Melbourne Yarra Valley Chocolatier

Melbourne family trip 
Day 3 : Saturday 6 Feb 2016 
  • Check out hotel at 9 am 
  • Pick up by Rina & Panji 
  • Yarra Valley Chocolatier 
  • Check in to Rina & Panji’s place

We are very grateful for Rina & Panji karena banyak sekali dibantu selama di Melbourne. Karena mereka ikut menemani jalan-jalan especially on the weekends hingga akhirnya keperluan sewa mobil pun tidak jadi. Dan dalam keperluannya untuk sewa child’s car seat pun dibantu disediakan oleh mereka, we were so grateful. Happy.

Note
Peraturan yang berlaku di Melbourne cukup strict sehingga dalam hal perlindungan anak diwajibkan untuk menggunakan child’s car seat pada setiap mobil pribadi.
Biaya sewa child’s car seat berkisar Rp.1-2jt.

So are you ready to know what happen next ? Here we go …

We made it on time for check out but Saturday was traffic so check out hotel by 10am.

Rina beli roti buat makan di jalan, tidak jauh dari hotel kami ada took roti BreadTop. Very nice, very warm and lembut rotinya. Pengkolan jalan kok, deket.

Pada kenyataannya, ternyata cukup tricky jalan menuju Yarra Valley walaupun melalui GPS dan Google Maps. It was Rina & Panji’s 1st time too.

Akhirnya kami tiba di daerah yarra dimana daerah tersebut sangat indah karena berbukit penuh dengan greeneries dan teryata penuh dengan berbagai perkebunan anggur. It was so different from where we came so it was indeed a refreshing sight.

We made a couple of wrong u-turns and end up arriving around after 1 pm so it was a minimum of 3 hours trip.

Sesampainya kami di Yarra Valley Chocolaterie dataran cukup tinggi walau matahari menyengat tapi udara yang cukup sejuk menyegarkan kami yang sudah cukup lama didalam mobil ☺

Yarra Valley Chocolaterie & Ice Creamary

Entry pertama masuk kedalam toko chocolate dengan segala macam jenis, rasa maupun bentuknya. Lumayan banyak dan cukup membingungkan karena semuanya seru dan enak kayaknya rasanya. You have to take some home. Wajib.

Perlu berkali-kali muter rasanya untuk memilih yang mana yang mau dibawa pulang dan oleh-oleh. Heheheheh.

Saat didalam toko, kita bisa melihat para chocolate makers bekerja dan membuat segala macam goodies from chocolate. Seru !

Tips
  • Pembelian credit card di Australia kebanyakan adalah self service. Be sure to remember your pin number when using.. walau banyak juga yang offer signature.
  • Kamar mandi cukup nyaman terutama bagi yang bawa anak kecil yang harus washy-washy setelah bermain diluar atau poop setelah makan 🙂

Setelah melihat-lihat karena kami cukup lapar akhirnya kami makan siang dulu bersama.

Disediakan crayons and drawing pictures untuk si kecil yang tidak mau diam.

Di hari ini lah saya mulai melakukan sesuatu yang sangat sinful. I start drinking chocolate milkshake ☺ It was soooooooo good ! oh my God ! hahahahaahh.

After lunch we played outside and the view was breathtaking. Evan seperti biasa, ga bisa melihat playground sedikit langsung lari dan lari dan lari.

Disediakan bola dan alat olahraga outdoor bagi yang ingin bermain sejenak melepas penat.
Silahkan nikmati beberapa photo berikut ini. Because we did hahaahhaha

Karena hari cukup sore dan perjalanan cukup jauh kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat kerumah Rina & Panji. Love !

Silahkan simak vlog day 3 ya !

Now lets go to day 4 …

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Zoo

Day 2, Friday 5 Feb 2016 

  • Melbourne Zoo 
  • Chapel Street 

Lets go to the Zoo, Mama ! Evan berulang kali teriak dengan semangat. Just the thought of seeing the animals Evan always feel excited. Tiap kali tiap hari selalu cek temperature dan weather hari tersebut.

Berhubung saat tiba kemarin agak windy, kami memutuskan untuk sedia payung sebelum hujan heheheh.

