melalui tenaga medis dan atas rujukan dokter. Kebetulan, CEO Rachel House yang baru, mba Kartika Kurniasari adalah sahabat lama dari Putera Sampoerna Foundation.

Hand in hand dalam setiap kesempatan merawat anak dengan kanker kami bergandengan tangan, Rachel House dari sisi medis, Pita Kuning dari sisi psiko-sosial. Mulai dari assessment awal hingga masa bereavement kami mengusahakan kebutuhan paliatif terjadi bagi setiap anak dan keluarga. Setiap bulan kami memiliki tanggung jawab bersama untuk review progress guna pengelolaan yang baik dan saling mengisi kekosongan yang ada saat ini dalam penganggulangan kanker pada anak khususnya di Jabodetabek.

Bersama Rumah Harapan Valencia kami bersepakat untuk saling mengasuh anak-anak yang memiliki kanker melalui aktifitas berbasis psiko-sosial. Mba Silly mengajak Pita Kuning untuk meneruskan ke kota-kota lain di Indonesia. Semoga doa itu tercapai.

Catatan kecil : Didunia kegiatan sosial, adalah tidak mungkin untuk saling bekerja sama. Karena yang kita lakukan adalah membantu sesama. Dengan segala kelebihan pastinya ada kekurangan yang dapat ditutupi oleh pihak lain. Dan semangat kompetisi harus selalu ada. Ramya Prajna mengatakan, kompetisi di dunia sosial akan membuat pentingkatan atas kinerja sehingga industri sosial lebih hidup dan exciting. 

Dalam hal pengelolaan anak dengan kanker dengan baik, kami mulai mempelajari apa fungsi Pekerja Sosial yang sesungguhnya. Kamipun berkenalan dengan mba Nurul Eka Hermawan seorang ahli Pekerja Sosial yang dikenal dengan panggilan mba Eka. Mba Eka telah lama bekerjasama dan memberikan konsultasi bagi Department Sosial hingga yayasan dan insitutusi Internasional karena pengalamannya. Bersama dan dibawah bimbingan beliau, Pita Kuning mulai recruit pekerja sosial dengan peran sebagai case manager dari masing-masing anak dan keluarga juga sebagai jembatan hubungan dengan multidisiplin yang dibutuhkan perawatan paliatif.

Kini, Pita Kuning memiliki 3 pekerja sosial yang handal dan dedicated coordinator volunteer dan komunitas yang tetap. Dan mereka adalah millennials sejati. Hebat bukan ?

Harapan saya, setiap anak yang memiliki case management terus menerus memiliki cerita yang dapat diangkat dan dibagikan. Apakah itu menjadi bahan monitoring atau proof of concept bagi kami adalah setiap kasus selalu memiliki pencapaian psiko-sosial yang bertahap berdasarkan kebutuhan perawatan paliatif mereka.

And in the end, I truly believe the impact of what we do will make a full circle of hope for the sustainability of Pita Kuning as part of the childhood cancer countermeasures ecosystem. All for the best in doing good together.

And that is why it is time for me to let go.

The formulation

#TyasSocialProject #6

How did we formulate Pita Kuning new product of service cornerstone.

Dalam melakukan pembaharuan di Pita Kuning, dalam pembuatan mesin baru Pita Kuning selain diperlukan reorganisasi kita memerlukan formulasi produk baru pita kuning. Produk disini artinya layanan pita kuning. Sebagai landasan ecosystem pita kuning. Dasar apa dan kenapa kita ada disini.

Saat ini penting untuk review kembali bentuk layanan yang tepat manfaat bagi anak-anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera tapi juga memungkinkan bagi kami untuk dapat membangun dalam jangka panjang sesuai dengan tipe organisasi kami juga secara operasional.

Itu kenapa saya ibaratkan dalam membangun perubahan atau membangun fondasi di Pita Kuning saya buatkan metaphor seperti membangun mesin baru.

Dalam stage awal seperti ini timbul pertanyaan seperti. Apakah itu tepat manfaat ? apa yang belum ada yang diperlukan bagi anak dengan kanker terutama bagi keluarga prasejahtera ?

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana membuat layanan yang tepat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan bantuan ?

Diawal saat assessment dan recommendation telah dimengerti pentingnya dan penyebabnya permasalahan terjadi juga keterbatasan hingga pengertian siapa stakeholders kami sebagai organisasi dan arah tujuan Pita Kuning.

Kini dalam fase awal seperti ini kami mengerti kami perlu banyak bekerja sama. Proses pengenalan dan kerjasama apakah bertahan atau temporary perlu dapat diterima terlebih dahulu untuk menghindari salah ekspektasi dalam membangun suatu layanan melihat dari output nantinya.

Bagi saya, diperlukan,

  • Suatu framework proses pembelajaran dan riset awal
  • Kegiatan yang dapat menghasilkan suatu prototype atau mungkin suatu “proof of concept”
  • Dan kegiatan yang dapat menghasilkan produk melalui proses kerja

Saya akui diperlukan perjalanan yang cukup panjang apabila kita melihat kembali dari apa saja yang pernah Pita Kuning lakukan.

Cukup banyak memang yang telah kami lakukan. Saat itu yang kami lakukan adalah sebuah konsep dengan nama Kliniko-Psiko-Sosial. Sebuah rangkaian kegiatan layanan yang mendukung kegiatan klinis atau medis, psikologis dan sosial.

Apakah yang kurang disini ? Adakah hambatan dalam menjalankannya. Dalam pengertian bahwa sebuah layanan adalah inti produk pita kuning maka pengkajian ulang sangat diperlukan ibarat membuka lembaran baru yang kosong. Kami, orang baru, mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuatu dari awal. Loh bagaimana atas semua kejadian dan layanan yang pernah terjadi sebelumnya ? Faktanya, selama ini, setelah saya pelajari lebih dalam, tidak ada yang mendata. Tidak ada pengetahuan yang tercatat sehingga pengalaman tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang yang mengalaminya. Apabila orang tersebut keluar dari organisasi, lenyaplah sudah dan perlu effort tambahan bagi orang baru untuk belajar apalagi melanjutkan perjalanan.

