The Task Force

#TyasSocialProject #7

Who are the Task Force of Pita Kuning Psycho-Sosial Formulation

Tyas Amalia Yahya

Tyas adalah seorang relawan Pita Kuning yang telah bersama Pita Kuning selama 6 tahun pada saya baru masuk di bulan Oktober 2015. Artinya hingga saat ini, Tyas sudah jalan 8 tahun bersama Pita Kuning. Bersama Pita Kuning, Tyas sudah mengenal banyak orang, bertemu dan ikut mengalami banyak kejadian. Melihat semua kejadian dan melalui banyak milestones. Dan tetap menemukan dirinya memiliki keinginan untuk terus berkontribusi di Pita Kuning.

Anak pintar lulusan Kesejahteraan Sosial, FISIP UI, adalah satu yang saya kenal dari awal jauh sebelum saya diangkat jadi Ketua Pita Kuning. Kesejahteraan Sosial. Lulusan dari situ adalah menjadi Pekerja Sosial. Suatu peran yang sangat penting di dunia sosial dan bagi yayasan di Indonesia tapi jarang atau tidak banyak yang mengetahui.

Berhubung namanya sama dengan saya. Tyas sekarang dipanggil Lia, karena lia memiliki segudang pengetahuan maka menjadi sangat berharga bagi pita kuning untuk maju kedepan dan menjadi lebih baik. Kontribusi melalui pengalaman secara langsung karena itu menjadi pagar kami dan acuan dalam pengelolaan yang lebih baik.

Ita D Azly

Perkenalan saya dengan mba Ita adalah suatu pengalaman yang bisa dibilang menenangkan hati. Mencari teman untuk Pita Kuning yang merupakan seseroang yang ahli di bidangnya tapi berhubungan dengan kanker pada anak bisa dibilang tidak mudah. At this point, I have met, ngobrol, mencoba berkenalan dengan banyak teman psychologist. Buanyak. Dengan berbagai bidang psikologi dan pengalaman yang berbeda. Tapi memang diperlukan proses yang demikian hingga kami pun memliki learning curve yang sangat berguna dalam waktu yang cukup singkat.

Mba Ita adalah seorang psikolog anak dan keluarga yang banyak memiliki pengalaman menangani kasus kekerasan atau menyimpang. Selain dari itu kasus-kasus akibat dari dampak penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti AIDS, kanker dan lainnya juga menjadi minat beliau. Kontribusi mba Ita dalam membangun layanan baru Pita Kuning tidak bisa dikatakan sedikit. Terdorong dari passion dan niat yang besar untuk membantu mulai menggodok dasar visi dan misi Pita Kuning hingga formulasi dasar yang diperlukan bagi kami membuat suatu layanan yang memiliki komposisi yang sejalan dengan kebutuhan anak dengan kanker. Bersama mba Ita kami belajar banyak tentang apa itu psiko-sosial, bagaimana menilai suatu kasus kanker pada anak dane keluarga, bagaimana kita menjahitkannya dalam proses kerja di organisasi kami yang terdiri dari relawan pada kebanyakan.

Tidak berhenti disitu, peran dan keterlibatan Mba Ita juga memberikan banyak sekali tambahan nilai ilmu dan pengetahuan yang sangat berharga bagi kami untuk membentuk dasar organisasi yang baik melalui berbagai bentuk pembekalan dan training yang selalu siap sedia dilakukan oleh mba Ita. Mba Ita is a true hero for Pita Kuning.

Noviana Eva

Saya mengenal Eva sejak saya recruit dia di kantor sebelumnya, di PSF sebagai digital community officer dalam divisi yang saya pimpin Divisi Digital dan Social Media yang merupakan bagian dari Centralized Marketing & Communication. Eva adalah orang yang sangat  easy going, sharp dan selalu positive memiliki spirit yang sangat bagus. Saya mengajak Eva disini dalam dasar pengertian kemana Pita Kuning akan berjalan yaitu organisasi berbasis kemitraan komunitas dan pengalaman Eva di marcomm juga akan beneficial bagi kami tentunya.

