How to plan a family trip to Japan ?

Jepang adalah sebuah negara yang sudah lama ingin saya kunjungi bersama keluarga. Walaupun saya sudah pernah berkunjung kebeberapa kota di Jepang sebelumnya, tapi bersama keluarga saya sendiri belum.

Dalam merencanakan sebuah trip bersama keluarga ada beberapa sisi yang menurut saya perlu disimak atau cari tahu. Apabila belum sempet membaca posting saya mengenai perencanaan trip bersama keluarga, bisa disimak disini terlebih dahulu.

Khusus untuk Jepang, yang kita ketahui adalah sama-sama negara asia seperti Indonesia. Bedanya, negara Jepang memiliki 4 musim dan merupakan negara yang sangat maju dalam perkembangan teknologi, design juga dikenal sebagai negara yang sangat teratur rapih dalam tata tertib negaranya dan tak lupa sopan santun tiap warganya.

Seperti ke negara barat tapi dengan budaya dan cita rasa Asia.

Selain itu, negara jepang juga memiliki bahasa yang sangat berbeda baik pengucapan maupun tulisannya. Tidak seperti di Indonesia tulisan alphabetical yang banyak digunakan dinegara lain.

Cukup membuat kami paham bahwa persiapan dan expektasi perlu kami jaga dengan baik.

Pertama. Membuat itinerary.

Karena tujuan utama liburan kali ini adalah untuk menghibur si pidut, panggilan kesayangan untuk anak kami, Evan. Maka kami mengawali research dengan mencari destinasi-destinasi yang cocok dan menarik untuk anak seumurnya. Prioritas kedua adalah mengenal jepang melalui Tokyo dan tentunya sedikit shopping buat mama papanya menjadi prioritas terakhir.

Tips links info mengenai jepang :

Setelah beberapa kali mempelajari semua pilihan yang ada, berhubung banyak dari teman kami telah memiliki pengalaman berlibur ke jepang bahkan ada yang pernah tinggal dan bekerja di Tokyo kami berusaha menyerap semua informasi dan tips yang ada.

Temuan yang menyenangkan adalah bahwa semua pengalaman teman-teman kami seru dan positif semua. Kami menyadari bawah traveling to japan perlu dilakukan dalam beberapa trip. Amin 🙂

Terlalu banyak yang ingin kami pelajari mulai dari sejarah, budaya, teknologi, design, theme park, gardens and many more. Pelajaran pertama pastinya membuat expense-nya lebih mahal tentunya. This is our itinerary :

Day 1

  • Arrive at Hotel
  • Lunch at Hotel
  • Stroll around Ginza, near hotel

Day 2

Day 3

Day 4

  • Harajuku & Omotesando
  • Lunch near the area
  • Shinjuku & Shibuya
  • Dinner near the area

Day 5

  • Asakusa
  • Lunch near the area
  • Shibuya
  • Dinner near the area

Day 6

Day 7

  • Ueno Park, Zoo & Museums
  • Harajuku (again!)
  • Lunch at Harajuku
  • Shibuya (again!)

Day 8

  • Going Home, flight 11.45 AM.

Kedua. Mencari tiket pesawat dan hotel termurah.

Berhubung Jepang terkenal mahal, maka mencari peluang mencari harga yang terbaik menjadi hal yang sangat penting.

Maka pertimbangan pertama adalah dalam memilih waktu liburan jangan pada saat high season. Jadi kami mengikuti harga yang termurah untuk kedua kebutuhan itu, tiket pesawat dan tempat penginapan. Dari satu tahun sebelumnya, kami sudah research waktu yang terbaik untuk pilihan-pilihan pesawat dan hotel yang kami inginkan.

Untuk penerbangan, kami akhirnya memilih Garuda Indonesia karena beberapa hal.

  • One way. Direct flight langsung ke haneda

Membawa anak kecil tentunya ingin cepet nyampe, ringkes, seminimal mungkin buang tenaga. Pilihan Haneda karena lebih dekat ke down town Tokyo. Waktu Tokyo dengan Jakarta berselisih 2 jam lebih awal namun perjalanan ke jepang butuh minimal 6 jam lebih. Untuk kebutuhan anak kami mengambil flight tengah malam dengan harapan evan bisa bobok sepanjang perjalanan dan fresh setiba di tujuan. Depart 23.30pm Jakarta. Arrived 8.45am Haneda.

  • Familiarity dalam pesawat.

Walaupun kami sekeluarga terbiasa berbahasa inggris tapi mendapati airlines dengan santun dan rasa kekeluargaan Indonesia sangat membantu saat travel bersama anak.

  • Harga masih on budget.

Kami dianjurkan untuk melihat harga saat Garuda Travel Fair di bulan maret yang lalu. Tentunya banyak pilihan yang lebih murah, tapi pertimbangan kami selalu berdasarkan pilihan terbaik untuk anak dan semua yang diatas akhirnya kami tetapkan ini pilihan terbaik untuk kami.

  • Aman, secure with insurance dan bagasi besar.

Setiap tiket pesawat mendapatkan jatah bagasi sebesar 46 kilo. Sedangkan 1 ukuran XL luggage bila penuh akan seberat 25-30 kilo. Kami membawa 2 luggage berukuran XL. Aman.

Untuk tempat penginapan,

Sebagai orangtua yang membawa anak pastinya ada saatnya capek dan butuh nyaman dan banyak kemudahan tentunya akan sangat membantu. Walau kepengen untuk mencoba air b&b tapi untuk trip pertama dengan keluarga kami pilih kenyamanan dan kemudahan sebagai prioritas awal.

Pilihan awal kami memang bukan ini. Tapi setelah meneliti banyak pilihan, rekomendasi teman yang dapat kami percayai pada akhirnya memenangkan pilihan. Pilihan kami jatuh pada REMM HIBIYA di GINZA.

GINZA adalah daerah yang cukup elite. Berhubung beberapa area di Tokyo banyak yang red district kami ingin menghindari itu tapi juga mencari harga yang affordable. Berapa saat kami booking ? Sekitar Rp. 1,5jt per hari.

Apa pertimbangan kami dalam memilih penginapan kali ini ?

  • Room Service.
  • Affordable Price.
  • Good area living.
  • Easy and near access to options of transportation.

Findings mengenai REMM HIBIYA dapat disimak disini ya.

Ketiga. Visa

e-passport memang sangat memudahkan. Tapi kali ini berhubung belum waktunya berganti passport jadi kami mengambil route normal. Awalnya kami ingin mencoba urus sendiri berhubung sebenarnya cukup mudah, hanya saja perlu antrian di pagi hari.

Berkat rekomendasi Vesta, kami dikenalkan oleh Niki Sulistio, salah satu pengurus MNC Travel. Apabila biasanya visa urus sendiri per orang Rp 350.000,-. Melalui Nikki, biaya menjadi Rp. 500.000,- per orang. Kami memilih diurusi akhirnya. Masuk kamis, keluar selasa. Simple. Bagi yang membutuhkan bantuan, silahkan melalui nomor +6281617770097 .

Empat. What to prepare.

Kalo bicara jepang. Hanya satu yang perlu disiapkan. Datang ke HIS Travel.

Karena itinerary kami sudah siap dan sepakat, banyak dari teman-teman kami menganjurkan untuk datang ke HIS untuk mempermudah hidup kita disana, dengan maksud all hassles di persiapkan disini, hingga saat tiba di Tokyo udah tinggal menikmati liburan.

  1. WIFI.

Penyewaan dongle wifi untuk selama kami di Tokyo untuk keperluan papa, mama dan anaknya (bilamana diperlukan). Bisa untuk 10 devise selama 8 hari di Tokyo. 10 devise kok banyak ? Saya dan suami pasti gunakan HP dan laptop masing-masing at all times, sikecil kalo di kamar ingin nonton youtube sewaktu-waktu diperlukan. Biaya yang diperlukan adalah 1 juta untuk deposito dan biaya selama 8 hari tersebut Rp. 1,7 jt.

  1. Pembelian Tiket Wahana/Theme Park.

Pada kebanyakan, semua tiket wahana dapat dibeli terlebih dahulu dengan rate yang lebih murah berhubung kerjasama HIS dengan tiap venue pilihan.