We’re so ready ! Disini terlihat kami menunggu tram persis didepan hotel kami. Kalo lihat persis sebelah kiri photo adalah hotel kami. Dekat bukan ?

scarf by @pattforpattern, sunglasses by @uniqlo

Tram ini tidak langsung jadi kami dari Bourke Street, stop di William Street dan pindah TRAM yang langsung menuju Melbourne Zoo.

Setiba kami disana, saat mengantri di depan loket, suami ku tiba-tiba pucat teringat sesuatu. Ternyata camera yang dia gunakan untuk vlogging tertinggal di tram. OH SEDIHNYA !

Kami sempat melaporkan ke beberapa bagian pelaporan barang hilang, baik customer service TRAM maupun customer service city Melbourne.

Akhirnya dibantu oleh Rina teman kami yang saat ini bekerja dan tinggal di kota Melbourne, setelah mencerita history dan proses kehilangan mereka informasikan akan menghubungi kembali ke rina bilamana ada temuan atau update.

Well there’s nothing much that we can do now. Dan suami saya berucap, I wont let this ruined my holiday with my family… ooh!

Still.. its heart breaking to see kan ….

Ok, mari kita lanjutkan our visit to the Zoo. Secara harga, bisa dilihat disini, mereka tidak charge untuk anak-anak dibawah 4 tahun.

Ternyata Melbourne Zoo dibilang besar ya besar banget! Luas pada tepatnya.
Bagi anak umur 3,5 tahun cukup membuat kelelahan heheheheh termasuk orangtuanya.

Disinilah kami benar-benar menyadari bahwa stroller is a must bring essentials.
Karena outdoor there’s no way apabila tidak bawa topi atau teduhan selama bermain di sini. So, how did i rocked it ?
  
hat by @cottonink
Terus terang kami tidak mengunjungi semua animals yang ada disini.
Cukup yang hanya membuat evan kagum atau pilihan evan sendiri.

…. aneh melihat tortoise line up,
….atau yang khas Aussie 🙂
 
atau keunikan yang tidak ada di Indonesia seperti, area khusus kupu-kupu !
Pada dasarnya, mungkin hampir semua jenis kupu-kupu ada disini.
Suatu pengalaman yang sangat mengesankan inside that little butterfly garden. At least for me it really brings out that magical feeling inside the little girl in me 🙂 Magical.
Saat kita keluar ada area untuk anak-anak yang mau belajar mengenai butterfly, bisa juga buat istirahat sebentar.
 
 
And juga as we enter one of the area, kami temukan Indonesia !
 
Hahahahhah.
Rasanya pengen teriak, “Bang teh botol dingin pake es 2 ! Gak pake lama!” *ting
 
Untuk pilihan area untuk istirahat dan makan ada beberapa pilihan,
Pertama, yang berlokasi di tengah.
Cukup nyaman dan lengkap pilihan makanan ada resto dan maupun café kecil dan mini mart yang menyediakan mulai dari sandwhich, burgers, sushi dan lainnya.
Disini tempat istirahat bilamana mau sekaligus washy-washy bagi kesayangan yang sudah berkeringat dan kotor. Banyak sekali pigeons yang dapat menghibur evan sambil gantian makan siang.
Selain itu ada playground yang cukup seru dengan merry go rounds yang gratis dan tempat2 instagram-able moments dan photo serasa di pantai.
Evan immediately got hooked.
Setelah kembali melanjutkan akhirnya kami kelelahan dan yang menyenangkan di sini adalah duduk berteduh di rumput empuk, kering dengan udara yang cukup menyenangkan dimana di beberapa lokasi disediakan mini cafe yang menyediakan fnb secukupnya, termasuk ice cream !
 
 Temuan lain yang kami dapatkan adalah luasnya Melbourne zoo dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk mini concert.
 Yes, indeed we had so much fun. Thank you Melbourne Zoo !
Sekarang, Capek.
Sampai di hotel, mandi dan evan langsung ketiduran.
Tapi ga lama, bangun minta makan.
Hari ditutup dengan makan bersama Rina & Panji, teman dekat kami yang saat ini tinggal di Melbourne. Rencananya besok kami akan menginap 2 malam di rumahnya di daerah north Melbourne, Lalor.
Dinner malam ini skaligus catching up, temu kangen dan ngobrol untuk rencana ke-esokan harinya.
 
