bikin cupcake, home made

Bikin cupcake di playground atau sekolah mungkin sudah biasa. Biasanya mungkin cupcake nya sudah jadi tinggal di hias. Karena punya anak yang salah satu cita-citanya kepengen jadi chef artinya saya harus rajin berikan kesempatan untuk belajar. Cara belajar yang paling mudah adalah dirumah.

Pertama perlu dicatat kalo saya ini bukan baker. Masak pun baru belajar. Rookie cook, rookie baker. Dimulai dari niat. Cari-cari menu di cookpad yang paling gampang lalu ketemu brownies cupcake irit dari mba Devi DS.

Coba ah !

Ingredients.

  • 1 telor ayam
  • 4 sdm gula pasir
  • 1 sct vanili
  • 1 sct choco powder (sesuai selera)
  • 5 sdm terigu all purpose
  • 4 sdm air
  • 4 sdm minyak sayur

Ternyata takaran ini benar-benar ukuran takaran irit. Karena hanya cukup untuk mengisi 3 cupcakes. Jadi pada akhirnya karena untuk mencukup 1 loyang berisi 12 cupcakes saya menambah takaran pada batch kedua.

Di bintaro ada toko namanya LOWIDs, khusus menyediakan segala hal alat dan bahan kue. Letaknya di ruko bintaro jaya sektor 9, bersebelahan dengan mcD dan starbucks. Menyenangkan sekali jadi tambah semangat ingin mencoba. Mereka pun menyediakan kelas memasak. Bagi yang ingin mencoba, bisa menghubungi di nomor +62217451926 / +62217451927 / +622174860612.

How to make.

  • Kocok telur, gula dan vanili
  • Masukkan terigu, choco powder, minyak sayur dan air

  • Masukkan dalam tempat cupcakes

  • Siapkan oven. Saya mencoba 180 derajat.
  • Sekitar 45 menit siap

Hasilnya, bantet !

Heheheheheeh, walaupun demikian, rasanya enak dan pas. Mungkin memang lupa tidak menambahkan baking powder. Mungkin banyak yang kurang. Apakah ada yang bisa bantu kasih saran ?

Hihihihi, bagaimanapun, pengalamannya membuat big boy senang. Ayok kita coba lagi !

Ayam Isi Ebo

Punya dapur baru bikin semangat pengen masak dan nyobain masakan-masakan lama maupun baru.

Kali ini Ayam Isi Ibu adalah masakan favorite keluarga kami sejak dulu. Sebuah resep lama keluarga kami yang turun temurun datang dari ibu saya, sebelumnya nenek saya dan seterusnya. Kami menyebutkan dengan nama Ayam Isi Ibu. But lets make this an homage to our mother, and call it Ayam Isi Ibu Yo. We love you Ebo !

Ayam Isi Ibu menjadi favorit karena buatnya sangat gampang, dengan penyedap kecap manis Bango favorit keluarga kami dan merupakan sajian comfort food yang cocok disajikan dengan teman apa saja. Dapat menjadi teman makan dengan nasi panas dan sambal terasi atau dengan salad ala orang barat. Suka suka.

Pada dasarnya ayam isi adalah ayam panggang stuffing isi sayuran. Mirip dengan ayam panggang atau roast chicken yang biasa kita temukan resto-resto tapi ayam panggang kami dipenuhi sayuran matang yang membuat perut nyaman dan kenyang. Happy tummies, happy family.

Bahan tidak banyak

  • 1 ayam utuh, bersih sudah dikeluarkan isinya.
  • Dan sayuran wortel kentang dan buncis secukupnya. Kalo saya menggunakan 2 batang wortel besar, 3 kentang dan 20 buncis.
  • Hati Ayam, 5 di potong kecil
  • Bawang merah dan putih di cacah kecil.

  • Garam, lada, bumbu penyedap ayam dan Kecap Bango.

Cara Buat Filling

  • Potong kentang, wortel dan buncis seperti contoh

Jangan takut berlebihan karena kelebihannya dapat dimakan sebagai side dish teman makan ayam tentunya.

  • Siapkan wajan
  • Tumis bawang merah dan bawang putih terlebih dahulu hingga wangi
  • Masukkan wortel dan kentang lalu siram air ½ matang sekitar 1 ½ gelas belimbing

  • Setelah setengah matang, masukkan hati ayam lalu kemudian buncis
  • Berikan garam dan bumbu penyedap ayam secukupnya sesuai selera
  • Setelah matang, sisihkan.