Dapat dimengerti kepentingan sebuah dasar kegiatan layanan karena kepercayaan atas sebab akibat dari kesinambungan kehidupan organisasi pita kuning bersama stakeholdersnya.

So where do we start ?

Ada beberapa aspect penting dalam proses pembuatan layanan disini. Saya membaginya dalam dua bagian dari framework :

Pertama, formulasi dasar berupa kerangka awal yang dibutuhkan untuk mengisi sesuai dengan pembelajaran dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dan,

Kedua, orang yang mengerti dan ahli dibidangnya. Saya masukkan dalam Task Force layanan pita kuning.

Formulasi Layanan Pita Kuning

Bagi saya, pengertian formulasi dalam hal ini menjadi penting karena bagi sebuah organisasi yang bergerak dibidang sosial atau kemanusiaan yang mana bergerak atas dorongan relawan juga memiliki aspek kesehatan dalam hal ini kanker pada anak maka yang menjadi kunci adalah adanya knowledge management. Tujuannya agar,

  • terstruktur, systematic,
  • mengikuti suatu tujuan yang jelas sebagai dasar,
  • berbentuk dalam komposisi dan aspek,
  • dapat melihat susunan dan setiap perubahannya
  • diambil dari temuan di lapangan baik dari sisi habitual pasien dan keluarganya maupun keseimbangan pengelolaan tapi juga manifestasi keadaan di lapangan
  • Berdasarkan situasi dan kondisi yang kami miliki di Pita Kuning
  • secara teratur terukur jelas setiap perubahannya.

Saya ibaratkan titik A adalah bentuk dasar awal. Berupa kerangka, berisi ide dan anggapan awal.

Dan titik Z adalah bentuk ideal. Dapat menghasilkan solusi siklus kehidupan yang saling memberi manfaat.

Sebagai contoh, titik A bisa saja berubah total menjadi titik C namun tujuan untuk membantu kelangsungan penyaluran bantuan bagi anak Indonesia dengan kanker dari keluarga prasejahtera tidak boleh berubah. Tujuan akhir adalah kesinambungan tentunya. Pita Kuning ingin terus menjadi bagian dari penanggulangan kanker pada anak di Indonesia khususnya bagi yang sangat membutuhkan.

Bagaimana melakukan semua daftar yang dibutuhkan diatas ? Jawaban saya adalah knowledge management.

As we progress and learn, saya pahami pasti akan banyak temuan di lapangan yang mengakibatkan penyesuaian dilakukan dalam layanan kita. Saya hanya berharap, siapapun kedepan yang menjalankan dan menambahkan dapat mengikuti disiplin metode pencatatan yang kami awali disini.

Knowledge management. Penting dalam sebuah organisasi apalagi bilamana perubahannya cepat sejalan dengan semangat selalu ingin membantu dan memberi manfaat menjadi salah satu filosofi kami di Pita Kuning.

Filosofi Pita Kuning yang baru

  • Pita melambangkan komitmen dan kesinambungan.
  • Kuning melambangkan energi positif dan semangat.
  • Pita Kuning adalah perwujudan dari kesadaran dan semangat membantu anak dengan kanker, didasari oleh komitmen yang kuat dan program yang berkesinambungan bersama mitra mitra yang memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan kanker.

Mari kita lanjutkan.

Di bulan Agustus , bentuk formulasi awal adalah seperti ini :

Di dalam kepala saya, kerangka pemikiran saya bagi dalam beberapa tahap.

  • Tahap pertama adalah alat pendampingan berupa modular atau tata cara dengan basis edukasi.
  • Tahap kedua adalah kegiatan pendampingan bagi anak dengan kanker yang membutuhkan bantuan.
  • Tahap ketiga adalah kegiatan penyalutan bantuan yang merangkum semua kegiatan dasar menjadi suatu manifestasi formulasi yang saling memberikan kehidupan.

Dalam membuat sebuah produk layanan kita perlu tahu dulu bagaimana caranya atau apa bentuk dasar dari kegiatan pendampingan. Bagi saya saat itu seharusnya berbentuk modular dan memiliki dasar edukasi didalamnya. Saya berpikir saat itu elemen edukasi hanya bagi penerima manfaat tapi ternyata memiliki aspek edukasi membuat kita mungkin untuk lebih luas lagi manfaatnya bagi organisasi ini seperti pengetahuan untuk relawan dan masyarakat pada umumnya.

Dari sisi formulasi pendampingan terbagi dalam 2 bagian yaitu pengelolaan relawan dan pembekalan relawan. Bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan.

Dan dalam formulasi penyaluran dana bantuan memiliki aspek penilaian sehingga terukur dan jelas dasarnya.

Dan aspek life cycle management dimaksudkan untuk mengerti proses yang diperlukan

Sejak 2017, perkembangan produk layanan kami menjadi

dengan proses seperti ini.

Apa yang terjadi diantara august 2016 hingga ahkir 2016 ?

Setelah formulasi awal kita sepakati, bagaimana cara pengisian formulasi tersebut adalah dengan cara ujicoba tentunya. Kita hanya punya waktu sekitar 2 bulan untuk mempersiapkan segala sesuatu hingga memilih 5 anak yang akan kami bantu.

Di mulai oktober 2016 kami mulai belajar dari kegiatan pendampingan dan penyaluran bantuan selama 3 bulan hingga desember. Dengan harapan, temuan-temuan dapat memberikan kami gambaran yang sedikit lebih jelas terhadap apa arti tepat manfaat.

Kami juga selalu membuka diri setiap kami bertemu dengan yayasan lain atau pihak lain yang berhubungan dengan kanker pada anak baik. Kami berusaha mendatangi dan membuka diri terhadap masukan dan kejadian demi kejadian. After all, we are all new to this. It doesn’t matter for us karena pada dasarnya kami semua memiliki kesamaan, yakni keinginan besar untuk belajar.

In the end of the year 2016, kami mencoba presentasikan ide kami ke dunia luar dengan cara media luncheon show casing dan ceritakan apa yang kami lakukan ke beberapa media juga mengundang para donatur yang pernah bekerja sama dengan pita kuning sekaligus malam perkenalan.