Dae Jang Geum Korean BBQ
 
Karena walking distance from the hotel, setelah dinner sambil lewat saya minta stop by at Target. 
Pengen tau aja kayak apa sik murahnya memangnya ? yeah rite ! hahahahhahahha
 
Dan tips untuk TARGET, banyak barang-barang in trend dengan harga murah misalnya sneakers 5 dolar baik dewasa maupun anak-anak.
 
Dan sempat melihat ada stroller hanya 20 dollar. Artinya Rp. 200rb !
Sayang habis saat itu di cabang yang kami kunjungi.
 
If it’s cheap then it is cheap. You won’t get 50ribu rupiah di Jakarta for flat sneakers rite? So enjoy your holiday guys 🙂
Silahkan tonton vlog day 2

Next, Day 3

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

Melbourne Bourke Street and Federation Square

Melbourne Family Trip

Day 1, Thursday 4 Feb 2016 
Arrival at Melbourne. 

Perjalanan dari Jakarta menuju Melbourne memerlukan waktu yang cukup lama hingga 6 jam.
Itu juga yang membuat kami memutuskan untuk mengambil flight malam (22.40 WIB) sehingga tiba di Melbourne pagi jam 9.

Kami menggunakan Garuda Indonesia karena one way berhubung bawa anak kecil dan travelling quite heavy sehingga repot kalo pake transit.

Sesampai di bandara Melbourne karena telah di brief sebelumnya, kami siap dengan masuk kamar kecil terlebih dahulu dan keperluan nyemil evan. Berhubung imigrasi Melbourne cukup ketat dan ramai.

Tips. 

  • Imigrasi Australia sangat ketat atas aturan tidak boleh membawa cairan atau daging dan lain sebagainya sehingga disarankan untuk claim terlebih dahulu pada baggage claim formulir yang di berikan saat di pesawat. Asalkan alasannya kuat, pihak imigrasi akan bisa mengerti.
  • Dalam hal liquid yang dibawa dalam tas cabin, siapkan semuanya dalam botol dengan maximal ukuran tidak lebih dari 50ml. Atau bila botolnya sudah kecil dan terpakai tidak jadi masalah.
  • Saat diwawancara setelah proses administrasi imigrasi (cap) secara prosedur mereka akan tanya ulang melihat claim form yang kita tulis.
  • Dalam hal cairan, saya katakan “betul membawa, 1st aid kit medicine for my child also vitamins. As for diary are my son’s milk.” Dengan alasan, “my son only wants to drink that”
  • Dalam hal food, saya kira 1 porsi nugget masih diperbolehkan, karena saya siapkan untuk sarapan setiba kami di Melbourne, nice try, niatnya buat anak, tapi tetap diambil karena rules are rules. And rules are there for a reason. 

Sesampainya kami diluar, tersedia Information Center yang juga membantu menyediakan penjualan sim card. Vodafone adalah rekomendasi dari Vesta.

Suami saya seorang gadget freak jadi he was so prepared and bought this before we came to Melbourne. He bought this from Ace Hardwear di Jakarta.

Setelah itu, kami langsung mendapatkan taxi tepat didepan pintu gerbang keluar bandara. Off we go to Citadines.

Karena kami tiba pagi, tentunya kamar kami baru siap diatas jam 12, skitar jam 1 atau 2 siang. Tapi tidak perlu khawatir, mereka menyediakan fasilitas bagi yang mau freshen up, mandi dan ganti baju bilamana diperlukan di lantai 1 daerah dekat Gym dan Swimming Pool hotel.

Persis bersebelahan dengan hotel ada coffee shop kecil yang menjual makanan sehat, sambil ngasih makan evan, kami pun mencoba apa yang tersedia.

Akhirnya kamar kami siap dan evan langsung nyaman beristirahat sebentar.

This is our view,not bad huh ?

Hotel ini, pada semuanya dikerjakan sendiri, mulai dari laundry atau membawa luggage ke kamar. Jangan kaget ya.

