Master Class Preparing the New Normal

As we all know, the pandemic conditions throughout the world are changing our lives as well as the way we live. There is no exception on how to work and do our business. We all must change, unfortunately the process of change is never easy.

In response to this condition, Bangwin Consulting currently has a Strategic Leadership Training program summarised in a MasterClass concept.

With 1st topic “Preparing for the New Normal” with our trainer Nenny Soemawinata who shared her knowledge and experience in business transformation as well as managing crisis during her 40 years professional career.

Grateful to partner with JIEP (Jakarta Industrial Estate Pulogadung) last week for a full day zoom session covering 3 parts of the Master Class topics ; Distruption is the New Normal, Creative and Critical Thinking and Storytelling.

For those who are interested, individuals or organisation, please do not hesitate to contact tyas@bangwinconsulting.com or bangwin@bangwinconsulting.com

Sejarah untuk membantu masa depan Indonesia

17 Agustus 2020. 

Merayakan kemerdekaan di tahun dimana global pandemi terjadi sungguh membuat saya berpikir mengenai pentingnya sejarah bagi generasi muda penerus masa depan Indonesia.

Apabila kita refleksikan saja keadaan kita tahun ini.

Lihatlah orang-orangnya, bagaimana mereka bersikap, atau memilih untuk bersikap. Bagaimana mereka bertingkah laku dan melakukan keputusan.

Lihatlah pembangunan negara saat ini, bagaimana keadaan alamnya, lalu pemerataannya.

Lihatlah bagaimana kita memilih untuk berlaku adil. Bagaimana bangsa ini melakukan proses sebuah keadilan. Bagaimana orang Indonesia memilih untuk proses sebuah peng-adil-an. Dan bagaimana perbedaan dapat menghasilkan sebuah sikap.

Kenapa mereka bersikap seperti itu ? Kenapa dapat menjadi pilihan ? Kenapa jadi keputusan ?

Pilihan bangsa dalam cara memilih untuk percaya, berikan perasaan aman, atau bagaimana kita memilih pemimpin yang dapat membawa kita untuk dapat membawa bangsa ini sedikit lebih jauh, sedikit lebih baik, lebih beradab, sehat dan sejahtera.

Bagaimana pun, proses perjalanan kita menjadi bangsa di tahun 2020, adalah karena sejarah dan perjalanan sejarah bangsa kita.

Sejarah memberi pelajaran, bimbingan dan arahan pada setiap ilmu dan pengetahuan. Seni lukis hingga ilmu kedokteran. Tata bahasa hingga tata kota pada setiap tatanan kehidupan di 34 propinsi di seluruh Indonesia.

Sejarah tidak hanya berfungsi sebagai pelajaran yang tidak ingin berulang. Tapi justru sebagai alat atau cara kita untuk dapat mengerti keadaan kita hari ini. Bagaimana kita dapat sampai disini.

Itu sebabnya sejarah di anggap sebagai suatu hadiah cerita dari masa lampau untuk masa depan.

Karena dengan belajar dan mengerti sejarah kan dapat membantu bangsa kita memiliki moral yang baik. Moral kuat yang diperlukan bagi Indonesia.

Hari ini dan di masa depan.

Dirgahayu Indonesia ke-75.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

We are all makers

Suatu hari saya mendapatkan text kiriman via whatsapp group atas sesuatu penawaran untuk talent iklan anak-anak.

Awalnya saya hanya sempatkan untuk melihat saja. Tapi kemudian ada yang memberi komentar dan berkeluh sehingga saya asumsikan mungkin dia bekerja di production house.

Keluhannya kurang lebih mengatakan bahwa saat ini sulit sekali untuk mengajak casting ataupun shooting karena jaman new normal ini.

Ditambahkan kemudian olehnya bahwa beberapa talent berikan aturan kalau sampai mereka terpapar (virus corona) maka Production House harus tanggung jawab. Sementara Production House semua sekarang harus mengikuti SOP yang berlaku, akibatnya semua crew dan talent harus ikut test (rapid atau swab) dan selama shooting harus stand by team medis dan ambulance. Dan terakhir dikatakan bahwa beliau sebagai Production House berkeberatan untuk mengikuti peraturan talent-talent tersebut.

Bagaimana teman-teman ? Sungguh banyak yang dapat kita bahas dalam kontex diatas ya.