Pada akhirnya inipun adalah sebuah trial apa tanggapan media dan para donatur tentang progress yang kami lakukan karena pada akhirnya kami sangat bertanggung jawab kepada public dan those who’ve help us.

Siapa sih kita ?

Saat mulai menjalankan change management, saat berkenalan dan bertemu dengan banyak orang yang sekiranya sejalan dengan dengan kebutuhan Pita Kuning pada akhirnya kami menemukan orang-orang yang mau membantu dan cocok sejalan dengan misi kami.

Sebelum saya ceritakan siapa dan bagaimana proses awalnya, saya ingin kasih lihat 2 video dari Jack Ma yang menurut saya memiliki persamaan dalam pemikiran dengan saya.

Sama dalam maksud, dalam dua hal.

Hal pertama, search for people who is smarter than you.

Persamaan pengertian saya disini dengan jack ma adalah about the misconception about being a leader that does not mean you have to know everything. Saya tidak punya background kesehatan atau pun kanker pada anak. Saya bukan ahli dalam business dan saya pahami sekali itu. Tapi saya dipercayakan kemampuan saya untuk dapat membangun dasar yang dibutuhkan bagi organisasi ini.

Why ? Because,

Mencari orang-orang jago dibidangnya untuk membangun Pita Kuning ada salah satu tugas saya dalam keperluan change management tersebut. Harapannya, Pita Kuning yang akan mendapatkan keuntungan dalam hal ini. Nah, tentunya mencari orang yang berkapasitas biasanya memiliki leaderships skills sendiri yang tentu ada tantangannya. And that leads to the point no 2.

Hal kedua, search the right people.

Pita Kuning bukan untuk semua orang. Dalam mencari orang-orang yang tepat ada beberapa kunci utama menyesuaikan dengan kebutuhan di Pita Kuning .

  1. Memiliki kapasitas di bidangnya, artinya skill, pengalaman, pengetahuan untuk membangun pita kuning yang kami inginkan. Terstruktur dan berdasar, pintar karena pengalaman.
  2. Memiliki sense of entrepreneurship. Artinya mengetahui bahwa tidak bisa hanya melakukan bagiannya saja tapi everybody needs to do everything at the same time. Semangat start-up.
  3. Memiliki hati untuk membantu. Pita Kuning adalah sebuah organisasi sosial filantropi. Artinya kerjaannya bantu orang. Dia harus SUKA membantu orang. Punya hati untuk dapat peka dan mengerti dan menerima keadaan dan kondisi yang berbeda. Compassion is a must.

Ketiga hal tersebut tidak terbatas apakah dia akhirnya menjadi hired worker atau relawan. We are on a mission to search the right candidate for the job.

Nevertheless, those who has leaderships quality in them are not only bright but has their own idealism. Punya pengalaman dan tidak takut untuk bersuara. Kritis dan berkarakter. Sudah pasti memiliki pendirian, expektasi dan gaya sendiri dalam bekerja. Tentu gesekan “ego” adalah hal yang biasa terjadi tapi satu hal yang salut akan organisasi Pita Kuning adalah setiap orang yang saya ajak, saya ceritakan, dan pada akhirnya masuk dalam keseharian daily routine pita kuning sangat kesulitan melepaskan Pita Kuning dalam hidupnya. Setiap orang yang mengenal Pita Kuning, sayang dan sangat ingin terus berkontribusi.

Saya ibaratkan seperti bermain bola. Dimana sama seperti di organisasi lainnya, agar berjalan lancar bola di lempar ke bagian lain dan begitu seterusnya secara bergantian. Disini, saya melihat tiap kali bola dilempari kedirinya sangat amat disayangnya itu bola dan setiap orang mau memegang bola itu, mau mengurusi bola itu. Itu yang saya kagumi dari tim Pita Kuning, again maksud saya semuanya tanpa kecuali. Saya kagum dan merasa privilege to be a part of them. Orang-orang hebat.

They could of course choose their paths another way, but they chose to stay or help in any way they can. Whatever it takes.

And how about millennials ? Most of the team members of this organisation are a millennial so what do i have to say based on my experience with them, and you may quote me on this,

“give them a great cause and the opportunity to have a huge responsibility. give them the power”

Khusus dalam membangun formulasi layanan Pita Kuning yang baru ada beberapa yang memliki kontribusi yang besar dalam membangun pondasi yang dibutuhkan. Siapakah mereka ? Silahkan click The Task Force.

Next, Going Palliative Care.

 

The beginning of change

#TyasSocialProject #5

What happen when making a change for Pita Kuning.

Setelah menyetujui temuan dan arahan pada December 2015, pilihan untuk “membangun ulang” Pita Kuning adalah perencanaan berikutnya. Perencanaan berikutnya adalah, suatu gambaran atau acuan action plan yang akan kami lakukan. What do we need to do dan juga perubahan yang perlu dilakukan dalam organisasi Pita Kuning tersebut.

Dalam setiap perencanaan saya selalu ingin memiliki pola atau suatu bentuk pedoman yang dapat saya kembali untuk melihat dimana saya berada. Pedoman tersebut pada intinya adalah sebuah kerangka saya untuk berpikir dan saya sesuaikan dengan keadaan yang terjadi nantinya. Apakah terjadi di lapangan atau temuan pembelajaran selama perjalanan tersebut.

So I can look again, gathering all that has happened and go thru step by step all the details that should’ve happen. After all it is a plan. Execution is another thing. Planning also is a part of what you envision could be executed.

Tips. Planning and executions. 2 very different activity yet each has to stick together. Connect with each other. Answers one another. We adjust, adapt, re-arrange the plan just to fit in the main goal, the condition, the findings we received along the way. Putting pieces together, building one thing in to another, just like playing puzzles. All to make something a sense of meaning.

Pada saat itu, tujuan dari perencanaan saya hanya 2, Better management and pembaharuan layanan.

Those are the most immediate things that we need to discuss together.

  1. How to build a new engine
  2. How to show the engine works
  3. Launch the engine.

Dalam pembicaraan-pembicaraan awal diantara rencana dan exekusi, selalu kami, saya dan para Pembina bayangkan bahwa sangatlah penting terjadi kerjasama berbasis komunitas.

