Belitung Family Trip, Pantai Laskar Pelangi

Belitung Family Trip #1

Pantai Laskar Pelangi / Tanjung Tinggi Beach

Pada awalnya kami merencanakan a quick getaway trip to refresh ourselves from the crazy hectic city hustle and bussle, bersama Evan, anak kami berusia 3 tahun. Tapi kita juga kepengen dalam liburan kali ini ajak orangtua kami. Papanya Abang dan Ibunya saya.

So where to go where its safe for toddlers and very mature people ? 🙂

Setelah menimbang biaya, jarak dan tentunya pilihan tempat bermain di pantai yang aman, pilihan kami jatuh pada Belitung. 4days – 3nights.
Atok (sebut, kakek Bahasa Bangka) adalah ayah dari suami saya yang berumur 75 tahun. Sedangan ibu saya, nineng (sebut, nenek Bahasa pagaralam, SumSel) berumur 69 tahun saja.

LOL. 3 tahun, 75 tahun, 69 tahun. k-e-l-a-r.

Setelah survey pilihan hotel yang ada kami diberi saran oleh teman kami, swankytraveler / liburanlokal untuk menginap di hotel BW Suite Belitung (ex-Hotel Aston). Dan terus terang, saat itu, skitar bulan November 2015 baru ada Hotel paling dekat dengan pantai berkelas bintang 3. Jadilah kami berangkat !

Hari 1, Tiba di Hotel.

Kami berangkat dengan Garuda Indonesia dengan harga berkisar Rp. 500rb per seat. Rata-rata penerbangan saat low season seperti oktober-november berkisar seperti itu.

Setiba kami di Belitung, terlihat kotanya asri, bersih walaupun masih tampak apa adanya. Tidak ada mall, tapi bangunan tua terlihat diperbaiki untuk restorasi bentuk bangunannya. Walau tidak banyak, tapi kami sangat senang melihat kesadaran para pemiliki gedung atau rumah.

Sebagai perbandingan, Belitung keadaannya jauh dengan Bali dan lebih dekat ke Lombok. Tidak akan menemukan banyak toko dan hiburan. Very low key, apa adanya.

Saat siang tiba, yaitu waktunya jam makan kami tiba di Hotel BW Suite Belitung. Hotelnya cukup bersih, cukup menyenangkan. Kelas 3 based on my point of view.

Kami tiba pada jam makan siang, setiba kami di sana sambal menunggu kamar ready, kami lunch dulu di café hotel. Cukup lama kami makan sekitar hampir 1 jam.

Pada saat kami naik ke lantai kami menginap, areanya tidak ber AC atau minim AC. Pada saat kami masuk kedalam kamar, AC juga belum nyala sepertinya AC tidak central control sehingga cukup perlu beberapa waktu untuk mengademkan suasana hati.

Setelah selesai berberes, karena sudah cukup sore, kami mencoba mencari kesenangan di hotel, dengan BERENANG !

Pemandangan dari kolam renang langsung lautan lepas, bayangkan apabila tidak sedang musim kering pasti akan sangat bagus.
Saat ini tampak air sedang surut sehingga tidak terlihat laut tapi lebih banyak pasir dan bebatuan.
Hari ke 2, Main ke Pantai.
Bright and early. After breakfast kami langsung menuju Pantai LASKAR PELANGI. Dinamakan Tanjung Tinggi Beach.
Terkenal dengan banyaknya batu-batu alam besar sepanjang pantai pasir yang putih dan halus. Karena banyaknya batu-batu besar sekitar pantai maka air sangat tenang jauh dari ombak besar yang biasanya kita temui di pantai lepas.

Di area banyak tersedia air kelapa muda.

Its like having our own private beach ! Orang tua senang, karena bisa main air dengan tenang berpegang bebatuan dengan air yang cukup tenang. Aman-nya dapat, nyaman-nya juga dapat.

Sekitar area pantai banyak tersedia jualan minuman juga kepala muda ! ada juga warung-warung lokal menjual makanan ala kadarnya.

Rekomendasi saya, bring your own F&B plus handuk dan peralatan ke pantai seperlunya. Bisa saja seharian, tapi karena anak kami masih sangat muda sehingga mudah kecapekan. Jam 12 an kami pulang ke hotel. Tentunya evan sudah tertidur.

Sambung ke Rumah Adat Belitung dan Danau Kaolin, click ini.

Belitung Family Trip series, ready here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Belitung Family Trip, Rumah Adat dan Danau Kaolin

Belitung Family Trip #2

Rumah Adat Belitung dan Danau Kaolin

Selesai bermain di air, kami kembali ke hotel untuk makan siang sekaligus berbersih.

Tentunya, bagi Atok, Nineng dan Evan lumayan cukup menguras tenaga dan excitement mereka.
Tapi itu tidak lama ! Setelah selesai mandi, makan siang dan cukup istirahar, kami memutuskan untuk jalan keliling kota. Kota Belitung tidak besar, berkisar 4,833 km2.
Sehingga, cukup hanya sehari bila mau jalan-jalan menyusuri dan mempelajari isi pulau Belitung. Kurang lebih sekitar jam 3 kurang kami berkeliling melihat-lihat disekitar hotel kami. Jarak tidak lebih dari 15-30menit kami berkunjung dari satu tempat ke tempat lainnya.
Tidak sangka dalam waktu yang sangat singkat, kami mampu menghampiri beberapa tempat yang seru seru.