Di awal kontribusi eva dalam formulasi layanan adalah dalam hal mencari kemitraan yang strategically beneficial bagi formulasi layanan kami tapi juga dalam formulasi pengelolaan relawan yang akan menjalani pendampingan tersebut. Eva juga memimpin relawan skill taskforce bersama jagoan-jagoan di dunia kerelawanan untuk membuat formulasi relawan pendampingan yang baik antara lain, Muhammad Fikri – Head of Community, Bukalapak, Yudha Adyaksa – Ketua Pramuka, Yosea Kurnianto – Founder Youth ESN, Hety A. Nurcahyarini – Aktifis Pendidikan, Indonesia Mengajar dan lainnya. Insights menarik dan masukan dari orang-orang yang terlibat langsung membangun initiative sosial di seluruh Indonesia membantu kita sehubungan dengan pillar kerelawanan yang akan selalu mendasar di Pita Kuning. Penting.

Ning Mahayu

Ning adalah salah satu hasil didikan Putera Sampoerna Foundation selama 6 tahun. Memiliki segudang pengalaman antara lain ikut mendirikan 3 initiative social mulai dari Sampoerna Academy dalam bidang pendidikan, Sahabat Wanita dalam bidang pemberdayaan wanita, Koperasi Siswa Bangsa dan terakhir di bagian Cutural Development. Walau saya pernah sekantor sebelumnya namun sebelumnya perlu saya akui saya tidak mengenal Ning secara pribadi tapi sebagai orang yang sangat suka mengamati , beberapa kali saya melihat potensi pada Ning yang saya kagumi dari jauh.

Saat mencari candidate untuk mengepalai layanan saya ingat Ning. Ning memiliki semua yang diperlukan. 6 tahun pengalaman di dunia sosial, terbiasa bekerja secara terstruktur professional, dan menyukai dunia sosial. Perfect. Kontribusi Ning sangat besar dalam pembangunan layanan dan operasional Pita Kuning hingga sekarang.

Among many strengths that Ning have, menurut saya, Ning memiliki kekuatan dalam mempelajari hal baru dengan lengkap dan lebih dalam. She relies on the actual “institution of information” as the foundation and instrument to develop the formulation of a product services. Kejernihannya dalam berpikir dari segala sisi dan memiliki hati untuk melihat membuat kemampuan analisa juga memberi solusi pada suatu permasalahan khususnya dibidang kemanusiaan. Up for any challenge , Ning has the potential untuk menjadi pemimpin yang baik.

Mustika Kusumaningtyas

Tika adalah orang yang terakhir saya ajak masuk dalam organisasi ini. Saya mengenal dia dulu saat bersama di Multiply Indonesia, salah satu perusahaan e-commerce pertama di Indonesia pada saat itu. Saya mengagumi Tika saat melihat dia bertanggung jawab atas operasional customer service. Cerdas, tajam, data driven, teliti, memiliki kemampuan pengelolaan yang kuat secara operasional dan process flow. Karena itu saya approach Tika. Pada akhirnya menyetujui untuk menjadi wakil ketua karena terdorong untuk membantu adik adik dengan kanker di Pita Kuning.

Tika memiliki passion di bidang kesehatan dan anak-anak. You can rely on Tika to do anything finance and operational driven. Kontribusi Tika dalam membangun formulasi layanan Pita Kuning sangat besar karena dia yang membantu menjahit semuanya menjadi satu sekaligus selau berhasil menemukan aspek operasional  yang perlu di tangani atau diperhatikan pada setiap proses maupun kejadian.

Click on each of their names and you can learn more about them.

Go back to, the formulation story. Or,

Go to the next story, Going Palliative Care.

The formulation

#TyasSocialProject #6

How did we formulate Pita Kuning new product of service cornerstone.

Dalam melakukan pembaharuan di Pita Kuning, dalam pembuatan mesin baru Pita Kuning selain diperlukan reorganisasi kita memerlukan formulasi produk baru pita kuning. Produk disini artinya layanan pita kuning. Sebagai landasan ecosystem pita kuning. Dasar apa dan kenapa kita ada disini.

