The formulation

#TyasSocialProject #6

How did we formulate Pita Kuning new product of service cornerstone.

Dalam melakukan pembaharuan di Pita Kuning, dalam pembuatan mesin baru Pita Kuning selain diperlukan reorganisasi kita memerlukan formulasi produk baru pita kuning. Produk disini artinya layanan pita kuning. Sebagai landasan ecosystem pita kuning. Dasar apa dan kenapa kita ada disini.

Saat ini penting untuk review kembali bentuk layanan yang tepat manfaat bagi anak-anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera tapi juga memungkinkan bagi kami untuk dapat membangun dalam jangka panjang sesuai dengan tipe organisasi kami juga secara operasional.

Itu kenapa saya ibaratkan dalam membangun perubahan atau membangun fondasi di Pita Kuning saya buatkan metaphor seperti membangun mesin baru.

Dalam stage awal seperti ini timbul pertanyaan seperti. Apakah itu tepat manfaat ? apa yang belum ada yang diperlukan bagi anak dengan kanker terutama bagi keluarga prasejahtera ?

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana membuat layanan yang tepat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan bantuan ?

Diawal saat assessment dan recommendation telah dimengerti pentingnya dan penyebabnya permasalahan terjadi juga keterbatasan hingga pengertian siapa stakeholders kami sebagai organisasi dan arah tujuan Pita Kuning.

Kini dalam fase awal seperti ini kami mengerti kami perlu banyak bekerja sama. Proses pengenalan dan kerjasama apakah bertahan atau temporary perlu dapat diterima terlebih dahulu untuk menghindari salah ekspektasi dalam membangun suatu layanan melihat dari output nantinya.

Bagi saya, diperlukan,

  • Suatu framework proses pembelajaran dan riset awal
  • Kegiatan yang dapat menghasilkan suatu prototype atau mungkin suatu “proof of concept”
  • Dan kegiatan yang dapat menghasilkan produk melalui proses kerja

Saya akui diperlukan perjalanan yang cukup panjang apabila kita melihat kembali dari apa saja yang pernah Pita Kuning lakukan.

Cukup banyak memang yang telah kami lakukan. Saat itu yang kami lakukan adalah sebuah konsep dengan nama Kliniko-Psiko-Sosial. Sebuah rangkaian kegiatan layanan yang mendukung kegiatan klinis atau medis, psikologis dan sosial.

Apakah yang kurang disini ? Adakah hambatan dalam menjalankannya. Dalam pengertian bahwa sebuah layanan adalah inti produk pita kuning maka pengkajian ulang sangat diperlukan ibarat membuka lembaran baru yang kosong. Kami, orang baru, mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuatu dari awal. Loh bagaimana atas semua kejadian dan layanan yang pernah terjadi sebelumnya ? Faktanya, selama ini, setelah saya pelajari lebih dalam, tidak ada yang mendata. Tidak ada pengetahuan yang tercatat sehingga pengalaman tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang yang mengalaminya. Apabila orang tersebut keluar dari organisasi, lenyaplah sudah dan perlu effort tambahan bagi orang baru untuk belajar apalagi melanjutkan perjalanan.

Dapat dimengerti kepentingan sebuah dasar kegiatan layanan karena kepercayaan atas sebab akibat dari kesinambungan kehidupan organisasi pita kuning bersama stakeholdersnya.

So where do we start ?

Ada beberapa aspect penting dalam proses pembuatan layanan disini. Saya membaginya dalam dua bagian dari framework :

Pertama, formulasi dasar berupa kerangka awal yang dibutuhkan untuk mengisi sesuai dengan pembelajaran dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dan,

Kedua, orang yang mengerti dan ahli dibidangnya. Saya masukkan dalam Task Force layanan pita kuning.

Formulasi Layanan Pita Kuning

Bagi saya, pengertian formulasi dalam hal ini menjadi penting karena bagi sebuah organisasi yang bergerak dibidang sosial atau kemanusiaan yang mana bergerak atas dorongan relawan juga memiliki aspek kesehatan dalam hal ini kanker pada anak maka yang menjadi kunci adalah adanya knowledge management. Tujuannya agar,

  • terstruktur, systematic,
  • mengikuti suatu tujuan yang jelas sebagai dasar,
  • berbentuk dalam komposisi dan aspek,
  • dapat melihat susunan dan setiap perubahannya
  • diambil dari temuan di lapangan baik dari sisi habitual pasien dan keluarganya maupun keseimbangan pengelolaan tapi juga manifestasi keadaan di lapangan
  • Berdasarkan situasi dan kondisi yang kami miliki di Pita Kuning
  • secara teratur terukur jelas setiap perubahannya.