  • Untuk Disneyland, tiket kami dapatkan beberapa hari setelah kepengurusan.
  • Untuk Legoland, kami hanya membawa bukti dan tiket dikirimkan dan tersedia di hotel saat check in.
  • Dan untuk khusus untuk Thomasland, diperlukan pembelian tiket langsung di tempat.

3. Transportasi

Berhubung kami hanya di Tokyo, maka kami tidak dianjurkan untuk membeli JR Pass. Jauh lebih murah dengan membeli kartu pass subway SUICA saat setiba kami disana. Temuan mengenai SUICA dan transportasi di Jepang dapat disimak melalui link ini ya.

Lima. What to bring.

Pertimbangan dalam bawaan adalah again, anak nyaman dan aman. Tapi barang yang menurut saya penting untuk tidak dilupakan adalah

  1. Obat dan Vitamin untuk anak dan keluarga

Keterbatasan berbahasa Jepang dan tulisan kanji membuat temen-temen yang sudah memiliki pengalaman selalu wanti wanti ke kami. Sebaiknya bawa sendiri obat-obatan yang diperlukan. Bahasa dan ketersedianya obat yang biasa digunakan kita akan menjadi penghalang kita saat perlu banget.

  1. Stroller

Tentu setiap keluarga memiliki kebutuhan sendiri yang diperlukan. Namun pertimbangan bahwa kita akan banyak jalan, kami menganjurkan untuk selalu membawa stroller. Apabila anak lagi ingin jalan, stroller dapat di jadikan tempat untuk tas atau belanjaan.

Tidak perlu khawatir saat di subway, setiap line pasti ada lift atau yang mereka sebut elevator bagi yang membutuhkan seperti pengguna kursi roda, yang membawa luggage juga kebutuhan stroller.

Hanya ingat, walaupun subway tutup hingga larut malam, khusus elevator berhenti berfungsi atau tutup setiap malam pada jam 22.00pm. Jangan telat ya.

3. Topi, Jacket Hujan dan Handuk si Kecil.

Selalu dan selalu cek prediksi cuaca. Berhubung cuaca dengan gampangnya berubah sewaktu-waktu. 6-2 bulan menuju waktunya, prediksi cuaca panas hingga kami merasa tidak perlu khawatir. Tapi 1 bulan sebelum kebrangkatan kami mendapatkan info dari temen kami yang bekerja di Tokyo bahwa lagi sering-seringnya hujan lebat di Tokyo. Waduh!

Pada ahkirnya sangat membantu di hari H kita tiba, pakaian yang kami siapkan untuk sikecil cukup melindungi kami hujan deras menuju hotel. Dan prediksi tiap hari hujan berubah menjadi everyday sunshines sangat melegakan hati dan waktu kami menikmati Tokyo.

Tips Handuk si Kecil

Saat traveling pastinya kita akan banyak jalan, jalan dan jalan. Melindungi anak dari cuaca ataupun kondisi perjalanan adalah hal yang pastinya setiap orangtua pikirkan. Bukan untuk mandi di hotel, tapi sangat berguna saat cuaca tiba2 hujan dan kita tetap perlu jalan menuju suatu tempat agar melindungi dari hujan atau memberi kehangatan saat malam. Handuk lucu tersebut kami gunakan saat piknik duduk di jalan pedestrian di Disneyland menunggu parade juga saat bermain di taman. Sangat berguna, I promise you.

Next, Affordable Shopping at Tokyo.

Or what to prepare for Tokyo Disneyland.

Tokyo Family Trip series, read here.

Happy reading.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

How to plan a family trip

How to plan a family trip ala #keluargabangwin

 

Berlibur adalah salah satu hal yang paling kita nanti-nantikan.

Sering sekali kita temukan diri melihat-lihat destinasi-destinasi seru di Indonesia bahkan juga di luar negri.

Stalking tiket murah dan hotel yang seru. Mengimpikan saatnya bisa berlibur ke tempat impian.

Tapi berlibur bersama keluarga memiliki perbedaan tersendiri tentunya.

Apabila kita hanya sendiri, backpacking atau solo traveler tidak jadi masalah.
Karena yang kita pikirkan hanya diri sendiri.

Lain halnya apabila berlibur bersama keluarga. Apalagi membawa anak yang masih balita atau baby. Dan bilamana kita berkesempatan untuk dapat mengajak orangtua kita yang tentunya memiliki keterbatasan tertentu di usianya yang sudah lanjut. Have no fear.  We are together on this one. Sama-sama belajar ya.

Dalam setiap perencanaan traveling yang paling penting selalu adalah pengetahuan yang cukup dan preparasi tentunya. Planning yang baik akan mempersiapkan kita secara lebih baik terhadap kenyataan dalam setiap tujuan perjalanan anda sekeluarga. Harapannya tidak jauh-jauh amat dari yang kita expektasikan.

Nah, apa sih preparasi yang minimal perlu dalam sebuah keluarga ?

Menurut kami dalam membuat travel plan untuk keluarga ada 5 aspek yang penting dipertimbangkan.

  1. Choosing destination 

Destinasi tempat liburan di Indonesia atau diluar negri. Destinasi tempat bermain, mulai dari theme park ataupun restoran dan pilihan area shopping akan lebih baik dilakukan sedikit research terlebih dahulu. Terkadang yang kita bayangkan menjadi berbeda dengan pengetahuan dan informasi yang kita ketahui pada akhirnya. Kenapa, agar saat tiba waktunya, kita sudah siap berangkat ke tujuan, tidak lagi menimbang nimbang dan mempelajari arah tujuan apalagi melihat anak sudah excited and ready to go. Jangan jadi kecapekan karena menunggu atau masih menimbang-nimbang, such a waste of time.

Ajak anak anda untuk menjelajahi destinasi di internet. Dengan mempelajari kegiatan dan atraksi yang tersedia dalam pilihan destinasi yang akan Anda kunjungi sekaligus perhatikan bilamana ada kupon atau rate khusus yang ditawarkan sewaktu-waktu.

Cara mudah untuk mencari tahu tentunya adalah melalui teman. Banyak bertanya kepada teman-teman yang pernah atau sering ke destinasi yang kami inginkan. Terkadang pandangan dan tips dari mereka sangat valuable dan membantu persiapan kamu.

Setelah itu lakukan online research. Saat ini banyak sekali tip untuk family with children melalui advisory and testimonial yang didapat dari setiap website dari hotel, restaurant ataupun venues seperti contohnya Tripadvisor bahkan pada setiap pilihan situs travel yang tersedia di internet.

More information never hurts. Lagipula, informasi tersebut dapat membantu memberi perbandingan harga, biaya daalam mengelola budget dan spending juga daily living cost di setiap rencana travel kita. Kan rame-rame ya. Artinya perlu pengetahuan yang cukup akan selalu membantu.

Berdasarkan pilihan yang terbaik kita dapat mulai membuat draft awal itinerary. Bagi saya, selalu semakin banyak informasi, semakin banyak pilihan. Gapapa, kan selalu mulai dari mimpi yang besar nanti tinggal di buang sesuai dengan prioritas dalam trip kali ini. Always think big then think tight. That leads to the next aspect, managing expectations.

  1. Managing Expectations

Ga gampang memang. Juggle between the bigger dream and our expectations. With better planning mestinya dapat membantu dan menjaga agar kita dapat memiliki the best adventure for you and your family. Hopefully make memories for a lifetime. That is the main goal, right ?

First and foremost. BUDGET.

Berapa total budget yang akan kamu spend untuk liburan kali ini. Meliputi banyak hal dalam rencana ini.

  • Pilihan Transportasi baik kepergian maupun saat di kota yang kamu kunjungi.
  • Pilihan tempat penginapan. Sesuai dengan kebutuhan keluarga dan kondisi anak tentunya.
  • Biaya hidup per hari , termasuk budget untuk shopping. Bohong kalo dibilang ga mau shopping. Minimal souvenir sayang kalo tidak lo. Hihihihih
  • Biaya masuk wahana atau area bermain

Itu semua masuk dalam pertimbangan budget yang ingin kita tentukan di awal. Mungkin akan berkurang mungkin akan sedikit ada tambahan, pada akhirnya akan ditentukan semakin jelas pilihan kita tentukan bersama suami dan anggota keluarga lainnya.