Pertama saya harus katakan bahwa memang tidak mudah untuk melakukan perubahan di jaman global pandemi ini. Sangat challenging memang.

Kita semua dipaksakan untuk terbuka beradaptasi, dan  memaksakan diri untuk belajar dalam waktu yang cepat dalam segala aspek kehidupan. Terutama dampak digitalisasi di semua aspek kehidupan.

Agar dapat bertahan di rumah, mulai membantu anak-anak kita untuk dapat bersekolah di rumah, kita pun diharuskan bekerja di rumah dan beribadah di rumah. Semua demi keselamatan dan kesehatan kita semua. Beradaptasi memang tidak mudah.

Tapi hidup itu berproses, saya rasa.

Setiap langkah yang kita jalankan kedepan tidak tertutup mata, hati, dan telinga atas apa yang terjadi di sekitar kita.

Karena itu kita perlu saling bantu. Membantu dalam memberi contoh atau pun berbagi informasi yang dirasa dapat membantu teman dan yang terdekat dengan kita. Berbagi cara agar yang merasa kesulitan dapat terinspirasi dan memiliki harapan.

We all are a work in progress.

Melalui tulisan ini tidak semua permasalahan dapat terpecahkan memang. But it’s a start. And I hope you would see the intention here. To encourage the discourage. To root for each other with hope to see them grow.

Sebelumnya saya perlu katakan bahwa dunia periklanan merupakan dunia yang tidak asing bagi saya. Saya pernah cukup lama bekerja di beberapa agency multinational diawal saya mengawali karir. Juga akhir-akhir ini saya pernah beberapa kali mendapatkan penawaran untuk anak saya sehingga proses dan hingga perubahan cara melakukan casting pun pernah saya alami. Pengalaman saya, biasanya talent agency atau casting manager berikan semacam brief tertulis yang jelas bagi calon kandidat untuk melakukan foto dan video shoot sendiri cukup dengan kamera di HP lalu mengirimkannya melalui whatsapp.

Apakah itu frame landscape atau portrait, jenis angle, wardrbobe, kata-kata untuk diucapkan dalam video perkenalan dan lain sebagainya. Casting masa kini. Hassle Free.

Dalam hal production iklan atau video clip ada 2 contoh yang mungkin dapat menjadi pemicu ide-ide baru bermunculan di dunia kreatif. Karena memang, harapannya memang demikian.

Pertama sebuah video clip dari NOAH dengan pesan besar yang ingin disampaikan di jaman new normal ini.  Dikatakan dalam pembuka video tersebut :

Semenjak Maret 2020, kegiatan terhenti sementara karena pandemi. Karya ini merupakan sebuah saksi bahwa kreatifitas tetap hidup disini. Video ini adalah hasil kolaborasi syuting dilakukan di rumah masing-masing, di Jakarta dan Bandung. Diarahkan secara online. Directed and edited by Upie Guava.

Kebetulan juga ada behind the scene yang dapat disimak bagaimana prosesnya. Dijelaskan langsung oleh sutradara Upie Guava dan testimonial dari masing-masing bintang video clip tersebut.

Contoh kedua ditunjukkan oleh Pandji Pragiwaksono di youtube channel-nya atas pengalamannya menjadi bintang iklan untuk vitamin Oronamin C. Iklan ini dibuat belum lama, saat tengah bulan Ramadhan yang lalu ditengah pandemi quartal pertama tahun 2020.

Dapat disaksikan bagaimana PH atau production house melakukan shooting berbatas dengan pagar. Juga saat melakukan shooting melalui peralatan shooting dipasang sendiri oleh Pandji dengan pantauan melalui zoom untuk arahan dari producer, sutradara juga director of photography.

Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Sebuah sikap yang selalu harus ada sepanjang jaman. Apapun keadaannya.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Update : Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi COVID-19

Halo teman belajar bersama,

Berikut informasi baru dari Kemendikbud RI, Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang di bagikan pada hari Senin, 15 Juni 2020 pada pukul 16.30 WIB melalui siaran langsung di Kanal resmi YouTube Kemendikbud RI.

Untuk keperluan Teman Belajar Bersama, saya coba menangkap esensi yang dirasa penting terutama dalam keadaan ini.

Saat saya bagikan informasi ini pertama kali adalah bahwa kita telah melewati masa #dirumahaja karena keadaan pandemi covid-19 pemerintah telah meminta kita semua untuk bekerja, bersekolah dan beribadah di rumah saja.