Saat ini penting untuk review kembali bentuk layanan yang tepat manfaat bagi anak-anak dengan kanker dari keluarga prasejahtera tapi juga memungkinkan bagi kami untuk dapat membangun dalam jangka panjang sesuai dengan tipe organisasi kami juga secara operasional.

Itu kenapa saya ibaratkan dalam membangun perubahan atau membangun fondasi di Pita Kuning saya buatkan metaphor seperti membangun mesin baru.

Dalam stage awal seperti ini timbul pertanyaan seperti. Apakah itu tepat manfaat ? apa yang belum ada yang diperlukan bagi anak dengan kanker terutama bagi keluarga prasejahtera ?

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana membuat layanan yang tepat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan bantuan ?

Diawal saat assessment dan recommendation telah dimengerti pentingnya dan penyebabnya permasalahan terjadi juga keterbatasan hingga pengertian siapa stakeholders kami sebagai organisasi dan arah tujuan Pita Kuning.

Kini dalam fase awal seperti ini kami mengerti kami perlu banyak bekerja sama. Proses pengenalan dan kerjasama apakah bertahan atau temporary perlu dapat diterima terlebih dahulu untuk menghindari salah ekspektasi dalam membangun suatu layanan melihat dari output nantinya.

Bagi saya, diperlukan,

  • Suatu framework proses pembelajaran dan riset awal
  • Kegiatan yang dapat menghasilkan suatu prototype atau mungkin suatu “proof of concept”
  • Dan kegiatan yang dapat menghasilkan produk melalui proses kerja

Saya akui diperlukan perjalanan yang cukup panjang apabila kita melihat kembali dari apa saja yang pernah Pita Kuning lakukan.

Cukup banyak memang yang telah kami lakukan. Saat itu yang kami lakukan adalah sebuah konsep dengan nama Kliniko-Psiko-Sosial. Sebuah rangkaian kegiatan layanan yang mendukung kegiatan klinis atau medis, psikologis dan sosial.

Apakah yang kurang disini ? Adakah hambatan dalam menjalankannya. Dalam pengertian bahwa sebuah layanan adalah inti produk pita kuning maka pengkajian ulang sangat diperlukan ibarat membuka lembaran baru yang kosong. Kami, orang baru, mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuatu dari awal. Loh bagaimana atas semua kejadian dan layanan yang pernah terjadi sebelumnya ? Faktanya, selama ini, setelah saya pelajari lebih dalam, tidak ada yang mendata. Tidak ada pengetahuan yang tercatat sehingga pengalaman tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang yang mengalaminya. Apabila orang tersebut keluar dari organisasi, lenyaplah sudah dan perlu effort tambahan bagi orang baru untuk belajar apalagi melanjutkan perjalanan.

Dapat dimengerti kepentingan sebuah dasar kegiatan layanan karena kepercayaan atas sebab akibat dari kesinambungan kehidupan organisasi pita kuning bersama stakeholdersnya.

So where do we start ?

Ada beberapa aspect penting dalam proses pembuatan layanan disini. Saya membaginya dalam dua bagian dari framework :

Pertama, formulasi dasar berupa kerangka awal yang dibutuhkan untuk mengisi sesuai dengan pembelajaran dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dan,

Kedua, orang yang mengerti dan ahli dibidangnya. Saya masukkan dalam Task Force layanan pita kuning.

Formulasi Layanan Pita Kuning

Bagi saya, pengertian formulasi dalam hal ini menjadi penting karena bagi sebuah organisasi yang bergerak dibidang sosial atau kemanusiaan yang mana bergerak atas dorongan relawan juga memiliki aspek kesehatan dalam hal ini kanker pada anak maka yang menjadi kunci adalah adanya knowledge management. Tujuannya agar,

  • terstruktur, systematic,
  • mengikuti suatu tujuan yang jelas sebagai dasar,
  • berbentuk dalam komposisi dan aspek,
  • dapat melihat susunan dan setiap perubahannya
  • diambil dari temuan di lapangan baik dari sisi habitual pasien dan keluarganya maupun keseimbangan pengelolaan tapi juga manifestasi keadaan di lapangan
  • Berdasarkan situasi dan kondisi yang kami miliki di Pita Kuning
  • secara teratur terukur jelas setiap perubahannya.