Dalam budget biasanya kami merencanakan perjalanan dilakukan 6 bulan hingga 1 tahun sebelumnya. Karena memberikan peluang untuk menabung setiap bulannya hingga waktu kita berangkat. Lumayan dan tidak mengambil dari tabungan atau cash flow kita yang lain. Sisihkan dari sekarang. Buat travel plan termasuk financial plannya dong.

Berikutnya, preparations to kids and the elder ones alias…grandparents !

Aman dan nyaman. Penting sekali untuk memberikan informasi sebelumnya terhadap kondisi dan rencana liburan kepada anak-anak juga anggota keluarga yang lain seperti kakek dan nenek. Pastikan mereka mengerti dan mau mengikuti sesuai budget yang kita rencanakan.

Kami selalu mengusahakan sebuah kerjasama yang baik antara kami sebagai orangtua dan anak kami. Biasanya jauh-jauh hari saya suka selipkan informasi antara lain soal batasan, regulasi negara dan kebiasaan orang-orang di negara yang akan kami kunjungi. Anak-anak memang perlu diajak berkompromi. Walau pada akhirnya suka lain cerita tentunya.

Bagi kakek dan nenek, biasanya merekapun akan sangat apreasikan persiapan dari jauh-jauh hari. Seperti weather predictions dan apa saja yang perlu dibawa sangat penting bagi mereka ketahui.

Biasanya mereka lebih repot dari kami semua hehehehe. Atau lupa pada saat tiba waktunya. Kuncinya adalah kompromi.

Tips Untuk menghindari pembelian yang impulsive.

Encourage anak untuk mulai koleksi seperti magnet refrigerator, stickers, pins atau post cards. Simpan setiap souvenir dalam toples khusus atau scrap book miliki si kecil yang sewaktu-waktu dapat kita buka dan bercerita kembali tentang pengalaman tersebut.

Bicara soal weather predictions. Sesuaikan dengan pilihan tujuan traveling kamu ya. Pilihan waktu kebrangkatan sangat tergantung dari cuaca yang baik tentunya. Nevertheless, it’s always good to be prepared.

  1. Choosing Transportation

Please choose your flights wisely. Untuk transportasi pesawat, awasi setiap kali bulan Maret dan September tiap tahunnya.

Saat promo-promo biasa dilakukan. Biasanya, biaya budget selalu dikeluarkan duluan agar mendapatkan harga terbaik terkadang keuntungan tidak bisa ditebak bukan ?

Dalam hal transportasi terdiri dari budget pesawat pulang pergi, subways, kereta api atau bis. Dan bilamana ada destinasi keluar kota dalam selain dari kota yang kamu singgahi.

Pada setiap kota yang kamu singgahi aat ini melalui google maps sudah bisa mendeteksi biaya dalam pilihan perjalanan kamu juga memberikan pilihan yang lebih murah atau lebih mudah untuk mencapainya. Ini menjadi point penting dalam memperkirakan budget liburan.

Selalu gunakan travel insurance dan juga always and always label and lock your belongings. Walaupun masuk dalam cabin sekalipun.

Bilamana diperlukan visa, akan sangat tergantung dari pilihan negaranya. Saat ini kepengurusan visa banyak sekali dipermudah untuk diurus sendiri.

Misalnya Australia dan Inggris melalui http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/ atau beberapa negara yang tidak lagi memerlukan visa. Tips untuk tiap negara akan saya share dalam posting yang berbeda.

  1. Choosing Accommodation

Berhubung kita bicara keluarga, ada anak, ada baby ada anak lebih tua dan ada nenek kakek. Pilihan tempat akomodasi perlu senyaman kondisi dan kebutuhan keluarga tentunya.

Pilihan pertama selalu hotel dengan breakfast termasuk kamar bersih tiap hari oleh housekeeping akan mengurangi pusing selama liburan.

Tersedianya swimming pool dan recreation area for children dapat membantu menghibur anak terutama balita. Dan peralatan standard hotel bintang 4 keatas seperti free wifi, atau bilamana mendapatkan hotel apartment dengan fasilitas studio apartment akan sangat membantu.

Harga jadi nomor 2 dengan keperluan diatas karena segala attribute akan sangat membantu ayah dan ibu mengurus baby dan anak tentunya.

  1. What to bring
  • Vitamin dan obat-obatan jangan lupa dibawa.
  • Peralatan listrik, colokan, dan gadgets. Setiap negara berbeda, ada yang sama seperti Jepang dan Amerika.
  • Stroller
  • Untuk sikecil yang toddler.

 

Biasakan dia memiliki tas sendiri yang dia pilih sendiri apa yang mau dibawa. Memberi kesempatan untuk belajar tanggung jawab atas barangnya dia sendiri.

Masukan barang kesukaan dia seperti mainan, crayons dan buku gambar atayu mewarnai bilamana menjadi favorit sikecil. Satu set baju ganti, topi, jaket hujan, camilan dan tissue basah selalu harus ada dalam perjalanan.

Pada akhirnya, rencana tetap rencana. Kita tidak bisa prediksikan apa yang akan terjadi saat waktu liburan tiba. But that’s just the beauty of life.

So let’s embrace and enjoy what lies ahead.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Central Shopping

Melbourne Family Trip 

Day 7 : Wednesday 10 Feb 2015 

For our last free day in Melbourne kami kepengen liat-liat shopping district di kota Melbourne. So where to go ?

Melbourne Central dahling ! *wink-wink 

Naik TRAM sekali dari depan hotel berhenti di Bourke St. between Swanston St. and Elizabeth St. dekat juga dengan Bourke St. mall.

Setelah melihat-lihat Melbourne Central and QV, near corner of Swanston and Lonsdale Streets kami janjian dengan teman di food court Emporium Melbourne.

Shopping malls di daerah ini saling berdekatan atau terkoneksi satu sama lain hingga dari Emporium Central dengan mudahnya masuk ke Myer’s.

Di Myer ada toko mainan yang lumayan lengkap, akhirnya hahahaha.

Kalau boleh komen, jujur mall di Indonesia jauh lebih mewah dan modern. Tidak kalah.

Perbandingan barang-barang di toko-toko pun Indonesia tidak jauh berbeda atau lumayan up to date. Believe me, I’ve checked.

Di H&M Melbourne at the corner of Bourke Street hingga lantai 3. Bisa dilihat di sini.

Mungkin yang berbeda saat ini adalah untuk H&M ada khusus home décor yang belum masuk ke Indonesia.
Juga untuk Cotton On sudah tersedia in Melbourne market products khusus fitness clothing.

But I am very sure sebentar lagi akan masuk. ☺

Tidak jauh dari situ ada juga cabang Target and Big W.
Big W sama seperti Target.

This is the place to do some retail therapy mommies ! Baju anak-anak seperti T-shirts bisa 2 dollar, celana dalam lucu-lucu bisa hanya 5 dollar dengan 5 pieces per set.

Disini juga saatnya kami beli chocolates and candies buat oleh-oleh keluarga di Jakarta.

Our last nite at Melbourne we had dinner at the best Thai Resto disamping hotel kami. Namanya FOMO Thai.

We cannot thank enough to both Rina & Panji enough yang udah sabar dan menemani selama di Melbourne. We love you guys !

Lanjut !

Day 8. Thursday 11 Feb 2016

  • Melbourne Central
  • Check out 11.30
  • Airport by Taxi 12.
  • Flyback to Jakarta 14.30 pm

Berhubung flight masih siang, kami masih punya waktu cukup untuk melalukan last minute things that we need to do.

Abang janjian ke Myer dengan Aryo untuk mengembalikan stroller nya. Thank you soooo much Om Aryo ! Juga ngobrol-ngobrol sebelum balik ke Jakarta.

Me and Evan ?
Ga mungkin kita melewati pengalaman mencoba berenang di hotel Citadines !

Evan was sooooo happy… Where is the fish mama ?

In the end, walau ada beberapa tempat yang tidak jadi dan sempat kami datangi tapi our family trip went so well and we were feelin’ so refreshed.