Dan saat ini, pembelajaran pendidikan ajaran tahun 2019/2020 baru saja selesai. Kita memasuki masa liburan tapi sekaligus mau tidak mau berharap cemas akan tahun ajaran baru 2020/2021.

Virus Corona dan Covid-19 masih belum dapat dikatakan aman, belum ada vaksin yang tersedia dan sebagian besar dari beberapa daerah di Indonesia masih dalam keadaan zona merah.

Untuk itu menurut saya penting saya bagikan beberapa pokok penting sebagai catatan #temanbelajarbersama bilamana ingin jadikan pedoman.

Silahkan.

Pokok Pertama.

Tahun ajaran baru tetapi dimulai pada bulan Juli 2020.

Bagi sekolah atau institusi pendidikan yang berada di zona merah dilarang untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah dan tetap melanjutkan untuk Belajar dari Rumah (BDR).

Status gambar per 15 juli 2020. Acuan bagi teman bintaro, bsd dan sekitarnya silahkan update melalui https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/

Pokok kedua.

Ada beberapa proses pengambilan keputusan untuk dapat mulai proses pembalajaran tatap muka. Apakah daerah sekolah masuk zona hijau ? Apakah mendapat izin dari Pemda setempat ? Apakah sekolah telah diperiksa dan siap pembelajaran tatap muka ? Dan apakah orangtua murid setuju untuk pembelajaran tatap muka. Keempat tahapan tersebut harus dilewati dan dipenuhi.

Pokok ketiga.

Dalam memulai tahap pembelajaran tatap muka ada protocol kesehatan yang dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang saling bersinambungan. Apabila ada kasus atau risiko level daerah berubah naik maka diwajibkan untuk ditutup kembali.

Pokok keempat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dirangkum adalah 3 pertanyaan utama yang jawabannya sebagai berikut.

  1. Orangtua tetap memiliki otoritas utama bagi keselamatan dan kesehatan anak sehingga bilamana orangtua memilih untuk bersekolah dari rumah maka diperkenankan oleh Kemendikbud.
  2. Biaya ada dan merupakan biaya yang diambil dari dana BOS (dana bantuan operasional sekolah)
  3. Sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan diatas, melalui Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) dan juga pada akhirnya keputusan orangtua murid masing-masing.

Update : Simak video cara belajar kebiasaan baru sesuai warna zona

Untuk informasi terbaru dari Kemendibud, dapat mengikuti beberapa jalur digital berikut ini :

  • Laman: kemdikbud.go.id
  • Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
  • Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
  • Facebook: fb.com/kemdikbud.ri
  • Youtube: KEMENDIKBUD RI

Semoga dapat menjadi manfaat. Selamat menikmati libur sekolah, tetap aman, sehat dan bersama yang tersayang.

Sampai ketemu di topik #TemanBelajarBersama lainnya.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Harga sebuah karya

Melanjutkan pembahasan mengenai education outcome bagi anak-anak kita, bagian dari rangkaian Teman Belajar Bersama. Suatu kegiatan pembelajaran saya sebagai orangtua dalam bidang pendidikan.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba memberikan beberapa contoh pengalaman berkarya anak yang didukung orangtuanya atau dalam bimbingan orangtua.

Arti harga sebuah karya dimaksudkan untuk menjelaskan harganya bagi anak sebagai salah satu proses pembelajaran sejalan dengan pilihan education outcome mereka.

Saat ini saya telah mengumpulkan beberapa contoh karya dalam berbagai bentuk. Harapan saya melalui keragaman ini dapat memberikan gambaran dan warna yang cukup luas dan saling melengkapi sesuai dengan keunikan masing-masing tentunya.

Perkenalkan, Aeshninna (Nina) Azzahra, remaja berusia 12 tahun asal SMPN 12 Gresik, Jawa Timur. Ini adalah sebuah contoh karya sebuah aksi.

Apabila kita mengenal Greta Thunberg, aktivis lingkungan Swedia yang telah mendapatkan pengakuan internasional karena mempromosikan pandangan bahwa umat manusia menghadapi krisis eksistensial yang muncul dari perubahan iklim maka di Indonesia pun memiliki anak muda yang tidak kalah kritis yang mampu menyuarakan kekecewaannya dengan mengirimkan surat ke beberapa pemimpin negara maju seperti Perdana Menteri Australia Scout Morisson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden AS Donald Trump.

Continue reading