Saya ibaratkan titik A adalah bentuk dasar awal. Berupa kerangka, berisi ide dan anggapan awal.

Dan titik Z adalah bentuk ideal. Dapat menghasilkan solusi siklus kehidupan yang saling memberi manfaat.

Sebagai contoh, titik A bisa saja berubah total menjadi titik C namun tujuan untuk membantu kelangsungan penyaluran bantuan bagi anak Indonesia dengan kanker dari keluarga prasejahtera tidak boleh berubah. Tujuan akhir adalah kesinambungan tentunya. Pita Kuning ingin terus menjadi bagian dari penanggulangan kanker pada anak di Indonesia khususnya bagi yang sangat membutuhkan.

Bagaimana melakukan semua daftar yang dibutuhkan diatas ? Jawaban saya adalah knowledge management.

As we progress and learn, saya pahami pasti akan banyak temuan di lapangan yang mengakibatkan penyesuaian dilakukan dalam layanan kita. Saya hanya berharap, siapapun kedepan yang menjalankan dan menambahkan dapat mengikuti disiplin metode pencatatan yang kami awali disini.

Knowledge management. Penting dalam sebuah organisasi apalagi bilamana perubahannya cepat sejalan dengan semangat selalu ingin membantu dan memberi manfaat menjadi salah satu filosofi kami di Pita Kuning.

Filosofi Pita Kuning yang baru

  • Pita melambangkan komitmen dan kesinambungan.
  • Kuning melambangkan energi positif dan semangat.
  • Pita Kuning adalah perwujudan dari kesadaran dan semangat membantu anak dengan kanker, didasari oleh komitmen yang kuat dan program yang berkesinambungan bersama mitra mitra yang memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan kanker.

Mari kita lanjutkan.

Di bulan Agustus , bentuk formulasi awal adalah seperti ini :

Di dalam kepala saya, kerangka pemikiran saya bagi dalam beberapa tahap.

  • Tahap pertama adalah alat pendampingan berupa modular atau tata cara dengan basis edukasi.
  • Tahap kedua adalah kegiatan pendampingan bagi anak dengan kanker yang membutuhkan bantuan.
  • Tahap ketiga adalah kegiatan penyalutan bantuan yang merangkum semua kegiatan dasar menjadi suatu manifestasi formulasi yang saling memberikan kehidupan.

Dalam membuat sebuah produk layanan kita perlu tahu dulu bagaimana caranya atau apa bentuk dasar dari kegiatan pendampingan. Bagi saya saat itu seharusnya berbentuk modular dan memiliki dasar edukasi didalamnya. Saya berpikir saat itu elemen edukasi hanya bagi penerima manfaat tapi ternyata memiliki aspek edukasi membuat kita mungkin untuk lebih luas lagi manfaatnya bagi organisasi ini seperti pengetahuan untuk relawan dan masyarakat pada umumnya.

Dari sisi formulasi pendampingan terbagi dalam 2 bagian yaitu pengelolaan relawan dan pembekalan relawan. Bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan.

Dan dalam formulasi penyaluran dana bantuan memiliki aspek penilaian sehingga terukur dan jelas dasarnya.

Dan aspek life cycle management dimaksudkan untuk mengerti proses yang diperlukan

Sejak 2017, perkembangan produk layanan kami menjadi

dengan proses seperti ini.

Apa yang terjadi diantara august 2016 hingga ahkir 2016 ?

Setelah formulasi awal kita sepakati, bagaimana cara pengisian formulasi tersebut adalah dengan cara ujicoba tentunya. Kita hanya punya waktu sekitar 2 bulan untuk mempersiapkan segala sesuatu hingga memilih 5 anak yang akan kami bantu.

Di mulai oktober 2016 kami mulai belajar dari kegiatan pendampingan dan penyaluran bantuan selama 3 bulan hingga desember. Dengan harapan, temuan-temuan dapat memberikan kami gambaran yang sedikit lebih jelas terhadap apa arti tepat manfaat.