Note. Plan ada untuk membantu kita bukan untuk mematok keharusan. At the end of the day, liburan adalah waktu untuk bersantai bersama kesayangan. Membuat memory bersama yang tidak bisa tergantikan.
Enjoy your holiday, that’s all that matters.

Again, we want to share our thanks to @SwankyTraveler tante Vesta, Tante Rina and Om Panji, juga Om Aryo. We love you !

Bagi teman-teman yang terlewat dari awal, silahkan kembali kesini untuk melihat persiapan kami menjelang Melbourne Family Trip.

Atau bagi yang ingin mulai dari day 1 untuk mengikuti awal perjalanan Melbourne family Trip.

Untuk mengikuti coverage vlog dari awal silahkan nikmati disini. Thank you so much for channeling with us.

Mudah-mudah informasi yang saya bagikan cukup berguna atau minimal menghibur untuk dibaca ya 🙂
Bila tidak berkeberatan, silahkan berikan komen atau masukan .

Terima kasih banyak !

Can’t wait to share our next trip, ada beberapa rencana coming up ! stay tune ☺

Japan Family Trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Eureka Sky Deck, NGV, Museum and Library

Melbourne Family Trip 

Day 6 : Tuesday 9 February 2016 

  • Eureka Sky Deck 
  • NGV 
  • Melbourne Museum 
  • Melbourne Library

Yuk jalan.. heheh yes seperti biasa tiap hari kami berjalan dari satu titik ke titik berikutnya.

Bila terlalu jauh kami naik TRAM karena apabila masih didalam kota, biaya transportasi gratis.

Hari ini temperature cukup dingin, windy tapi sunny. Bingung ya wardrobe nya. Duh.

Tips

  • Di Melbourne yang sangat penting adalah selalu membawa sun screen karena tidak terasa matahari menyengat langsung ke muka. Kadang pulang baru sadar, kok saya hitaman ya ? hahahaha
  • Kacamata, Topi dan jacket tipis khusus angina/hujan sangat membantu.

Akhirnya sampailah kami di Eureka Sky Deck. Satu gedung tertinggi di Melbourne. Kami naik ke lantai 88 untuk melihat pemandangan Melbourne dari atas.

Berikut ini beberapa gambaran di lantai 88,
Dan berikut pemanadangan kota Melbourne dari lantai 88,
Serunya lagi, karena masih dalam rangka Chinese New Year, kami mendapatkan fortune cookie. And guess what ? Saya mendapatkan gratis photo.
I don’t know why but I always I find myself living on the edge. Hhahahahah.

Next, National Gallery of Victoria

Dari Eureka Skydeck, kami jalan menuju NGV melalui Southgate Yarra River. Melintasi jembatan kecil kami berjalan kira-kira 5 blok . Lumayan ya hahahaha.. Tapi beneran tidak terasa kok.. udaranya cukup menyenangkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebetulan lagi ada pameran Andy Warhol dan Ai Wei Wei. Lets take a look.

Saat masuk, kami tidak boleh membawa tas besar seperti back pack atau makanan dan minuman kedalam.

Banyak terlihat security menjaga setiap sudut atau bagian dimana ada art installation being presented Ada beberapa bagian dari gallery tersebut.

Bagian pameran yang mengelilingi gallery, bagian belakang ada taman unique

dan creative art store.
This is a place to chill and stay like …. Forever ☺

Setelah mempelajari keseluruhan atau hampir semua bagian gallery saat keluar sudah waktunya makan siang bagi evan.

Didepan gallery ada mobil van besar jualan dimsum.

Kebetulan seberang NGV ada suatu taman, yang dinamakan Queen Victoria Gardens.

Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di taman tersebut, sambil ngasih makan evan. Eat at the park. Tentunya membeli cukup banyak dimsum untuk kamipun makan 🙂

Sesuatu aktifitas yang langka namun selalu jadi dambaan saya yang jarang bisa dilakukan di Jakarta.

Tapi sekarang Pak Ahok mengerti betul betapa pentingnya taman sebagai paru-paru kota sehingga banyak taman dipugar dan siap untuk dinikmati penghuni kota Jakarta. Menyenangkan.

Yang terkenal dari Queen Victoria Gardens adalah jam besar yang terbuat dari bunga. Bila kamu sempat mengitari taman akan banyak menemukan kolam ikan, beberapa monument dan kebun bunga mengitari taman.

Bisa dilihat, bahwa taman sangat bersih dirawat sehingga pengguna taman enak dan nyaman.

Diantara Taman Queen Victoria Gardens dan NGV terdapat pemberhentian TRAM sehingga memudahkan kami untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

The Melbourne Museum.

Dinamakan juga Museum Victoria, daerahnya juga dikelilingi oleh beberapa gedung bersejarah seperti Royal Exhibition Building dan Carlton Gardens.

Enaknya jalan di Melbourne karena jarak dan alur bagi pedestrian sangat nyaman. Lanjut ke Museum Melbourne sangat besar dan lengkap dengan 6 macam gallery di 3 lantai Museum.

This is the entry area at the Museum,

Ada juga lantai dengan area buat anak-anak bermain.

  • Gallery khusus untuk anak-anak.
  • Childrens Gallery (ground level)
  • Mind and Body Gallery (upper level)
  • Science and Life Gallery (ground level)
  • Forest Gallery (ground level)
  • Melbourne Gallery (ground level)
  • IMAX (lower level)

Seru dan nyaman memperlajari Australia dari dekat.
Disini kami ditemui Rina untuk ikutan lanjut jalan-jalan bareng.

Next stop, Melbourne Library atau disebut dengan State Library of Victoria.

Sejarahnya, this is a Public Library sudah dibuka untuk umum selama 160 tahun !

What is amazing about this museum is that the architecture, esthetics dan fungsi masih dipertahankan dan dirawat dengan sangat baik.

Saat masuk pun hening dengan ambiance yang terang tidak gloomy seperti layaknya gedung tua. Impressive.

Bagi yang masih merasa penasaran silahkan lihat disini untuk semua lantai hingga lantai 6 untuk 360 overview.

Didepan museum menjadi tongkrongan anak muda dan bisa dilihat banyak street artist menghibur disekitarnya.

Setelah dari sini, kami berjalan pelan-pelan sambil berkunjung ke beberapa toko-toko sekitarnya.

Bagi yang menyukai camera dan perlatannnya disinilah kita bisa kunjungi semua pilihan toko camera seperti TEDs, digidirect, dan michaels . Silahkan cek dan bandingkan harganya sapa tau saya salah…

Karena lunch kami hanya dimsum, kami mencari makan enak khas Melbourne disekitar area ini. Dan kebetulan, MENYA RAMEN, Japanese fast food yang menjadi favorite kebanyakan orang Indonesia dekat di daerah ini, Elisabeth Street. Jadilah saya makan nasi !

Gyu Tan Don (lidah)

Nyam.. Nyam.. Nyam .. penutup hari produktif yang menyenangkan hehehehehe.

Untuk yang mau nyimak vlog coverage day 6 silahkan nikmati disini. Enjoy !

Vlog Day 1, part 1, Eureka Sky Deck

Vlog Day 6 part 2, National Gallery of Victoria (NGV)

Vlog Day 6 part 3, Melbourne Museum & State Library of Victoria

Mari kita lanjutkan perjalanan berikutnya, day 7, shopping !

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Sea Life Aquarium and South Wharf DFO

Melbourne family Trip

Day 5 : Monday, 8 February 2016 

Karena bantuan Rina & Panji we did visit yang memerlukan driving by car to beberapa tempat seperti Luna Park & Brighton Beach.

Sehingga hari ini kedepannya, adalah tempat2 yang dapat kami singgahi melalui TRAM dan jalan kaki.

Today’s agenda adalah :

  • Check in back to Citadines
  • Sea life Melbourne Aquarium
  • South Warf DFO  

Let’s hit it !

Rina & Panji berangkat pagi ke kantor jadi kami pun sekalian pesan taxi untuk mengantar kami dan barang-barang yang ada ke Citadines. Evan terbiasa bangun pagi untuk kesekolah jadi Alhamdulilah tidak masalah.

Evan pun cukup akomodatif mau sarapan sedikit ditaxi dan dilanjutkan di hotel.