Menyatukan kekuatan dan peran masing-masing saling bertopang dan mengandalkan satu sama lain demi tujuan yang sama, yakni membantu anak Indonesia dengan kanker. Alangkah indahnya dunia when we all come together and focus on the bigger picture.

Selain dari itu, mengerti bahwa tidak selamanya saya akan disini, rotasi yang sehat, selalu ada orang baru datang memberi manfaat dan meneruskan perjuangan, yang lebih muda dan penuh semangat. Salah satu goal yang saya janjikan adalah agar perjalanan ini terlihat menarik dan setiap keterlibatan apakah hired worker atau volunteer dapat saling memberi inspirasi. Sehingga tidak menjadi beban dan menghindar dari istilah “seumur hidup”.

That was the plan. So what actually happened ?

 Paving the way.

Ploughing if I may say. Berdasarkan temuan-temuan dan keadaan yang disepakati bersama sebagai kekurangan dan kelemahan Pita Kuning saya perlu melakukan banyak kegiatan pembuka jalan atau kegiatan untuk menjadi mengerti.

Orangtua Pasien Kanker Anak RSKD, 21 Juli 2016

Pita Kuning, Love Pink, CISC

YOAI, Yayasan Kanker Anak Pertama di Indonesia

Selain berkenalan dan menjalin hubungan, saya banyak mendapatkan masukan yang berarti. Yang menemukan kekosongan yang diperlukan untuk di-isi oleh kami Pita Kuning yang belum ada yang dapat berikan. Pendekatan saya adalah personal dan kekeluargaan. Mungkin terkesan sederhana dan naïve tapi menurut saya sebagai seorang manusia biasa, terkadang yang dibutuhkan adalah sebuah kesederhanaan. Dan menurut saya, pendekatan itulah yang membuat Pita Kuning berhasil menjalin hubungan. Apakah baru atau lama, dan pada akhirnya membuka peluang untuk orang lain mengenal Pita Kuning itu siapa. We are people. People connect with people. It is important for people to relate with us. It is a necessary approach hence we are an organization that supports humanity. No matter how ugly or you get slam on the door honestly for me it is ok. Someone needs to do it, might as well be me. I remember my father once said “orang besar, hatinya besar mba Tyas”. Smile.

Saya juga merasa Pita Kuning membutuhkan jenis kepemimpinan yang memiliki kemampuan dan kerendahan hati yang dibutuhkannya. Pemimpin harus menghadapi tantangan dengan bertemu dengan mereka yang berada dalam situasi tersebut bersama kita. Di masa-masa sulit seperti melakukan perubahan atau kebutuhan untuk berubah, kita perlu membangun hubungan, kita perlu belajar dan merasakan apa artinya berada di dalam asosiasi, apa yang dipelajari didalamnya beserta solusi yang dikembangkan. Untuk kelak memiliki kemungkinan untuk memadukan atau pada akhirnya bergabung dan membangun aliansi.

Selain dari itu ibaratkan seperti bermain lego atau puzzles dimana sebagian informasi ada, masih banyak informasi kosong, proses perubahan tetap harus dilakukan dan bentuk organisasi belum jelas mau seperti apa nantinya. What I do have is a vision. A vision of what I would like this foundation to be. So I stick to that. Focus on that.

Just like any organization, we, the board of management and I understood clearly that we are determine about the changes that we have to make. That is to make the best of what we feel could support this foundation in the long run. We see the potential of what this organization can do. So the planning of this should be as ideal as how an actual business plan should be.

However. At that time. There are so many loop holes that needs to be filled in in order to develop an actual ideal business plan. We were not yet normal. But what is normal anyway nowadays.

Nevertheless, we agreed on the fact that those holes are somewhat cavity or errors and weaknesses, shortcomings and mistakes. That doesn’t matter now, however. The most important for me is that we all agreed, identified and work our way to change. So for me there is no way than not to go forward. Will just need to figure out somehow, so just…. Go.

Change Management.

Essentially the next action is change management. Reorganization. Our internal context of the organization. For all the reasons I have told earlier, what we need to do, what to expect.

Dalam hal ini, menemukan jati diri kita mungkin lebih mudah, tapi menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada dilapangan mungkin akan berbeda.

Change management. is a collective term for all approaches to preparing and supporting individuals, team, and organization in making organizational change. It includes methods that redirect or redefine the use of resources, work process, budget allocations, or other modes of operation that significantly change a company or organization.

Some people understand the importance of change management. Some feel it is unnecessary.

Well it is entirely up to the who is leading the change. Before entering Pita Kuning, I too had experience change management in my previous work place. So I knew how it felt to be the old guys and the new guy in this matter. It’s never easy. There are no easy way to do it. You just try you best but you cannot make everybody happy. And then again, it is not your job too. At this point the job is a smooth transition as possible.

Maintain the questions coming in to you. That’s a good thing. For those who do otherwise or might I say “ganggu aja” don’t even bother. They are monkeys and they are not your circus. I said in my head.

1st list to do is series of announcements and open discussions to cater questions and have time to explain also moderate the conversation happening in a way that you want the narration to be.

So throughout January til June I announced and take efforts in meeting with all sides of the stakeholders.

The announcements are basically, why need to change, what to do and how to do it.

Bagaimanapun ini adalah sebuah perubahan.  No matter how small it is or what size of the organization. Dan, for any organization there is a need and responsibility to announce the changes we are heading and agreed together for the main purpose. That means together we all understood and ready to work together for the betterment of this foundation.

Stakeholders pita kuning terbagi atas banyak bagian, pertama anak dengan kanker dan orangtuanya atau keluarganya, donatur, relawan, pihak ahli seperti dokter, suster, Rumah Sakit para psikolog dan komunitas seperti yayasan lain yang bergerak dibidang sama atau pihak-pihak yang terlibat dan bekerjasama dengan Pita Kuning, seperti komunitas yang bergerak di bidang anak, atau

How easy it was ?

From January to April.