Pertama, RUMAH ADAT BELITUNG

Sangat kebetulan sekali tumah adat sedang dijadikan lokasi shooting untuk perhelatan lamaran lengkap dengan penari dan calon pengantin juga saling berpantun.
Didalamnya rumah terbagi atas 2 bagian. Khusus dapur dan ruang makan dan ruang depan yang menjadi area show case baju traditional Belitung, foto-foto jaman Belanda.
Selayaknya rumah melayu Sumatra bentuk bangunan panggung menjadi ciri khasnya.
kami pun tidak lupa foto bareng dengan para penarinya 🙂
Berikutnya, sebelum kami melanjutkan ke tempat berikutnya, kami mampir ke DANAU KAOLIN.
Danau ini adalah danau buatan yang terbentuk karena galian kaolin. Terlihat air yang sangat biru dengan tanah liat kaolin disekitarnya.
Didepan danau, tampak hasil pasir kaolin yang sedang dipisahkan dengan hasil akhir.
Katanya, kalo belum pegang pasir kaolin, belum berkunjung ke Belitung 🙂
Bagi yang tidak mengetahui kaolin itu apa, adalah bahan dasar pembuatan barang-barang ceramic. Selain timah, Belitung juga dikenal sebagai pulai penghasil kaolin. Cantik sekali memang.
Setelahnya, sore-sore seperti ini enaknya ngopi. Kami pun mampir di kopi khas Belitung, KONG DJIE COFFEE. Saya peminum kopi. Tapi bukan asli kopi. Saya coba kopi campur susu.
Rasanya, enaaaaaaaaaaaaaak sekali nikmat. Rasanya mirip ovaltine dengan rasa kopi.
Harus dicoba bagi yang mau berkunjung kesini.
Nah hari itu kami berakhir dengan santapan makan malam khas Belitung di RUMAH MAKAN BELITUNG.
Kami per 4 dengan tambahan 1 supir/tourguide, total Rp. 145,500 saja !

Puas jalan, Makan nikmat, hati tenang. Good nite !

Berikutnya, Belitung Island Hoping, click here to enjoy.

Belitung Family Trip series, click here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Belitung Family Trip, Island Hoping

Belitung Family Trip #3

BELITUNG ISLAND HOPING !

Dari hotel kami diantar oleh mobil hotel ke pantai terus terang saya lupa namanya. Dengan hanya paket Rp. 500ribu kami dapat keliling kepulauan Belitung sepuasnya.
Awalnya deg2an karena tidak terbayang route island hoping tersebut.

Tapi ternyata tiap pulau yang kami kunjungi cukup banyak dan tidak jauh, bilamana dirata2kan tiap kunjungan paling lama 10-15 menit.

Bagi yang pernah island hoping di Kho Pipi Islands Thailand, route tidak jauh beda.
Bedanya, jarak lebih pendek dan pulau lebih kecil-kecil bilamana dibandingkan dengan Monkey Island or Bond Island. Which means, more safe and suitable for family.

Pulau pertama adalah PULAU LENGKUAS.

Terkenal karena ada mercusar berumur 133 tahun, berdiri sejak 1882 jaman Belanda saat itu. Didepannya ada tempat minum2 kelapa muda dan bagi yang kuat boleh naik hingga paling atas.
Sekitar pulau pun banyak batuan besar sehingga para pengunjung lebih banyak berfoto.
Setelah Pulau Lengkuas, kami ke area snorkeling. Selain nyemplung di air yang dangkal dalam kedalaman hanya 4 meter, kami juga dapat memberi makan pada ikan.
Makanan ikan dapat dibeli di pelabuhan berupa biscuit seharga 10 ribu rupiah.
Saya anak laut. Tidak tahan tidak nyemplung.
Biasanya ada rasa was-was karena dalam atau tidak bisa melihat dasar. Tapi disini berbeda.
Apabila kamu bisa berenang, seperti saya tanpa alat snorkeling bisa menikmati indahnya laut Belitung. This is the main reason to visit Belitung. Lebih nyaman menggunakan alat sih memang toh harganya sewa tidak mahal juga.
Tampak ikan berdekatan kearah kapal dimana abang dan evan sedang “kasih makan fish!”
Setelah ini, kami mampir ke PULAU KEPAYANG. Tempat singgah yang tidak kalah menyenangkan. Karena disinilah kita MAKAN !
Disini ada tambahannya Rp. 15ribu per kepala hanya karena pegelola makanan berbeda tapi tidak menjadi masalah karena ibaratnya makan sebanyak itu dihargai Rp. 15 ribu per porsi.

Disana juga bisa tambah menu sate bilamana kepengen. Minuman hanya ada air putih masak dan teh.

Disini saya sarankan untuk membawa turun semua barang2 baik peralatan berenang dan bekal minuman. Karena setelah makan, pantai pulau kepayang cukup menghanyutkan para pengunjung untuk bermain.

Ga mau pindah…

Evan ga mau pulang ! Hehehehe. Berikutnya, kembali kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Batu Berlayar.
Dan Pulau Batu Garuda.
Indahnya bukan main. Last stop semestinya kami dapat bermain di Pulau Pasir yang katanya hanya tampak pasir putih tanpa batu atau lainnya. Sayangnya, saat itu lagi Pulau Pasir tidak muncul karena air pasang, bulan-bulan ini surutnya malam hari di Belitung ini.
Berikutnya, menikmati Mie Atep dan hari terakhir disini.
Belitung Family Trip series, click here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com