Kami juga selalu membuka diri setiap kami bertemu dengan yayasan lain atau pihak lain yang berhubungan dengan kanker pada anak baik. Kami berusaha mendatangi dan membuka diri terhadap masukan dan kejadian demi kejadian. After all, we are all new to this. It doesn’t matter for us karena pada dasarnya kami semua memiliki kesamaan, yakni keinginan besar untuk belajar.

In the end of the year 2016, kami mencoba presentasikan ide kami ke dunia luar dengan cara media luncheon show casing dan ceritakan apa yang kami lakukan ke beberapa media juga mengundang para donatur yang pernah bekerja sama dengan pita kuning sekaligus malam perkenalan.

Pada akhirnya inipun adalah sebuah trial apa tanggapan media dan para donatur tentang progress yang kami lakukan karena pada akhirnya kami sangat bertanggung jawab kepada public dan those who’ve help us.

Siapa sih kita ?

Saat mulai menjalankan change management, saat berkenalan dan bertemu dengan banyak orang yang sekiranya sejalan dengan dengan kebutuhan Pita Kuning pada akhirnya kami menemukan orang-orang yang mau membantu dan cocok sejalan dengan misi kami.

Sebelum saya ceritakan siapa dan bagaimana proses awalnya, saya ingin kasih lihat 2 video dari Jack Ma yang menurut saya memiliki persamaan dalam pemikiran dengan saya.

Sama dalam maksud, dalam dua hal.

Hal pertama, search for people who is smarter than you.

Persamaan pengertian saya disini dengan jack ma adalah about the misconception about being a leader that does not mean you have to know everything. Saya tidak punya background kesehatan atau pun kanker pada anak. Saya bukan ahli dalam business dan saya pahami sekali itu. Tapi saya dipercayakan kemampuan saya untuk dapat membangun dasar yang dibutuhkan bagi organisasi ini.

Why ? Because,

Mencari orang-orang jago dibidangnya untuk membangun Pita Kuning ada salah satu tugas saya dalam keperluan change management tersebut. Harapannya, Pita Kuning yang akan mendapatkan keuntungan dalam hal ini. Nah, tentunya mencari orang yang berkapasitas biasanya memiliki leaderships skills sendiri yang tentu ada tantangannya. And that leads to the point no 2.

Hal kedua, search the right people.

Pita Kuning bukan untuk semua orang. Dalam mencari orang-orang yang tepat ada beberapa kunci utama menyesuaikan dengan kebutuhan di Pita Kuning .

  1. Memiliki kapasitas di bidangnya, artinya skill, pengalaman, pengetahuan untuk membangun pita kuning yang kami inginkan. Terstruktur dan berdasar, pintar karena pengalaman.
  2. Memiliki sense of entrepreneurship. Artinya mengetahui bahwa tidak bisa hanya melakukan bagiannya saja tapi everybody needs to do everything at the same time. Semangat start-up.
  3. Memiliki hati untuk membantu. Pita Kuning adalah sebuah organisasi sosial filantropi. Artinya kerjaannya bantu orang. Dia harus SUKA membantu orang. Punya hati untuk dapat peka dan mengerti dan menerima keadaan dan kondisi yang berbeda. Compassion is a must.

Ketiga hal tersebut tidak terbatas apakah dia akhirnya menjadi hired worker atau relawan. We are on a mission to search the right candidate for the job.

Nevertheless, those who has leaderships quality in them are not only bright but has their own idealism. Punya pengalaman dan tidak takut untuk bersuara. Kritis dan berkarakter. Sudah pasti memiliki pendirian, expektasi dan gaya sendiri dalam bekerja. Tentu gesekan “ego” adalah hal yang biasa terjadi tapi satu hal yang salut akan organisasi Pita Kuning adalah setiap orang yang saya ajak, saya ceritakan, dan pada akhirnya masuk dalam keseharian daily routine pita kuning sangat kesulitan melepaskan Pita Kuning dalam hidupnya. Setiap orang yang mengenal Pita Kuning, sayang dan sangat ingin terus berkontribusi.

Saya ibaratkan seperti bermain bola. Dimana sama seperti di organisasi lainnya, agar berjalan lancar bola di lempar ke bagian lain dan begitu seterusnya secara bergantian. Disini, saya melihat tiap kali bola dilempari kedirinya sangat amat disayangnya itu bola dan setiap orang mau memegang bola itu, mau mengurusi bola itu. Itu yang saya kagumi dari tim Pita Kuning, again maksud saya semuanya tanpa kecuali. Saya kagum dan merasa privilege to be a part of them. Orang-orang hebat.