  • As much as possible recruitment internal team identifying their skill and willingness to move together to the direction that we want to go. Agreed to be volunteering skills like IT, HRD, then also in the lookout for candidates of hired workers that has not only the experience but also the heart to do social related work.
  • Finding partners that could support the new formulation of service. Let it be from a skill set professionals such as dokters, psikolog, leaders in volunteering area who has established their own independent social initiatives organization, meet ups with children and education communities. Gathering knowledge and information.
  • Identifying Pita Kuning owned narratives and initial content for transitions. And also announcing on ready medium like our website and social media.
  • Take the effort to meet and engage with each stakeholders.
  • Transitions on legal and also finance.

April May

Setelah semua terlihat lebih jelas, saya dan mas Pandji Pembina Pita Kuning bertemu dengan Pakde Indro Warkop yang merupakan Pengawas Pita Kuning. Pertemuan dan pembicaraan berlangsung 2 jam nonstop penuh hingga Pakde mengaminkan perencanaan saya dan tentunya menjelaskan harapan-harapannya.

Grand Indonesia, April 2016

Kita mulai hiring di bulan May 2016. Dan kita mulai melakukan banyak kegiatan2 yang berbeda dari sebelumnya. Dan pada saat itulah #sayaPitaKuning dimulai.

#sayaPitaKuning adalah salah satu cara secara halus, memperbaiki dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap organisasi ini. Dimulai dari siapa saja yang ada didalam organisasi hingga yang baru masuk. Dimaksudkan untuk refresh memori para supporter di online atas tujuan pita kuning dan orang-orang didalamnya.

Membangkitkan kembali pitakuning yang telah lama tidak bersuara. Atau bisa dikatakan, bersuara hanya karena ada event atau melalui bantuan dari influencers yang menyuarakannya.

Mengelola sebuah organisasi yang berdiri atas kepedulian terhadap sesame manusia memiliki suatu rasa kebersamaan yang sangat kuat. Bahwa faktanya mereka masih ada atau tidak keluar dari setiap channel media sosial yang ada membuktikan masih ada rasa keingintahuan dan peduli juga ada rasa kesukaan yang kuat terhadap organisasi Pita Kuning sehingga berkeinginan kuat untuk menjadi bagian dari Pita Kuning.

Dalam pengertian tumbuhnya sebuah komunitas dapat disetujui bahwa yang membuat mereka bergabung bersama adalah karena sebuah persamaan. Persamaan itulah yang mengawali ketertarikan untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Apakah karena persamaan kesukaan, habitual, atau hingga sedalam persamaan nasib sepenanggungan. Biasanya ikatan yang yang paling kuat adalah ikatan dimana memiliki persamaan nasib.

Pita Kuning memiliki tujuan untuk membantu anak-anak kanker dari keluarga prasejahtera. Memiliki persamaan pengalaman atas kanker, memiliki persamaan anak dengan kanker, memiliki kesukaan kerelawanan yang tergerak atas kepedulian dan rasa ingin membantu anak-anak yang sakit. Hal-hal seperti inilah yang membuat komunitas pita kuning pada dasarnya kuat. Karena cause nya kuat. Karena sebabnya sangat besar untuk kemanusiaan. Sebab yang langsung tanpa ada pembatas atau alasan lain selain membantu anak yang sedang sakit.

Tidak ada kegiatan kampanye secara besar-besar memang. Tapi kami memulainya dari hal-hal yang menggambarkan pembaharuan di Pita Kuning.

Recruitment relawan misalnya juga pencarian staf operasional. Perkenalan anggota pita kuning lama dan baru. Dan aktifitas-aktifitas perkenalan yang kami mulai jajaki bersama sejak awal tahun 2016 kedepan. Tiap foto pertemuan, tiap kegiatan internal atau external kami berikan #sayaPitaKuning. Perlu diketahui walau pita kuning telah berdiri cukup lama sama seperti yayasan konvensiaon lainnya tidak pernah melakukan kegiatan perkenalan secara resmi ke pihak manapun. Selalu hanya pada saat ada kesempatan event atau kegiatan external seperti donasi atau melalui pihak luar yang membantu.

Bagi saya, tidak perlu tanya siapa yang perlu memulai perkenalan, tidak perlu takut tidak dibukakan pintu, tidak perlu khawatir apapun latar belakang masa lalu karena dengan mengucapkan “halo, saya pita kuning ingin kenalan sebagai bagian dari penanggulangan kanker anak di Indonesia….” Betul ?

“Menghidupkan” Pita Kuning kembali adalah tujuan awal kami yang menjadi bagian dari change management tersebut.

Cara-cara lain adalah melakukan kegiatan di mana ada keramaian. Atau ada kesempatan aktifitas berkomunitas sedang berlangsung.

Kami pun mulai aktiftasikan kembali channel-channel social media kami. Mengangkat siapa kami, apa saja yang pernah kami lakukan, mau kemana arah kami adalah hal-hal yang kami mulai ceritakan dari rencana editorial pita kuning. Bagi kami, penting untuk diketahui dan diangkat karena social media Pita Kuning selama ini hanya aktif pada saat lagi ada kegiatan besar saja. Betul followers kami cukup banyak tapi itu berkat para pemimpin dan pendukung influencers Pita Kuning saat berkegiatan penggalangan dana saja. Padahal selain penggalangan dana, saya yakin temen-temen pita kuning ingin tahu kalo tidak mereka tidak akan tetap bertahan menjadi follower pita kuning di kanal-kanal social media kami.

Juga kami memilih tempat-tempat yang memiliki nilai “ramai” komunitas tinggi untuk kami tebengkan. Harapannya, dengan melakukan kegiatan disitu, dapat menambahkan supporter muda, refresh kembali rasa kesukaan, menumbuhkan ingin tahu, dan favorable terhadap apa yang sedang dipersiapkan Pita Kuning kedepan.

Contohnya, kami berkegiatan di Loop Telkomsel di kawasan Makaham, Jakarta Selatan.

Setelah shortlist relawan kami melakukan interview disitu.