Cara Panggang Ayam

  • Siapkan ayam bersih. Pastikan sudah tidak beku atau dingin.
  • Marinate ayam dengan lada garam (dilakukan sebelum masak stuffing sayuran)
  • Masukkan sayuran matang didalam ayam hingga penuh.

  • Tutup ayam dengan sedikit melipat lalu jahitkan dengan benang jahit biasa.

  • Siapkan pyrex atau wadah khusus oven panas

  • Laburkan mentega
  • Tempatkan ayam dalam wadah
  • Masukkan 3 sendok mentega didalam wadah.

  • Panaskan oven 180 dan tunggu hingga 5 menit.
  • Masukkan ayam dalam oven
  • Saat sudah ½ matang laburkan kecap manis Bango lalu siramkan mentega yang sudah cair pada ayamnya.

  • Hanya diperlukan sekitar 30 menit agar ayam matang
  • Periksa kematangan ayam dengan menusuk-nusuk dengan garpu atau tusuk sate.
  • Siramkan kembali mentega dengan kecap setiap kali diperiksa.

  • Bila sudah matang, diamkan dalam oven hingga waktu siap saji.

Gampang kan ?

Terus terang, Ayam Isi Ibu favorite keluarga kami ini sudah dibawa hingga kemana mana bahkan menjadi favorite keluarga saya saat tugas ke luar negri. Pas buat perayaan hari libur besar, hantaran pantas buat X’mas time atau hadiah ulang tahun teman yang seru.

Silahkan mencoba !

Bagi yang mau pesan, kira-kira harga yang pas berapa ya ? hehehehe

multigenerational workforce

How to master multigenerational workforce, by MAZLO.

If we follow this right, we might have a chance in working together in harmony and definite productivity.

The big question is, how can multigenerational workforce work together ?

I am sure with all strength from each generation’s hence uniqueness, greatness is inevitable. If ever we understand each other better.

Imagine that.

Re-invent yourself anytime

Read this. Remember this. Recite this. And make this as the perfect example for those who thinks it’s too late to change or make something new.

When harry met Sally, Sleepless in Seattle, You’ve got mail and lastly, Julie and Julia are Nora Ephron’s movies.

Nancy Meyers’ movies are Parent Trap, Something’s Gotta Give, It’s complicated, and The Intern.

As for Aline Brosh McKenna is known for writing The Devil Wears Prada, 27 Dresses, and for co-creating The CW’s Crazy Ex-Girlfriend TV Show.

These are all hits! All movies remain classics and are loved til now.

They all were in their late 40ies and early fifties and had passed over 20 years building their career before changing paths and succeeding.

Grace Coddington after 30 years’ fashion career in vogue, as she claims that she is a shy person who really doesn’t like to talk in public embark on a new career at the age of 77.  Grace now is the lead host of Face to Grace, a video show series that interviews artists and professionals in fashion.

As far as we can see from these experiences there are no limits. You need to keep moving and stick to what you love. You have some choices. Either you learn and adapt your output to the new medium that you are most comfortable with or embrace what lies ahead.

Here’s a video of Jennifer Lopez’s guide to reinventing yourself.

Her everyday mantra is, “I’m youthful and timeless at every age. I am ever-evolving and life is full of joy and adventure.”

I think we all should start making our own mantra. Don’t you think?

Self care, what is it ?

 

Now you get the picture ?

To put it in perspective, here’s what i learn where to start.

Start from self awareness, knowing what you want by starting to eliminating the things you don’t like. People you can avoid, activities, foods, take it out. And then you will get to find out what you like that you wan to keep. Keep doing it or meeting them. Getting to know yourself is the 1st step in self care.

When you realised who you are it is much easier to accept who you are. I know from experience it is a work in process. As long as you’re alive you will get to find new things about yourself. That is call learning. Everyday you learn. For the rest of your life. Be aware of that, be present, because you will get lost and mixed up with the hustle and bustle of your everyday life. Learn to stop and take it all in. Edit your life each time you can. And then you can move on.