They could of course choose their paths another way, but they chose to stay or help in any way they can. Whatever it takes.

And how about millennials ? Most of the team members of this organisation are a millennial so what do i have to say based on my experience with them, and you may quote me on this,

“give them a great cause and the opportunity to have a huge responsibility. give them the power”

Khusus dalam membangun formulasi layanan Pita Kuning yang baru ada beberapa yang memliki kontribusi yang besar dalam membangun pondasi yang dibutuhkan. Siapakah mereka ? Silahkan click The Task Force.

Next, Going Palliative Care.

 

Why me ?

#TyasSocialProject #3

What made Tyas Handayani Chairman Pita Kuning

Perasaan tadi udah dibahas kenapa mba tyas mau di Pita Kuning dan bagaimana proses diterimanya. Kenapa pertanyaan ini muncul kembali ?

Menurut saya, penting untuk dijelaskan bagaimana dan apa perencanaan awal yang saya serahkan saat masih menjadi kandidat. Agar pertanyaan, kenapa Tyas Handayani, bagaimana Tyas Handayani dapat terpilih menjadi Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, dapat dimengerti.

What made me, to be Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia. Well, it is a valid question. And it needs answers.

Saya memiliki latar belakang marketing dan digital media sosial. Pengalaman saya dalam kegiatan sosial sangat terbatas. Tapi saya memiliki track record selalu mendapatkan kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru. Kali ini, kesempatan saya adalah membangun fondasi. Yayasan ini bukan yayasan baru. Tapi yayasan ini belum memiliki dasar pengelolaan yang kuat. Itu adalah awal kenapa saya terpilih menjadi salah satu kandidat.

  1. Saya mengawali perubahan Pandji Pragiwaksono menjadi seorang Personal Brand.
  2. Di multiply.com , salah satu pioneer e-commerce Indonesia saya bertanggung jawab dalam strategic partnerships dan pengelolaan toko-toko online bagi industry-industri yang baru terhadap berjualan online seperti buku dan musik.
  3. Saya membangun digital dan social media bagi dunia usaha untuk korporasi bernama Putera Sampoerna Foundation.
  4. Pengalaman branding dan perencanaan strategis tumbuh dan berkembang melalui dunia advertising selama 8 tahun bersama Publicis Indonesia dan JWT Indonesia.

Dengan dasar itu, saya memiliki pengalaman dan pengalaman tersebut menumbuhkan skill perencanaan yang baik.

Setiap candidate diminta untuk memberikan gambaran atau perencanaan pendek terhadap pita kuning. That’s what I know. I actually don’t know how was the process dengan pilihan-pilihan lainnya.

Tapi saya submitted a simple and short plan yang menggambarkan 3 hal penting menurut saya waktu itu atas perubahan yang diperlukan.

  • Gambaran atas sebuah management plan
  • Gambaran sebuah Work Process
  • Gambaran atas Road Map

It was all points of discussions. Pembahasan-pembahasan yang menurut saya penting dan dapat dibicarakan secara cair karena memang berdasarkan pengalaman pitakuning dan juga dapat trigger ideas untuk perubahan-perubahan kedepannya.

Management plan was consist of

  • What to prepare
  • Initiative activities
  • Basic values as a temporary on ground rules
  • How to strategize the activities
  • Effort to sustain
  • And 1st year goal

All in one page.

These was all list of discussion to open the eyes of the board of what kind of changes they would choose and how big the commitment we need to take.

The objective of a management plan was to make the board of council of what I will do for the next few months as a start. It is very important to have the same understanding and make them understand what are the priorities and ground rules that I need to go.

Walaupun yaaaaaa.. pada kenyataannya terkadang sering suka lupa dan abaikan jalur yang kita komit karena apa yang didepan terlalu menarik untuk dilewati begitu saja.

We need to be at the same page and see eye to eye as we start to set plans and expectations to identify any issues of anything that has happen during Pita Kuning years.