Pita Kuning berdiri atas relawan muda yang peduli sesama. Dasar itu tidak akan pernah berubah. Selalu ingin terafiliasi terhadap kegiatan anak muda dan kebersamaan akan selalu kami terapkan dan usahakan.

#SayaPitaKuning Lets always do good together.

Loop Telkomsel, May 2016

Buka Puasa Bersama Old and New Team, 15 Juni 2016

Berikutnya, The Formulation.

Why me ?

#TyasSocialProject #3

What made Tyas Handayani Chairman Pita Kuning

Perasaan tadi udah dibahas kenapa mba tyas mau di Pita Kuning dan bagaimana proses diterimanya. Kenapa pertanyaan ini muncul kembali ?

Menurut saya, penting untuk dijelaskan bagaimana dan apa perencanaan awal yang saya serahkan saat masih menjadi kandidat. Agar pertanyaan, kenapa Tyas Handayani, bagaimana Tyas Handayani dapat terpilih menjadi Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, dapat dimengerti.

What made me, to be Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Well, it is a valid question. And it needs answers.

Saya memiliki latar belakang marketing dan digital media sosial. Pengalaman saya dalam kegiatan sosial sangat terbatas. Tapi saya memiliki track record selalu mendapatkan kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru. Kali ini, kesempatan saya adalah membangun fondasi. Yayasan ini bukan yayasan baru. Tapi yayasan ini belum memiliki dasar pengelolaan yang kuat. Itu adalah awal kenapa saya terpilih menjadi salah satu kandidat.

  1. Saya mengawali perubahan Pandji Pragiwaksono menjadi seorang Personal Brand.
  2. Di multiply.com , salah satu pioneer e-commerce Indonesia saya bertanggung jawab dalam strategic partnerships dan pengelolaan toko-toko online bagi industry-industri yang baru terhadap berjualan online seperti buku dan musik.
  3. Saya membangun digital dan social media bagi dunia usaha untuk korporasi bernama Putera Sampoerna Foundation.
  4. Pengalaman branding dan perencanaan strategis tumbuh dan berkembang melalui dunia advertising selama 8 tahun bersama Publicis Indonesia dan JWT Indonesia.

Dengan dasar itu, saya memiliki pengalaman dan pengalaman tersebut menumbuhkan skill perencanaan yang baik.

Setiap candidate diminta untuk memberikan gambaran atau perencanaan pendek terhadap pita kuning. That’s what I know. I actually don’t know how was the process dengan pilihan-pilihan lainnya.

Tapi saya submitted a simple and short plan yang menggambarkan 3 hal penting menurut saya waktu itu atas perubahan yang diperlukan.

  • Gambaran atas sebuah management plan
  • Gambaran sebuah Work Process
  • Gambaran atas Road Map

It was all points of discussions. Pembahasan-pembahasan yang menurut saya penting dan dapat dibicarakan secara cair karena memang berdasarkan pengalaman pitakuning dan juga dapat trigger ideas untuk perubahan-perubahan kedepannya.

Management plan was consist of

  • What to prepare
  • Initiative activities
  • Basic values as a temporary on ground rules
  • How to strategize the activities
  • Effort to sustain
  • And 1st year goal

All in one page.

These was all list of discussion to open the eyes of the board of what kind of changes they would choose and how big the commitment we need to take.

The objective of a management plan was to make the board of council of what I will do for the next few months as a start. It is very important to have the same understanding and make them understand what are the priorities and ground rules that I need to go.

Walaupun yaaaaaa.. pada kenyataannya terkadang sering suka lupa dan abaikan jalur yang kita komit karena apa yang didepan terlalu menarik untuk dilewati begitu saja.

We need to be at the same page and see eye to eye as we start to set plans and expectations to identify any issues of anything that has happen during Pita Kuning years.

Tapi penting juga untuk bersama dalam hal ini, berhubung saya baru dan dapat dianggap masih menjadi orang luar. Jembatannya adalah para pemimpin Pita Kuning. The door opener is Mas Lanang, Mas Pandji dan Mas Steny.

Beberapa rangkaian pertemuan dengan mereka untuk membahas banyak mengenai kondisi didalam yayasan, kondisi dalam yang berhubungan dengan yayasan termasuk permasalahan dan segala kelebihannya. Pembicaraan juga bekisar mengenai langkah-langkah awal dari perencanaan general yang ada di dalam presentasi awal untuk dapat dimengerti langkah demi langkah agar sesuai dengan yang dibayangkan bersama. Karena dalam tahap ini, informasi dan saran mereka sangat berarti.

The discussions took place a couple of time. Sometimes I feel the discussions are more to be felt like an interview rather than planning itself. So yes, the process of having me as the new chairman was quite upsy turvy.

8 oktober 2015, sate khas senayan, fX

But consider this situation common in most organisation. Because at this point or any stage where the meaning of “structure” was a crucial to be educated so later could be established.

Work Process are examples I shared on how ideally an organization should be. How the structure division of product and supporting elements put together. Thinking and showing how it should be ideally. Considering this foundation as a start-up since there are so many parts of the ground works needs to be done. It is important to show the ideal situation clearly in a picture where they can see and understand then able to be open to what is lacking inside the organization and what kind of changes is needed due to the existing condition.

Another point of discussion is how we strategise our growth.  Grow as a community.

As an organization Pita kuning was established by a group of young volunteer named themselves, c3 (Community for Children with Cancer). The commitments of these volunteers was so inspiring. Pita Kuning was able to function, activated and progress mainly because of these volunteers.

I want to maintain that. I see this as Pita Kuning strength. Pita Kuning should continue to inspire more individuals, communities and also corporations. How to do that ? This is the initial thought for resourcing plan.

The above conception is an idea based on what I see as an opportunity.

We all can agree that usually people would join into any activities that inspired them or have the same beliefs with them.

People are drawn to attention because of the greater cause, and the want to join because they know people. And people with the same cause and will are called a community.

Now for me the most important on building an organisation is the fundamentals base that should be strong enough and set is a clear cause and the people. The greater cause called vision.