It was very nice for Rina & Panji for having us over the weekend, dan terus menemani kami after office selama kami di Melbourne. Thank you guys. Semoga dalam suatu kesempatan kami dapat membalas kebaikan both you guys ya. Love.

Sesampai kami di hotel, tentunya kamar baru siap after lunch. Tapi tidak jadi masalah karena kami bisa tenang bepergian dengan menitipkan barang-barang kami di concierge.

Tips.

  • Biasanya hotel akan meminta pas photo bagi yang ingin menitipkan barang, sekedar security atau prosedur entah juga tapi siapkan saja karena akan berguna di negri orang.
  • Sering-sering check website tempat yang Anda akan kunjungi. Biasanya pembelian melalui online lebih murah bahkan banyak discount. Salah satunya saat kami membeli tiket masuk Sea Life Melbourne Aquarium.

Sea Life Melbourne Aquarium

Kembali melalui TRAM kali ini kami berhenti di Flinders Street. Dan jalan 2 blok hingga mencapai tempatnya. Saat kami masuk, ada beberapa line up pilihan.

Karena kami telah membeli tiket melalui online, make sure mengambil line up yang sesuai dengan pilihan pembayaran, setelah itu kami hanya perlu memperlihatkan email yang ada di Hp saya.

Selanjutnya tinggal masuk. Tentunya dengan beberapa penjelasan tentunya. Mari kita lihat … FISH !

Seperti aquarium lainnya di masing-masing Negara tentunya lebih banyak memperlihatkan ikan atau hewan laut yang khas di negaranya. Begitu juga disini.

Cukup besar aquarium ini karena hingga 5 lantai ! Bukan hanya hewan laut tapi juga yang terkenal di hewan dataran Australia seperti besar dan ganasnya crocodile Australia.
Diantara aquarium ada ruangan khusus untuk anak-anak belajar lebih banyak mengenai hewan laut.
Disini juga ada thematic movie yang disesuaikan dengan binatang yang ada disini. Kali ini Ice Age ! Seru ya ☺
Juga sempatkan melihat di area luar.

Di akhir kami tidak lupa berbelanja di merchandise shop dan mengambil photo-photo kami yang diambil saat masuk, sayang bila tidak diambil. Lihat deh 🙂

Fun 🙂

Now, DFO South Warf !

South Warf DFO Adalah Direct Factory Outlet bagi brand-brand terkenal. You name it !

Dari Allanah Hill hingga Bed Bath and Table, dari Coach factory hingga Cotton On juga ada khusus Cotton On Kids. Victoria Secret hingga Nike and many more termasuk brand khas Australia seperti Wichery dan lainnya bisa dilihat disini.

Lantai dasar adalah all about sports Sketchers hingga Addidas.
Lantai bawah adalah fashion and fashion and fashion! Arrggh !

KONTAN PUSING MENDADAK.

Bayangkan semuanya display dengan harga dibawah harga pasaran plus dengan tambahan discount tersedia !

Oh iya, sebelum masuk, kami sempat lunch di toko kecil khas makanan Thailand. Cukup murah dengan porsi yang cukup banyak. Recommended bagi Indonesians yang kepengen makanan nasi dengan lauk beragam.

Kenyang + Shopping = Bahagia.

Oh iya, disini kami juga ketemuan dengan seorang teman, Adit.
Dia yang ngajakin ngopi-ngopi sore-sore sambil ngobrol berhubung sudah lama tidak ketemu.

Ya dengan senang we said, lead the way Dit !
Southgate Yarra Riverside, kami di traktir oleh Adit ngopi sambil nyemil… hihihihi brownies rocky road.

Dinamakan Rocky Road sebenarnya adalah karena berisi marshmallows and sometimes with nuts. Kadang bukan hanya dalam bentuk brownies tapi juga chocolate ada yang Rocky Road.

Adit juga yang maksa kami photo-photo disini overlooking Melbourne’s city yang juga menjadi trademark tourist datang kesini. Harus katanya. Ya sudah, kami nurut saja 🙂

Setelah dari sini, kami berpisah sambil berjalan pelan kembali ke hotel sore-sore melihat lihat.

Abang sempet mampir ke beberapa toko camera, karena faktanya, barang elektronik di Melbourne kecenderung lebih murah harganya. Kadang hingga 30% miring. Tips again !

Nah, silahkan nonton vlog day 5 ya.

Mari kita lanjutkan perjalanan day 6 ! Yuk 🙂

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Brighton Beach and Queen Victoria Market

Melbourne Family Trip 

Day 4 : Sunday, 8 Feb 2016 

  • Drive to Brighton Beach and Luna Park at St Kilda Beach 
  • Queen Victoria Market

So, bright and early around 9am after breakfast at Tante Rina & Om Panji’s place, off we go to the beach!

Karena saya anak pantai, senang island hoping, pengalaman saya antara belitung di Indonesia dan khopipi islands at Thailand, saya sangat penasaran dengan pantai di Australia.

Kesempatan ini saya mulai dengan mengunjungi Brighton beach.

Pada kenyataanya Brighton Beach ini adalah salah satu landmark Melbourne karena rumah-rumah kecil yang berwarna warni menghiasi keriaan pantai tersebut.

Pada kebanyakan rumah-rumah ini disewakan dan ada yang dibeli untuk pribadi yang mau menggunakan atau menyewa ulang.

Disebutkan namanya Brighton Bathing Box dimana sejarahnya dimulai dari pantai-pantai di Inggris, Prancis dan Italia.

Kegunaannya beragam, mulai dari penyimpanan barang, berteduh, ada juga yang menambahkan fungsi dapur kecil dan meja makan seadanya.

Kami berjalan-jalan hingga ke ujung to see what other uniqueness here.

Jujur, khusus untuk Brighton Beach, secara kategori pantai, tidak seindah dan sebagus pantai di Indonesia… but it was very clean.

That day was definitely a good day to walk at the beach. Very Nice.

Evan tentunya selalu senang, sama kayak mamanya, anak pantai.

Setelah itu kami sempat mengitari area sekitar pantai Brighton, kami pun melintasi Luna Park di St Kilda Beach. Suatu amusement park yang cukup seru berdekatan dengan Brighton. 5 minutes walking distant.

Kami tidak pilih untuk stop karena lunch time is near and evan needs to eat, and fast !

Nah, kami ingin makan di tempat khas Melbourne, as we said to Panji, lets eat at some place that is soooooo Melbourne. Take us there ☺

Karena setelah lunch kami berencana ke Queen Victoria Market maka Panji parkir di salah satu gedung berdekatan dengan kedua tempat. Walking distance.

Royal Arcade Melbourne

Kami memilih makan di salah satu alley mall ini. Intinya, gang kecil. Seperti ini.

the lovely couple, Rina & Panji

Di Royal Arcade Melbourne yang berdiri pada bulan May 1870 merupakan suatu landmark bersejarah Melbourne yang rawat rapih hingga sekarang. Ada one of the oldest still in service tea room bernama Hopetoun Tea Rooms. Bagi yang mau mencoba harus reserved terlebih dahulu.

Lanjut ! Queen Victoria Market.

Untungnya, tadi malam Abang and Panji mampir ke rumah salah satu teman kami Aryo Kresnadi Prabowo hehehehe lengkap tuh gue sebut namanya. Karena sulitnya tidak membawa stroller, Aryo come to the rescue and offer us pinjam stroller sementara kami di Melbourne. What a life saver ! We owe you big time Aryo!

and then sampai di Queen Victoria Market pun, hah !

How to describe Queen Victoria Market is like pasar seadanya hanya bersih, beda warna, rapih mengalokasikan pakaian, mainan atau oleh-oleh makanan hingga fruits khas Melbourne.

Mirip Chaktuchak hanya lebih lenggang, lebih kecil namun tidak selengkap barangnya ya. Tapi gambarannya kurang lebih seperti itu.

Disini tempatnya kita belanja oleh-leh murah. Bisa nawar dan to tell you the truth, banyak orang Indonesia berjualan oleh-olehnya ! hahahahahhaha enak rasanya nawar pake bahasa Indonesia. Aseli 🙂

Bila kami sampai disini ada khas curros berlokasi di area depan dan donuts berlokasi di area belakang pasar yang dijual di food truck. You have to try ! Yummy !