Tapi penting juga untuk bersama dalam hal ini, berhubung saya baru dan dapat dianggap masih menjadi orang luar. Jembatannya adalah para pemimpin Pita Kuning. The door opener is Mas Lanang, Mas Pandji dan Mas Steny.

Beberapa rangkaian pertemuan dengan mereka untuk membahas banyak mengenai kondisi didalam yayasan, kondisi dalam yang berhubungan dengan yayasan termasuk permasalahan dan segala kelebihannya. Pembicaraan juga bekisar mengenai langkah-langkah awal dari perencanaan general yang ada di dalam presentasi awal untuk dapat dimengerti langkah demi langkah agar sesuai dengan yang dibayangkan bersama. Karena dalam tahap ini, informasi dan saran mereka sangat berarti.

The discussions took place a couple of time. Sometimes I feel the discussions are more to be felt like an interview rather than planning itself. So yes, the process of having me as the new chairman was quite upsy turvy.

8 oktober 2015, sate khas senayan, fX

But consider this situation common in most organisation. Because at this point or any stage where the meaning of “structure” was a crucial to be educated so later could be established.

Work Process are examples I shared on how ideally an organization should be. How the structure division of product and supporting elements put together. Thinking and showing how it should be ideally. Considering this foundation as a start-up since there are so many parts of the ground works needs to be done. It is important to show the ideal situation clearly in a picture where they can see and understand then able to be open to what is lacking inside the organization and what kind of changes is needed due to the existing condition.

Another point of discussion is how we strategise our growth.  Grow as a community.

As an organization Pita kuning was established by a group of young volunteer named themselves, c3 (Community for Children with Cancer). The commitments of these volunteers was so inspiring. Pita Kuning was able to function, activated and progress mainly because of these volunteers.

I want to maintain that. I see this as Pita Kuning strength. Pita Kuning should continue to inspire more individuals, communities and also corporations. How to do that ? This is the initial thought for resourcing plan.

The above conception is an idea based on what I see as an opportunity.

We all can agree that usually people would join into any activities that inspired them or have the same beliefs with them.

People are drawn to attention because of the greater cause, and the want to join because they know people. And people with the same cause and will are called a community.

Now for me the most important on building an organisation is the fundamentals base that should be strong enough and set is a clear cause and the people. The greater cause called vision.

Being a philanthropy non-profit organization where the condition is of course limited resource. Strategi awal adalah bagaimana saya dapat membangun mesin baru yang cocok untuk Pita Kuning. A new machine that could drive the mission that lead towards the bigger dream for all of us. Bagaimana kita bisa menggabungkan sebuah team yang terdiri dari hired workers dan volunteering hand in hand work together untuk dapat menjalankan secara operasional dan menjadi bagian dari manajemen organisasi Pita Kuning melalui background professional masing-masing. Menjalankan misi yang terdiri dari berbagai kegiatan untuk tujuan besar pada akhirnya, visi yang mereka mimpikan.

Berikutnya. Pembahasan mengenai gambaran Road Map.

Gambaran road map saya idenitifkasikan dalam gambaran pencapaian suatu organisasi selama 5 tahun kedepan. Terbagi dalam 3 stage terdiri dari apa yang dapat di harapkan dapat tercapai mulai dari early stages hingga saat sebuah organisasi lebih matang dan kuat tapi pembicaraan dalam road map organisasi juga pada dampak yang di inginkan dicapai pada akhirnya.

Pertumbuhan komunitas disini tidak hanya terdiri dari individual tentunya, tapi pada akhirnya yang sejalan dengan misi Pita Kuning. Mulai dari komunitas hingga insititusi dalam bentuk apapun seperti yayasan lain ataupun rumah sakit.

Somehow perencanaan dan pembahasan yang saya bawa memberi persetujuan bagi para pemimpin Pita Kuning bahwa saya terpilih menjadi Ketua baru. Saya tidak merasa pernah bertanya atas kandidat lainnya kepada mas Pandji dan mas Steny. Karena setelah terpilih, saya mengerti banyak sekali yang perlu dikerjakan and I have no time to waste.

Bersambung, the trial.