Being a philanthropy non-profit organization where the condition is of course limited resource. Strategi awal adalah bagaimana saya dapat membangun mesin baru yang cocok untuk Pita Kuning. A new machine that could drive the mission that lead towards the bigger dream for all of us. Bagaimana kita bisa menggabungkan sebuah team yang terdiri dari hired workers dan volunteering hand in hand work together untuk dapat menjalankan secara operasional dan menjadi bagian dari manajemen organisasi Pita Kuning melalui background professional masing-masing. Menjalankan misi yang terdiri dari berbagai kegiatan untuk tujuan besar pada akhirnya, visi yang mereka mimpikan.

Berikutnya. Pembahasan mengenai gambaran Road Map.

Gambaran road map saya idenitifkasikan dalam gambaran pencapaian suatu organisasi selama 5 tahun kedepan. Terbagi dalam 3 stage terdiri dari apa yang dapat di harapkan dapat tercapai mulai dari early stages hingga saat sebuah organisasi lebih matang dan kuat tapi pembicaraan dalam road map organisasi juga pada dampak yang di inginkan dicapai pada akhirnya.

Pertumbuhan komunitas disini tidak hanya terdiri dari individual tentunya, tapi pada akhirnya yang sejalan dengan misi Pita Kuning. Mulai dari komunitas hingga insititusi dalam bentuk apapun seperti yayasan lain ataupun rumah sakit.

Somehow perencanaan dan pembahasan yang saya bawa memberi persetujuan bagi para pemimpin Pita Kuning bahwa saya terpilih menjadi Ketua baru. Saya tidak merasa pernah bertanya atas kandidat lainnya kepada mas Pandji dan mas Steny. Karena setelah terpilih, saya mengerti banyak sekali yang perlu dikerjakan and I have no time to waste.

Bersambung, the trial.

The Approach

#TyasSocialProject #2

How I was approach to be the next candidate of Pita Kuning Chairman.

Mari kita mulai perjalanan saya di Pita Kuning.

Pindah dari sebuah korporasi yang menjalankan misi sosial pendidikan bersama Putera Sampoerna Foundation lalu beralih ke sebuah yayasan filantropi non profit bernama Pita Kuning.

Kenapa mba Tyas mau menjadi Ketua Pita Kuning ? Pertanyaan ini sering sekali di tanyakan atau dilontarkan teman dan kenalan saya setiap kali bertemu. Dan dalam kesempatan itu, saya selalu menjawab dengan penyataan yang sama. Saya MAU dan saya BISA. Penjelasannya adalah, bahwa saya dirasa oleh para pembina memiliki kapasitas untuk menjadi ketua dan pengalaman untuk membangun suatu perubahan. Saya mengambil keputusan untuk menjadi ketua karena saya mau berada disini. Meskipun, mungkin banyak yang lebih dari saya dari hal keahlian dan pengalaman tapi pada kenyataannya, prioritas mereka tidak ada disini. Mungkin ada banyak yang ingin menjabat menjadi ketua tapi tidak memiliki latar belakang keahlian yang cukup.

Lalu, kok mba tyas bisa menjadi Ketua Pita Kuning ?

Ceritanya begini, semua dimulai dari sebuah proses pendekatan.

Saya dihubungi mas Pandji, Pembina Pita Kuning dan salah satu anggota c3 Community for Children with Cancer yang merupakan pendiri dari Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia sekitar bulan april 2015. Langsung aja ditanya, mba tyas mau ga jadi salah satu kandidat ketua yayasan pita kuning ? Saya tertegun sesaat dan berkata wow, sayapun langsung bertanya, what do I have to do mas ? Saat itu saya  sedang ditengah mengalami perubahan besar dalam organisasi dimana saya bekerja. Hingga cukup sibuk menyita kesibukan juga memecah konsentrasi pikiran saya.

Mas Pandji, menjelaskan, “hanya untuk membuat suatu gambaran singkat mengenai apa yang mba Tyas lihat di yayasan kami and you can also make a plan of what you see or what you will do for pitakuning. Don’t get me wrong ya mba, we are searching for the right candidate. We’ve been search for the last two years and we can no longer wait anymore now. Since you are with PSF, I figure you have some experience in social activities and then, …. “ he paused, “I know you, I know how you work, so now I’m calling to ask you if you would consider the opportunity.”

Terus terang, I am not new to this organization memang. I’ve watched them grow from a community based, as I remember back in the days when c3 (community with children) was doing fundraising activities at Mall Kelapa Gading with RAN and other artists waktu itu ACER Indonesia yang menjadi sponsor. I’ve also join in on some occasions at the hospital, Rumah Sakit Kanker Dharmais dan melalui jualan lukisan hasil buatan anak kanker di local restaurant di kawasan kemang. But it was a very long time ago.

I also knew most of the people. And they know me. Bahkan saat disalah satu tempat saya bekerja dulu saya sempet mengambil c3 sebagai salah satu mitra sehingga sempet beberapa kali melakukan koordinasi secara regular. Seperti saat saya masih bekerja di multiply.com dimana saya bertanggung jawab atas strategic partnerships dengan pihak-pihak yang masih tergolong baru terhadap dunia e-commerce. Saya saat itu mencoba membuka toko untuk c3 berjualan aktifitas donasi pada platform multiply.com.

Bagi saya, I always thought, I will someday take my part and have my turn to contribute towards this foundation but I didn’t know how at that time.

Personally, I myself has always loved being an advocate for those who are voiceless. I am very passionate in voicing out what I think was wrong. You can count on me to rally up a protest or some sort. And somehow I have a huge heart for those who need help. I love to listen to people. And at home, I am the caretaker of the family. Mungkin karena saya perempuan sendirian di keluarga saya, saat ayah saya sakit saya menjadi yang make sure everything jalan dengan baik di rumah sakit, menemani, mendampingi, segala keperluan, ditemani, koordinator, ditemani. Dan somehow ayah ibu saya juga lebih nyaman apabila di urus oleh saya dan ditemani oleh saya.

Pada dasarnya, tujuan utama yang di inginkan oleh para pemimpin organisasi adalah suatu perubahan. Menurut mereka, Pita Kuning tiba dalam keadaan dimana berjalan di tempat.