When you are able to do the first steps of self awareness, self acceptance and be present, you can start to open yourself and seek help. Ask support from people surrounding you. People you like and trust. People who you can rely and know they are in good shape. Supporting system is the next step to prepare you as you realised life is one ball of life cycles. All connected with each other like one crazy electric system. When one cycle of system is down, other system will feel the impact. That is why being kind to one another is the solution for the whole world. But kindness starts from being kind to yourself. And then you can have the courage to share kindness to others.

By getting support and seeking support you allow yourself to attend self comfort. It is ok, it is needed. Every human being is needed for comfort. It is not a sin, it is not shameful. It is part of being human. Because at the end of every day, you can take a ease and rest. By doing so, you will learn to spend time, and energy wisely. Allocating, spending, choosing, time that matters for you as you understand yourself more. Being just not being. Be-ing your true in a whole self. That is the goal each time. Choose the things that makes you happy. And wipe everything else. HAH !

That is why  to be able to have a choice in any matter is important to get the self care you need. be kind to yourself. As it will open your mind gently to more curiosity in life you can to seek your craft, your passions, your destiny.  By being kind to yourself you can the strength to give kindness to others. And by being kind to yourself you will be able to be patience for any process of life takes you. Attention or attentive to yourself and others. Drive from patience that you can do after all the early steps before.

Flows like fluid as you find yourself to adjust the environment with what you have. The ability to think what you can do as part of a bigger life cycle. You will understand how to be mind full and gentle with yourself. As it starts only and only from yourself. And nobody else. And then you can allow yourself to be open and start being a part of a community. A part of a family that you like and would want to grow with them. You are ok with them as you accept yourself first being who you are and therefore accept them.

As it is after all a work in progress. The process is always a work in progress. Nobody in this world stops learning about themselves and others. You only stop when you die. And that is why whatever goal you wan to reach it is always the journey that counts. Focus on that journey. Focus on each process. One step at a time. Know your pace. Being your true being.

Start prioritising. Choosing what you like and what you don’t like. Choosing which way to go. Choosing which road you want to lead. Choosing what is important. Choosing what is good for you first. Choosing your pace, choosing your way. Prioritising your life being.  Make your self worth first.

You come to realised that slowing down is part of the routine. Part of the combination of it all.  And then you can allow yourself you learn more, exploration to do more, have the strength to want more and get the pleasures of life as much as possible, as comfortably as possible. Pleasurable for your own self.

So am i right ? Did i get it right ? I’m no expert and I’m still learning as I go.

But, I am hopeful. I’m hopeful by seeking joy each day, every day.

 

Engineering for Kids

Mencari pilihan extra curricular yang paling cocok bagi anak adalah hal yang tidak mudah. Believe me you are not alone. Tidak ingin menambah beban belajar anak. Mengerti pada dasarnya tugas seorang anak adalah bermain. Berharap dalam setiap permainannya dapat memberikan sedikit pelajaran. Yang mana mungkin dapat bertumbuh menjadi passionnya sendiri.

Kebetulan pilihan extra curricular di sekolah anak kami disediakan di dalam campus sekolah. Walaupun demikian, pilihannya banyak dan bagus-bagus.

Saat list panjang pilihan extra kurikuler datang, kamipun sedikit overwhelm akan banyaknya pilihan. Karena kami ingin anak kami yang menentukan pilihannya sendiri, melalui bantuan google kami informasikan semua pilihan extra kurrikuler dengan cara menunjukkan contoh foto atau video tiap pilihan extra kurikuler. Pada akhirnya, anak kami memilih #engineeringforkids sebagai pilihan extracurricular di sekolahnya.

Ketertarikannya terutama karena serunya melihat anak-anak membangun sesuatu. Bermain lego dan robot juga menjadi pemicu antusiasme kepengen ikutan Engineering for Kids.

Lihat deh pengalaman kami.

swipe kanan untuk lihat videonya ya

Tiap pulang dari ex-cul selalu antusias ingin pamerkan hasil buatannya dari kelas Engineering For Kids . Dan setiap kalinya selalu membuat semua di yang ada dirumah semangat ingin tahu apa yang telah dibuatnya sepulang sekolah. And then he would say, “are you so proud of me, mama ?” immediately i would say back, “yes sayang mama, sooooo much !”

Saya pun sering sharing di social media. Terus terang membuat orangtua lain dan anaknya ingin ikutan bermain sambil belajar Engineering for kids.

Seru banget !