So we’re done for the day, Evan juga tidak bisa jalan terlalu lama. Pastinya akan cranky so we went home with a big smile 🙂

*after-some-quick-shopping-tentunya* heheheheheh

Today’s vlog dapat disimak disini ya.

Mari kita lanjut day 5 ! Sealife Melbourne Aquarium !

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Yarra Valley Chocolatier

Melbourne family trip 
Day 3 : Saturday 6 Feb 2016 
  • Check out hotel at 9 am 
  • Pick up by Rina & Panji 
  • Yarra Valley Chocolatier 
  • Check in to Rina & Panji’s place

We are very grateful for Rina & Panji karena banyak sekali dibantu selama di Melbourne. Karena mereka ikut menemani jalan-jalan especially on the weekends hingga akhirnya keperluan sewa mobil pun tidak jadi. Dan dalam keperluannya untuk sewa child’s car seat pun dibantu disediakan oleh mereka, we were so grateful. Happy.

Note
Peraturan yang berlaku di Melbourne cukup strict sehingga dalam hal perlindungan anak diwajibkan untuk menggunakan child’s car seat pada setiap mobil pribadi.
Biaya sewa child’s car seat berkisar Rp.1-2jt.

So are you ready to know what happen next ? Here we go …

We made it on time for check out but Saturday was traffic so check out hotel by 10am.

Rina beli roti buat makan di jalan, tidak jauh dari hotel kami ada took roti BreadTop. Very nice, very warm and lembut rotinya. Pengkolan jalan kok, deket.

Pada kenyataannya, ternyata cukup tricky jalan menuju Yarra Valley walaupun melalui GPS dan Google Maps. It was Rina & Panji’s 1st time too.

Akhirnya kami tiba di daerah yarra dimana daerah tersebut sangat indah karena berbukit penuh dengan greeneries dan teryata penuh dengan berbagai perkebunan anggur. It was so different from where we came so it was indeed a refreshing sight.

We made a couple of wrong u-turns and end up arriving around after 1 pm so it was a minimum of 3 hours trip.

Sesampainya kami di Yarra Valley Chocolaterie dataran cukup tinggi walau matahari menyengat tapi udara yang cukup sejuk menyegarkan kami yang sudah cukup lama didalam mobil ☺

Yarra Valley Chocolaterie & Ice Creamary

Entry pertama masuk kedalam toko chocolate dengan segala macam jenis, rasa maupun bentuknya. Lumayan banyak dan cukup membingungkan karena semuanya seru dan enak kayaknya rasanya. You have to take some home. Wajib.

Perlu berkali-kali muter rasanya untuk memilih yang mana yang mau dibawa pulang dan oleh-oleh. Heheheheh.

Saat didalam toko, kita bisa melihat para chocolate makers bekerja dan membuat segala macam goodies from chocolate. Seru !

Tips
  • Pembelian credit card di Australia kebanyakan adalah self service. Be sure to remember your pin number when using.. walau banyak juga yang offer signature.
  • Kamar mandi cukup nyaman terutama bagi yang bawa anak kecil yang harus washy-washy setelah bermain diluar atau poop setelah makan 🙂

Setelah melihat-lihat karena kami cukup lapar akhirnya kami makan siang dulu bersama.

Disediakan crayons and drawing pictures untuk si kecil yang tidak mau diam.

Di hari ini lah saya mulai melakukan sesuatu yang sangat sinful. I start drinking chocolate milkshake ☺ It was soooooooo good ! oh my God ! hahahahaahh.

After lunch we played outside and the view was breathtaking. Evan seperti biasa, ga bisa melihat playground sedikit langsung lari dan lari dan lari.

Disediakan bola dan alat olahraga outdoor bagi yang ingin bermain sejenak melepas penat.
Silahkan nikmati beberapa photo berikut ini. Because we did hahaahhaha

Karena hari cukup sore dan perjalanan cukup jauh kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat kerumah Rina & Panji. Love !

Silahkan simak vlog day 3 ya !

Now lets go to day 4 …

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Zoo

Day 2, Friday 5 Feb 2016 

  • Melbourne Zoo 
  • Chapel Street 

Lets go to the Zoo, Mama ! Evan berulang kali teriak dengan semangat. Just the thought of seeing the animals Evan always feel excited. Tiap kali tiap hari selalu cek temperature dan weather hari tersebut.

Berhubung saat tiba kemarin agak windy, kami memutuskan untuk sedia payung sebelum hujan heheheh.

We’re so ready ! Disini terlihat kami menunggu tram persis didepan hotel kami. Kalo lihat persis sebelah kiri photo adalah hotel kami. Dekat bukan ?

scarf by @pattforpattern, sunglasses by @uniqlo

Tram ini tidak langsung jadi kami dari Bourke Street, stop di William Street dan pindah TRAM yang langsung menuju Melbourne Zoo.

Setiba kami disana, saat mengantri di depan loket, suami ku tiba-tiba pucat teringat sesuatu. Ternyata camera yang dia gunakan untuk vlogging tertinggal di tram. OH SEDIHNYA !

Kami sempat melaporkan ke beberapa bagian pelaporan barang hilang, baik customer service TRAM maupun customer service city Melbourne.

Akhirnya dibantu oleh Rina teman kami yang saat ini bekerja dan tinggal di kota Melbourne, setelah mencerita history dan proses kehilangan mereka informasikan akan menghubungi kembali ke rina bilamana ada temuan atau update.

Well there’s nothing much that we can do now. Dan suami saya berucap, I wont let this ruined my holiday with my family… ooh!

Still.. its heart breaking to see kan ….

Ok, mari kita lanjutkan our visit to the Zoo. Secara harga, bisa dilihat disini, mereka tidak charge untuk anak-anak dibawah 4 tahun.

Ternyata Melbourne Zoo dibilang besar ya besar banget! Luas pada tepatnya.
Bagi anak umur 3,5 tahun cukup membuat kelelahan heheheheh termasuk orangtuanya.

Disinilah kami benar-benar menyadari bahwa stroller is a must bring essentials.
Karena outdoor there’s no way apabila tidak bawa topi atau teduhan selama bermain di sini. So, how did i rocked it ?
  
hat by @cottonink
Terus terang kami tidak mengunjungi semua animals yang ada disini.
Cukup yang hanya membuat evan kagum atau pilihan evan sendiri.

…. aneh melihat tortoise line up,
….atau yang khas Aussie 🙂
 
atau keunikan yang tidak ada di Indonesia seperti, area khusus kupu-kupu !
Pada dasarnya, mungkin hampir semua jenis kupu-kupu ada disini.
Suatu pengalaman yang sangat mengesankan inside that little butterfly garden. At least for me it really brings out that magical feeling inside the little girl in me 🙂 Magical.
Saat kita keluar ada area untuk anak-anak yang mau belajar mengenai butterfly, bisa juga buat istirahat sebentar.
 
 
And juga as we enter one of the area, kami temukan Indonesia !
 
Hahahahhah.
Rasanya pengen teriak, “Bang teh botol dingin pake es 2 ! Gak pake lama!” *ting
 
Untuk pilihan area untuk istirahat dan makan ada beberapa pilihan,
Pertama, yang berlokasi di tengah.
Cukup nyaman dan lengkap pilihan makanan ada resto dan maupun café kecil dan mini mart yang menyediakan mulai dari sandwhich, burgers, sushi dan lainnya.
Disini tempat istirahat bilamana mau sekaligus washy-washy bagi kesayangan yang sudah berkeringat dan kotor. Banyak sekali pigeons yang dapat menghibur evan sambil gantian makan siang.
Selain itu ada playground yang cukup seru dengan merry go rounds yang gratis dan tempat2 instagram-able moments dan photo serasa di pantai.
Evan immediately got hooked.
Setelah kembali melanjutkan akhirnya kami kelelahan dan yang menyenangkan di sini adalah duduk berteduh di rumput empuk, kering dengan udara yang cukup menyenangkan dimana di beberapa lokasi disediakan mini cafe yang menyediakan fnb secukupnya, termasuk ice cream !
 