Karena hari pertama, walaupun waktu kami cukup banyak, tapi tugas kami hari itu adalah belajar beradaptasi. Terutama bagi keluarga dengan anak kecil, pastinya akan sedikit tambah effort.

Setelah semua nyaman, sekitar jam 2an kami mencoba untuk jalan namun sebelumnya kami membeli myKi card untuk keperluan transportasi tram melalui seven eleven yang dekat dengan hotel kami.

Juga tidak lupa mendapatkan map kota Melbourne dari receptionist hotel. Kami beli yang weekly karena lebih murah tanpa perlu beli atau mencari tiket setiap kali mau naik.

Setelah mencapai Bourke Street, we stroll along the road dan berjalan menuju Federation Square. Evan tentunya kelelahan, sehingga sangat cranky untuk jalan maunya di gendong. Satu hal yang kami sesalkan adalah tidak membawa stroller.

Udara pada hari tersebut cukup sunny namun banyak angin and the temperatur 16 degrees sehingga agak dingin bagi kami yang terbiasa dengan udara Jakarta.

Saat mencapai St Paul’s Cathedral, Evan bobo sehingga kami berhenti dan duduk beristirahat di daerah situ.

So the plan for day 1: Thursday 4 Feb 2016 after arriving at Melbourne Airport, visit
  • Bourke Street 
  • Federation Square

These are some pics that we captured.

At the corner of Federation Square, Flinders Station.
Stasiun pusat Melbourne baik train maupun MRT dan juga transportaion menuju airport.
Federation Square,

St Paul Cathedral in front of Federation Square,

Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk kembali ke hotel agar evan bisa beristirahat dengan nyaman dan juga mempersiapkan untuk hari berikutnya yang cukup jauh dan panjang. Kami berjalan pelan-pelan dengan modal map dari hotel dan Google Map, kami menemukan jalanan unique at Hosier and Rutledge Lane, opposite Federation Square.
Selain grafiti, banyak sekali di beberapa titik jalanan ada street performance. Local artist dan juga outsider.

Yes, this is definitely artsy and youthful.
Gimana, sudah mirip fashion blogger belum ? 🙂

Light Camel Coat by @CottonInk – Shoes by @Zara – Backpack by @ouvalresearch

Pelajaran hari 1 ? Jet lagging.
Di Melbourne, malamnya telat. Jam 7 malam masih seperti sore, bagi anak-anak masih terasa belum waktunya tidur.
Lagian jam 7 malam di Melbourne sama dengan sore hari di Jakarta.
So, siap-siap ya 🙂

Next, Day 2.
Lets go to the Zoo , mama ! *kata Evan*

Simak vlog Melbourne Family Trip kami mulai dari berangkat hingga pulang oleh Bangwin di channel vlogissimo. Selamat menikmati 🙂

Day 1, Berangkat.

Day 1, Bourke Street.

Melbourne family trip series read here.

Tyas is now Partner Consultant and Trainer on Digital and Social Media at Bangwin Consulting, Freelancer, Writer/Blogger, Podcaster. For project enquiries, tyas@bangwinconsulting.com

How to plan a family trip to Australia

Melbourne Family Trip 

Yeaaaayyy !

Hanya berpikir untuk merencanakan sebuah liburan saja sudah membuat hati senang. Apalagi saat menikmatinya 🙂

Melbourne adalah pilihan pertama destinasi Negara Australia karena beberapa alasan pribadi.

Pertama, kami ingin mencoba sebuah destinasi yang sangat berbeda namun familier. Karena kami memiliki banyak teman dan saudara, yang pernah tinggal atau masih tinggal di kota ini karena sekolah atau kerja, mereka selalu menyebutkan Melbourne is a pleasant city.

Kedua, kami ingin banyak melihat hal baru dan kali ini bukan untuk tujuan shopping. Its youthful, artsy, not too big yet still a city.

Ketiga, karena anak kami , Evan tergolong balita kami ingin menikmati liburan yang santai, tidak terburu-buru dan mudah bagi Evan dalam hal kenyamanan, pilihan makanan dan hiburan. Tujuannya adalah liburan keluarga, that means everybody has to enjoy. That was the main goal.