Saya ibaratkan titik A adalah bentuk dasar awal. Berupa kerangka, berisi ide dan anggapan awal.

Dan titik Z adalah bentuk ideal. Dapat menghasilkan solusi siklus kehidupan yang saling memberi manfaat.

Sebagai contoh, titik A bisa saja berubah total menjadi titik C namun tujuan untuk membantu kelangsungan penyaluran bantuan bagi anak Indonesia dengan kanker dari keluarga prasejahtera tidak boleh berubah. Tujuan akhir adalah kesinambungan tentunya. Pita Kuning ingin terus menjadi bagian dari penanggulangan kanker pada anak di Indonesia khususnya bagi yang sangat membutuhkan.

Bagaimana melakukan semua daftar yang dibutuhkan diatas ? Jawaban saya adalah knowledge management.

As we progress and learn, saya pahami pasti akan banyak temuan di lapangan yang mengakibatkan penyesuaian dilakukan dalam layanan kita. Saya hanya berharap, siapapun kedepan yang menjalankan dan menambahkan dapat mengikuti disiplin metode pencatatan yang kami awali disini.

Knowledge management. Penting dalam sebuah organisasi apalagi bilamana perubahannya cepat sejalan dengan semangat selalu ingin membantu dan memberi manfaat menjadi salah satu filosofi kami di Pita Kuning.

Filosofi Pita Kuning yang baru

  • Pita melambangkan komitmen dan kesinambungan.
  • Kuning melambangkan energi positif dan semangat.
  • Pita Kuning adalah perwujudan dari kesadaran dan semangat membantu anak dengan kanker, didasari oleh komitmen yang kuat dan program yang berkesinambungan bersama mitra mitra yang memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan kanker.

Mari kita lanjutkan.

Di bulan Agustus , bentuk formulasi awal adalah seperti ini :

Di dalam kepala saya, kerangka pemikiran saya bagi dalam beberapa tahap.

  • Tahap pertama adalah alat pendampingan berupa modular atau tata cara dengan basis edukasi.
  • Tahap kedua adalah kegiatan pendampingan bagi anak dengan kanker yang membutuhkan bantuan.
  • Tahap ketiga adalah kegiatan penyalutan bantuan yang merangkum semua kegiatan dasar menjadi suatu manifestasi formulasi yang saling memberikan kehidupan.

Dalam membuat sebuah produk layanan kita perlu tahu dulu bagaimana caranya atau apa bentuk dasar dari kegiatan pendampingan. Bagi saya saat itu seharusnya berbentuk modular dan memiliki dasar edukasi didalamnya. Saya berpikir saat itu elemen edukasi hanya bagi penerima manfaat tapi ternyata memiliki aspek edukasi membuat kita mungkin untuk lebih luas lagi manfaatnya bagi organisasi ini seperti pengetahuan untuk relawan dan masyarakat pada umumnya.

Dari sisi formulasi pendampingan terbagi dalam 2 bagian yaitu pengelolaan relawan dan pembekalan relawan. Bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan.

Dan dalam formulasi penyaluran dana bantuan memiliki aspek penilaian sehingga terukur dan jelas dasarnya.

Dan aspek life cycle management dimaksudkan untuk mengerti proses yang diperlukan

Sejak 2017, perkembangan produk layanan kami menjadi

dengan proses seperti ini.

Apa yang terjadi diantara august 2016 hingga ahkir 2016 ?

Setelah formulasi awal kita sepakati, bagaimana cara pengisian formulasi tersebut adalah dengan cara ujicoba tentunya. Kita hanya punya waktu sekitar 2 bulan untuk mempersiapkan segala sesuatu hingga memilih 5 anak yang akan kami bantu.

Di mulai oktober 2016 kami mulai belajar dari kegiatan pendampingan dan penyaluran bantuan selama 3 bulan hingga desember. Dengan harapan, temuan-temuan dapat memberikan kami gambaran yang sedikit lebih jelas terhadap apa arti tepat manfaat.

Kami juga selalu membuka diri setiap kami bertemu dengan yayasan lain atau pihak lain yang berhubungan dengan kanker pada anak baik. Kami berusaha mendatangi dan membuka diri terhadap masukan dan kejadian demi kejadian. After all, we are all new to this. It doesn’t matter for us karena pada dasarnya kami semua memiliki kesamaan, yakni keinginan besar untuk belajar.

In the end of the year 2016, kami mencoba presentasikan ide kami ke dunia luar dengan cara media luncheon show casing dan ceritakan apa yang kami lakukan ke beberapa media juga mengundang para donatur yang pernah bekerja sama dengan pita kuning sekaligus malam perkenalan.