 Temuan lain yang kami dapatkan adalah luasnya Melbourne zoo dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk mini concert.
 Yes, indeed we had so much fun. Thank you Melbourne Zoo !
Sekarang, Capek.
Sampai di hotel, mandi dan evan langsung ketiduran.
Tapi ga lama, bangun minta makan.
Hari ditutup dengan makan bersama Rina & Panji, teman dekat kami yang saat ini tinggal di Melbourne. Rencananya besok kami akan menginap 2 malam di rumahnya di daerah north Melbourne, Lalor.
Dinner malam ini skaligus catching up, temu kangen dan ngobrol untuk rencana ke-esokan harinya.
 
Dae Jang Geum Korean BBQ
 
Karena walking distance from the hotel, setelah dinner sambil lewat saya minta stop by at Target. 
Pengen tau aja kayak apa sik murahnya memangnya ? yeah rite ! hahahahhahahha
 
Dan tips untuk TARGET, banyak barang-barang in trend dengan harga murah misalnya sneakers 5 dolar baik dewasa maupun anak-anak.
 
Dan sempat melihat ada stroller hanya 20 dollar. Artinya Rp. 200rb !
Sayang habis saat itu di cabang yang kami kunjungi.
 
If it’s cheap then it is cheap. You won’t get 50ribu rupiah di Jakarta for flat sneakers rite? So enjoy your holiday guys 🙂
Silahkan tonton vlog day 2

Next, Day 3

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Bourke Street and Federation Square

Melbourne Family Trip

Day 1, Thursday 4 Feb 2016 
Arrival at Melbourne. 

Perjalanan dari Jakarta menuju Melbourne memerlukan waktu yang cukup lama hingga 6 jam.
Itu juga yang membuat kami memutuskan untuk mengambil flight malam (22.40 WIB) sehingga tiba di Melbourne pagi jam 9.

Kami menggunakan Garuda Indonesia karena one way berhubung bawa anak kecil dan travelling quite heavy sehingga repot kalo pake transit.

Sesampai di bandara Melbourne karena telah di brief sebelumnya, kami siap dengan masuk kamar kecil terlebih dahulu dan keperluan nyemil evan. Berhubung imigrasi Melbourne cukup ketat dan ramai.

Tips. 

  • Imigrasi Australia sangat ketat atas aturan tidak boleh membawa cairan atau daging dan lain sebagainya sehingga disarankan untuk claim terlebih dahulu pada baggage claim formulir yang di berikan saat di pesawat. Asalkan alasannya kuat, pihak imigrasi akan bisa mengerti.
  • Dalam hal liquid yang dibawa dalam tas cabin, siapkan semuanya dalam botol dengan maximal ukuran tidak lebih dari 50ml. Atau bila botolnya sudah kecil dan terpakai tidak jadi masalah.
  • Saat diwawancara setelah proses administrasi imigrasi (cap) secara prosedur mereka akan tanya ulang melihat claim form yang kita tulis.
  • Dalam hal cairan, saya katakan “betul membawa, 1st aid kit medicine for my child also vitamins. As for diary are my son’s milk.” Dengan alasan, “my son only wants to drink that”
  • Dalam hal food, saya kira 1 porsi nugget masih diperbolehkan, karena saya siapkan untuk sarapan setiba kami di Melbourne, nice try, niatnya buat anak, tapi tetap diambil karena rules are rules. And rules are there for a reason. 

Sesampainya kami diluar, tersedia Information Center yang juga membantu menyediakan penjualan sim card. Vodafone adalah rekomendasi dari Vesta.

Suami saya seorang gadget freak jadi he was so prepared and bought this before we came to Melbourne. He bought this from Ace Hardwear di Jakarta.

Setelah itu, kami langsung mendapatkan taxi tepat didepan pintu gerbang keluar bandara. Off we go to Citadines.

Karena kami tiba pagi, tentunya kamar kami baru siap diatas jam 12, skitar jam 1 atau 2 siang. Tapi tidak perlu khawatir, mereka menyediakan fasilitas bagi yang mau freshen up, mandi dan ganti baju bilamana diperlukan di lantai 1 daerah dekat Gym dan Swimming Pool hotel.

Persis bersebelahan dengan hotel ada coffee shop kecil yang menjual makanan sehat, sambil ngasih makan evan, kami pun mencoba apa yang tersedia.

Akhirnya kamar kami siap dan evan langsung nyaman beristirahat sebentar.

This is our view,not bad huh ?

Hotel ini, pada semuanya dikerjakan sendiri, mulai dari laundry atau membawa luggage ke kamar. Jangan kaget ya.

Karena hari pertama, walaupun waktu kami cukup banyak, tapi tugas kami hari itu adalah belajar beradaptasi. Terutama bagi keluarga dengan anak kecil, pastinya akan sedikit tambah effort.

Setelah semua nyaman, sekitar jam 2an kami mencoba untuk jalan namun sebelumnya kami membeli myKi card untuk keperluan transportasi tram melalui seven eleven yang dekat dengan hotel kami.

Juga tidak lupa mendapatkan map kota Melbourne dari receptionist hotel. Kami beli yang weekly karena lebih murah tanpa perlu beli atau mencari tiket setiap kali mau naik.

Setelah mencapai Bourke Street, we stroll along the road dan berjalan menuju Federation Square. Evan tentunya kelelahan, sehingga sangat cranky untuk jalan maunya di gendong. Satu hal yang kami sesalkan adalah tidak membawa stroller.

Udara pada hari tersebut cukup sunny namun banyak angin and the temperatur 16 degrees sehingga agak dingin bagi kami yang terbiasa dengan udara Jakarta.

Saat mencapai St Paul’s Cathedral, Evan bobo sehingga kami berhenti dan duduk beristirahat di daerah situ.

So the plan for day 1: Thursday 4 Feb 2016 after arriving at Melbourne Airport, visit
  • Bourke Street 
  • Federation Square

These are some pics that we captured.

At the corner of Federation Square, Flinders Station.
Stasiun pusat Melbourne baik train maupun MRT dan juga transportaion menuju airport.
Federation Square,

St Paul Cathedral in front of Federation Square,

Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk kembali ke hotel agar evan bisa beristirahat dengan nyaman dan juga mempersiapkan untuk hari berikutnya yang cukup jauh dan panjang. Kami berjalan pelan-pelan dengan modal map dari hotel dan Google Map, kami menemukan jalanan unique at Hosier and Rutledge Lane, opposite Federation Square.
Selain grafiti, banyak sekali di beberapa titik jalanan ada street performance. Local artist dan juga outsider.

Yes, this is definitely artsy and youthful.
Gimana, sudah mirip fashion blogger belum ? 🙂

Light Camel Coat by @CottonInk – Shoes by @Zara – Backpack by @ouvalresearch

Pelajaran hari 1 ? Jet lagging.
Di Melbourne, malamnya telat. Jam 7 malam masih seperti sore, bagi anak-anak masih terasa belum waktunya tidur.
Lagian jam 7 malam di Melbourne sama dengan sore hari di Jakarta.
So, siap-siap ya 🙂

Next, Day 2.
Lets go to the Zoo , mama ! *kata Evan*

Simak vlog Melbourne Family Trip kami mulai dari berangkat hingga pulang oleh Bangwin di channel vlogissimo. Selamat menikmati 🙂

Day 1, Berangkat.

Day 1, Bourke Street.

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

How to plan a family trip to Australia

Melbourne Family Trip 

Yeaaaayyy !

Hanya berpikir untuk merencanakan sebuah liburan saja sudah membuat hati senang. Apalagi saat menikmatinya 🙂

Melbourne adalah pilihan pertama destinasi Negara Australia karena beberapa alasan pribadi.

Pertama, kami ingin mencoba sebuah destinasi yang sangat berbeda namun familier. Karena kami memiliki banyak teman dan saudara, yang pernah tinggal atau masih tinggal di kota ini karena sekolah atau kerja, mereka selalu menyebutkan Melbourne is a pleasant city.

Kedua, kami ingin banyak melihat hal baru dan kali ini bukan untuk tujuan shopping. Its youthful, artsy, not too big yet still a city.

Ketiga, karena anak kami , Evan tergolong balita kami ingin menikmati liburan yang santai, tidak terburu-buru dan mudah bagi Evan dalam hal kenyamanan, pilihan makanan dan hiburan. Tujuannya adalah liburan keluarga, that means everybody has to enjoy. That was the main goal.