Semua itu yang membuat kami memutuskan untuk menghabiskan sejumlah waktu yang cukup hanya untuk sebuah kota.

Lets just say in terms of visiting Australia, this trip is a trial trip for the next round of trips to Australia. A to da Men. Amen.

Nah sekarang bagaimana perencanaannya trip kali ini ? Karena kami tidak terbayang, tentunya orang yang paling cocok dalam memberikan nasihat adalah teman kami Amalla VESTA si @SwankyTraveler.

Vesta adalah seorang travel consultant bagi pribadi, keluarga ataupun korporasi yang membutuhkan jasa lebih dalam dari hanya booking tiket ataupun hotel.

Karena saya loved every bit of our trip, I want to share as many of my experience to you. Pengalaman saya akan dibagikan dalam rangkaian blog posts mulai dari posting ini.

Pertama-tama, mari kita bahas mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan, itinerary dan apa saja yang harus kita bawa.

Dalam hal ini, every step of the way kami dibimbing, dibantu dan diberikan saran dan diskusi bersama Vesta sebagai konsultan #familytrip kami. Lets Goh !

Planning a Family Trip to Melbourne, Australia.

1. Yang pertama kita perlukan adalah berapa banyak budget yang dapat dialokasikan. 

Besar dari budget akan banyak mempengaruhi dalam hal :

  • lamanya trip,
  • biaya-biaya yang diperlukan tidak hanya transportasi dan akomodasi, pilihan tempat untuk berkunjung hingga uang jajan tiap harinya yang akan digunakan untuk makan, tiket masuk suatu rekreasi atau oleh-oleh dan shopping 🙂

Dalam hal pemilihan hotel kami memiliki Citadines on Bourke Street karena beberapa alasan :

  • Berlokasi di tengah kota. Memudahkan kami untuk travel karena persis depan hotel kami ada Tram Stop.

Citadines adalah hotel / apartment. Ada plus minus. Tidak ada hotel breakfast tapi layaknya mini studio apartement disediakan dapur kecil lengkap dengan cook tops, microwave, termasuk peralatan dapur seperti panci juga peralatan pembersih.

Walaupun tersedia laundry service tapi disetiap lantai juga disediakan mesin cuci coin-an. Bisa dibantu di receptionist untuk penukaran coin yang dibutuhkan.

  • Karena ditengah kota, memudahkan dalam mencari tempat makan yang “enak” bagi kami khususnya evan. Depan kami ada ramen enak, samping kiri ada resto Thailand enak, samping kana nada coffee shop dengan healthy menu and salad choices. Heaven !
  • Dalam hal harga tentunya tergantung season ya tapi bilamana kita boleh rata-ratakan sekitar Rp. 1,5mio per-malam.

2. Setelah itu pilihan waktu untuk berlibur tentunya disesuaikan dengan keinginan keluarga atau tujuan berlibur. 

Waktu yang kami pilih adalah akhir taun tapi karena jadwal sekolah evan, dan perbandingan biaya lumayan jauh maka kami mengambil tanggal 3-11 February 2016

Dalam rangka berkunjung termasuk teman dan relasi kamipun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menginap di rumah teman dekat kami Rina & Panji 🙂 Pengalaman menyenangkan tersebut memberikan sedikit banyak tambahan pengetahuan mengenai living in Australia dalam hal ini Melbourne.

Dengan kombinasi semua keinginan kami, berikut jadwal perjalanan kami

3 Feb: 22.40 CGK-MEL
4 Feb: 09.00 Arrive MEL
4-6 Feb: stay at CITADINES on Bourke
6-8 Feb Stay at Rina’s House
8-11 Feb: Stay at CITADINES on Bourke
11 Feb: 14.30 MEL-CGK

9 hari trip
8 hari dan 7 malam di Melbourne

Tanggal terpilih karena ada long weekend termasuk hari perayaan Chinese New Year. Perfect !

3. Visa

Amazingly mudah dan cepat. Atas saran vesta, kami diminta untuk mengisi form dan menyiapkan semua dokumentasi yang diperlukan.