Pengalaman yang baik betul-betul menjadi jalan yang terbaik dalam memberikan dampak dan semangat belajar bagi anak saya. Bermain sambil belajar. Dasar yang diperlukan untuk anak jaman now. Pola pembelajaran anak jaman sekarang tidak bisa disamakan seperti jaman kita dulu. Tidak bisa lagi anak dipaksakan bagaimanapun caranya.

Saya pernah bekerja pada suatu institusi yang memiliki pillar terbesar dibidang pendidikan. Pengalaman itu menjadi advantage tersendiri tentunya. Engineering for kids adalah salah satu bagian dari STEM. Salah satu metode belajar yang dipercaya akan menjadi pendorong utama dimasa depan anak.

Kini, STEM telah upgrade menjadi STEAM. Dalam pemahaman bahwa #STEAM yang kependekan dari Science Technology Engineering Art and Math banyak memberikan manfaat terhadap cara berpikir, struktur beranalisa, berpikir kritis, dan kreatifitas. #STEAM juga sangat membantu bagi dalam hal lainnya seperti contohnya bercerita dan bermusik.

Dapat dibayangkan kami sebagai orangtua ikut bersemangat mempelajari hal baru juga cara belajar baru yang sangat berbeda dengan pola belajar kami dulu. Karena pada akhirnya, kami pun ikut belajar banyak.

Terima kasih banyak #EngineeringForKids !

Bagi teman orangtua yang memiliki pengalaman di area STEAM, yuk kita saling berbagi melalui comment dibawah ini ya. Terima kasih sebelumnya.

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com

No shit no more.

I don’t take shit anymore.

I have high anxiety especially when I know that I’m being treated unfairly or someone is just saying bull-shit. I just can’t take it anymore.

I just don’t want to waste energy to deal with people who do that.

The only thing I try to do lately is to avoid conflict just by backing away and ask for help.

If I cannot resolve or with that person could not meet eye to eye, then I firmly asked to decline from the situation.

Rather than make situations become ugly (which might come often before) I now walk from the things I do not like. Learning to walk away from things or people that make me unhappy.

Self-love first before anything else.

Jalan pagi bareng si kecil

Jalan pagi sudah menjadi rutinitas saya dan suami. Sudah hampir 3 tahun belakangan ini kami berusaha memulai hari dengan rutinitas jalan pagi sekitar kompleks rumah.

Terkadang saat suami saya bersepeda adalah pada saat saya ikut kelas fitness seperti muaythai atau TRX disekitar kawasan tempat tinggal kami.

Tapi pada hari minggu biasanya kami mencoba sedikit perbedaan untuk jalan diluar kompleks rumah. Agak jauh tapi lebih variatif dan berkesempatan melihat-lihat.

Suatu hari kami mencoba mengajak anak kami untuk ikut jalan pagi bersama kami. Tentunya kami mengerti bahwa apabila tidak di imingi pengalaman yang menarik pastinya lebih memilih untuk bermain di rumah.

Jadi selama perjalanan kami berdua berusaha melihat apa yang bisa kita ajarkan dan kasih lihat sebagai pengalaman yang menarik tapi juga memberi pelajaran yang berharga.

Pertama, belajar berjalan di jalan raya.

Selalu lihat ke kiri lalu ke kanan, pastikan tidak ada mobil atau motor yang bergerak kencang. Pastikan selalu ada orangtua mendampingi. And when its safe, we can cross the road. Yeay !

Kedua, ada apa disini, ada apa disitu ?

Melihat tanaman, serangga dan hewan yang ditemui selama perjalanan.

Saying hello, asking questions, bagaimana hidup dan apa yang terjadi apabila tidak dirawat dapat menjadi bahan menarik untuk dibahas bagi si kecil.

Ketiga, pastikan stop sebentar untuk berisitirahat.

Kebetulan, kami melintasi mcD dan tentunya evan langsung teriak, sini yuk papa !

HAHAHAHHAHAHA.

Cukup jauh memang perjalanan jalan pagi kami. Kami menghargai semangat dan kuatnya jalan evan tapi pada akhirnya dia menyerah dan teriak, gendong papah !

Selamat mencoba teman. Thank you for reading.

Tyas is now Partner at Bangwin Consulting and a Writer/Blogger. For project enquiries :  tyas@bangwinconsulting.com