Semua itu yang membuat kami memutuskan untuk menghabiskan sejumlah waktu yang cukup hanya untuk sebuah kota.

Lets just say in terms of visiting Australia, this trip is a trial trip for the next round of trips to Australia. A to da Men. Amen.

Nah sekarang bagaimana perencanaannya trip kali ini ? Karena kami tidak terbayang, tentunya orang yang paling cocok dalam memberikan nasihat adalah teman kami Amalla VESTA si @SwankyTraveler.

Vesta adalah seorang travel consultant bagi pribadi, keluarga ataupun korporasi yang membutuhkan jasa lebih dalam dari hanya booking tiket ataupun hotel.

Karena saya loved every bit of our trip, I want to share as many of my experience to you. Pengalaman saya akan dibagikan dalam rangkaian blog posts mulai dari posting ini.

Pertama-tama, mari kita bahas mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan, itinerary dan apa saja yang harus kita bawa.

Dalam hal ini, every step of the way kami dibimbing, dibantu dan diberikan saran dan diskusi bersama Vesta sebagai konsultan #familytrip kami. Lets Goh !

Planning a Family Trip to Melbourne, Australia.

1. Yang pertama kita perlukan adalah berapa banyak budget yang dapat dialokasikan. 

Besar dari budget akan banyak mempengaruhi dalam hal :

  • lamanya trip,
  • biaya-biaya yang diperlukan tidak hanya transportasi dan akomodasi, pilihan tempat untuk berkunjung hingga uang jajan tiap harinya yang akan digunakan untuk makan, tiket masuk suatu rekreasi atau oleh-oleh dan shopping 🙂

Dalam hal pemilihan hotel kami memiliki Citadines on Bourke Street karena beberapa alasan :

  • Berlokasi di tengah kota. Memudahkan kami untuk travel karena persis depan hotel kami ada Tram Stop.

Citadines adalah hotel / apartment. Ada plus minus. Tidak ada hotel breakfast tapi layaknya mini studio apartement disediakan dapur kecil lengkap dengan cook tops, microwave, termasuk peralatan dapur seperti panci juga peralatan pembersih.

Walaupun tersedia laundry service tapi disetiap lantai juga disediakan mesin cuci coin-an. Bisa dibantu di receptionist untuk penukaran coin yang dibutuhkan.

  • Karena ditengah kota, memudahkan dalam mencari tempat makan yang “enak” bagi kami khususnya evan. Depan kami ada ramen enak, samping kiri ada resto Thailand enak, samping kana nada coffee shop dengan healthy menu and salad choices. Heaven !
  • Dalam hal harga tentunya tergantung season ya tapi bilamana kita boleh rata-ratakan sekitar Rp. 1,5mio per-malam.

2. Setelah itu pilihan waktu untuk berlibur tentunya disesuaikan dengan keinginan keluarga atau tujuan berlibur. 

Waktu yang kami pilih adalah akhir taun tapi karena jadwal sekolah evan, dan perbandingan biaya lumayan jauh maka kami mengambil tanggal 3-11 February 2016

Dalam rangka berkunjung termasuk teman dan relasi kamipun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menginap di rumah teman dekat kami Rina & Panji 🙂 Pengalaman menyenangkan tersebut memberikan sedikit banyak tambahan pengetahuan mengenai living in Australia dalam hal ini Melbourne.

Dengan kombinasi semua keinginan kami, berikut jadwal perjalanan kami

3 Feb: 22.40 CGK-MEL
4 Feb: 09.00 Arrive MEL
4-6 Feb: stay at CITADINES on Bourke
6-8 Feb Stay at Rina’s House
8-11 Feb: Stay at CITADINES on Bourke
11 Feb: 14.30 MEL-CGK

9 hari trip
8 hari dan 7 malam di Melbourne

Tanggal terpilih karena ada long weekend termasuk hari perayaan Chinese New Year. Perfect !

3. Visa

Amazingly mudah dan cepat. Atas saran vesta, kami diminta untuk mengisi form dan menyiapkan semua dokumentasi yang diperlukan.

Per-orang biaya sebesar Rp. 1.650.000,-

Tips

  • Perihal deposit, yang kami lakukan adalah selain print rekening 3 bulan juga kami print bukti kepemilikan savings lainnya yang kami miliki sehingga lebih ensure our stability.
  • Diperlukan pas foto tambahan, tapi jangan khawatir karena vfsglobal sangat nyaman dan akomodatif sehingga photo booth pun tersedia disana.

Waktu yang diperlukan hanya makan 1-2 jam.
Setelah semua proses dilewati tidak lebih dari 2 minggu kami menerima email visa grant. Very easy.

Just incase you need, silahkan check website mereka http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/

4. Itinerary 

Day 1: Thursday 4 Feb 

  • 09.00 Arrive in Melbourne
  • To Citadines (by taxi or train or bus)
  • Bourke Street
  • Federation Square

Day 2: Friday 5 Feb 

  • Melbourne Zoo
  • Chapel Street

Day 3: Saturday 6 Feb 

  • Queen Victoria Market
  • Check-out/Rent the Car
  • Move to Rina’s house
  • Dandenong

Day 4: Sunday 7 Feb 

  • Yarra Valley Winery, Ice Cream, & Chocolate Factory (1 hour drive from 1/5 Kellerher St Lalor)

Day 5: Monday 8 Feb 

  • Check-out from Rina’s house
  • Drive car to Luna Park at St Kilda Beach
  • Brighton Beach
  • Return the car
  • Check-in at Citadines

Day 6: Tuesday 9 Feb

  • Melbourne Sea Life
  • Melbourne Star Observation Wheel
  • Eureka Sky Deck

Day 7: Wednesday 10 Feb 

  • Science Works
  • Botanical Garden
  • Around city/South Wharf DFO

Day 8: Thursday 11 Feb 

  • Melbourne Central · 11.30am
  • Check-out · 12.00pm to Airport by Taxi
  • Back to Jakarta 14.30

Dalam hal pilihan tempat berkunjung, Vesta cukup sabar bercerita, memberikan gambaran pada setiap tempat termasuk apa yang perlu di persiapkan saat datang berkunjung bagi keluarga muda seperti kami. Jangan begitu karena ada ini. Akan ada ini untuk keperluan itu. Bila cuaca seperti ini ada baiknya siapkan itu. Sehingga kami siap dan minimal kebayang. And that is really helpful.

5. What to bring 

  • Cuaca dan wardrobe. Selalu cek and ricek cuaca maupun temperature jauh-jauh hari dan juga saat mendekat dihari H dalam rangka mempersiapkan bawaan wardrobe dan necessity yang diperlukan Australia Negara terbalik sehingga summer berada di akhir tahun namun karena kami akan tiba di February sehingga seperti perbatasan panas dan spring time. Which people say perfect timing karena the weather is fine. Not too hot. Hari pertama kami tiba diperkirakan hujan dan windy sehingga, wardrobe ditambahkan dengan beberapa light jacket dan double t-shirt untuk evan.
http://www.uniqlo.com/id/
http://www.mothercare.co.id/
  • Necessity. Kami keluarga listrik. We need so many gadgets with electricity. Laptop, Handphones, iPads, Cameras, specific hairdryer 😀 the list goes on and on and on …. Vesta dalam hal ini tidak hanya membantu informasikan jenis colokan yang harus dipersiapkan tapi juga
  1. Bagaimana, dimana, dan apa SIM Card yang dapat digunakan sesampai kami disana
  2. Range biaya seperti taxi dan tips for smart budgeting for transportation
  3. Tips apa yang akan kami ekspektasi sesampainya di Melbourne airport termasuk proses imigrasi, tempat dan cara sewa car child’s seat (peraturan pemerintah Australia sangat ketat)
  4. Perlindungan untuk cuaca
  5. Hingga rekomendasi tempat makan, minuman atau apa yang khas dan terkenal di Melbourne termasuk kopi, karena Melbourne is famous for its good coffee.
  • Family Must Bring. STROLLER

Apabila tidak mau end-up like this,

or this,

well, stroller is a must you need to bring 🙂

Nah, setelah semua siap, we’re ready to go !  Wohooooooooww.

Next, Day 1.

Melbourne family trip series read here.