Pada akhirnya inipun adalah sebuah trial apa tanggapan media dan para donatur tentang progress yang kami lakukan karena pada akhirnya kami sangat bertanggung jawab kepada public dan those who’ve help us.

Siapa sih kita ?

Saat mulai menjalankan change management, saat berkenalan dan bertemu dengan banyak orang yang sekiranya sejalan dengan dengan kebutuhan Pita Kuning pada akhirnya kami menemukan orang-orang yang mau membantu dan cocok sejalan dengan misi kami.

Sebelum saya ceritakan siapa dan bagaimana proses awalnya, saya ingin kasih lihat 2 video dari Jack Ma yang menurut saya memiliki persamaan dalam pemikiran dengan saya.

Sama dalam maksud, dalam dua hal.

Hal pertama, search for people who is smarter than you.

Persamaan pengertian saya disini dengan jack ma adalah about the misconception about being a leader that does not mean you have to know everything. Saya tidak punya background kesehatan atau pun kanker pada anak. Saya bukan ahli dalam business dan saya pahami sekali itu. Tapi saya dipercayakan kemampuan saya untuk dapat membangun dasar yang dibutuhkan bagi organisasi ini.

Why ? Because,

Mencari orang-orang jago dibidangnya untuk membangun Pita Kuning ada salah satu tugas saya dalam keperluan change management tersebut. Harapannya, Pita Kuning yang akan mendapatkan keuntungan dalam hal ini. Nah, tentunya mencari orang yang berkapasitas biasanya memiliki leaderships skills sendiri yang tentu ada tantangannya. And that leads to the point no 2.

Hal kedua, search the right people.

Pita Kuning bukan untuk semua orang. Dalam mencari orang-orang yang tepat ada beberapa kunci utama menyesuaikan dengan kebutuhan di Pita Kuning .

  1. Memiliki kapasitas di bidangnya, artinya skill, pengalaman, pengetahuan untuk membangun pita kuning yang kami inginkan. Terstruktur dan berdasar, pintar karena pengalaman.
  2. Memiliki sense of entrepreneurship. Artinya mengetahui bahwa tidak bisa hanya melakukan bagiannya saja tapi everybody needs to do everything at the same time. Semangat start-up.
  3. Memiliki hati untuk membantu. Pita Kuning adalah sebuah organisasi sosial filantropi. Artinya kerjaannya bantu orang. Dia harus SUKA membantu orang. Punya hati untuk dapat peka dan mengerti dan menerima keadaan dan kondisi yang berbeda. Compassion is a must.

Ketiga hal tersebut tidak terbatas apakah dia akhirnya menjadi hired worker atau relawan. We are on a mission to search the right candidate for the job.

Nevertheless, those who has leaderships quality in them are not only bright but has their own idealism. Punya pengalaman dan tidak takut untuk bersuara. Kritis dan berkarakter. Sudah pasti memiliki pendirian, expektasi dan gaya sendiri dalam bekerja. Tentu gesekan “ego” adalah hal yang biasa terjadi tapi satu hal yang salut akan organisasi Pita Kuning adalah setiap orang yang saya ajak, saya ceritakan, dan pada akhirnya masuk dalam keseharian daily routine pita kuning sangat kesulitan melepaskan Pita Kuning dalam hidupnya. Setiap orang yang mengenal Pita Kuning, sayang dan sangat ingin terus berkontribusi.

Saya ibaratkan seperti bermain bola. Dimana sama seperti di organisasi lainnya, agar berjalan lancar bola di lempar ke bagian lain dan begitu seterusnya secara bergantian. Disini, saya melihat tiap kali bola dilempari kedirinya sangat amat disayangnya itu bola dan setiap orang mau memegang bola itu, mau mengurusi bola itu. Itu yang saya kagumi dari tim Pita Kuning, again maksud saya semuanya tanpa kecuali. Saya kagum dan merasa privilege to be a part of them. Orang-orang hebat.

They could of course choose their paths another way, but they chose to stay or help in any way they can. Whatever it takes.

And how about millennials ? Most of the team members of this organisation are a millennial so what do i have to say based on my experience with them, and you may quote me on this,

“give them a great cause and the opportunity to have a huge responsibility. give them the power”

Khusus dalam membangun formulasi layanan Pita Kuning yang baru ada beberapa yang memliki kontribusi yang besar dalam membangun pondasi yang dibutuhkan. Siapakah mereka ? Silahkan click The Task Force.

Next, Going Palliative Care.

 

Advertisements

3 thoughts on “The formulation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s