Per-orang biaya sebesar Rp. 1.650.000,-

Tips

  • Perihal deposit, yang kami lakukan adalah selain print rekening 3 bulan juga kami print bukti kepemilikan savings lainnya yang kami miliki sehingga lebih ensure our stability.
  • Diperlukan pas foto tambahan, tapi jangan khawatir karena vfsglobal sangat nyaman dan akomodatif sehingga photo booth pun tersedia disana.

Waktu yang diperlukan hanya makan 1-2 jam.
Setelah semua proses dilewati tidak lebih dari 2 minggu kami menerima email visa grant. Very easy.

Just incase you need, silahkan check website mereka http://www.vfsglobal.com/Australia/Indonesia/

4. Itinerary 

Day 1: Thursday 4 Feb 

  • 09.00 Arrive in Melbourne
  • To Citadines (by taxi or train or bus)
  • Bourke Street
  • Federation Square

Day 2: Friday 5 Feb 

  • Melbourne Zoo
  • Chapel Street

Day 3: Saturday 6 Feb 

  • Queen Victoria Market
  • Check-out/Rent the Car
  • Move to Rina’s house
  • Dandenong

Day 4: Sunday 7 Feb 

  • Yarra Valley Winery, Ice Cream, & Chocolate Factory (1 hour drive from 1/5 Kellerher St Lalor)

Day 5: Monday 8 Feb 

  • Check-out from Rina’s house
  • Drive car to Luna Park at St Kilda Beach
  • Brighton Beach
  • Return the car
  • Check-in at Citadines

Day 6: Tuesday 9 Feb

  • Melbourne Sea Life
  • Melbourne Star Observation Wheel
  • Eureka Sky Deck

Day 7: Wednesday 10 Feb 

  • Science Works
  • Botanical Garden
  • Around city/South Wharf DFO

Day 8: Thursday 11 Feb 

  • Melbourne Central · 11.30am
  • Check-out · 12.00pm to Airport by Taxi
  • Back to Jakarta 14.30

Dalam hal pilihan tempat berkunjung, Vesta cukup sabar bercerita, memberikan gambaran pada setiap tempat termasuk apa yang perlu di persiapkan saat datang berkunjung bagi keluarga muda seperti kami. Jangan begitu karena ada ini. Akan ada ini untuk keperluan itu. Bila cuaca seperti ini ada baiknya siapkan itu. Sehingga kami siap dan minimal kebayang. And that is really helpful.

5. What to bring 

  • Cuaca dan wardrobe. Selalu cek and ricek cuaca maupun temperature jauh-jauh hari dan juga saat mendekat dihari H dalam rangka mempersiapkan bawaan wardrobe dan necessity yang diperlukan Australia Negara terbalik sehingga summer berada di akhir tahun namun karena kami akan tiba di February sehingga seperti perbatasan panas dan spring time. Which people say perfect timing karena the weather is fine. Not too hot. Hari pertama kami tiba diperkirakan hujan dan windy sehingga, wardrobe ditambahkan dengan beberapa light jacket dan double t-shirt untuk evan.
http://www.uniqlo.com/id/
http://www.mothercare.co.id/
  • Necessity. Kami keluarga listrik. We need so many gadgets with electricity. Laptop, Handphones, iPads, Cameras, specific hairdryer 😀 the list goes on and on and on …. Vesta dalam hal ini tidak hanya membantu informasikan jenis colokan yang harus dipersiapkan tapi juga
  1. Bagaimana, dimana, dan apa SIM Card yang dapat digunakan sesampai kami disana
  2. Range biaya seperti taxi dan tips for smart budgeting for transportation
  3. Tips apa yang akan kami ekspektasi sesampainya di Melbourne airport termasuk proses imigrasi, tempat dan cara sewa car child’s seat (peraturan pemerintah Australia sangat ketat)
  4. Perlindungan untuk cuaca
  5. Hingga rekomendasi tempat makan, minuman atau apa yang khas dan terkenal di Melbourne termasuk kopi, karena Melbourne is famous for its good coffee.
  • Family Must Bring. STROLLER

Apabila tidak mau end-up like this,

or this,

well, stroller is a must you need to bring 🙂

Nah, setelah semua siap, we’re ready to go !  Wohooooooooww.

Next, Day 1.

Melbourne family trip series read here.