Did not move. Don’t know where to go. Plus, ingin memiliki kesempatan untuk dapat membantu lebih banyak anak Indonesia dengan kanker. Merekapun ingin memiliki kesempatan untuk dapat berkembang sesuai jaman.

Kalo ditanya siapa pemilik yayasan ini ? Pemimpin Pita Kuning adalah Pembina Yayasan. Mereka adalah Pandji Pragiwaksono dan Steny Agustaf. Pita Kuning didirkan oleh kelompok relawan muda yang peduli sesama. Mas Lanang Aribowo adalah Ketua c3 ( Community for Children with Cancer) yang diangkat menjadi Ketua Yayasan saat mereka didirikan pada bulan April 2007. Mereka inilah yang selalu ingin memastikan agar Pita Kuning dapat konsisten berperan serta dalam membantu anak-anak Indonesia dengan kanker dari keluarga prasejahtera.

Tapi bagi mereka yang penting dibutuhkan adalah agar organisasi ini tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan dunia sosial di Indonesia maupun di luar.

Selain dari itu mereka menginginkan adanya pertumbuhan didalam organisasi. Pertumbuhan terhadap orang-orang yang berkecimpung di dalam organisasi juga perkembangan ilmu dan kapabilitas orang-orang didalam komunitas PitaKuning yang merupakan keluarga besar pita kuning. Tumbuh berkembang bersama.

Dalam hal ini para pemimpin Pita Kuning terus berusaha untuk mencari orang yang tepat yang dapat melakukannya. Someone to do the job. So for a while, they have been searching for someone who could do the job. Or dalam pengertian kondisi saat ini, start doing it.

Mereka, para pemimpin Pita Kuning memiliki keyakinan penuh bahwa Yayasan ini memiliki potensi yang besar untuk dapat membantu lebih banyak lagi. Kenapa, atas dasar kegiatan dan reputasi pengalaman kerja selama ini. Selain dari itu tanggung jawab atas pihak-pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya kepada Pita Kuning selama ini tidak pernah mereka lupakan.

Berjalan dengan waktu para founders yang juga adalah professional dalam bidangnya masing-masing juga memiliki prioritas dan banyak tanggung jawab yang berkembang cepat. Mereka membutuhkan bantuan seseorang yang dapat mengelola semua kebutuhan ini.

Mencari orang yang tepat memang tidak mudah.

Memiliki pengalaman, latar belakang, kecocokan dengan visi dan sejarah dari organisasi yang telah berdiri hampir 10 tahun saat itu, dan dapat bekerja sama dengan mereka. Bekerja di dunia sosial bukan untuk semua orang memang. Butuh compassion yang sangat besar dan kesukaan yang sangat besar dalam hal membantu orang lain. Memiliki hati untuk pekerjaan seperti ini.

Dalam beberapa minggu setelah telefon tersebut saya kirimkan beberapa halaman presentasi dengan beberapa general ideas perencanaan yang saya pikirkan dapat saya lakukan.

Saya tidak ingat saya mendapatkan kabar kembali setelah beberapa bulan kemudian mereka menghubungi kembali saya informasikan, I think you’re it mba, we couldn’t find anyone else that gave the vision for this foundation quite well as you did. September 2015.

Bagian ini sangat penting karena mungkin pada kebanyakan telah mengetahui saya adalah kakak kandung dari Pandji Pragiwaksono. Dalam hal ini saya kembali bekerja untuknya.

Yayasan ini bukan milik saya. Tapi saya bekerja di hire oleh Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Inipun pernah menjadi salah satu pertanyaan saya diawal saat saya di hubungi pertama kali.

Bagi yang mengenal saya sejak lama, mungkin tahu bahwa saya pernah bekerja untuk Pandji dulu saat membangun Pandji Pragiwaksono dari seseorang di dunia entertainer yang awalnya hanya bekerja menjadi berkarya. Saya adalah salah satu orang dibelakangnya yang ikut membantu membangun personal brand Pandji Pragiwaksono. Saat itupun, banyak yang tidak menyangka saya ada hubungan darah dengannya. Not until ada yang tahu lalu bertanya, dan saya pun menjawab. Mungkin karena kami tidak begitu mirip bila tidak di lihat dengan seksama dan sayapun tidak pernah merasa perlu untuk diinformasikan. Pengalaman saya bekerja dalam management Pandji Pragiwaksino ini mungkin akan saya ceritakan juga suatu hari nanti. Satu-satu ya ^_^

Bersambung, why me ?

Tyas Social Project

#TyasSocialProject #1

Why it is important for me to share my story, Tyas Social Project

Pertama dan pada dasarnya, bekerja dalam sebuah yayasan yang tujuannya untuk menyalurkan bantuan demi kemanusiaan adalah sebuah tujuan mulia. Dalam kemuliaan kepercayaan yang diberikan kepada saya, saya merasa perlu untuk menceritakan apa yang telah terjadi selama masa bakti saya di Pita Kuning.

Sebagai seorang professional tentunya saya tidak ingin apa yang telah kami bangun bersama waktu saya di Pita Kuning terlupakan atau salah mengerti.

Rangkaian cerita saya rangkum dalam judul #TyasSocialProject adalah sebuah dokumentasi perjalanan saya menjadi Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia dalam sebuah narasi yang saya harap dapat menjadi buah pandangan bagi pembacanya.

Tiap langkah atau tahapan dalam proses perjalanan saya bersama Pita Kuning telah saya bagikan dalam beberapa postingan cerita berikut ini.

  1. Tyas social project
  2. The Approach
  3. Why me
  4. The Trial
  5. The beginning of change
  6. The formulation
  7. The Task Force
  8. Going palliative care
  9. Time to let go

Setiap cerita bersambung pada setiap akhir cerita akan tersedia link untuk cerita berikutnya.

Harapan saya saat membaca cerita pengalaman saya adalah untuk memberi gambaran jelas mengenai proses, metode dan what I had to do to make things work dalam berbenah, melakukan perubahan untuk Pita Kuning yang lebih baik. Saya juga ingin berbagi pengalaman yang mungkin apa yang saya kerjakan dan alami dapat bermanfaat bagi orang lain.

Discussions are welcome !

Let’s start, The Approach.